Sebagai salah satu moda transportasi yang belakangan ini namanya mencuat kembali, terutama setelah menjadi pihak yang paling vokal mengutarakan rasa keberatan dengan adanya layanan transportasi berbasis online, taksi masih menjadi primadona bagi sebagian kalangan. Walaupun moda ini kerap kali menjadi salah satu alternatif kendaraan umum, namun tahukah Anda bahwa tarif taksi yang berlaku di Ibu Kota masuk ke dalam jajaran termurah di dunia?
Baca Juga: Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong Perempuan
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman indeks yang disusun oleh carspring.co.uk (19/7/2017), dealer mobil bekas online asal Inggris, Kairo di Mesir tercatat sebagai pemilik tarif taksi termurah di dunia. Perjalanan per 3 kilometer di sana hanya dihargai US$0,55 atau setara dengan Rp7.000 saja! Di wilayah Asia Pasifik, kota Mumbai di India menduduki urutan kedua tarif taksi termurah di dunia, dengan biaya yang dikenakan yaitu US$ 1,40 untuk perjalanan per 3 kilometer atau berkisar kurang lebih Rp18.000.
Berdasarkan info yang dilansir dari Carspring, Jakarta juga termasuk salah satu diantara 10 kota yang memiliki tarif taksi termurah di dunia. Dengan merogoh kocek US$1,47 atau setara dengan Rp19.000 saja, Anda bisa melakukan perjalanan sejauh 3 kilometer. Angka tersebut lebih murah ketimbang Bangkok dengan US$1,64 atau sekitar Rp21.000, Kuala Lumpur senilai US$1,89 atau setara dengan Rp25.000 dan Hanoi dengan US$2,09 yang jika di konversi ke Rupiah mencapai Rp27.000.
Baca Juga: Di Kanada Uber Jadi Transportasi Umum Dengan Trayek Khusus
Sementara bagaimana dengan Singapura? Negeri yang disebut-sebut paling makmur di Asia Tenggara ini faktanya justru mematok tarif taksi yang relatif mahal, harga yang dikenakan jika Anda menggunakan taksi di Singapura adalah US$4.01 atau setara dengan Rp53.000 per 3 kilometer. Tidak heran jika dengan nilai tersebut menempatkan Negeri Singa di posisi ke-20 dalam urutan tarif taksi termurah berdasarkan indeks Carspring.
Dari 80 kota yang diteliti oleh Carspring, Kairo tetap menduduki peringkat pertama dalam urusan tarif taksi, yang dikukur dari bandara menuju pusat kota. Tarif yang dikenakan yakni berkisar US$4,20 atau senilai Rp55.000. Sedangkan biaya perjalanan termahal dengan rute yang sama dipegang oleh Tokyo, dimana biayanya bisa mencapai US$190 atau senilai dengan Rp2,5 juta. Untuk biaya awal, Zurich di Swiss tercatat yang paling mahal dengan biaya hingga US$8,30 atau sekitar Rp109.000. Sementara kota Tunis di Tunisia menjadi yang termurah, dengan tarif US$0,19 atau berkisar Rp2.000.
Baca Juga: Kenaikan Tarif Taksi Online Tak Terlalu Banyak Terasa
Dalam menyusun indeks tersebut, Carspring menggunakan beberapa acuan, di antaranya biaya awal, tarif per kilometer, biaya waktu tunggu, hingga ongkos dari bandara ke pusat kota. Agar mudah menghitungnya, pihak Carspring lalu menyamaratakan semuanya dengan menjadikan 3 kilometer awal sebagai dasar penelitian. Dalam menyusun indeks tersebut, Carspring mengatakan bahwa pihaknya mengumpulkan data dari berbagai situs resmi di masing-masing kota, termasuk perincian seperti model mobil paling populer di kota yang disurvei. Indeks tersebut juga menemukan bahwa taksi berbasis aplikasi, khususnya Uber beroperasi di 63 dari 80 kota yang di survei.
Ada-ada saja memang ulah penumpang. Entah karena iseng atau memang memiliki niat jahat, seorang penumpang bus di Singapura terancam hukuman penjara maksimal dua tahun akibat menempelkan tusuk gigi di bangku bus. Walaupun belum terbukti bersalah, namun “keisengannya” tersebut dapat memaksanya mendekam dibalik dinginnya jeruji besi. Diketahui, warga tersebut berusia tidak lagi muda, yakni 60 tahun, barang tentu ia sudah terlalu tua untuk melakukan suatu tindakan jahil yang dapat merugikan orang lain.
Baca Juga: “The Real Iron-Man” Pukau Ratusan Pengunjung di Singapura
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (9/8/2017), Singapura memang terkenal memiliki undang-undang serta peraturan yang sangat ketat. Maka tidak heran jika negara yang terkenal dengan Patung Merlionnya tersebut memiliki tingkat kejahatan yang yang sangat rendah, bahkan masuk ke dalam jajaran negara dengan tindak kejahatan terendah di dunia. Jika Anda melakukan tindak kejahatan yang bisa dibilang ringan seperti perusakan, bersiaplah untuk dikenakan hukuman cambuk. Bahkan, impor dan penjualan permen karet di negara ini pun merupakan suatu pelanggaran, terkecuali untuk alasan medis.
Setelah mendapatkan laporan dari pihak operator bus pekan lalu, polisi segera melancarkan penyelidikan guna mengusut tuntas kasus ini. Adapun laporan tersebut menyatakan bahwa salah satu bangku penumpang di bus tersebut dilubangi dengan tusuk gigi. “Melalui penyelidikan yang intensif, serta bantuan dari kamera CCTV, petugas berhasil menetapkan identitas tersangka,” ujar salah satu pihak operator bus.
Baca Juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di Singapura
Kejadian ini lalu menjadi viral terlebih setelah salah seorang pengguna jejaring sosial Facebook mengunggah foto dari bangku yang dihiasi oleh tiga buah tusuk gigi yang mencuat. Alhasil, postingan tersebut ramai diperbincangkan dan dibagikan lebih dari 2.500 kali. “Ini terjadi pada saya pagi ini (Alhamdulillah saya cek sebelum saya duduk),” tulis pengguna wanita tersebut.
Jika terbukti bersalah dalam persidangan, tersangka yang identitasnya dirahasiakan tersebut akan mendapatkan sanksi yang setimpal, yaitu hukuman penjara hingga maksimal dua tahun, ataupun tersangka akan dikenakan denda. Namun tidak menutup kemungkinan ia akan menerima keduanya.
Baca Juga: Asal Usul ERP Singapura: Ketika Pembangunan Jalan Tak Setara Pertumbuhan Kendaraan
Karena terkenal dengan peraturannya yang ketat, Singapura sempat mendapat kritik dari sejumlah kelompok pembela Hak Asasi Manusia (HAM) akibat sanksi yang terkesan berlebihan dalam menindaklanjuti sebuah tindak kriminal ringan. Sedikit mundur ke belakang, tepatnya pada tahun 2015 dimana dua remaja asal Jerman dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara dan tiga pukulan tongkat akibat ulahnya membuat mural di kereta Metro.
Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh dalam beberapa minggu ke depan, sejumlah Jemaah Haji sudah mulai bertolak ke tanah suci untuk menunaikan ibadah. Dalam menjalani aktifitasnya di sana, para Jemaah Haji asal Indonesia akan menggunakan bus yang diberi nama Bus Shalawat. Bus ini nantinya akan mengantarkan seluruh warga Indonesia di Kota Makkah secara cuma-cuma. Total, ada 394 bus yang siap melayani Jemaah Indonesia.
Baca Juga: “Jemput Bola,” Google Edukasi Warga Sheffield Dengan Bus Pintar
Namun, seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman Liputan6.com (8/8.2017), hingga hari Senin kemarin, baru 43 unit bus yang beroperasi. Hal ini didasari oleh belum banyaknya warga Indonesia yang ada di Mekah. Sehari berselang, jumlah bus yang dipersiapkan bertambah menjadi 60 unit. Diketahui, bus Shalawat akan melintasi 48 halte di 11 sektor yang ada di Makkah. Rata-rata setiap sektor memiliki tiga hingga empat halte, dimana setiap sektor akan ada penjagaan dari petugas Haji Indonesia.
Seluruh Bus Shalawat mulai dioperasikan sejak kedatangan jemaah Haji asal Indonesia terhitung sejak hari Minggu 6 Agustus kemarin. Bus itu sendiri akan beroperasi selama 24 jam. Kapasitas satu unit bus Shalawat sendiri mampu menampung hingga 70 penumpang, dengan jumlah tempat duduk minimal 45 kursi. Kualitas bus pun bisa dibilang cukup bagus karena kendaraan ini merupakan bus buatan Cina keluaran tahun 2016, bahkan ada beberapa bus keluaran tahun 2017.
Kasubdit Transportasi, Subhan Cholid mengatakan moda paling tua dalam rangkaian bus Shalawat produksi tahun 2009. “Itu merknya Mercy,” Ungkap Subhan. Lebih lanjut, Subhan juga mengatakan spesifikasi lain dari moda tersebut. Bus antar kota perhajian juga harus dilengkapi dengan AC, toilet, lemari pendingin berikut air minumnya, dan pengeras suara. Bus tersebut juga harus dilengkapi dengan alat penunjang keselamataan selama berkendara, seperti alat pemadam kebakaran, alat pemecah kaca, dan Kotak P3K.
Baca Juga: Teknologi yang Terpasang di Bus ini Mampu Lacak Keberadaan Siswa, Lho!
Transportasi antar kota perhajian nantinya akan memberikan layanan pada enam rute berikut, Bandara Madinah ke pemondokan di Madinah, Madinah ke Makkah, Jeddah ke Makkah, Makkah ke Jeddah, Makkah ke Madinah, dan Madinah ke Bandara Madinah. “Untuk rute Madinah-Makkah, Makkah-Jeddah, Makkah-Madinah, dan Madinah-Bandara, dilaksanakan oleh perusahaan yang dikontrak dengan menggunakan armada sesuai spesifikasi yang disepakati dalam kontrak,” ungkap Subhan. Namun agar tidak salah menggunakan bus, jemaah Haji harus tetap memperhatikan nomor dan warna bus karena Bus Shalawat memiliki enam rute yang berbeda.
Masalah pencemaran udara seakan enggan beranjak dari beberapa negara. Beragam upaya pun coba dilakukan oleh regulator guna mengentaskan masalah yang mengancam kesehatan masyarakatnya tersebut. Di Indonesia sendiri, beberapa program pengurangan tingkat polusi udara hingga kini masih diberlakukan, seperti Car Free Day pada hari Minggu pagi, hingga pengadaan lebih banyak moda transportasi berbasis massal, dengan tujuan untuk menekan angka pengguna kendaraan pribadi di jalanan di Ibu Kota.
Baca Juga: Serap Pengguna Mobil Listrik Lebih Banyak, Queensland Gratiskan Electric Super Highway
Beberapa waktu yang lalu, negara di selatan Indonesia, yakni Australia sempat mengutarakan bahwa Indonesia dijadikan contoh dalam usahanya untuk mengurangi polusi, khususnya polusi udara. Diketahui, tingkat emiter karbon dioksida per-kapita Indonesia per tahun 2017 berada di angka 1,9 ton per-orang, sedangkan Australia menempati urutan ke-12 dunia dengan tingkat emiter karbon dioksida per-kapitanya berada di angka 16,3 ton per-orang. Tak pelak, dengan tingginya angka tersebut, pemerintah Australia tengah ketar-ketir dalam menghadapi masalah tersebut.
Bahkan, sebuah wacana sempat tercetuskan oleh sebuah perusahaan komersil, Northwest Carbon sebagai bagian dari Carbon Farming Initiative dari Department of Climate Change and Energy Efficiency, yang menyebutkan akan membunuh unta liar dalam rangka mengurangi tingkat polusi di Negeri Kangguru tersebut. Bukan tanpa alasan, perusahaan tersebut menilai unta sebagai hewan penghasil gas rumah kaca terbesar di Australia, karena setiap tahunnya unta menghasilkan rata-rata zat metana setara dengan satu ton karbondioksida.
Dalam sebuah pernyataan, Northwest Carbon mengusulkan akan membunuh hingga 1,2 juta ekor unta liar di wilayah Outback. Nantinya, perusahaan tersebut akan menembaki unta dari atas helikopter atau mengirim mereka ke tempat pejagalan untuk dikonsumsi oleh manusia atau hewan peliharaan. Tentu fakta mengenai unta di atas bukanlah menjadi alasan vokal mengapa Australia diklaim sebagai salah satu negara penyumbang polusi udara terbesar di dunia.
Baca Juga: Ternyata! Jakarta Dijadikan Panutan Dalam Program Pengurangan Polusi di Sydney
Dengan tingkat ketergantungan tinggi terhadap penggunaan mesin berbahan bakar batubara serta ekspor pertambangannya, wajar saja bila tingkat polusi di Australia sangat tinggi. Tidak heran jika pemerintah Negeri Kanguru selalu mencari cara baru untuk mengatasi masalah yang sudah mendarah daging tersebut.
Mengatasi hal tersebut, Departemen Lingkungan dan Konservasi Australia menunjukkan salah satu cara mereka untuk mengatasai masalah polusi ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman advertolog.com, mereka memfasilitasi warga Perth di Australia dengan sebuah halte bus, namun bukan sembarang halte bus. Halte ini memiliki sebuah sensor gerak (motion sensor) yang akan mengeluarkan suara tepuk tangan ketika ada orang yang memasukinya.
Adapun tujuan dari pendirian halte ini adalah untuk mengapresiasi setiap orang yang sudah lebih menggunakan transportasi umum ketimbang kendaraan pribadi. Dibantu Agency Marketforce Perth, pada Juni 2008 silam, mereka mendirikan sejumlah halte apresiasi ini di daerah-daerah dengan tingkat lalu lintas yang tinggi, seperti di sekitaran Central Business District (CBD).
Cukup unik bukan caranya? Lalu, jika halte seperti ini diberlakukan di Indonesia, apakah dapat mengundang minat masyarakat untuk mulai meninggalkan kendaraan pribadinya dan beralih menggunakan moda transportasi umum? Pertanyaan ini muncul setelah melihat sifat dasar orang Indonesia yang suka dipuji. Namun pertanyaan tersebut berbanding terbalik dengan sifat beberapa golongan warga Ibu Kota yang kerap melakukan vandalisme. Jadi, bagaimana pendapat Anda mengenai ide tersebut?
Mengalami crash landing atau pendaratan darurat dengan impact pasti menjadi momok menakutkan bagi setiap penumpang pesawat. Meski kerap menimbulkan korban jiwa, namun pada prinsipnya tetap ada prosedur yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri dan menghindari cedera serius. Sebagai bukti, dari sebagian besar dari kasus crash landing diakhiri dengan jumlah penumpang selamat lebih besar.
Kasus crash landing yang terjadi pada Boeing 777 Asiana Airlines 214 di Bandara Internasional San Fransisco pada 6 Juli 2013 bisa menjadi pembelajaran yang menarik. Hal yang paling mengejutkan adalah 95 persen penumpang pesawat tersebut selamat menurut National Transportation Safety Board (NTSB), lembaga keselamatan transportasi di Amerika Serikat, bila di Indonesia sama dengan KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi).
Sekilas tentang kasus Asiana Airlines 214, awalnya proses pendaratan berjalan wajar, tapi kemudian perut pesawat menabrak dinding pembatas laut, menghantam aspal dan terseret di landasan pacu Runway 28L. Badan pesawat dan sayapnya kemudian terlihat menyembul di antara kepulan debu dan asap, terangkat ke atas, lalu terempas kembali.
Pesawat lantas terbakar selagi penumpang berhamburan menyelamatkan diri. Tiga penumpang tewas, termasuk gadis 16 tahun asal Cina yang meregang nyawa karena ditabrak mobil gawat darurat yang buru-buru datang ke lokasi kejadian. Sementara 187 lainnya cidera.
Baca juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat
“Salah satu alasan mengapa penumpang tidak memperhatikan briefing penerbangan diyakini menjadi faktor jatuhnya korban jiwa dalam crash landing” demikian menurut laporan NTSB tahun 2001. KabarPenumpang.com merangkum dari livescience.com, ada beberapa hal yang membuat Anda bisa selamat dan bertahan dalam crash landing. Berikut beberapa hal diantaranya.
1. Pakaian untuk bertahan hidup
Sebelum berangkat ke bandara pakailah pakaian yang tepat. Sehingga jika terjadi keadaan darurat Anda pastinya ingin sekali menggunakan busana dan sepatu yang praktis.
“Bayangkan harus melarikan diri dari pesawat yang terbakar. Jika Anda harus melakukan itu, seberapa baik kinerja sandal jepit Anda? Seberapa baik sepatu hak tinggi Anda akan tampil?,” ujar human factors specialist at the Federal Aviation Administration (FAA), Cynthia Corbett. Baiknya gunakan celana panjang dan baju lengan panjang, karena bisa melinddungi kulit dari api atau benda tajam. Menurut NTSB, 68 persen penumpang tewas dalam kecelakaan pesawat disebabkan luka yang diderita setelah kecelakaan.
2. Pilihan tempat duduk yang bijak
Dari hasil sebuah analisis ternyata penumpang yang duduk dari sayap hingga kebelakang lebih mungkin bertahan hidup daripada yang berada di bagian depan. Dalam melihat kecelakaan pesawat fatal sejak 1971, di mana grafik tempat duduk tersedia, analisis tersebut mengungkapkan bahwa orang-orang yang duduk di belakang sayap memiliki kesempatan 40 persen lebih besar untuk bertahan hidup.
Namun, setiap kecelakaan pesawat pastinya akan selalu berbeda, dan penumpang yang duduk di bagian depan bisa saja bernasib lebih baik.Terlepas dari bagian mana dari pesawat tempat Anda duduk, akan lebih baik bila posisi kursi Anda tak jauh dari pintu atau jendela darurat.
Profesor Ed Galea, pakar masalah keamanan dan kebakaran dari University of Greenwich di Inggris, menemukan bahwa sebagian besar korban kecelakaan berada pada lima baris pertama atau lebih sedikit dari pintu keluar pesawat yang terbakar. Galea mengatakan, duduk dekat lorong adalah paling aman dibandingkan kursi tengah ataupun jendela.
3. Lepas landas dan mendarat
Pakar keselamatan telah menemukan bahwa saat-saat yang paling sulit dilalui dari sebuah pesawat terbang adalah tiga menit setelah lepas landas dan delapan menit sebelum mendarat. Selama masa-masa ini, masuk akal untuk tetap memakai sepatu Anda, jaga agar meja didepan Anda tetap terjaga dan ingat posisi pintu darurat yang terdekat.
Para ahli juga merekomendasikan untuk menempatkan barang bawaan di bawah kursi di depan Anda. “Itu memberi sebuah ‘blok’ di sana, jadi kaki tidak bisa naik di bawah kursi di depan,” kata Corbett. Dalam setiap kecelakaan patah tulang kaki biasa terjadi. Jika suatu dampak sudah dekat, penting untuk tetap tenang dan menganggap posisi bertahan. Bila Anda memiliki tempat duduk di depan Anda, lewati tangan Anda di kursi belakang dan letakkan dahi Anda di atas tangan Anda.
Jika Anda tidak memiliki kursi belakang menghadap Anda, tekuk ke depan dan peluk lutut Anda dengan kepala Anda ke bawah. Penumpang juga harus menyingkirkan benda tajam, seperti pena dan kunci, dari saku mereka – itu semua berpotensi bisa menusuk kulit akibat benturan.
4. Aturan 90 detik
Dalam 90 detik pertama setelah kecelakaan adalah yang paling penting. Jika Anda bisa tetap tenang dan keluar dari pesawat dengan cepat, peluang hidup dan bertahan Anda jauh lebih besar. Menurut NTSB, banyak penumpang yang panik dan tak bisa melepaskan sabuk pengaman. Banyak korban kecelakaan yang tewas ditemukan di tempat duduk mereka dan masih terikat sabuk pengaman.
“Itulah mengapa penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, bahkan tanpa perintah. Beberapa orang duduk dan menunggu perintah, dan jika mereka tidak mendengarnya, mereka langsung melewati bencana,” kata Corbett.
Salah satu alasan mengapa banyak penumpang yang selamat dari kecelakaan Asiana adalah kemampuan mereka untuk keluar dari pesawat dengan cepat. “Jika orang telah turun dari pesawat ini, itu akan membuat mereka berisiko tinggi,” kata John Hansman, direktur Pusat Transportasi Udara Internasional. Mencoba mengumpulkan barang bawaan dan barang pribadi adalah satu hal yang terfatal dalam kondisi darurat.
5. Secepat eskalator
Menurut NTSB, hanya satu dari 1,2 juta penerbangan yang berakhir dalam sebuah kecelakaan, menurut statistik NTSB. Perbaikan yang luas dalam pelatihan keselamatan, bahan pesawat terbang yang tidak mudah terbakar dan peralatan pemadam kebakaran membuat penerbangan jauh lebih aman daripada berkendara. Kemungkinan kematian dalam kecelakaan pesawat sekitar satu dari 11 juta, menurut Discovery, sementara kemungkinan kematian dalam kecelakaan mobil sekitar satu dari 5.000 orang.
Baca juga: Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat
“Mengendarai pesawat komersial memiliki risiko yang sama dengan naik eskalator,” kata Hansman. Terbang di langit yang bersahabat, jadi cara paling aman untuk melakukan perjalanan. Tapi tidak berarti kita harus menganggapnya enteng, kita harus selalu bersiap, dan jangan biarkan isu dan mitos-mitos menakut-nakuti Anda.
Skytrain, kereta tanpa awak yang rencananya melayani antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Juni lalu, sepertinya akan menjadi hadiah untuk Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 pada 17 Agustus mendatang. Kabar tersebut dikatakan oleh Sekertaris Perusahaan PT Angkasa Pura II Agus Haryadi.
Baca juga: Mengenal Skytrain di Changi, Benchmark APMS di Bandara Soekarno-Hatta
“Ini akan menjadi kado HUT kemerdekaan RI dan Angkasa Pura II,” ujar Agus yang dikutip KabarPenumpang.com dari Tempo (7/8/2017). Ini menjadi kado untuk Indonesia dan AP II sebab Kemerdekaan RI jatuh pada 17 Agustus dan HUT Angkasa Pura II yang jatuh pada 13 Agustus. Agus mengatakan, sebenarnya pihak AP II berharap Skytrain bisa beroperasi sesuai dengan target awal.
Sebenarnya, uji coba Skytrain sendiri akan beroperasi pada awal Agustus, namun harapan tersebut tak bisa terelakkan karena AP II kembali memundurkan jadwal pengoperasiannya. “Kami memang merencanakan, tapi kondisi di lapangan yang menentukan. Terhambat teknis, jadi mundur,” ujar Direktur Operasi dan Teknik AP II Djoko Murdjatmojo.
Baca juga: Ikuti Jejak Changi, Angkasa Pura II Siap Operasikan Skytrain Pada Juni 2017
Djoko mengakui rencana uji coba dan pengoperasian Skytrain selalu berubah-ubah. Sebelumnya, AP II menjanjikan uji coba dilakukan menjelang Lebaran. Setelah Lebaran, kemudian dijanjikan akhir Juli dan terakhir menjadi awal Agustus. Begitu juga target pengoperasian dari bulan Juni hingga Agustus. “Tadinya, dengan rencana seperti itu, kami berharap ada kecepatan. Kontrak masih panjang sampai November,” kata Djoko.
Juru bicara PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano, mengatakan secara keseluruhan pembangunan moda transportasi berbasis teknologi Automated People Mover System (APMS) ini sudah mencapai 90 persen. “Tahap I lintasan Skytrain Terminal 2 ke Terminal 3 dan sebaliknya sudah mencapai 90 persen,” ujarnya.
Diketahui, Skytrain sendiri akan berjalan tanpa awak dan menggunakan satu trainset dari dua kereta dengan kapasitas total mampu menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang peesawat atau pengunjung dari Terminal 2 ke Terminal 3 atau sebaliknya. Nantinya akan ada tiga trainset yang beroperasi untuk menghubungkan Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 dan bisa menampung 528 orang.
Baca juga: Parade Kereta Tanpa Awak Siap Sambangi Indonesia
Adanya Skytrain ini bisa dikatakan memudahkan pemindahan penumpang antar terminal apalagi di era Airport City seperti sekarang ini dan menggantikan shuttle bus. Sebab adanya Skytrain dianggap lebih memudahkan dan mempersingkat waktu karena tidak terkena macet.
Kini, masyarakat Sheffield di Inggris bisa belajar mengenai keterampilan digital secara cuma-cuma. Ini merupakan sebagian dari skema pelatihan dari Google yang ditawarkan melalui media bus yang nantinya akan mengunjungi beberapa titik di seluruh kota. Bus unik ini diluncurkan pada 3 Agustus kemarin di Sheffield dalam kemitraannya dengan Google sebagai bagian dari inisiatif Digital Garage-nya. Digital Garage adalah program nasional nirlaba dari Google yang memberikan pelatihan keterampilan digital gratis melalui platform pembelajaran online.
Baca Juga: Kolaborasi Google dan Levi’s Buahkan Jaket Pintar, Apa Saja Kelebihannya?
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari thestar.co.uk (6/8/2017), bus Google Digital Garage akan menawarkan lokakarya gratis dan pembinaan tatap muka. Para pengunjung yang berniat datang ke sini bisa menjangkaunya dengan dua cara, yaitu melakukan pemesanan di muka dan datang langsung ke lokasi bus berada. Adapun tujuan dari pengadaan inisiatif ini adalah untuk membantu ribuan orang di dan sekitar Sheffield untuk belajar mengenai keterampilan di jaman yang sudah serba modern seperti sekarang ini.
Untuk tingkatannya sendiri bisa dibilang beragam, mulai dari tingkat pemula hingga menengah, itu berarti semua orang bisa mengikuti pelatihan ini. Pelatihan tersebut mencakup pembuatan CV hingga strategi media sosial. Wakil pimpinan Dewan Kota Sheffield, Olivia Blake menyatakan kegembiraannya terhadap kerja sama yang dijalin dengan Google dalam prakarsa Digital Garage.
“Ini dibuka pada bulan April kemarin di Bakers Pool,” ungkapnya. “Namun, pada awalnya kami sadar bahwa tidak semua orang bisa masuk ke pusat kota untuk mengakses pelatihan ini. Maka dari itu, kami bekerja sama engan Google untuk mengembangkan fasilitas pembelajaran ini dalam bentuk mobile-bus, dimana bus ini akan terus berpindah selama beberapa bulan ke depan,” terang Olivia.
Olivia mengungkapkan layanan seperti ini merupakan yang pertama di seluruh dunia. “Ini juga merupakan kabar gembira lainnya untuk Sheffield,” katanya kegirangan. Sesi pertama berlangsung di U-Mix centre di Lowfield, dan seminggu berselang bus tersebut akan pindah ke Crystal Peaks. Sebuah penelitian menyebutka bahwa sembilan dari sepuluh masyarakat di Inggris merasa khawatir terhadap keamanan dan pengamanan online mereka. Dengan kehadiran bus Google Digital Garage, para pengunjung juga dapat menghadiri sesi pelatihan mengenai cara untuk melindungi diri mereka secara online.
Baca Juga: Google Pasang WiFi di Bus Sekolah Untuk Kemudahan Siswa di Pedesaan
Maksudnya adalah, agar orang-orang yang merasa khawatir tersebut bisa belajar mengenai bagaimana cara mengenali dan menghindari penipuan serta ancaman dari dunia maya yang belakangan ini menjadi topic hangat perbincangan di beberapa daerah. Sementara itu, Alina Dimofte selaku Digital Skills Policy Lead di Google menyatakan bahwa kehadiran bus ini merupakan bentuk tindak lanjut dari kesuksesan mereka dalam program Digital Garage sebelumnya di Sheffield dan Birmingham. “Kami ingin memberikan pelayanan lebih kepada para pengunjung agar program kami ini semakin mudah diakses, jadi kami menggunakan media bus untuk menjalankan strategi menjemput bola,” terang Alina.
Dalam waktu dekat, lebih dari 90 persen pekerjaan akan membutuhkan keaksaraan digital, jadi workshop seperti membuat CV digital akan sangat berguna bagi para pencari kerja. Sementara itu, sesi strategi media sosial akan menawarkan keterampilan penting bagi mereka yang menjalankan bisnis kecil.
Baca Juga: Waymo Pastikan Penumpang Mobil Otonom Aman Dengan Teknologi Ini
Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh IPPR North menemukan bahwa lebih dari 88 persen peserta Digital Garage sebelumnya telah mengubah cara mereka menjalankan atau mempromosikan bisnis online mereka, dengan 68 persen mengatakan bahwa mereka telah melihat hasil positif dalam peningkatan penjualan hingga pemesanan setelah mengikuti pelatihan gratis dari Google ini.
Bila ingin berwisata ke Makau, umumnya dari Indonesia harus melalui Hong Kong, lantaran belum ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Makau. Namun kali ini ada terobosan dari maskapai LCC (Low Cost Carrier) AirAsia yang telah resmi menawarkan penerbangan langsung dari Jakarta ke Makau. Penerbangan perdana dari Jakarta menuju Makau ini dimulai pada 8 Agustus 2017 kemarin.
Baca juga: Setelah 2 Jam Alami Guncangan Hebat, Airbus A330 AirAsia X Kembali ke Perth
Dilansir KabarPenumpang.com dari macaudailytimes.com.mo (8/8/2017), pada penerbangan perdana tersebut AirAsia mendarat di bandara Makau pukul 7.38 pagi yang disambut dengan meriam air. Dari Jakarta, diketahui keberangkatan maskapai tersebut melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan membawa 162 penumpang.
AirAsia Indonesia, akan melayani penerbangan dari Jakarta menuju Makau tiga kali dalam seminggu yakni setiap hari Senin, Jumat dan minggu. AirAsia menggunakan pesawat narrow body Airbus A320-200 dengan kapasitas 180 kursi. Kedepannya per 1 September 2017, rute ini akan diperkirakan meningkat menjadi empat kali dalam seminggu. Waktu yang dibutuhkan dalam penerbangan langsung sekitar 4 jam 55 menit
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hong Kong dan Makau, Tri Tharyat mengatakan, dimulainya layanan langsung AirAsia Indonesia maka akan memperkuat hubungan bilateral kedua negara dan bisa membawa dampak ekonomi yang positif terutama dibidang perdagangan dan pariwisata.
Baca juga:AirAsia X Tujuan Kuala Lumpur Alami Turbulensi, Lima Penumpang TerlukaDirektur Pemasaran Macau International Airport’s (CAM), mengatakan bahwa rute baru ini diharapkan bisa membantu meningkatkan jumlah penumpang yang menggunakan bandara Makau. “Kami mendorong pertumbuhan maskapai penerbangan dalam jumlah rute dan frekuensi penerbangan yang lebih besar, karena akan menekankan peran perjalanan udara dalam meningkatkan ekonomi di Cina Daratan,” katanya.
Tony Fernandes, Chief Executive Officer AirAsia Group, yang tidak menghadiri penerbangan perdana rute Jakarta-Macau tersebut mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengklaim bahwa maskapai dengan biaya rendah mereka ini selalu memperjuangkan Makau.
“Macau adalah salah satu tujuan internasional pertama kami dan juga salah satu rute unik kami yang paling awal dari Kuala Lumpur. Penerbangan perdana hari ini dari Jakarta menunjukkan bahwa kita tetap berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas antara Makau, Delta Sungai Mutiara dan Asean, dan membawa lebih banyak pengunjung ke Indonesia dan kawas Cina Selatan, “kata Fernandes. Untuk merayakan rute tersebut, AirAsia Indonesia menawarkan tarif promosi peluncuran khusus untuk lebih merangsang permintaan.
Bagi Anda yang kerap kali menggunakan sarana TransJakarta atau Commuter Line Jabodetabek (KRL), pasti Anda tidak asing lagi dengan yang namanya atau pegangan tangan. Desainnya pun beragam, dari mulai yang berbentuk lingkaran hingga segitiga. Pegangan tangan ini ditujukan bagi para penumpang moda tersebut yang tidak kebagian tempat duduk sehingga mereka bisa menyeimbangkan diri selama dalam perjalanan.
Baca Juga: Seni Tingkat Tinggi Siap Hiasi Stasiun-Stasiun di Ottawa
Namun, di tangan orang-orang kreatif, pegangan tangan tersebut tidak hanya berperan sebagai salah satu alat penunjang keselamatan dalam berkendara, namun bisa menjadi suatu hal yang menarik untuk dilihat. Ide ini muncul ketika beberapa perusahaan besar di dunia mencoba untuk beriklan di lokasi yang strategis, dimana setiap hari orang-orang bisa melihat dan akhirnya penasaran dengan produk mereka.
Ketika moda transportasi berbasis massal seperti bus dan kereta api mulai diminati oleh khalayak ramai, para perusahaan ini seolah mendapat ilham dengan mencoba untuk memasang iklan di sana. Ketika moda-moda tersebut melaju dengan kecepatan tinggi, para penumpang yang tidak kebagian tempat duduk tentu membutuhkan sebuah pegangan agar mereka bisa tetap seimbang. Dan di situlah beberapa perusahaan besar di dunia mulai terinspirasi untuk membuat iklan di pegangan tangan tersebut.
Baca Juga: Wow! Bekas Menara ATC ini Disulap Jadi Penthouse
Selain itu, beriklan melalui pegangan tangan di moda transportasi dinilai akan menjangkau “pasar” yang lebih luas dan dapat dengan mudah menjadi viral di dunia maya. Para penumpang yang bosan dengan perjalanan mereka juga pasti akan melihat ke arah pegangan tangan tersebut dan membaca setiap kalimat yang ada di dalamnya. Cara pemasaran gerilya yang sangat unik! Berikut adalah beberapa contoh pegangan tangan kreatif yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman boredpanda.com.
Sedang Memegang Handle atau Angkat Barbel?Sumber: boredpanda.com
Diketahui ini merupakan salah satu bentuk iklan dari Fitness Company yang terpasang di subway di Jerman. Unik ya!
Pegangannya Kok ke Rambut?
Sumber: istimewa
Ini merupakan salah satu bentuk iklan kreatif yang digunakan oleh sebuah perusahaan shampoo, Gard dalam mempromosikan produk terbarunya, yaitu shampoo untuk rambut kuat. Handles kreatif ini bisa ditemui di Frankfurt, Jerman.
Baca Juga: Intip Langsung Kungstradgarden, Stasiun Bawah Tanah Paling Keren di DuniaPegangannya Berbentuk BanSumber: boredpanda.com
Sebuah perusahaan ban terkenal asal Korea Selatan, Hankook pun tidak mau melewatkan momen untuk mempromosikan produknya. Mereka mendesain handles menyerupai bentuk ban, mirip dengan aslinya. Tentu saja dengan ukuran yang disesuaikan, ya!
Handle Berbentuk Minuman KalengSumber: boredpanda.com
Ini merupakan salah satu bentuk kampanye Pepsi dalam mempromosikan produknya. Diketahui, pegangan tangan ini bisa ditemui di hampir 3400 bus yang tersebar di seluruh Amerika.
Pegangannya ke Dasi, Hati-Hati TercekikSumber: boredpanda.com
Ini merupakan ajang promosi dari salah satu perusahaan yang bergerak di bidang peminjaman. Pegangan unik ini dapat kita jumpai di subway di Tokyo, Jepang.
Dalam konsep Airport City, ketersediaan akses transportasi yang memadai menjadi salah satu poin yang menjadi perhatian. Dan kebanyakan bandara internasional mengedepankan layanan kereta bandara (airport train) untuk menghububgkan titik di bandara dan pusat kota. Namun ada yang berbeda dari Bengaluru International Airport Ltd. (BIAL) di India. Di bandara yang terletak di Selatan India ini justru akan menawarkan layanan terbarunya yaitu antar jemput penumpang menggunakan helikopter yang diberi nama HeliTaxi.
Bengaluru International Airport Ltd. (BIAL) terletak di Devanahalli, yang berjarak sekitar 40 km dari pusat kota Bangalore dan kurang lebih berjarak 65 km dari Electronic City yang terletak di bagian selatan. Electronic City sendiri merupakan surga dari ratusan perusahaan teknologi dan perusahaan multinasional.
Baca Juga: Ookla – Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi TerbaikKabarPenumpang.com melansir dari laman intoday.in (5/8/2017), adapun tarif sewa dari taksi mewah yang mampu menampung lima hingga tujuh penumpang ini adalah Rs3.000 hingga Rs4.000 atau setara dengan Rp672.000 hingga Rp836.000. Besaran tarif tersebut tergantuung dari jarak pengoperasian, semakin jauh jaraknya maka tarifnya pun akan semakin mahal. Pihak BIAL sendiri mengaku siap untuk mengoperasikan HeliTaxi antar kota dan bandara dengan ongkos yang seharga dengan layanan taksi mewah.
“Layanan melalui udara sendiri akan mengangkut penumapang dari atau menuju bandara lebih cepat dari moda lainnya seperti mobil pribadi, taksi, atau bahkan bus yang dimana melalui jalur lalu lintas yang semakin hari semakin padat,” ungkap Managing Director BIAL, Harsha Raghavan. Dari pengalaman KabarPenumpang.com saat bertandang ke Bangalore bulan Maret lalu, memang tingkat kemacetan parah menjadi masalah yang kompleks di Bangalore, terlebih pada akses menuju bandara.
Baca juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta!
Sebagai respon, pihak bandara pun telah melayangkan kontrak kepada pihak penyedia jasa layanan helikopter terkemuka, Thumby Aviation Ltd. dalam hal mengangkut penumpang baik dari kota menuju bandara maupun rute sebaliknya sesuai dengan permintaan. “Kami akan meminta persetujuan peraturan untuk segera menawarkan layanan antar-jemput terpadu antara bandara dan kota sebagai bagian dari inisiatif peningkatan pelayanan ini,” ungkap Harsha.
Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara
“Layanan ini akan memudahkan para eksekutif agar dapat menjangkau bandara lebih cepat, terutama di kota berkembang seperti ini,” tutur Pimpinan Thumby Aviation Ltd., Capt. KNG Nair pada saat acara pra-peluncuran. Senada dengan Harsha dan Capt. KNG Nair, Menteri Perhubungan untuk Penerbangan Sipil, Jayant Sinha mengatakan layanan HeliTax ini memastikan para penunpang dapat menjangkau bandara lebih cepat dari moda lain.
“Hadirnya layanan ini akan menjadikan India sebagai pusat penerbangan global yang sejati,” tutur Jayant. Hadirnya layanan ini tentu akan sangat membantu setiap penumpang yang hendak bepergian menggunakan pesawat. Ada banyak keuntungan yang dapat mereka rasakan. Selain terhindar dari kemacetan yang memungkinkan mereka terlambat, para pengguna layanan ini juga akan dikenakan biaya yang setara dengan sebuah layanan taksi mewah. Walaupun ketika dikonversi ke Rupiah harga tersebut memang lumayan mahal, namun terbukti akan sangat membantu Anda untuk menjangkau bandara.
Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara
Sebagai informasi tambahan, BIAL juga terkenal sebagai bandara tersibuk ketiga setelah Indira Gandhi International Airport di New Delhi dan Chhatrapati Shivaji International Airport yang terletak di Mumbai.