Kendalikan Pikiran Anda, Cara Ampuh Atasi Dampak Stress dari Kemacetan

Macet. Situasi ini seakan sudah menjadi teman setia yang menemani perjalanan warga Ibu Kota setiap harinya, terutama kala peak hours menyerang, tentu saja situasi menyebalkan seperti ini tidak bisa terelakkan oleh setiap pengguna jalan. Kendaraan umum, mobil prbadi, hingga sepeda motor seolah saling senggol agar bisa tiba di tujuan secepatnya. Tentu kejadian seperti ini kerap kali membuat sebagian dari Anda merasa frustasi. Baca Juga: Bicara Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Lebih Parah dari Jakarta! Kemacetan yang tidak terduga merupakan ketidaknyamanan bagi sebagian besar orang, namun bagi sebagian orang, hal tersebut dapat menyebabkan kegelisahan yang luar biasa. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman health.clevelandclinic.org, seorang psikolog klinis Joseph Rock, PsyD mengatakan kegelisahan yang diakibatkan dari kemacetan tersebut berakar pada sistem respons alami otak. “Ketika orang mulai cemas, tubuh Anda seolah bersiap untuk melakukan sesuatu,” ujar Joseph. “Ini merupakan respon fight or flight, dimana Anda dihadapkan oleh dua pilihan, maju terus atau menghindar,” terangnya lebih lanjut. “Respon fight or flight akan mendorong sebuah energi, dimana jika energi tersebut tidak dilepaskan, maka akan menimbulkan ketidaknyamanan fisik,” tukas Joseph. Ia menggambarkan, tidak ada yang bisa dilakukan ketika macet atau menghindar dari kemacetan tersebut, sehingga hal-hal tersebut mendorong jantung Anda berdegup lebih kencang dan pernapasan menjadi pendek. “Seperti ada hal buruk yang akan terjadi,” tambahnya. Persepsi terjebak merupakan salah satu hal yang akhirnya menyebabkan tingkat kecemasan di dalam diri meningkat karena Anda sadar tidak bisa melakukan apapun untuk keluar dari situasi runyam seperti ini. Dalam hal ini, Dr. Joseph membeberkan bahwa ada hal yang dapat Anda kendalikan, yaitu apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda lakukan. Dari sini, Dr. Joseph mengemukakan tiga tips yang dapat dilakukan agar Anda bisa menerjang kemacetan. Baca Juga: TransPakuan, Solusi Kemacetan Bogor yang Kurang Perhatian Macet Bukanlah Akhir dari Segalanya Mulailah menanamkan persepsi seperti ini. Ingat, terlambat memang akan membuat pekerjaan Anda sedikit tertunda, tidak menutup kemungkinan Anda akan ditegur oleh atasan Anda. Namun amarah atasan Anda tidak akan bertahan lama. Untuk kemacetan karena hal-hal yang tidak terduga, mungkin atasan Anda dapat memakluminya. Namun jika rute menuju kantor merupakan jalur padat, Anda bisa menyiasatinya dengan berangkat lebih pagi atau mencoba mencari alternatif jalur lain. Kendurkan Otot dan Urat Anda Sangatlah tidak dianjurkan untuk mendengarkan info mengenai perkembangan lalu lintas terkini, baik dari radio maupun menggalinya melalui sosial media. Karena dengan begitu, Anda semakin sulit untuk tetap tenang. Alih-alih mendengarkan update lalu lintas, ada baiknya jika Anda memutar lagu kesayangan Anda. Diharapkan dengan Anda mendengarkan musik, dapat mengurangi tingkat stress Anda sementara waktu. Baca Juga: Metro Kapsul, Harapan Pemkot Bandung Untuk Urai Kemacetan Istirahat Sejenak Jika kemacetan mulai merusak harimu, cobalah untuk menepi sejenak untuk beristirahat. Saat kita mengalami stress, zat kimia seperti adrenalin dan kortisol masuk ke dalam tubuh Anda dan harus dipecah. Jika ini tidak terjadi, bahan kimia tersebut tetap menandakan bahwa ada sesuatu yang salah. Akibatnya, kegelisahan dan stres bisa tinggal bersamamu sepanjang hari, lama setelah kemacetan sudah berakhir.

Sumatera Utara Ternyata Punya 10 Bandara

Apa yang Anda ingat dengan bandara di Sumatera Utara? Polonia, Kualanamu atau Silangit? Ternyata di Sumatera Utara (Sumut) tak hanya bandara-bandara tersebut dan setelah di telusuri oleh KabarPenumpang.com, Sumut sendiri memiliki 10 bandara baik yang di kelola oleh PT Angkasa Pura II, Pemda ataupun TNI. Baca juga: Tanpa Jalur Ini, Pulau Samosir Tak Tersambung dengan Daratan Sumatera Saat ini sepuluh bandara yang tersebar di Sumut yakni bandara Aek Godang di Padang Sidempuan, Binaka di Gunung Sitoli (Nias), Bukit Malintang di Sumut, Pinangsori/Dr Ferdinand Lumban Tobing di Sibolga, Kualanamu di Medan, Lasundre di Pulau-pulau Batu, Sibisa di Toba Samosir, Silangit di Siborong-borong, Simalungun di Simalungun dan Teluk dalam di Teluk Dalam (Nias). Dari sepuluh bandara ini dua diantaranya di kelola AP II yakni Kualanamu dan Silangit. Baru-baru ini, bandara Silangit dalam pengembangan untuk memaksimalkan dalam mendukung pariwisata Sumatera Utara khususnya kawasan Danau Toba. Sebab, bandara ini merupakan bandara yang bisa dikatakan paling dekat dengan Pulau Samosir dan Danau Toba yang berjarak paling lama 30 menit sampai satu jam perjalanan. PT Angkasa Pura II memastikan pengembangan bandara Silangit ini akan selesai pada September 2017 mendatang dan diketahui menghabiskan dana senilai Rp369 miliar. Pengembangan untuk bandara Silangit sendiri yakni perluasan runway dari 2400×30 m menjadi 2650x45m dan penambahan kapasitas apron dari yang hanya mampu menampung dua unit pesawat Boeing 737-500 menjadi bisa menampung empat pesawat Boeing 737-900 ER (Extended Range) atau sekelasnya. Baca juga: Mau ke Pulau Samosir? Ini Pilihan Rutenya Pengembangan lainnya lainnya yakni terminal yang tadinya hanya memuat 36.500 penumpang pertahun menjadi satu juta penumpang pertahun nantinya setelah selesai. Selain itu,  pengembangan pada September, bandara Silagit juga akan mulai melayani penerbangan internasional. “Pengembangan Bandara Silangit salah satunya dalam rangka mendukung peningkatan konektivitas transportasi udara sebagaimana dicanangkan pemerintah sehingga dapat mendukung pertumbuhan perekonomian dan pariwisata yang dalam hal ini adalah kawasan Danau Toba,” ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (8/8/2017). Nantinya penerbangan internasional akan mulai dengan tujuan dari dan ke Singapura dan Malaysia. Sebab Danau Toba merupakan salah satu destinasi unggulan. Baca juga: Jalur Kereta Layang Kualanamu Hilangkan Perlintasan Sebidang Namun, dari beberapa bandara tersebut, bandara Polonia yang sebelumnya menjadi bandara untuk menghubungkan Sumatera Utara seperti terlupakan begitu saja setelah adanya Kualanamu dengan penambahan kereta bandaranya dan Silangit yang sudah bisa membuat perjalanan lebih mudah ke Danau Toba. Ternyata, saat ini, bandara Polonia berganti nama mejadi Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo yang dikelola TNI Angkatan Udara yang letaknya 2 km dari pusat kota Medan. Dulu, bandara ini melayani lebih dari 2 juta penumpang pertahunnya. Bandara ini ditutup 24 Juli 2013 karena selain kelebihan kapasitas, letaknya juga yang berada dekat dengan pusat kota dan membuat bangunan yang berdiri di sekitar kota Medan jumlah tingkatnya dibatasi. Baca juga: Lebih Dekat dengan Kereta Bandara Kuala Namu Selain itu, bandara-bandara di Sumut lainnya, seperti di Sibolga yakni Pinangsori/Dr Ferdinand Lumban Tobing ini sudah melayani penerbangan internasional yakni ke johor Baru dan Melaka. Biasanya pesawat yang mendarat di sini pun rata-rata jenis ATR atau pesawat kecil. Hingga kini, dari sepuluh bandara yang ada di Sumut baru Kualanamu dan Silangit yang benar-benar dikembangkan untuk tujuan wisata.

Bus Tanpa Awak Segera Beroperasi di Taiwan

Uji coba bus tanpa awak di Taipei memberikan hasil yang positif dan mendapat umpan balik dari pihak pemerintah, pengembang sistem dan anggota masyarakat. Hal ini karena bus tersebut sudah melakukan uji cobanya dengan baik dan bisa dikatakan sempurna. “Uji coba telah berhasil, dan kami akan segera merencanakan tahap selanjutnya dari persidangan, yang akan memperluas jarak dan jarak tempuh,” ujar Wakil Walikota Li Chin-rong saat tes pertama selesai dilakukan Sabtu. Baca juga: Olympic Park Montreal Kanada Mulai Uji Coba Bus Tanpa Awak KabarPenumpang.com melansir focustaiwan.tw (5/8/2017), bus tanpa awak ini beroperasi dari tanggal 1-5 Agustus 2017 kemarin antara pukul 01.00 sampai 04.00 pagi waktu Taipei dengan jalur bus eksklusif sepanjang 473 meter di Xinyi Road. Lin mengatakan, percobaan ini juga dilakukan untuk mengumpulkan data pemetaan dan menunjukkan kemampuannya seperti mendeteksi kondisi lingkungan. Dengan sensor Lidar atau pendeteksi cahaya yang mengukur jarak ke target dan menerangi dengan sinar laser yang berkelip, maka kendaraan tersebut bisa merasakan gerakan nyata atau hanya bayangan dari kaca sebuah halte bus. Lin menjelaskan langkah yang diambil untuk kelanjutan ini adalah saat siang hari agar bus bisa beradaptasi. Nantinya selain bus reguler beroperasi seperti biasa, bus ini juga akan memenuhi permintaan penumpang pada waktu-waktu tertentu seperti larut malam atau jam sibuk. Baca juga: Navya Arma, Bus Tanpa Awak Gambaran Transportasi Masa Depan Direktur Departemen Teknologi Informasi kota, Lee Wei-bin mengatakan untuk mencapai hal tersebut, infrastruktur harus lebih maju dan diperkenalkan dengan rinci. Dalam hal ini, pemerintah kota akan mengajukan permohonann untuk mengatur pengembangan industri komunikasi dan informasi di negara tersebut. Nantinya frekuensi yang ditanam akan digunakan sebagai saluran lampu lalu lintas dalam untuk mengirim sinyal pada smart bus tanpa awak ini. Pembuatan ini selain untuk membaca kondisi melalui kamera yang terpasang, juga bisa mendapat informasi dari sinyal stop di sumber lainnya. “Tujuannya adalah untuk memiliki semua teknologi dan infrastruktur tanpa bus yang tanpa sopir yang diuji untuk melihat bagaimana hal itu sesuai dengan jalan kita dalam waktu satu tahun,” kata Lee. Diketahui, smart bus tanpa awak ini dibuat oleh produsen pesawat di Perancis, EasyMile. Martin Ting, Presiden 7Starlake Co, yang mewakili EasyMile di Taiwan mengatakan, pasar bus tanpa awak di Taiwan sangatlah menjanjikan. Baca juga: Sirocco, Bus Dengan Roda Sejajar Calon Transportasi Masa Depan Pada proyek ini, Ting mengatakan bisa mengajak produsen lokal yang mampu memproduksi beberapa komponen utama bus tersebut seperti panel IT, router, motor dan sistem manajemen daya. Ting optimis setengah dari komponen bus ini, bisa dibuat di Taiwan dalam 12 sampai 18 bulan kedepan. Diketahui, bus ini dibuat dengan harga sebesar NT$15 juta (US $496.587) dan mampu melakukan perjalanan hingga 40 kph serta bereaksi dalam waktu 0,05 detik setelah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.

Di Kanada Uber Jadi Transportasi Umum Dengan Trayek Khusus

Uber dikenal sebagai layanan transportasi online yang tidak terjadwal dan tentunya tidak mengenal kata ‘trayek.’ Sebagai dampaknya, Uber dilapangan langsung berhadapan dengan layanan taksi konvensional yang berbasis argo. Namun mungkinkah bila Uber disulap sebagai angkutan umum berbasis trayek, mirip dengan trayek atau jurusan laksana bus kota. Meski masih berstatus eksperimen, Uber di kota Innisfil, Provinsi Ontario, Kanada, tengah mengembangkan Uber sebagai angkutan kota dengan trayek. Wujudnya tak ada beda dengan kendaraan Uber pada umumnya, namun bedanya operasional Uber disini mendapat biaya subsidi dari pemerintah kota. Uji coba telah dilakukan pada 15 Mei 2017 lalu di Innisfil yang berpenduduk 36 ribu jawa, dan hingga awal Agustus sudah mencapai 5.000 trip yang berhasil ditempuh. Baca juga: Aplikasi Uber di Amerika Serikat Bakal Dilengkapi Fitur Tip Memang tidak sembarang trayek yang ditawarkan, utamanya menyasar kawasan pemukiman ke tujuan pusat kota atau stasiun. Dengan armada sekitar 4.869 kendaraan, Uber hanya menagihkan ongkos $5,43 per perjalanan yang dilakukan. Penasihat Kebijakan Senior kota Innisfil, Paul Pentikainen mengatakan, pihaknya sangat senang bisa menggunakan Uber di dalam rute kotanya. “Kemitraan dengan Uber ini pasti terbukti jauh lebih hemat biaya bagi kami, karena bisa memberikan tingkat pelayanan lebih kepada warga kami. Anda tidak perlu jauh berjalan kaki untuk halte bus atau rute bus, jadi ini adalah sesuatu yang sesuai untuk kita,” ujar Pentikainen yang dikutip KabarPenumpang.com dari financialpost.com (8/7/2017). Musim panas yang lalu, dewan kota Innisil membuat pilihan transportasi tambahan di wilayah ini dan dinyatakan sebagai prioritas utama dalam rencana strategis masyarakat. Dari paparan Dewan Kota, diketahui bahwa biaya operasional moda angkutan bus terlalu mahal untuk meng-cover wilayah kota yang luas (262.71 km2). Sebagai informasi, biaya operasional untuk satu bus pertahunnya mencapai $270 ribu dan untuk dua bus bisa hingga $610 ribu. Karena biaya operasional yang dianggap mahal, maka dewan kota memutuskan untuk bermitra dengan Uber Ride Global. Dalam kerjasama ini, Uber menyediakan layanan transit yang dilakukan bila ada permintaan kepada penduduk Innisfil dan sebagian biaya disubsidi oleh pemerintah kota. Baca juga: Uber Punya Fitur Peringkat Untuk Pengguna dari Pengemudi Kerjasama dengan subsidi ini membuat masyarakat yang menumpang Uber akan membayar ongkos antara $3 hingga $5 dari rute Balai Kota menuju stasiun kereta Go dan membayar $5 untuk ketempat lainnya di dalam kota Innisfil tersebut. Pentikainen dan Tim Cane, Manajer Perencanaan Kota Innisfil akan memberi dewan kota update dua bulan mengenai proyek percontohan. Sejauh ini, permintaan sejalan dengan anggaran proyek. Dewan Innisfil berkomitmen untuk menggeontorkan dana $100 ribu untuk enam sampai sembilan bulan pertama, dan tambahan $125 ribu untuk tahun depan. Dalam menjalankan kemitraan ini, memang ada waktu-waktu tertentu yang menjadi masalah dan ini bisa saja terjadi sepanjang waktu. Tetapi masalah ini bisa diatasi dengan komitmen kerjasama yang baik. “Sebagai layanan 24/7, kami cukup senang, sebab menggunakan Uber sebagai pilihan angkutan umum on-demand tampaknya menjadi pilihan terbaik bagi kota ini di masa mendatang. Dengan geografi besar kami, jarak antar permukiman, mendapatkan rute bus untuk memberikan tingkat pelayanan yang sama akan terlalu mahal. Mungkin puluhan tahun ke depan ketika kita memiliki populasi yang jauh lebih tinggi, kita bisa melihat pilihan lain,”jelas Pentikainen. Pentikainen menambahkan, dalam jangka pendek, kota ini akan mencari cara untuk mengkritisi layanan transportasi agar lebih efisien dan nyaman bagi pengguna, serta mensurvei warga tentang sistem Uber. Juru bicara Uber Susie Heath mengatakan perusahaan senang dengan hasil laporan yang dirilis pada Selasa (8/8/2017) kemarin dan akan di laporkan serta dipresentasikan pada hari ini (9/8/2017). Baca juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara “Sejak kami meluncurkan kemitraan angkutan umum yang menarik ini di bulan Mei, sangat menyenangkan melihat penduduk Innisfil mengakses wahana on-demand yang terjangkau untuk berkeliling komunitas mereka dan terhubung dengan pusat transit lokal. Kami berharap dapat melanjutkan dialog dengan yurisdiksi lain dan otoritas transit di Kanada untuk menjajaki kemitraan serupa,” kata Susie Heath, Juru bicara Uber Susie Heath dalam sebuah pernyataan lewat email.

Terdesak Kereta Cepat, Parlemen Eropa Tinjau Kelayakan Bisnis Kereta Malam

Layanan kereta malam telah mengalami penurunan drastis dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, dan banyak yang khawatir bahwa kurangnya investasi akan berpengaruh terhadap berkurang jumlah penumpang dan para pesaing mereka dari sektor transportasi lainnya sudah bisa menebak akhir dari layanan ini. Parlemen Eropa baru-baru ini menerbitkan sebuah laporan yang meninjau apakah layanan kereta malam masih layak untuk diselamatkan, dan apa yang dapat dilakukan oleh Negara Anggota Uni Eropa untuk memastikan kelangsungan hidup mereka. Baca Juga: Mengenal Eksotisme Layanan Kereta Tidur di Indonesia Kereta malam penumpang telah beroperasi sejak pertengahan 1800-an. Layanan pertamanya dijadikan sebagai tulang punggung untuk perjalanan jarak jauh yang praktis, namun lama kelamaan dijadikan sebagai salah satu simbol kereta retro yang distimulasi oleh budaya populer dan daya tarik nostalgianya. Di seluruh Eropa, jumlah layanan ini makin merosot terhitung sejak 50 tahun lalu. Pecahnya Perang Dunia II menjadi titik anjloknya layanan ini, ditambah dengan kehadiran layanan perjalanan udara, layanan kereta cepat, hingga meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi. Hal-hal tersebut sontak membuat pamor layanan kereta malam semakin menurun. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (1/8/2017), hingga tahun 2016 kemarin, tercatat hanya ada 11 negara di Uni Eropa yang masih menggunakan layanan kereta malam ini. Baru-baru ini, European Parliament’s Committee on Transport & Tourism merilis sebuah laporan mengenai kereta malam dimana laporan tersebut merinci tentang kelayakan finansial, ekonomi, sosial, dan pasar dari kereta malam tersebut. Secara mengejutkan, laporan tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta malam tersebut masih berkontribusi terhadap kebutuhan mobilitas warga Eropa. Adapun alasan mengapa layanan kereta ini diusulkan untuk dihapuskan salah satunya adalah keterbatasan kapasitas infrastuktur. Diantara sekian banyak alasan, keterbatasan infrastruktur inilah yang paling vokal. Tantangan yang dihadapi oleh mode transportasi kuno semacam ini beragam. Pertama, keterbatasan kapasitas infrastruktur disebut-sebut sebagai alasan utama banyak penutupan. “Layanan kereta malam mungkin tidak bisa berjalan secara praktis, entah bagaimana cara mereka (operator) mengenakan biaya tambahan pada manajer infrastruktur, atau bagaimana cara mereka untuk bersaing dengan layanan lain,” ungkap laporan tersebut. Baca Juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office Sama halnya dengan investasi di koridor rel kecepatan tinggi juga sangat berkontribusi terhadap fase progresif layanan kereta malam. Ini juga sedikit banyaknya berpengaruh terhadap eksistensi layanan tersebut. Bahkan bagi mereka yang lebih memilih perjalanan kereta api konvensional, beberapa perjalanan yang sebelumnya dilayani oleh kereta malam kini bisa dilakukan dengan kereta api tersebut dengan waktu tempuh dua hingga tiga jam saja. Selain itu, faktor ekonomi seperti biaya produksi unit tinggi, tempat tidur dan fasilitas toilet, jam kerja staf yang lebih lama serta penggunaan bahan bakar yang lebih banyak, semuanya berkontribusi terhadap melonjaknya biaya operasional kereta malam yang lebih tinggi daripada layanan kereta pada siang hari. Untuk mencegah punahnya layanan ini, banyak pihak yang mengajukan beragam ide agar layanan kereta malam ini bisa tetap menyambung nyawa. Seperti mengalihfungsikan layanan kereta malam menjadi kereta tur, hingga menawarkan layanan perjalanan dengan harga yang lebih murah ketimbang layanan kereta pada siang hari. Namun laporan tersebut menampik bahwa cara ini memerlukan perombakan dari segi modanya sendiri. Seperti yang diketahui dewasa ini, gerbong kereta malam bisa dibilang cukup sederhana dengan tempat duduknya yang standar, sama seperti layanan kereta pada siang hari. Dalam level Internasional, eksistensi layanan kereta malam bergantung pada kemauan negara-negara Uni Eropa untuk bekerja sama dan menyetujui serangkaian tindakan, seperti menetapkan biaya infrastuktur kereta malam yang lebih rendah di bawah Public Service Obligation (PSO), sehingga mengikat para operator kereta malam berdasarkan hukum yang berlaku, termasuk dalam hal penyediaan layanan berdasarkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Baca Juga: Hadirkan Sleeper Train, Siapkah PT KAI Hapus Bayangan “Masalah” Sosial KA Bima? Sementara itu, para penggemar berat dari layanan kereta malam nampaknya harus siap-siap gigit jari, karena masa depannya yang terlihat tidak terlalu terang. Kecuali jika lebih banyak lagi pemerintah Uni Eropa yang secara tak terduga memutuskan untuk menjauhi investasi di kereta berkecepatan tinggi dan mendanai kebangkitan kereta malam sebagai gantinya.

Elon Musk Pertegas Eksistensinya Dalam Kompetisi Pengadaan Moda Futuristik

Dalam empat tahun terakhir, terhitung sejak CEO SpaceX, Elon Musk mengutarakan niatnya untuk membangun sebuah moda transportasi modern, namun tampaknya ia terlalu sibuk untuk mengerjakan proyek Hyperloop sendirian. Dikabarkan, ia sudah menghabiskan banyak waktunya dengan menunggu perusahaan lain yang bisa mengajaknya “jalan bersama”, sementara sebuah laporan mengindikasi bahwa seorang miliarder asal Afrika Selatan telah mengambil langkah lebih jauh dengan teknologi Hyperloopnya sendiri. Baca Juga: Uji Coba XP-1, Hyperloop: “Teknologi Kami Siap Dipasarkan” Seperti yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/8/2017), banyak perusahaan startup yang bermunculan dengan membangun sistem transportasi futuristiknya masing-masing, terutama setelah rencana pengadaan Hyperloop oleh Elon Musk dipublikasikan pada tahun 2013 silam. Salah satu kompetitornya bahkan sudah membuat sebuah perkembangan yang signifikan, dengan mengadakan serangkaian uji coba, hingga menempa kesepakatan dengan pemerintah dari berbagai negara. Dan sekarang, Elon Musk nampaknya siap untuk menjadi rival utama perusahaan tersebut, dengan berbekal persetujuan dari pemerintah federal yang mendukung sistem Hyperloop antara New York dan Washington DC. Dengan mengerahkan salah satu perusahaannya yang bergerak di bidang pengeboran, The Boring Company, Elon Musk berencana untuk merangkulnya dalam merealisasikan konsep dasar dari Hyperloop itu sendiri. Baca Juga: Elon Musk Hadirkan Solusi Transportasi Canggih Berbasis Travelator “Bersama The Boring Company, kami berencana membangun terowongan dengan biaya rendah dan cepat yang akan menampung sistem transportasi kecepatan tinggi baru,” tutur Elon. “Sebagian besar akan menjadi sebuah terowongan bertekanan standar yang berisikan moda yang dapat melaju hingga kecepatan lebih dari 125 miles per hour (201 km per jam). Sedangkan untuk rute jarak jauh dengan trek lurus seperti New York menuju Washington DC, akan terdengar logis untuk menggunakan pod bertekanan di sebuah terowongan depresurisasi yang memungkinkan melaju hingga kecepatan lebih dari 600 miles per hour (966 km per jam),” tambahnya. Dengan kata lain, Elon berpikiran akan lebih masuk akal untuk menggunakan Hyperloop di trek lurus. Dalam merealisasikan pengeboran bawah tanah dar New York menuju Wahsington DC, Hyperloop mengaku ini akan menjadi penggalian terowongan terpanjang di dunia, dengan rentang jarak 328 km. Tentu saja, proses pengeboran ini membutuhkan beberapa lompatan besar dari segi teknologinya, namun inilah sebenarnya yang menjadi tujuan perekrutan The Boring Company. Dengan tujuan untuk memangkas biasa pengeboran dan mempercepat prosesnya secara signifikan. Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam Berbicara tentang mempercepat segalanya, The Boring Company mengakui kemajuan yang dibuat oleh beberapa perusahaan startup yang memiliki konsep serupa dengan Hyperloop, namun tampaknya perusahaan startup ini terlalu bersemangat untuk sesegera mungkin menjalankan proyeknya. “Sementara kami didorong agar pihak lain membuat sebuah perkembangan, kami ingin mempercepat pengembangan teknologi moda futuristik ini,” tutur Elon dalam sebuah pernyataan. “Kami mendukung perusahaan lain yang ingin membangun Hyperloop sepenuhnya, dan kami tidak bermaksud untuk menghentikan progress mereka yang menggunakan nama Hyperloop, selama mereka menggunakannya dengan benar,” tambahnya.

Tangan Wanita Paruh Baya Terjepit Pintu Kereta, Masinis Jadi Terdakwa

Seorang wanita paruh baya berusia 60 tahun bernama Neelan Malik terjepit tangannya pada pintu kereta. Hal ini terjadi saat dirinya akan nauim kereta dari stasiun Hayes Harlington di London Barat pada 25 Juli 2015 lalu tepat pukul 13.00 waktu London. KabarPenumpang.com melansir dari telegraph.co.uk (3/8/2017), kejadian ini kemudian dibawa ke pengadilan untuk diselesaikan. Saat itu diketahui, tangan Neelan terjepit di pintu kereta dan kereta berjalan sehingga dirinya ikut terseret sampai hampir batas peron terakhir. Baca juga: Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta Untungnya, Neelan bisa melepaskan tangannya dan banyak penumpang yang melihat kejadian tersebut dari dalam kereta. Setelah tangannya terlepas dari pintu, dirinya jatuh dan mengalami luka yang cukup serius. Kejadiaan itu terbilang cukup cepat yakni sembilan detik saat Neelan terjepit hingga terlepas dan terjatuh ke tanah. Atas kejadian ini, masinis kereta yakni Stephen Murdoch diadili di Pengadilan Negeri Blackfriars dengan tuduhan gagal melakukan pemeriksaan keamanan yang benar sebelum kereta berangkat. Selain itu dirinya juga dituntut membahayakan kemanan penumpang kereta api dengan kelalaian baik yang disengaja atau tidak karena tidak melihat sekeliling sebelum meninggalkan stasiun untuk melajukan kereta. Dalam persidangan tersebut, Jaksa memutar rekaman CCTV saat Neelan terjepit dan berlari mengikuti kereta hingga terseret sepanjang peron sampai terlepas dan terjatuh. “Anda berkata kepada diri sendiri bahwa Anda sangat beruntung masih hidup, hanya dalam hitungan detik, jika tangan saya tidak keluar, saya pasti sudah tidak akan hidup lagi dan bisa saja jatuh dan tersangkut ke kabel listrik atau semacamnya,” ungkap Neelan. Baca juga: Semakin Sulit Bawa Sepeda di Kereta, Inilah Curhat Pesepeda di London Jaksa Adam Pearson mengatakan, untung korban tidak terluka parah. Namun jika terdakwa, yakni masinis kereta itu, telah melakukan pekerjaannya dengan benar, dia pasti akan melihat wanita yang terjebak di pintu dan akan memberhentikan kereta sebelum Neelan terlepas dengan selamat dari jepitan pintu kereta. “Intinya, apa yang gagal dilakukannya adalah pemeriksaan keamanan yang tepat untuk menjamin keselamatan penumpang kereta tersebut untuk naik,” jelas Pearson. Pengadilan diberitahu bahwa tidak ada penjaga kereta api dan supir kereta yang memiliki monitor CCTV untuk memeriksa panjang kereta api untuk memastikan pintu-pintu ditutup dengan benar. Setelah kejadian tersebut, perusahaan kereta api memeriksa lampu pengaman pintu di kabin pengemudi, yang mengindikasikan kapan semua pintu ditutup dengan benar. Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri Dalam wawancara polisi, Murdoch mengatakan bahwa dia melakukan semua pemeriksaan yang benar dan lampu pengaman tidak menunjukkan adanya penyumbatan di pintu dan aman baginya untuk bangkit dan bergerak, dikatakan. Sebelum pindah, dia mengatakan bahwa dia memeriksa CCTV dan lampu pengaman sekali lagi dan dia tidak menyadari Neelan terjebak di pintu kereta. Atsa dasar tersebut Murdoch, dari Reading, Berkshire, membantah tuduhan tunggal tersebut dan persidangan berlanjut.

Duuh! Awak Kabin Paksa Perempuan Ini Buang Air Kecil di Cangkir

Kejadian memalukan kembali menghampiri United Airlines, pasalnya kejadian ini terjadi pada 10 April 2017, tepatnya satu hari setelah kejadian dokter David Dao diseret keluar secara paksa dari pesawat United Airlines. Saat itu, seorang wanita asal Kansas City mengklaim dirinya dipaksa buang air kecil oleh awak kabin dengan menggunakan sebuah cangkir di pesawat United Airlines. Baca juga: Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao KabarPenumpang.com melansir dari news.com.au (11/5/2017), Nicole Harper mengatakan saat berada di atas pesawat dari Houston dirinya ingin buang air kecil, namun saat itu awak kabin mengatakan tidak bisa meninggalkan tempat duduk sampai lampu tanda penggunaan sabuk pengaman dimatikan. Tetapi, Harper mengatakan dirinya memiliki saluran kemih yang cukup aktif dan perlu ke toilet untuk buang air kecil. “Karena kandung kemih saya terlalu aktif sehingga perlu ke toilet atau saya membutuhkan sebuah cangkir, dan mereka memberikan saya cangkir,” tulis Harper di akun Facebooknya. Diketahui, saat itu, ibu dua anak ini mencoba menggunakan kamar mandi di penerbangan 6056 tetapi di perintahkan oleh awak kabin untuk kembali ke tempat duduk. Dia mengatakan, bahwa dirinya juga tidak bisa mengendalikan atas situasi tersebut. Harper menjelaskan, saat itu situasi semakin buruk dan saya dikawal ke toilet dan menyusuri lorong kabin melawati penumpang lainnya. Baca juga: Raba-Raba Seorang Remaja Putri, Penumpang United Airline Ditangkap FBI “Awak kabin memperlakukan saya seperti telah melakukan kejahatan dengan menyatakan mereka akan mengajukan sebuah laporan dan memanggil tim untuk membersihkan semua barisan dan mengatakan kalau saya perlu bertemu dengan pilot setelah penerbangan,” tulisnya di Facebook.
Postingan Nicole Harper di Facebook
Dalam tulisannya, Harper mengatakan, sebagai seorang perawat, dirinya jelas tahu bagaimana saat menghadapi cairan tubuh yang tidak dinginkan. Dalam kasus ini, dirinya mengatakan akan mengajukan keluhan ke perusahaan penerbangan tersebut dan mengharapkan permintaan maaf tetapi sama sekali tidak mendapat tanggapan. “Yang tidak saya mengerti adalah layanan pelanggan nol besar, jika saya merawat pasien ini dengan buruk, pastilah saya akan memiliki konsekuensi,” tambahnya. Baca juga: Karyawan United Airlines Dorong Penumpang di Bandara, Kenapa Lagi? Saat itu, setelah adanya tulisan Facebook dari Harper, pihak United Airlines menjelaskan bahwa Harper mencoba menggunakan toilet pada saat pesawat berada pada posisi akan turun dari ketinggian dan diperintahkan untuk duduk dengan sabuk pengaman sesuai dengan peraturan FAA (Federal Aviation Administration). “Situasi seperti yang dijelaskan oleh Harper dan karyawan kami mengganggu semua pihak. Kami telah menghubungi Ms. Harper dan rekan terbang Mesa Airlines untuk lebih memahami apa yang terjadi,” melalui pernyataan yng ditulis pihak United Airlines. Baca juga: Lagi dan Lagi, Nama United Airlines Tercoreng Namun Harper mengatakan maskapai tersebut berbohong terkait dirinya telah dihubungi pihak United. “United Airlines berbohong untuk menghubungi saya, saya berkali-kali mencoba beberapa kali selama dua minggu terakhir dan berulang kali mengatakan bahwa layanan pelanggan tidak akan menerima telepon saya. Mereka juga berbohong tentang kejadian yang terjadi saat turun. Ini semua terjadi di pertengahan penerbangan, dimana saat itu pramugari sedang dalam aktivitas memberikan layanan minuman,” ujar dirinya melalui postingan. Dia mengklaim bahwa perusahaan penerbangan tersebut hanya menghubungi dia setelah ceritanya dilaporkan di media.

Berani Langgar Aturan, Tak Ada Ampun Bagi Perokok di Dalam Kereta

Mau naik kereta komuter atau kereta jarak jauh, aturan dilarang merokok di dalam kereta sudah sangat jelas dan banyak diinformasikan oleh pihak PT KAI mulai dari lingkungan stasiun hingga di dalam gerbong. Namun tabiat buruk penumpang yang mencoba melanggar aturan masih saja sering ditemui. Baca juga: Masih Adakah Bilik Rokok di Dalam Bus? Sanksi yang diberikan pun sangat tegas oleh para polisi khusus kereta atau Polsuska, dimana penumpang yang ketahuan merokok harus diturunkan di stasiun terdekat. Beberapa kejadian merokok dan tertangkap tangan sehingga penumpang diturunkan sering sekali terjadi. Dan belum lama ini, tepatnya pada hari Jumat lalu (4//8/2017), Polsuska kembali membuat langkah tegas, satu keluarga diturunkan paksa dari kereta Prambanan Ekspres atau yang biasa di kenal Prameks, hal tersebut karena sang suami merokok dalam toilet kereta. Dirunut dari kejadiannya, Polsuska menangkap tangan pria berjaket hitam saat mencium bau rokok dari toilet, dan seperti biasa pelaku kemudian mencoba melakukan negosiasi kepada petugas. Namun, sayangnya negosisasi tersebut tidak berhasil. Alhasil, pria tersebut bersama dengan istri dan anaknya yang masih balita harus turun secara paksa di stasiun terdekat yakni stasiun Rewulu yang berada di Argomulyo, Bantul. “Dia merokok didalam kereta, aturanya no smoking didalam kereta, terpaksa kita turunkan paksa. Aturan didalam keretakan sudah jelas bahwa tidak boleh merokok didalam gerbong kereta, siapapun itu tetap kita turunkan paksa,” kata Arifin salah satu Polsuska yang dikutip KabarPenumpang.com dari radarjogja.co.id (4/8/2017). Dua bulan lalu, KabarPenumpang.com melakukan menuju Yogyakarta, tak ayal seorang pemuda sebenarnya bukan merokok biasa, melainkan menggunakan vape atau rokok listrik yang kemudian sempat bernegosiasi dengan Polsuska, namun tak digubris dan diturunkan di stasiun terdekat. Saat itu, pemuda tersebut turun berasama temannya dan diproses oleh pihak stasiun. Baca juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api Diketahui, stasiun Rewulu merupakan stasiun kelas III yang berjarak 8 km dari Stasiun Patukan tempat satu keluarga diturunkan melalui pintu sebelah kiri dan harus melompat dari pintu kereta karena tidak ada anak tangga sembari menggendong anaknya. Sebenarnya, masalah merokok di dalam kereta bukan sekali dua kali terjadi, melainkan sering. Padahal sanksi tegas sudah dilayangkan oleh pihak PT KAI, nanum masih saja banyak yang tidak peduli dan mau tak mau harus turun dan menggunakan kereta dengan tujuan yang sama dengan membeli tiket baru. Bagi Anda pengguna kereta dan perokok, ikuti aturan atau turun di stasiun terdekat kemudian merugi? Baca juga: Peuyeum Dilarang Masuk Kabin Kereta?

Tampilkan Iklan Vulgar, Chocotravel Merasa Tak Ada Yang Salah

Iklan kontroversial dari biro perjalanan Chocotravel di Kazakhstan membuat tanggapan dan reaksi yang beragam di media sosial. Sebenarnya iklan tersebut hanya untuk mempromosikan penerbangan di situs web perjalanan. Namun adanya iklan ini ternyata telah dibagikan lebih dari 31 ribu kali dan dilihat lebih dari 71 ribu kali di Youtube dalam dua hari terakhir. Baca juga: Tanggapi Pelarangan Gadget di Kabin, Emirates Airlines Buat Iklan Lucu di YouTube Dilansir KabarPenumpang.com dari bbc.com (4/8/2017), video iklan ini dimulai dari close-up para awak kabin, yakni menununjukkan bagian leher ke atas. Kemudian video tersebut melebar dan memperlihatkan keseluruhan bagian tubuh awak kabin perempuan yang hanya ditutupi oleh spanduk iklan dan dengan menggunakan topi di atas kepala mereka. Hasil terkait komentar iklan ini yakni hambar dan tidak menyenangkan. Adanya iklan ini membuat netizen yakni Karlygash Tazhibayeva bertanya, “Bagaimana jika ibu atau adik perempuan Anda dalam iklan tersebut, Bagaimana perasaan Anda?” kemudian, netizen lainnya, Ekatherina Eltsova setuju, mengatakan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai titik terendah.
Iklan milik Chocotravel yang menampilkan awak kabin tanpa busana (BBC)
Banyaknya keluhan terkait iklan ini, besoknya setelah awak kabin perempuan menjadi bintang iklan, versi laki-lakinya tayang. Dengan versi dan format sama dimana para awak kabin laki-laki tersebut juga tidak menggunakan atasan. Baca juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan Seorang pengguna Facebook Dinara Seisen mengatakan, iklan ini kuno dan terlalu menyoroti perbedaan gender. Dia menambahkan, reputasi perusahaan ini telah mencapai titik terendah sepanjang waktu. Namun, ada pula yang setuju dengan iklan ini, seperti salah seorang Netizen bernama Maris yang mengatakan bahwa gadis cantik dan ada di iklan tidak ada yang memalukan. Selain itu Darkhan Baymakhanov juga menganggap iklan ini keren, tidak biasa dan efektif. “Mereka adalah orang-orang pemberani yang tidak takut bereksperimen atau bertindak untuk mengubah dunia,” ujar Darkhan. Sebenarnya, Chocotravel, pembuat iklan ini tidak bermaksud menyinggung perasaan siapapun. Dalam laman Facebooknya, Direktur Pelayanan Ticketing Chocotravel, Nikolay Mazensev mengatakan, bahwa iklan tersebut berani dan agak memalukan tetapi kami tidak menyinggung perasaan.” Dia menambahkan, bahwa pertunjukan yang dilihat seperti melihat pantai atau kolam renang. “Apakah ada menyerang gadis-gadis dengan rok pendek atau pakian renang?” ujar Mazensev. Selain Chocotravel, video ini pun diposkan oleh Nurken Rzaliyev yang bekerja di bawah Chocofamily. Dia menolak gagasan bahwa mereka menyoroti perbedaan gender. “Tidak ada perbedaan gender. Pendapat terbagi, tapi perhatian dibuat pada masalah harga tiket yang tinggi,” jelasnya. Baca juga: Qatar Airlines dan Beberapa Maskapai Timur Tengah Sewakan Laptop Pada Penumpang Konsultan Humas dan Komunikasi Marat Raimkhanov menyebut iklan tersebut sebagai “kemenangan kesengsaraan, isyarat putus asa untuk menarik perhatian publik. Ini adalah kegagalan total secara sosial, moral dan profesional,” dan menyerukan pemboikotan merek Choco. Sementara semua iklan berharap bisa menarik perhatian Anda, yang satu ini mungkin telah melakukan hal itu, tapi untuk semua alasan yang salah. https://www.youtube.com/watch?v=rH27Uv0Qr4Q