Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” Order

PT Industri Kereta Api Indonesia atau yang lebih dikenal dengan PT INKA baru saja meneken kontrak dengan salah satu perusahaan kereta api asal Taiwan. Diketahui, Taiwan Rolling Stock co. (TRSC) yang merupakan sebuah produsen kereta api pertama di negara tersebut menjalin kerja sama dengan PT INKA dalam pembangunan bersama sebanyak 400 unit kereta listrik multi-unit berbahan dasar stainless steel (EMUs). Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri Hal inilah yang melatarbelakangi kedatangan pimpinan besar dari TRSC, Tsai Huang-Liang ke Indonesia baru-baru ini. Seperti yang disarikan KabarPenumpang.com dari laman focustaiwan.tw (22/7/2017), pihak TRSC melihat PT INKA kurang begitu familiar dengan teknologi body stainless steel, sehingga mereka memutuskan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang bermarkas di Hukou, Hsinchu, Taiwan ini. “Kami TRSC telah menandatangani nota kesepakatan dengan PT INKA terkait kerja sama dalam proyek tersebut, termasuk soal harga yang dikenakan, semuanya sudah tercantum di dalam nota kesepakatan ini,” ungkap Tsai. Jika pihak PT INKA setju dengan harga yang ditawarkan oleh pihak TRSC, maka rencananya kedua belah pihak akan menandatangani kontrak secara resmi di bulan Agustus ini. Baca Juga: Hadirkan Sleeper Train, Siapkah PT KAI Hapus Bayangan “Masalah” Sosial KA Bima? Terlepas dari semua rencana awal, badan kereta akan dibuat di Taiwan. Setelah selesai, menurut Tsai, kerangka kereta tersebut akan dibawa ke Indonesia untuk dirakit. Tsai pun mengaku kerjsa sama ini merupakan sebuah kesempatan emas bagi TRSC untuk bisa mempromosikan sebuah kebijakan baru, yaitu New Southbound Policy. Ini merupakan inisiatif Pemerintah Taiwan di bawah Presiden Tsai Ing-wen untuk meningkatkan kerjasama dan pertukaran antara Taiwan dan 18 negara lain di Asia Tenggara, Asia Selatan dan Australia. Selain itu, tujuan lain dari kerja sama ini adalah untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan industri perkeretaapiannya, yang pada gilirannya kelak diharapkan akan menghasilkan peluang untuk menjalin kerja sama dengan negara-negara Asia lainnya. Ini menjadi sebuah tanda tanya besar bagi sebagian kalangan, mengapa Indonesia lebih memilih produk impor dari luar negeri dalam memenuhi kebutuhan keretanya, padahal PT INKA sudah dipercaya oleh beberapa negara di luar sana. Baca Juga: Jelang ASIAN Games 2018, Palembang Datangkan LRT Produksi PT INKA Sebut saja ketika PT INKA merakit lokomotif pertamanya pada tahun 1996, GE Lokindo yang langsung mendapat respon positif dari beberapa negara, salah satunya adalah Filipina. Lalu pada tahun 1998, PT INKA kembali mengekspor salah satu mahakaryanya yang berwujud gerbong barang untuk mengangkut beragam komoditas, Ballast Hopper Wagon ke Thailand. Namun melihat isu ini, otoritas sempat membatasi impor kereta dari Jepang dan Cina dan lebih mengedepankan PT INKA dalam penyediaan fasilitasnya kelak.

Dehidrasi Buat Penumpang Emirates Cedera Serius

Dehidrasi bisa membuat seseorang merasakan kulit kering, mata perih, tenggorokan kering, pingsan sampai mimisan, bahkan ada kasus hingga memerlukan pertolongan medis. Nah, apa jadinya bila Anda salah satu yang merasakan dehidrasi dan dalam kondisi di penerbangan jarak jauh? Baca juga: Selain Banyak Minum, Dehidrasi di Pesawat Bisa Dicegah dengan Cara Ini KabarPenumpang.com melansir dari dailymail.co.uk (17/2/2017), seorang penumpang wanita pesawat dari maskapai Emirates bernama Lina Di Falco mengalami kelelahan akibat dehidrasi setelah tidak mendapatkan minum dari awak kabin. Diketahui, Falco menggunakan Emirates untuk penerbangan dari Melbourne, Australia menuju Dubai di Uni Emirat Arab. Buntut dari kejadian tersebut Falco menuntut pihak maskapai dengan biaya ganti rugi setelah diberitahu oleh staff harus menunggu minuman. Sebenarnya saat itu, Falco sudah merasakan tidak enak dalam penerbangan jarak jauh tersebut. Dirinya mengkalim bahwa dia diberitahu harus menunggu beberapa jam untuk penyengaran dimana saaat itu awak kabin akan menyadikannya bersama makanan. Falco mengatakan, bahwa dirinya sudah merasa tidak sehat pada penerbangan Maret 2015 silam dengan nomor pesawat EK407 dan dalam sebuah pernyataan bahwa klaim sudah diajukan ke pengadilan. Baca juga: Adakah Yang Berbeda Antara Pramugari dan Awak Kabin? Dia merasakan saat itu kabin pesawat terasa panas dan sudah meminta air beberapa kali namun tetap saja ditolak. Merasa mual, wanita asal Inggris tersebut kemudian pergi ke kamar mandi dan mengalami pingsan. Karena masalah dehidrasi ini, dirinya mengklaim mengalami sakit pada pergelangan kaki kanannya hingga operasi dua kali dan membuat cedera itu permanen. “Insiden ini disebabkan oleh alasan terdakwa (awak kabin Emirates) tidak menyediakan air saat diminta oleh penggugat untuk mengembalikan kesadaraannya,” dari pernyataan klaim tersebut. “Jika saja Ms Di Falco diberi air minum secukupnya sehingga cedera bisa dihindari,” ujar pengacara Dielli Falco Danielle D’Alessandro. Kelalaian Emirates ini membuat liburan Di Falco menjadi mimpi buruk. Dimana Falco mendapat cedera seumur hidup yang sebenarnya bisa dihindari dengan penyediaan air oleh awak kabin.

Acungkan Pistol Karena Disalip, Remaja Tanggung ini Diancam Teroristik

Seorang pemuda 18 tahun dari Orefield bernama Frank John Clark dikenai ancaman teroristik. Hal ini dikarenakan dirinya melakukan serangan sederhana karena tiba-tiba mengeluarkan pistol palsu saat berada dalam mobil yang ditumpanginya. Baca juga: Nekad! Pria di Atas Bus Duduk Tenang Sambil Merokok Dilansir KabarPenumpang.com dari pennlive.com (1/8/2017), saat itu Clark diketahui duduk dibelakang kursi pengemudi dan mobil yang ditumpanginya disalip mobil lainnya. Diketahui mobil tersebut saat itu menuju arah timur pada jalan I-78 di Greenwich Township yang dikemudikan oleh pria berusia 67 tahun. Kemudian pengemudi tersebut membunyikan klakson mobil dan tiba-tiba seseorang dari bagian belakang kursi pengemudi bangun dan mengacungkan pistol ke arah korban. Baca juga: Manekin Jadi Penumpang, Jurus Kelabui Petugas Lalu Lintas Korban yang merasa terancam langsung menelpon 911 dan memberikan petugas operator informasi dan deskripsi plat mobil pelaku penodongan pistol tersebut. Korban kemudian melajukan mobilnya hingga bertemu dengan polisi negara bagian. Saat itu, mobil yang ditumpangi Clark dan korban menuju route 22 timur dekat dengan jalan keluar Bandara di Lahigh County. Kemudian setelah bertemu polisi, keempat orang dalam dua mobil tersebut diperintahkan keluar oleh pihak kepolisian untuk diperiksa terkait laporan yang diberiikan oleh korban. Baca juga: Buntut Penangkapan Teroris di Sydney, Seluruh Bandara di Australia Alami Penumpukan Penumpang Dalam mobil yang ditumpangi oleh Clark ditemukan sebuah pistol perak yang ternyata senapan BB dan ditemukan pada kursi belakang. Atas kejadian ini, Clark selain dituduhkan melakukan serangan sederhana dia juga dikatakan memiliki sikap, semboyan dan perilaku yang tidak kunjung sembuh.

Teknologi yang Terpasang di Bus ini Mampu Lacak Keberadaan Siswa, Lho!

Satu lagi efek perkembangan jaman yang mulai merambah dunia pendidikan. Kini, para orang tua tidak perlu lagi khawatir dengan anaknya yang pernah ketahuan membolos. Para orang tua juga bisa sedikit bernapas lega dengan kehadiran teknologi ini, karena sistem berteknologi tinggi ini bisa melacak buah hatinya. Mengingat tindak penculikan seakan menjadi momok menakutkan bagi para orang tua yang melepas anaknya pergi ke sekolah sendiri. Baca Juga: Teknologi Low-Floor Mudahkan Penumpang Difabel Naik Bus Beberapa sekolah di Texas meluncurkan sebuah tanda pengenal berteknologi tinggi untuk melacak keberadaan siswa di bus. Teknologi bernama Smart Tag tersebut diluncurkan untuk memastikan apakah para siswa benar benar naik bus atau tidak. Smart Tag juga dirancang untuk memantau dengan tepat dimana dan kapan siswa terakhir naik atau turun bus. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxbusiness.com (4/8/2017), perangkat canggih ini menggunakan teknologi Radio Frequency Identification Device (RFID) dan tablet cloud-connect yang memungkinkan orang tua dan pihak sekolah untuk mendapatkan informasi real-time via email. Diketahui, salah satu sekolah independen di Texas, ISD Midlothian akan menggunakan teknologi ini di tahun ajaran mendatang. Selain kegunaannya untuk melacak keberadaan murid-muridnya, all-in-one badge ini juga bisa digunakan untuk meminjam buku di perpustakaan dan jajan ketika jam istirahat tiba. Sementara itu, Chief Communication di ISD Midlothian, Karen Permetti mengatakan sistem ini akan melacak kedatangan siswa di bus, menginformasikan para pengemudi, dan memastikan para siswa yang naik ke dalam bus turun di halte yang tepat. Baca Juga: Berteknologi Radar, Inilah Bus Masa Depan dari Mercedes-Benz “Tidak hanya itu, jika di tengah perjalanan bus mengalami kendala, maka bus cadangan akan datang ke lokasi kejadian dan melanjutkan trayek bus yang bermasalah tersebut,” tuturnya. “Sistem ini juga akan menginformasikan kepada para orang tua murid setidaknya dua menit sebelum bus tiba di tempat pemberhentiannya,” tambah Karen. Adapun gagasan mengenai kehadiran teknologi canggih ini berasal dari pihak orang tua murid yang bersinergi dengan komite keamanan masyarakat, sehingga mereka bisa meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya dari segi keamanan moda, dan memberikan informasi real-time dalam situasi darurat. Baca Juga: Peduli Polusi, Hyundai Hadirkan Bus Listrik Untuk Tekan Pencemaran Lingkungan Sudah barang tentu, teknologi ini juga memasukkan GPS yang berfungsi untuk memantau kelancaran lalu lintas dari rute yang dilewati, sehingga tidak ada lagi cerita mengenai siswa yang ketinggalan bus. “Para orang tua sangat antusias dengan fitur keamanan yang disempurnakan ini. Terlebih untuk orang tua yang buah hatinya masih duduk di TK, mereka bisa memantau apakah anaknya naik ke bus yang tepat atau tidak,” terang Permetti. Diperkirakan, sistem keamanan yang baru ini akan menghabiskan biaya sekitar US$100.000 dan pengemudi bus diharapkan mendapatkan pelatihan sebelum musim sekolah dimulai.

CRN Rilis Super Yacht Ekslusif Bagi Para Eksekutif

Pagelaran tahunan Monaco Yacht Show tidak pernah mengecewakan para pengunjung yang datang, termasuk meluncurkan beberapa super yacht dengan ukurannya yang fantastis. Sepertinya, tahun ini para pengunjung juga tidak akan dibuat kecewa, pasalnya sebuah kapal pesiar terbesar kedua di dunia, Cloud 9 dengan panjang 243 kaki atau setara dengan 74 meter. Unit tersebut akan dipamerkan tahun ini, memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk melihat kemewahan interior. Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi CRN, selaku produsen dari Cloud 9, memiliki beberapa model yang mengesankan ketika Anda menyambangi rumah mewah terapung tersebut. Seperti halnya Chopi Chopi yang diluncurkan pada tahun 2014 silam, dengan model yang bisa dibilang lebih kecil dari super yacht pada umumnya. Cloud 9 memiliki tinggi lambung 262 kaki (80 meter) dan perahu yang dibuat dalam waktu 660.000 jam ini dipasarkan dengan banderol US$ 110juta. Perahu ini juga dilengkapi dengan kolam rendam khas Turki. Dibandingkan dengan Chopi Chopi, Cloud 9 memang tidak sebesar pendahulunya, namun dengan ukuran 243 kaki, jelas perahu ini tidak bisa dikategorikan juga  sebagai perahu kecil. Desain luar dan bagian dalam dari Chopi Chopi ini merupakan hasil guratan Studio Zuccon International Project, perusahaan yang juga berada di balik apiknya desain Chopi Chopi. Tidak hanya Studio Zuccon International Project, Winch Design juga turut bertanggung jawab atas pemulasan akhir dan eksterior di area tamu. Baca Juga: Kenali 10 Rute Kapal Ferry Terindah di Dunia Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (3/8/2017), ruang tamu Cloud 9 mampu menampung hingga 16 orang dan 22 awak, serta ruang untuk empat orang karyawan. Secara keseluruhan, kapal ini memiliki total empat ruang tamu dan satu suite untuk pemilik. Kelima ruangan inti ini tersebar di area kapal yang luasnya mencapai 1.000 meter pesegi.
Jika Anda kurang merasa nyaan di dek bawah, Anda bisa naik ke lantai atas dan mencoba untuk bersenang-senang di sana. Sebuah kolam renang berukuran 12 meter terletak di bagian belakang dek utama dan bisa dinikmati kapan saja. Kapal ini menggunakan mesin berkekuatan 2.682 horsepower, dimana mampu meluncur 16,5 knot atau setara dengan 31 km per jam pada kecepatan tertingginya. Adapun kapasitas bahan bakar hingga 250.000 liter solar.

Circular Bridge di Uruguay Paksa Pengemudi Kurangi Laju Kendaraannya

Kebanyakan jembatan memiliki jalur yang lurus, terkadang juga memiliki beberapa tikungan yang tidak terlalu tajam. Namun bagaimana dengan sebuah jembatan yang terletak di Uruguay, dimana jembatan  tersebut memiliki jalur yang melingkar seperti cincin? Jembatan bernama Laguna Garzon tersebut merupakan mahakarya dari seorang arsitek Uruguay bernama Rafael Viñoly. Mungkin jembatan ini terlihat nyentrik namun Rafael memiliki argument sendiri dibalik desain circular bridge tersebut. Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya Seperti yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman huffingtonpost.com, setiap setengah lingkaran di jembatan tersebut berperan sebagai jalan satu arah. Karena bentuknya yang melingkar, maka pengemudi harus mengurangi kecepatannya ketika melewati jembatan Laguna Garzon tersebut. Selain meminimalisir terjadinya kecelakaan seperti yang kerap kali terjadi di jembatan lurus pada umumnya, setiap orang yang melewati jembatan ini juga dapat menikmati pemandangan alam yang tersaji.
Sumber: huffingtonpost.com
“Konsep yang kami terapkan untuk Puente Laguna Garzon merupakan bentuk transformasi dari persimpangan kendaraan konvensional menjadi sebuah momen yang dapat memaksa kendaraan tersebut untuk mengurangi kecepatannya,” Ungkap Rafael. Tidak hanya itu, Rafael juga mempertegas pemandangan alam yang tersaji manakala kita melintasi jembatan tersebut akan mengundang decak kagum. “Selain itu, kami juga menyediakan space untuk para pejalan kaki secara bersamaan,” tambahnya. Baca Juga: Circular Pedestrian Bridge Jadi Titik Integrasi Penumpang Lintas Moda Sesuai dengan namanya, Jembatan Laguna Garzon membentang di sebuah laguna di pantai selatan Uruguay, yang akhirnya membuat banyak orang menyebutnya “Laguna di dalam laguna”. Jembatan ini menghubungkan kota Maldonado dan Rocha. Diketahui, kota Maldonado merupakan sebuah kota yang cukup berkembang, berbanding terbalik dengan Rocha yang bisa dibilang jarang “tersentuh”, jadi keuntungan lain dari adanya jembatan ini adalah untuk memudahkan akses warga Rocha yang ingin menyambangi kota Maldonado. Sebelum jembatan ini ada, satu-satunya cara warga untuk berkunjung dari satu kota ke kota lainnya adalah dengan cara menggunakan sebuah kapal yang hanya mampu menyebrangkan satu kendaraan dalam sekali jalan. Dengan kata lain, jembatan yang mulai beroperasi pada 22 Desember 2015 ini memberikan kemudahan bagi warga dari kedua kota untuk saling terhubung. Dihimpun dari sumber lain, lebih dari 1.000 kendaraan menggunakan jembatan ini setiap harinya. Sebuah bukti yang cukup kuat bahwa jembatan ini sangat menunjang infrastruktur transportasi diantara kedua kota.
Sumber: kompas
Dilihat dari dalam negeri, jembatan yang hampir serupa juga dapat kita temui di daerah Semanggi, Jakarta. Jembatan yang sering juga disebut sebagai Simpang Susun Semanggi ini merupakan salah satu cara yang ditempuh Pemprov DKI dalam mengentaskan masalah kemacetan yang kian runyam. Rencananya, Simpang Susun Semanggi ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus kelak. Diharapkan, keberadaan Simpang Susun Semanggi ini bisa mengurai kemacetan yang selalu menghantui daerah di sekitarnya.

Terima Kucuran Dana Segar, Volocopter Fokus Kembangkan VTOL Andalannya

Volocopter baru saja mendapat suntikan uang tunai sebesar US$30 juta, berkat beberapa investor, termasuk salah satunya dari sesama perusahaan Jerman, Daimler. Kontribusi perusahaan mobil tersebut dapat membantu Volocopter tetap melaju sesuai timeline dan rencananya untuk merilis taksi udara otonom bertenaga listrik pada tahun depan. Dalam merencanakan taksi udara otonom bertenaga listrik ini, Volocopter membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mematangkan konsep tersebut sebelum mereka melakukan uji coba pertamanya pada tahun 2016 silam. Baca Juga: Selangkah Lagi, Uber Akan Operasikan Taksi Udara Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (3/8/2017), Volocopter’s ‘Volocopter 2X’ merupakan Vertical Take-Off and Landing (VTOL) yang sepenuhnya menggunakan listrik dengan 18 rotor tak bersuara dan dapat melaju hingga kecepatan maksimum 100 kilometer per jam. Volocopter 2X ini juga dapat mengangkut dua penumpang dalam sekali jalan. Selain berita pendanaan, Volocopter pun mengumumkan bahwa pada kuartal keempat tahun 2017, mereka akan bekerja sama dengan Road and Transport Authority (RTA) Dubai untuk melakukan tes kendaraannya yang akan dipergunakan sebagai taksi udara otonom. Operasi percobaan dan program sertifikasi ini diperkirakan akan berlanjut hingga lima tahun ke depan. Menurut Volocopter, moda ini mampu mengudara rata-rata 27 menit dan memiliki 9 sistem baterai lithium-ion yang terpisah. Baterai ini memiliki waktu pengisian maksimum kurang dari 120 menit, dengan waktu pengisian tercepat kurang dari 40 menit. Moda futuristik ini juga dilengkapi oleh jaringan komunikasi untuk keselamatan dan parasut darurat yang tersedia di kabin. Pihak perusahaan pun menjamin pengoperasian baling-baling akan sangat hening karena semua rotornya bergerak dalam poros kecil. Baca Juga: Saingi Dubai, Singapura Akan Hadirkan Taksi Udara “Komitmen finansial yang kuat dari investor baru kami merupakan sebuah sinyal positif sekaligus bukti kepercayaan pasar dalam usahanya untuk mengadakan VTOL yang dioperasikan secara elektrik yang digunakan sebagai taksi udara,” ungkap Florian Reuter, Managing Director dari Volocopter. “Kami sengaja mencari campuran investor dengan latar belakang strategis dan dapat menerapkannya dengan sempurna bersama Daimler dan Lukasz Gadowski,” tambahnya. Menurut Volocopter, rencana terbaru dari perusahaan tersebut adalah untuk mengembangkan moda udara otonomnya lebih jauh hingga proses produksi sudah benar-benar matang dan mendapatkan perizinan komersial dari otoritas penerbangan di seluruh dunia. Ini akan melibatkan program uji penerbangan, dan mempekerjakan lebih banyak tenaga ahli yang dikhususkan dalam mengembangkan sistem penerbangan otonom tersebut. Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara Nampaknya, tidak lama lagi Volocopter 2X akan menunjukkan kebolehannya di dunia nyata. Kota Dubai telah menandatangani uji coba moda tersebut pada kuartal keempat tahun ini, karena tujuan dari kota modern tersebut adalah untuk membuat 25 persen transportasi penumpang menjadi otonom pada tahun 2030 mendatang.

Bandara Dubai Gunakan Bahasa ‘Jawa Halus’ Untuk Pemeberitahuan Penerbangan

Masih ingat per 14 Juli 2017 lalu, ada kabar menarik dari Yogyakarta, yakni Bandara Adisutjipto untuk pertama kalinya menggunakan bahasa Jawa untuk informasi penerbangan. Namun, ternyata tak hanya di Indonesia, bandara di luar negeri pun juga ada yang memakai bahasa Jawa untuk pemberitahuan penerbangan, seperti yang dilakukan otoritas Bandara di Dubai, Uni Emirat Arab. Baca juga: Bandara Adisutjipto Gunakan Bahasa Jawa untuk Pemberitahuan kepada Penumpang Mungkin dengan latar banyaknya penumpang yang berasal dari suku Jawa, menjadikan bahasa ini yang dipilih sebagai media pemberitahuan di bandara yang disebut sebagai bandara tersibuk di dunia tersebut. Bahasa Jawa yang terdengar di bandara internasional Dubai ini membuat banyak penumpang keheranan dan beberapa penumpang asal Indonesia tertawa saat mendengarnya, dan kebanyakan penumpang asal Indonesia senang dengan ‘bahasa baru’ ini. KabarPenumpang.com melansir bbc.com (4/8/2017), penggunaan bahasa Jawa ini memiliki alasan agar penumpang yang tidak memahami bahasa Inggris dan Arab lebih mudah saat akan naik ke pesawat. Hal ini menjadi sangat menarik untuk didengar, apalagi bandara Dubai yang menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia dan salah satu tujuan transit maskapai-maskapai dari berbagai negara. Bahasa Jawa yang digunakan pun adalah bahasa Jawa halus. Baca juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia Kala itu, informasi penerbangan dengan bahasa Jawa tersebut terdengar untuk panggilan penerbangan EK 358 rute dari Dubai menuju Jakarta. “Nuwun sewu, bapak-bapak soho ibu-ibu, penerbangan Emirates EK tigo-gangsal-wolu dateng Jakarta sak meniko bade…,” bunyi pemberitahuan tersebut. Yang artinya ‘permisi bapak-bapak dan ibu-ibu, penerbangan EK 358 ke Jakarta saat ini akan….’ https://youtu.be/3LuwV1x3PLE Divisional Vice President dari Emirates, Walter Ringgans menjelaskan, bahwa penumpang di bandara Dubai yang tidak bisa berbahasa Inggris dan Arab bisa lebih nyaman. “Bersama dengan pihak bandara pun kami memasukkan 26 bahasa dalam sistem untuk dipakai di setiap pintu keberangkatan, sehingga supervisor yag bertugas bisa memilih bahasa sesuai penumpang yang akan terbang,” ujarnya. Baca juga: Bandara Kopenhagen Tempati Peringkat Teratas Untuk Pemeriksaan Keamanan Dengan adanya bahasa Jawa ini, juga sangat membantu mempercepat proses naik pesawat (boarding time). Salah seorang penumpang yang sedang transit di bandara Dubai, yakni Wahyu Pratomo sempat mengabadikan pemberitahuan tersebut dengan video yang diunggah di YouTube. Diriya tersenyum dan tertawa saat mendengar pengumuman dengan bahasa Jawa tersebut. Video tersebut juga diunggah Wahyu di akun Instagram pribadinya.

Berdampak Pada Navigasi, Penerbangan Waspadai Munculnya Gelombang Panas

Pemanasan global jelas membawa implikasi, salah satunya adalah munculnya gelombang panas yang merusak infrastruktur dan membayakan nyawa manusia. Dan belum lama  ini tepatnya di awal musim panas, gelombang panas dirasakan oleh masyarakat Amerika Serikat bagian barat tepatnya di Arizona, Nevada serta California. Gelombang panas ini mencapai suhu 49 derajat Celcius dan memecahkan rekor suhu terpanas di AS sejak 20 tahun terakhir. Baca juga: Instrument Landing System Memungkinkan Pesawat Mendarat Ketika Berkabut Selain menyebabkan beberapa kasus kebakaran hutan, faktanya jadwal penerbangan pun harus dibatalkan akibat gelombang panas. Dengan suhu panas yang ekstrim, membuat lebih dari 40 penerbangan pesawat kecil dari Phoenix Sky Harbor International Airports terpaksa dibatalkan. KabarPenumpang.com melansir dari businessinsider.com, Patrick Smith seorang pilot yang juga blogger dan penulis Cockpit Confidential mengatakan hal yang terkait penerbangan sehingga batal lepas landas atau mendarat karena suhu panas akibat gelombang panas yang ekstrim. Menurutnya, suhu panas yang melebihi batas dapat merusak komponen internal pesawat terbang. Sebab, beberapa pesawat memiliki suhu operasional maksimum. Dalam prinsip penerbangan, sebenarnya pesawat dapat saja lepas landas dan melayang karena adanya gaya angkat udara, gaya dari gerakan udara di bawah sayap pesawat yang dapat mendorong ke atas. Ketika udara memanas, udara itu mengembang dan molekul udara di bawah sayap pesawat akan lebih sedikit. Selain itu, dengan kondisi suhu panas yang ekstrim juga membuat pesawat akan semakin sulit untuk mendarat. Smith mengatakan, semakin panas suatu udara maka semakin tipis kepadatan udara sehingga membuat pesawat semakin sulit untuk lepas landas ataupun mendarat dengan aman di landasan pacu. Ini bisa mempengaruhi output mesin serta kemampuan aerodinamika. Baca juga: Ternyata! Pemanasan Global Berpotensi Merugikan Dunia Penerbangan “Meningkatkan jarak runway yang dibutuhkan dan mengurangi kinerja pendakian. Oleh karena itu jumlah penumpang dan kargo yang bisa dibawa pesawat seringkali dibatasi saat temperatur sangat tinggi. Ini menyimpulkan satu poin penting, bagi beberapa pesawat usaha untuk terbang dalam kondisi panas ekstrim akan meningkatkan risiko dalam penerbangan,” jelas Smith. Gelombang panas, belakangan sering terjadi akibat adanya pemanasan global. Beberapa waktu lalu terjadi di India dan membuat jalanan rusak dan tak bisa di gunakan oleh kendaraan manapun.    

Berakibat Buruk Saat Penerbangan,14 Poin Ini Kerap Dianggap Sepele

Terpenuhinya aspek keselamatan menjadi faktor kunci dalam dunia penerbangan, tapi lain dari itu aspek kenyamanan juga tak kalah penting. Ketika terbang berlama-lama di angkasa dan berada dalam ruang kabin yang terbatas, besar potensi setiap penumpang untuk mekakukan ‘pelanggaran’  yang menjadi acuan pada standar keselamatan serta kesehatan. Meski tak membawa impact besar dan fatal seperti turbulensi, bird attack dan abu vulkanik, ada beberapa poin yang dianggap sepele bagi penumpang namun bisa berakibat buruk bagi diri sendiri dan penumpang lain. Dirangkum KabarPenumpang.com merangkum dari cheatsheet.com (31/7/2017), inilah 14 poin yang kerap diabaikan oleh penumpang saat berada di kabin. Baca juga: Masker Oksigen, “Penyambung Nyawa” Saat Kabin Kehilangan Tekanan 1. Makan, makanan yag jatuh diatas meja pesawat. Makan di meja pesawat memang keharusan agar tetap nyaman. Tapi tahukah Anda, meja pesawat banyak sekali bakteri dan virus yang menempel, sebab di meja tersebut setiap penumpang melakukan berbagai macam, salah satunya adalah mengganti popok bayi. Selain itu, belum tentu juga awak kabin membersihkan meja tersebut satu-satu. Baiknya, Anda membersihkan meja dengan tisu antiseptik dan jangan memakan makanan yang sudah jatuh di atas meja. 2. Duduk dalam penerbangan Memang, dalam penerbangan, penumpang harus terus duduk dan sesekali boleh berjalan, itupun hanya untuk ke toilet atau meminta sesuatu yang penting pada awak kabin. Baiknya, Anda juga melakukan peregangan pada tubuh agar tidak ada otot yang kaku dan terjadi penggumpalan darah yang membuat kesehatan Anda berbahaya saat dalam penerbangan. 3. Memilih tempat duduk dekat jendela Dari beberapa laporan kesehatan, seorang laki-laki yang melakukan perjalanan lebih dari enam jam baiknya tidak duduk di dekat jendela pesawat. Sebab, penumpang yang duduk di jendela memiliki kemungkinan bergerak sedikit. Selain malas, jarak menuju ke lorong pesawat sudah membuat malas bergerak. 4. Lupa mematikan dan menyalakan mode pesawat terbang pada smartphone Setiap akan memulai penerbangan, awak kabin selalu mengingatkan pada penumpang untuk mematikan telepon genggam sebelum lepas landas. Sebenarnya, saat ini pun di beberapa maskapai sudah diperingatkan tentang aturan mematikan telepon genggam sebelum lepas landas agar tidak mengganggu penerbangan. Baca juga: Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan Saat Lepas Landas dan Mendarat 5. Dehidrasi Dalam pesawat, baiknya Anda banyak minum, sebab tekanan udara di dalam pesawat dengan daratan berbeda jauh. Bila di pesawat, akan terasa kering dan baiknya banyak minum untuk menghindari dehidrasi. Jangan malas minum karena malas untuk jalan ke toilet. 6. Pesan kopi, teh ataupun soda Baiknya pesan minuman lain jangan pesan kopi atau teh. Karena menurut laporan Environmental Protection Agency, air keran pesawat sering terkontaminasi bakteri coliform. Tak hanya itu, baiknya hindari memesan minuman bersoda karena justru akan menaikkan gas dalam tubuh Anda hingga 25 persen. 7. Minum pil tidur Jangan pernah meminum obat tidur saat naik pesawat apalagi bila Anda tidur duduk. Dengan pil tidur bisa membuat Anda kekurangan air minum karena lebih banyak tidur dibandingkan melakukan gerakan di pesawat. 8. Tidur saat lepas landas dan mendarat Baiknya jangan pernah tidur saat lepas landas atau mendarat. Hal ini berguna untuk menyeimbangkan tekanan udara dalam telinga dengan sekitar. Bila memang Anda tidur saat lepas landas atau mendarat, yang terjadi adalah pusing, infeksi telinga dan kasus terburuk adalah mimisan hingga gangguan pendengaran berat. 9. Menghindari toilet Sebagai penumpang pesawat, mungkin mtoilet adalah tempat yang paling dihindari, tetapi justru lebih baik Anda ke toilet dari pada menahannya. Bila terus menahan hasrat buang air kecil, yang ada kandung kemih Anda bisa infeksi. 10. Jangan buka bagasi kabin Untuk menjaga keamanan Anda dan penumpang lainnya, jangan pernah membuka bagasi atas (bagasi kabin). Atau jika memang harus membuka bagasi kabin untuk mengambil tas, lakukan cepat dan jangan terlalu sering. Ini karena kita tidak tahu bila saat pesawat berguncang tas dan barang-barang bisa saja terjatuh menimpa Anda dan penumpang lainnya. 11. Pakai sabuk pengaman Untuk menjaga Anda dari kondisi apapun, baiknya terus gunakan sabuk pengaman saat Anda duduk. Hal ini juga berlaku walaupun lampu sabuk pengaman dimatikan, sebab Anda tidak akan tahu bila ada turbulensi apalagi turbulensi langit cerah yang berbahaya. Baca juga: Maskapai Timur Tengah Terapkan Standar Tinggi dalam Penerbangan 12. Tempat duduk anak Saat berpergian dengan pesawat dan membawa bayi, memang tidak perlu memesan bangku, tetapi baiknya untuk kenyamanan pesan bangku untuk anak Anda. Hal ini karena, saat bayi dalam pangkuan juga bukanlah hal yang nyaman dan aman. 13. Car seat Perika kursi mobil anak Anda untuk pengamanan saat berada di pesawat. Karena Anda tidak akan tahu akan hal-hal yang akan terjadi pada penerbangan apakah akan ada guntangan atau apaun itu. Pengecekan ini berguna untuk kemanan anak Anda. 14. Bawa perangkat dengan baterai lithium-ion Baterai lithium-ion memberikan kekuatan pada perangkat, termasuk laptop, smartphone, dan kamera. Tapi terkadang ini bisa menjadi resiko keselamatan yang diketahui di pesawat karena kadang-kadang dapat terbakar.