Sabuk pengaman alias safety belt bukan hal asing lagi dalam keseharian, namun tahukah seberapa besar bentuk perlindungan dari sabuk keselamatan ini? Menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), lebih dari 15.000 nyawa diselamatkan setiap tahun di Amerika Serikat karena pengemudi dan penumpangnya memakai sabuk pengaman saat mereka dalam kecelakaan.
Baca juga:Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat
“Sabuk pengaman mencegah pengemudi dan penumpang kendaraan dari cedera serius dalam lima cara,” ujar Direktur Proyek Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas Pennsylvania, Angela Osterhuber yang dikutip KabarPenumpang.com dari everydayhealth.com. Osterhuber mengatakan lima cara perlindungan sabuk pengaman yakni, pertama menjaga pengemudi dan penumpang di dalam mobil, kedua menahan bagian tubuh yang paling kuat. Ketiga, dengan sabuk pengaman bisa menyebarkan kekuatan dari kecelakaan yang terjadi.
Keempat, menjauhkan tubuh dari luka-luka yang lebih serius dan kelima melindungi bagian vital tubuh seperti tak dan sumsum tulang belakang. Osterhuber mengatakan, bila menggunakan sabuk pengaman dengan benar adalah sebuah keharusan, dimana pengemudi dan penumpang melintangkan tali di pangkuan pas di pinggul dan area paha atas. “Jika sabuk naik ke atas perut, itu bisa menyebabkan luka serius dalam kecelakaan,” kata Osterhuber.
Baca juga: Foto Viral Ini Ingatkan Pentingnya Car Seat Untuk Anak
Poin kelima, sabuk pengaman yang melintang sebaiknya berada tepat di dada dan bahu Anda di antara payudara Anda. Jangan pernah membiarkan tali pengikat jatuh di leher atau wajah Anda dan jangan sekali-kali meletakkan tali di bawah lengan atau di belakang punggung Anda. “Salah satu dari posisi ini dapat menyebabkan cedera serius,” kata Osterhuber.
Sabuk pengaman untuk anak-anak dan bayi berbeda dengan orang dewasa sebab, anak-anak dan bayi memiliki struktur kerangka yang berbeda. “Usia, tinggi, dan berat badan menentukan cara teraman bagi seorang anak untuk bepergian,” ujar Osterhuber.
Menurut American Academy of Pediatrics, berikut beberapa pilihan yang tepat untuk anak Anda menggunakan sabuk pengaman.
1. Kursi pengaman anak menghadap kebelakang, Anak-anak usia dibawah 1 tahun dan memiliki berat kurang dari 9 kg harus duduk di kursi belakang.
2. Kursi pengaman anak yang disetujui oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) dan harus ditempatkan di jok belakang mobil.
3. Kursi pengaman anak menghadap kedepan, bila usia anak 1 tahun dan memiliki berat lebih dari 9 kg harus duduk di kursi pengaman anak menghadap kedepan.
Baca juga: Maksimalkan Keselamatan Angkutan Lebaran, Armada Big Bird Dibekali Fasilitas Standar Internasional
4. Kursi harus ditempatkan di bagian belakang kendaraan sampai anak mencapai batas atas atau tinggi tertentu. Biasanya seorang anak akan berada di kursi anak hingga berusia sekita 4 tahun dan dengan berat mencapai 40 kg.
5. Kursi penyokong. anak-anak yang berusia 4 tahun atau lebih dan memiliki berat lebih dari 40 kg harus duduk di kursi penyokong. Sebab anak tersebut dapat dengan aman duduk menggunakan sabuk pengamannya dengan pas.
Baca juga: Lampu Sabuk Pengaman Mati, Waktu Yang Tepat Gunakan Toilet
Anak-anak bisa duduk tanpa bantuan kursi pengaman anak lagi saat mereka berusia 8 tahun dan minimal hingga berusia 13 tahun. Saat itu, anak-anak bisa dduk di jok belakang.
Dewan Keamanan Nasional baru-baru ini melaporkan penurunan korban tewas lalu lintas di tahun 2008, mengindikasikan rekor rendah sejak tahun 1920-an ketika mulai mempublikasikan laporan statistik. Salah satu alasan yang diberikan untuk penurunan adalah meningkatnya penggunaan sabuk pengaman.
Setelah operator kereta di Indonesia dan India menghadirkan layanan makanan siap saji dari restoran ternama lewat pemesanan online, kini serupa tapi tidak sama, maskapai penerbangan internasional mulai menerapkan kolaborasi eksklusif dengan mitra restoran untuk mendongkrak popularitas layanan penerbangan.
Dikutip KabarPenumpang.com dari apex.aero (10/7/2017), makanan yang di berikan maskapai biasanya ada kerjasama antara maskapai dan food brand association untuk memberikan hidangan yang mewah dalam tampilan sederhana. Salah satunya seperi EVA Air yang berkolaborasi dengan Hello Kitty dan membuat EVA Air semakin dikenal banyak orang dan popularitasnya meningkat dari sebelumnya.
Baca juga:Tinggalkan Makanan Beku, Kereta di India Tawarkan Menu Siap Saji dari Resto Ternama
Umumnya kolaborasi ini bisa menghasilkan ‘keajaiban’ dalam promosi dan pencitraan, sehingga membuat perusahaan penerbangan di seluruh dunia mencari mitra dengan merek yang tepat untuk menumbuhkan loyalitas pelanggan. Delta Airlines, salah satu maskapai asal Amerika Serikat, saat ini sudah melakukan pengujian ekstensif dan menyimpulkan bahwa pengenaan merek terhadap produk dapat memperkuat pengalaman dalam penerbangan. Hal yang paling jelas terlihat adalah perubahan pada katering makanan maskapai belum lama ini.
Baca juga: Sajikan Hidangan Khas Menu di Pesawat, Air New Zealand Buka Restoran Pop Up
Juru bicara Delta Airlines, Catherine Sirna mengatakan, pengujian tersebut membuktikan bila lebih banyak pilihan, merek yang dicintai dengan porsi lebih besar adalah yang terpenting bagi Delta Airlines. Ini yang membuat kabin premium Delta menyugukan makanan Union Square Hospitality Group, di sini penumpang akan merasakan kenyamanan dan mendapatkan bar yoghurt Yunani Yasso beku di penerbangan tertentu. Selain itu, penumpang ekonomi dilayani makanan dari Luvo, merek yang mengenalkan dirinya pada makanan lezat dan dibuat dengan bahan makanan asli.
“Makanan ringan Luvo telah menjadi bagian dari strategi katering bermerek Delta sejak tahun 2014, dan sekarang mereka akan ditawarkan di rute terpilih sebagai bagian dari program makan gratis pada Main Cabin,” ujar Sirna.
Baca juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan
Dengan adanya asosiasi ini, merek restoran di kabin pesawat telah mendorong kemitraan koki selebriti. Di Hong Kong, ada restoran berbintang Micheline dimana Hongkong Airlines membawa masakan khas Kanton yang otentik dengan hidangan Hoi King Heen dari InterContinental Grand Stanford, sementara maskapai Cathay Pacific memperkenalkan menu dari Tosca Ritz-Carlton pada Februari lalu.
“Membawa merek-merek yang familiar bagi penumpang dan membuat menu eksklusif dalam penerbangan hanya beberapa cara dari maskapai untuk menggunakan pendekatan inovatif untuk layanan katering mereka. Kualitas makanan dan minuman adalah kunci dalam hal kepuasan pelanggan. Pihak maskapai dan penyedia makanan akan bekerja ekstra untuk memastikan pengalaman yang mengesankan dan menggugah selera,” kata Jane Bernier-Tran, President International Flight Services Association.
Baca juga: Hapus Sajian Es Sundae Sesaat, Penumpang United Airlines Ungkap Kekesalan di Media Sosial
Pada akhirnya, loyalitas merek tidak dapat dikaitkan dengan satu faktor tunggal, namun memberi kesan kepada penumpang tentang apa yang mereka sukai di lapangan, dan dapat membantu mereka kembali melakukan pemesanan saat mereka melakukan penerbangan lagi.
Bermalam di pra-sarana transportasi umum, seperti stasiun, terminal, hingga bandara bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Biasanya, orang-orang terpaksa menginap di tempat ini karena beragam alasan, seperti moda mereka mengalami delay atau para penumpang yang lebih memilih datang lebih awal karena takut terlambat.
Baca Juga: Digital Air Traffic Solutions, Saatnya Menara ATC Dikendalikan Secara Remote
Namun, bagi Anda yang tengah berada di Ibu Kota Swedia, Stockholm, Anda tidak perlu khawatir jika terpaksa bermalam di pra-sarana transportasi umum, khususnya bandara. Mari tengok transformasi mengejutkan yang dilakukan oleh otoritas setempat dengan menyulap menara Air Traffic Control (ATC) menjadi sebuah kamar tinggal yang super nyaman, bak sebuah apartemen.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (10/7/2017), menara ATC yang sudah tidak digunakan tersebut dialih-fungsikan menjadi sebuah kamar sewa dengan latar belakang landas pacu. Pihak bandara Arlanda sendiri mengaku sudah bermitra dengan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan vakansi, HomeAway dan Swedavia AB, sebuah BUMN setempat yang mengelola bandara utama di Swedia. Dengan menggaet kedua perusahaan tersebut, Bandara Arlanda lalu menghidupkan kembali menara setinggi 80m tersebut dengan tujuan untuk menarik minat para penggila dunia penerbangan, dan para penumpang yang sekiranya hendak bermalam di bandara.
Baca Juga: Mau Tahu 10 Menara ATC Tertinggi di Dunia, Ini Dia!
Adalah Cilla Ramnek, yang menjadi otak dibalik transformasi menara ATC yang kini dikenal sebagai apartment Scandi-cool (Istilah keren untuk segala sesuatu di Swedia). Dalam menangani kasus ini, Cilla memilih warna abu-abu sebagai dominan agar nuansa 1960-an yang hendak ia kembangkan dapat membaur dengan nuansa di landas pacu. Nuansa menara ATC pun tetap melekat dari ruangan ini, dilihat dari kaca yang mengelilingi hampir seluruh ruangan ini. Pada siang hari, para penyewa kamar dapat melihat aktifitas bandara secara langsung. Ketika malam, semburat cahaya di landas pacu seolah menjadi lukisan yang menghiasi dinding di ruangan dengan desain minimalis ini, sungguh fantastis.
Sumber: cnn
“Ini merupakan proyek yang paling menyenangkan yang pernah saya tangani,” tutur Cilla kegirangan. “Saya terinspirasi dari bangunan ini sebelumnya, lengkap dengan kondisi serta letaknya yang sangat istimewa, sehingga tidak perlu menambahkan interior berlebih yang takutnya akan mengurangi nilai estetik dari menara ATC tersebut,” tambahnya.
Guna mempromosikan penthouse tersebut, otoritas setempat lalu menjadikan penthouse ini sebagai hadiah bagi mereka yang memenangkan sebuah kompetisi, tentu saja untuk bermalam, bukan memilikinya. Lima pemenang beruntung, bersama dengan seorang lainnya akan menginap di kamar sewa tersebut, diikuti dengan tiga hari menginap di tempat lain yang disediakan oleh HomeAway.
Baca Juga: Menara ATC Tintin: Cagar Budaya yang Tergerus Modernisasi Ibu Kota
Tidak hanya itu, para pemenang akan mendapatkan pula kesempatan untuk menyambangi control room dari menara ATC yang baru, dan menyantap hidangan yang disajikan oleh Pontus in the Air, sebuah restoran terkena milik salah satu koki Swedia yang disegani di dunia kuliner, Pontus Frithiof. Bagi Anda yang mendapat kesempatan mengunjungi salah satu negara Skandinavia tersebut, sempatkan diri Anda untuk bermalam di sini agar bisa merasakan sensasi menginap di bekas menara ATC tersebut.
Setiap moda transportasi berbasis massal memiliki tempat duduk andalannya tersendiri, tidak terkecuali bus. Tempat duduk andalan tersebut tidak hanya menawarkan kenyamanan lebih selama berkendara, tapi juga tingkat keamanan yang bisa dibilang setingkat lebih tinggi dari bangku lainnya. Tentu saja, setiap orang memiliki tempat duduk favoritnya masing-masing, baik itu di bagian depan, tengah, maupun belakang. Itu semua tergantung selera Anda. Namun, di sini KabarPenumpang.com akan mencoba untuk menjabarkan tempat duduk terbaik di dalam bus, dilansir dari laman thehungrysuitcase.com.
Baca Juga: 10 Poin Penting Sistem Keselamatan di Bus
Bagi Anda yang lebih memilih duduk di baris depan bus, sebenarnya ini merupakan salah satu titik yang dinilai paling berbahaya jika mengalami bus tersebut kecelakaan. Terlepas dari pernyataan tersebut, terkadang orang beranggapan kalau bangku teraman di dalam bus adalah bangku pengemudi, karena dari sinilah semua manuver ditentukan. Bangku di baris depan juga kerap kali dianggap sebagai titik yang memungkinkan penumpang melakukan interaksi dengan pengemudi, dimana penumpang bisa mulai menegurnya ketika sang pengemudi mulai mengantuk.
Sedangkan untuk bangku paling belakang juga dinilai tidak terlalu aman, karena bagian ini merupakan bagian yang paling rentan jika terjadi tabrakan dari belakang, walaupun kecelakaan seperti ini jarang terjadi. Bagian belakang bus yang tinggi tentu akan melindungi penumpang dari tabrakan belakang, apalagi dari kendaraan pribadi yang notabene ukurannya lebih kecil. Lain cerita jika bagian belakang ditabrak oleh sebuah truk yang memiliki tinggi hampir sama dengan bus.
Baca Juga: Auckland Transportation Mulai Pasang CCTV di Jalur Bus Pusat Kota
Menurut sumber tertera, bangku yang paling aman di dalam sebuah bus adalah bangku baris tengah, karena di titik ini, penumpang bisa sedikit terlindungi jika terjadi tabrakan, baik dari depan maupun dari belakang. Namun, patut diperhatikan pula pemilihan sisi mana yang dianggap lebih aman, walaupun sama-sama berada di baris tengah. Untuk negara-negara yang memiliki lalu lintas lajur kiri, para penumpang bisa memilih sisi kiri searah laju bus, begitupun sebaliknya. Negara-negara yang memiliki lalu lintas jalur kanan, para penumpang bisa memilih sisi sebelah kanan searah laju bus.
Sumber: Thehungrysuitcase.com
Kini beralih ke bangku yang menawarkan kenyamanan selama Anda berkendara menggunakan bus. Bangku baris depan dinilai sebagai bangku yang menyuguhkan pemandangan kendaraan lain yang berada di depan bus, dan akan sangat mengerikan jika sebuah kecelakaan terjadi. Penumpang akan melihat secara langsung detik-detik kecelakaan tersebut. Terlepas dari asumsi tersebut, bangku baris depan bus dianggap kurang nyaman, karena Anda akan duduk tepat di atas ban, dimana setiap bus menghantam sebuah lubang di jalanan, maka Anda akan merasakan guncangan yang cukup keras.
Baca Juga: Rentetan Kecelakaan Maut Bus di Indonesia
Sama halnya juga dengan bangku belakang. Ditambah lagi dengan aroma tidak sedap yang dikeluarkan dari toilet, walaupun tidak semua bus memilikinya. Di Indonesia sendiri, tidak jarang bus yang menyediakan smoking area yang terletak di bagian belakang. Bagi para perokok, keberadaan smoking area ini dinilai sebagai sebuah keuntungan tersendiri.
Kembali, bangku baris tengah dinilai paliing nyaman karena guncangan yang ditimbulkan ketika bus menghantam lubang tidak sekeras bangku baris depan dan belakang. Selain itu, jika Anda memilih bangku di samping jendela, Anda akan disuguhkan pemandangan yang tersaji sepanjang perjalanan. Setidaknya Anda tidak akan melihat hilir mudik orang di gangway bus.
Kentut dalam kabin pesawat? Tentu wajar saja-saja, apalagi jika Anda tengah melakukan penerbangan jarak jauh, kentut jadi sesuatu yang alamiah dan tak bisa dihindarkan. Namun apa jadinya bila kentut justru membuat satu kabin pesawat merasa mual, bahkan sampai menghadirkan petugas medis saat pesawat mendarat?
Baca juga: Kentut di Tempat Umum Ternyata Ada Aturannya!KabarPenumpang.com melansir craveonline.com (17/7/2017), dalam penerbangan American Airlines dari Charlotte menuju Bandara Internasional Raleigh-Durham pada hari Minggu (16/7/2017) tiga orang awak kabin langsung disambut oleh para petugas medis setelah mengeluh sakit kepala dan iritasi. Para awak kabin tersebut mendapatkan pertolongan dan pemeriksaan di Terminal 2.
Untungnya para awak kabin hanya membutuhkan pertolongan pertama tanpa harus di rawat di rumah sakit akibat bau kentut tersebut. Awal kejadian ini bermula dari beberapa orang penumpang American Airlines yang tiba-tiba mual dan sakit kepala.
Baca juga: Kencing di Botol, Pemuda Ini Langsung Diamankan Saat Mendarat
Para penumpang terebut menduga kejadian ini akibat salah seorang penumpang yang kentut. Hal ini yang membuat semua penumpang dan para awak kabin keluar dari pesawat, kejadian ini tidak diakui secara gamblag oleh awak kabin dan hanya mengakui adanya pemanggilan layanan darurat kesehatan dari wilayah Wake County.
Juru bicara American Airlines pada hari Minggu malam mengatakan salah satu pesawat mereka memang saat ini sedang bermasalah dengan bau, namun menyangkal bahwa itu dikarenakan kentut.
Baca juga: Hindari Penumpang Pingsan, Suhu Kabin Pesawat Harus Selalu Dingin
“Kami memang memiliki jadwal terbang dari Charlotte ke Raleigh-Durham hari Minggu siang. Pesawat telah mendarat pukul 2:19 sore. Tetapi meyangkut berita yang muncul, yang benar adalah bahwa pesawat tidak bisa beroperasi karena masalah mekanis. Sebenarnya ini adalah masalah bau di kabin. Tapi itu bukan karena kentut seperti yang diberitakan sebelumnya,” kata Ross Feinstein, juru bicara American Airlines.
Bila memang penyebabnya adalah benar berasal dari kentut, harus ada penyelidikan, penumpang tersebut makan apa sehingga membuat beberapa awak kabin mual dan penumpang merasakan iritasi pada matanya.
Bahasa lokal biasanya lebih banyak dipakai di daerah itu sendiri atau di kalangan masyarakat yang memang dominan dari satu daerah tertentu, bahasa lokal setiap daerah juga merupakan kearifan budaya yang bisa digunakan untuk mengenalkan lebih tentang satu daerah tersebut. Dulu, artian bahasa kearifan lokal Indonesia seperti bahasa Jawa, Batak, Sunda dan lainnya hanya bisa di cari dalam mesin pencarian seperti Google.
Baca juga: Optimalkan Pelayanan, PT Angkasa Pura I Luncurkan Concordia Lounge Card
Belum lama ini, tepatnya 17 Juli 2017 kemarin, bahasa Jawa sebagai salah satu kearifan lokal Daerah Istimewa Yogyakarta digunakan di Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, Sleman. Corporate Secretary Angkasa Pura Airports Israwadi, mengatakan, bahasa Jawa yakni bahasa dan dialeknya yang biasa digunakan oleh masyarakat Pulau Jawa kini bisa dapat langsung dirasakan di bandara.
“Penumpang yang datang dan pergi melalui Bandara Adisutjipto akan merasakan nuansa khazanah budaya Yogyakarta dengan hadirnya informasi announcement yang menggunakan Bahasa Jawa,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura Airports Israwadi, melalui siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (20/7/2017).
Baca juga: Toilet Tiga Dimensi Ada di Bandara Sepinggan Balikpapan
Bandara Internasional Adisutjipto menambahkan layanan kepada penumpang dengan menghadirkan Bahasa Jawa dalam penyampaian informasi announcement di bandara, yang saat ini disampaikan dalam 2 bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Penambahan bahasa dalam penyampaian informasi announcement ini diharapkan dapat menghadirkan nuansa keramahan Yogyakarta di bandara, sekaligus untuk mengenalkan dan mempromosikan Bahasa Jawa sebagai bahasa daerah baik kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang melalui Bandara Adisutjipto.
Yogyakarta yang merupakan salah satu destinasi utama di Pulau Jawa, memberikan peranan penting bagi bandara dalam mendukung industri kepariwisataan suatu daerah. Bandara menjadi etalase karena fungsi konektivitasnya dari dan menuju suatu lokasi wisata. Hal ini pula menjadi langkah Angkasa Pura Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dalam mendukung Pemerintah Daerah untuk mencapai target 4 persen wisatawan yang berkunjung di Yogyakarta pada tahun 2018, melalui promosi wisata DIY.
Baca juga: Angkasa Pura I Perketat Prosedur Keamanan di 13 Bandara
“Ini menjadi yang pertama. Bandara Adisutjipto merupakan bandara pertama yang menghadirkan Bahasa Jawa dalam penyampaian informasi announcement kepada penumpang. Semoga ini dapat menjadi wujud komitmen kami dalam memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada pengguna jasa bandara, sekaligus sebagai upaya mendukung kearifan lokal seni budaya dan pariwisata di Yogyakarta,” kata Israwadi.
Lebih lanjut, adanya penggunaan bahasa kearifan lokal ini adalah inisiatif langsung dari pihak bandara tersendiri dan ini menjadi terobosan baru untuk dunia penerbangan. Untuk bandara lainnya, pihak Angkasa Pura Airports sampai saat ini juga mendukung bandara lainnya untuk mengikuti hal yang sama seperti Adisutjipto.
Serangkaian masalah membelit United Airlines beberapa waktu ke belakang, seperti insiden penarikan paksa Dr. David Dao, kekerasan terhadap calon penumpangnya di bandara, hingga salah menerbangkan penumpangnya ternyata tidak membuat maskapai asal Negeri Paman Sam tersebut mengalami kerugian. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari nytimes.com (18/7/2017), pihak United meraup keuntungan sebesar US$818 juta pada kuartal terakhir yang berakhir pada bulan Juni kemarin.
Baca Juga: Karyawan United Airlines Dorong Penumpang di Bandara, Kenapa Lagi?
Dengan angka tersebut, maka United Airlines mengalami kenaikan laba dari tahun lalu sebesar 39 persen. Keuntungan tersebut meningkat seiring dengan banyaknya calon penumpang yang memilih United Airlines sebagai pemandu perjalanan mereka. Ini merupakan imbas positif dari meningkatnya permintaan layanan penerbangan di seluruh dunia.
Terlepas dari itu semua, United Airlines juga memiliki laporan sendiri yang menunjukkan adanya kenaikan jumlah pelanggan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 71 juta penumpang selama paruh pertama tahun ini. Dengan kata lain, United mengalami peningkatan jumlah penumpang sekitar 4,2 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Tentu saja, fakta tersebut berbanding terbalik dengan respon masyarakat dalam menanggapi kasus Dr. Dao yang menyuarakan agar maskapai tersebut diboikot. Namun, kembali kepada prinsip yang mendasari bisnis penerbangan, dimana penumpang pada umumnya mencari tarif yang paling rendah, bukan berdasarkan pada layanan yang diberikan oleh maskapai tersebut.
Baca Juga: Duh! Dokter ini Diseret di Lorong Kabin Pesawat, Kenapa ya?
Tentu Anda masih ingat dengan kejadian yang menimpa Dr. David Dao, seorang penumpang United Airlines berusia 69 tahun yang ditarik paksa keluar maskapai dengan alasan kru United Airlines lain juga hendak ikut dalam penerbangan menuju Louisville, Kentucky pada 9 April silam. Rekaman kejadian tersebut diunggah ke media sosial Twitter oleh salah seorang penumpang dalam kabin dan sontak menjadi viral di dunia maya. Tak berselang lama, kecaman demi kecaman berdatangan ke pihak United hingga banyak golongan yang meminta agar maskapai tersebut diboikot.
Akibat kejadian penyeretan paksa tersebut, Dr. David Dao mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepalanya. United Airlines sempat menolak untuk memberikan dana ganti rugi kepada korban, namun setelah media membombardir maskapai yang bermarkas di Chicago, Illinois tersebut, akhirnya United menurunkan dana ganti rugi yang tidak disebutkan nominalnya.
Baca Juga: Salah Menerbangkan Penumpang, United Airlines Harus Minta Maaf (Lagi)
Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, pihak United memberlakukan peraturan baru, dimana setiap penumpang yang terpaksa dibatalkan perjalanannya akan mendapat intensif penggantian dana yang lebih besar. Selain itu, United juga akan terus memberlakukan harga tiket murah kepada setiap penumpangnya. Inilah cara yang dilakukan oleh pihak United Airlines dalam meraup keuntungan yang cukup signifikan. Terlepas dari caranya memperlakukan para penumpang yang bisa dibilang “seenaknya” sehingga muncul anggapan bahwa hal tersebut merupakan salah satu cara United dalam menjalani kampanye abu-abunya.
Perkembangan teknologi tentu saja menawarkan berbagai kemudahan bagi para penggunanya, salah satunya adalah keberadaan laptop yang dinilai bisa menggantikan peran komputer. Bentuknya yang kecil dan simpel, ditambah dengan fungsinya yang serba guna menjadikan laptop sebagai salah satu gear wajib dari berbagai kalangan, dari mulai mahasiswa hingga para eksekutif.
Baca Juga: Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan”
Namun, pernahkah Anda melihat seseorang yang menggunakan sebuah komputer masa kini, lengkap dengan keyboard-nya di moda transportasi? Apa mungkin ia tidak mengetahui tentang keberadaan laptop? Atau mungkin ia hanya mencari sensasi semata? Beragam spekulasi bermunculan tatkala seorang pengguna media sosial Twitter, David Hill mengunggah foto yang dianggap tidak lazim tersebut.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nydailynews.com (7/7/2017), akun @davidhill_co milik David memposting sebuah foto seorang wanita yang tengah duduk di bangku first class di kereta jurusan Darlington menuju London Kings Cross pada tanggal 4 Juli 2017 silam. Foto tersebut sontak menjadi viral setelah netizen menyadari keberadaan sebuah layar iMac yang sedang mengakses situs google, lengkap dengan sebuah keyboard di depannya. David pun turut menyertakan caption yang isinya, “Seorang wanita membawa iMac-nya ke dalam kereta! Apakah ia tidak mengetahui tentang keberadaan laptop?!”
Sumber: nydailynews.com
Cuitan David sukses menjadi viral dengan jumlah retweet sebanyak 2.710 kali, dan likes sebanyak 5.142 kali. Sejumlah media setempat pun turut memberitakan kejadian yang dilihat langsung oleh David ini. Ketika David dimintai keterangan oleh sejumlah media, ia mengaku terkejut ketika melihat sang wanita yang menggunakan seperangkat komputer full set yang ditaruh di sebuah meja kecil yang terletak di belakang tempat duduk penumpang di depannya. “Saya sampai harus melihatnya dua kali sebelum menyadari bahwa saya sedang tidak bermimpi. Yang terlintas di benak saya adalah memotretnya,” ungkap David.
Baca Juga: Momen Mudik Lebaran, Saatnya Maksimalkan Kemampuan Fotografi
Pria yang bekerja di sebuah perusahaan perangkat lunak ini mengaku baru pertama kali melihat kejadian seperti ini. “Saya telah bepergian menggunakan kereta selama kurang lebih 15 tahun, saya belum pernah melihat yang seperti ini. Wanita itu bahkan membawa serta keyboard dan mousenya,” tambahnya.
“Saya bingung, mengapa masih ada orang yang menggunakan sebuah komputer full set di dalam moda transportasi, sedangkan laptop diciptakan untuk menyediakan layanan serupa dengan komputer dan lebih mudah dibawa.” Ujar David kebingungan.
Meski mengacu pada standar pelayanan yang sama, namun setiap maskapai boleh jadi memiliki proses yang berbeda saat melakukan boarding di bandara. Dilansir KabarPenumpang.com dari travelandleisure.com (5/7/2017), ada sebagian penumpang yang sudah bersumpah setia akan menggunakan satu maskapai saja. Ini dikarenakan faktor kebiasaan, apalagi bila seseorang dipaksa menggunakan maskapai lainnya, kemungkinan akan mengacaukan hal kebiasaan mereka pada maskapai lainnya.
Baca juga: Pengamat Menjawab 6 Permasalahan Antara Penumpang dan Maskapai Penerbangan
Berikut beberapa maskapai yang memiliki cara boarding yang bervariasi.
1. American Airlines
Maskapai yang satu ini, memiliki sembilan kelompok boarding yang berbeda dan diberi nomor urut saat akan naik. Kelompok satu hingga empat merupakan penumpang yang berada di kelas bisnis atau kelas premium dengan status penumpang langganan atau yang paling sering menggunakan dan militer.
Kelompok lima dimulai dari Main Cabin Extra dan berlanjut ke kelompok delapan untuk kabin utama. Kelompok-kelompok ini di atur oleh zona masing-masing di pesawat terbang. Kelompok sembilan adalah ekonomi dasar dengan tempat duduk berada di lantai atas dan tidak bisa membawa barang bawaan ke dalam kabin.
Baca juga: Load Factor Rendah, Maskapai-Maskapai Ini Tak Lagi Mendarat di Jakarta2. Delta Airlines
Delta memiliki gaya boarding yang khas seperti kebanyakan maskapai Amerika Serikat. Boarding diawali dengan pelanggan yang membutuhkan bantuan. Kemudian masuk ke kelas satu dengan penumpang pengguna Delta terserung dan penumpang yang membeli dengan kartu kredit. Setelah itu penumpang pada kabin utama menaiki pesawat dari belakang menuju depan kabin dan terakhir kelas ekonomi dasar dan boleh membawa satu bawaan ke dalam kabin.
3. United Airlines
Proses boarding pada maskapai yang satu ini cukup normal dimana kelompok satu adalah yang berada di kelas utama, kelompok dua di kelas penumpang setia. Namun hal ini kemudian berubah, dimana penumpang pada kabin utama akan duduk di kursi dekat jendela terlebih dahulu, kemudian yang duduk di bangku tengah, terakir yang duduk dekat lorong kabin. Sehingga memudahkan akses di dalam lorong saat akan duduk dan selama berada dalam penerbangan.
4. Southwest
Southwest terkenal dengan tata letak boardingnya yang unik. Ketika penumpang mendapatkan email bahwa sudah saatnya check in untuk penerbangan mereka, mereka harus segera mengikuti link dan check in secepatnya. Penumpang yang check in pertama naik pesawat terlebih dahulu. Kelompok asrama adalah A, B dan C – dengan masing-masing penumpang menugaskan sebuah nomor di suatu tempat di kelompok tersebut. Ketika agen gerbang memanggil nomor grup Anda, Anda akan menemukan tempat Anda sesuai. Bisnis Pilih tiket yang akan sampai ke papan pertama (mereka selalu A 1-15). Begitu sampai di pesawat, ada tempat duduk terbuka.
Baca juga: Serba Serbi Check In Online di Masing-Masing Maskapai Penerbangan5. Alaska
Proses boarding Alaska dimulai dengan pre-boarding (militer, keluarga dengan anak kecil, mereka yang membutuhkan waktu tambahan) dan kemudian beralih ke pelanggan kelas satu. Selebaran yang sering dan mereka yang telah membeli boarding premium berikutnya. Penumpang umum adalah dua kelompok terakhir, dimulai dengan orang-orang yang duduk di belakang barisan keluar.
6. Frontier
Proses boarding Frontier mungkin tampak sedikit berbeda sebagai maskapai penerbangan anggaran, namun masih cukup mirip dengan standar industri. Mereka yang membutuhkan papan waktu ekstra terlebih dahulu. Maka orang-orang yang membayar biaya untuk naik lebih awal. Biaya frontier untuk akses bin di atas. Mereka yang memilih untuk membayar biaya tambahan untuk carry-on bisa naik sebelum sisa kabin. Lalu naik dari belakang ke depan. Kursi (dan zona asrama) secara acak – kecuali jika penumpang memilih untuk membayar biaya tambahan.
7. Spirit
Spirit dikenal dengan biaya tambahan. Mereka yang membayar biaya tersebut dapat naik pesawat terlebih dahulu – kecuali anak-anak di bawah umur atau penumpang yang tidak didampingi yang memerlukan bantuan. Penumpang yang membeli “kursi depan besar” diizinkan naik ke papan pertama dan kemudian baris yang tersisa (dari depan ke belakang) diizinkan masuk ke pesawat. Penumpang yang membayar tempat duduk bisa memilih tempat duduk ke arah depan pesawat untuk naik terlebih dahulu.
Dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan non-tarif, Kementerian Perkeretaapian India telah memutuskan untuk “memonetisasi” asetnya dengan meluncurkan kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan di luar pendapatan tarif. Untuk memulainya, setengah dari layar digital Rail Display Network (RDN) yang menampilkan informasi real time kepada penumpang diusulkan akan menayangkan iklan komersial.
Baca Juga: India Sukses Lubangi Perut Bumi Untuk Jalur MRT Bawah Airnya
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thehindu.com (15/7/2017), RDN merupakan proyek ambisius Menteri Perkeretaapian India, Suresh Prabhu yang bertujuan untuk mengintegrasikan dan menyebarkan semua informasi yang berkaitan dengan penumpang, termasuk jadwal kedatangan / keberangkatan kereta api, fasilitas keselamatan yang tersedia, dan perkembangan terbaru mengenai suatu lokasi pasca bencana di layar digital raksasa di semua stasiun kereta api utama.
Layar RDN akan menampilkan konten audio-video di bawah pengawasan langsung RailTel, sebuah badan yang ditunjuk oleh Kereta Api India untuk menerapkan dan mengelola sistem, sebagaimana yang tercantum pada laman sumber. RailTel akan memberikan kontrak melalui proses tender yang transparan dan pemegang lisensi yang berwenang akan menampilkan konten audio/video di layar berdasarkan pedoman dan norma pemerintah untuk penggunaan umum.
Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan
Informasi yang berkaitan dengan penumpang akan memakan ruang kurang lebih 50 persen dari keseluruhan layar digital, sementara space tersisa akan digunakan oleh pemegang lisensi untuk menampilkan iklan, pesan sosial, dan lain-lain. RailTel akan memutuskan untuk menggunakan tingkat audio dalam satuan suara yang diizinkan dan menentukan langkah-langkah terperinci selanjutnya untuk memastikan keamanan RDN dari upaya yang mungkin dilakukan untuk mencegah pengambilalihan sistem yang tidak bersahabat oleh sumber yang tidak sah.
Baca Juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp
Setelah memulai pengoperasiannya, RDN akan menjadi media periklanan eksklusif di gedung-gedung bertingkat, stasiun, balai pertemuan atau meeting point, jembatan penyebrangan hingga platform di stasiun kereta. “Pihak Kereta Api akan membentuk sebuah komite pengawasan di Dewan Perkeretaapian, tingkat zonal dan tingkat divisi yang masing-masing terdiri dari perwira senior untuk memfasilitasi peluncuran proyek tersebut dengan mulus,” ungkap sumber tersebut. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perkeretaapian akan menyanggupi masalah tempat, listrik dan dukungan logistik lainnya kepada RailTel untuk melaksanakan proyek tersebut.