Malas menunggu antrean memang menjadi kebiasaan buruk beberapa orang yang akan berdampak pada terciptanya suasana yang tidak kondusif, seperti antrean menjadi tidak karuan, saling dorong, dan lain sebagainya. Terlebih ketika semua orang berbondong-bondong untuk mendapatkan tiket sesuai jadwal yang sudah mereka tentukan sebelumnya, tentu saja kejadian memancing emosi tersebut semakin sulit dihindari.
Sebuah bandara di Inggris memiliki terobosan dalam mengurai antrean saat pengecekan keamanan. Adalah Luton International Airport yang berharap dengan adanya ‘The Better Airport’ sistem, platform baru ini, dapat membantu petugas bandara untuk menghitung jumlah penumpang pada waktu tertentu, memposisikan petugas sesuai dengan kebutuhan, serta menghindari adanya keterambatan. Sebenarnya, ini bukanlah teknologi baru mengingat bandara Dublin di Irlandia dan bandara Geneva di Swiss sudah terlebih dahulu menggunakan teknologi ini.
Langkah bijak ini ditempuh oleh pihak bandara mengingat lonjakan penumpang sebesar 18,5% yang menggunakan bandara Luton tahun lalu menjadi 14,5 juta penumpang pada tahun ini. Meliput dari laman travelweekly.co.uk pada Rabu (19/4/2017), pihak bandara mengaku perbaikan area keamanan merupakan bagian penting dari proyek transformasi sebuah bandara. Tidak main-main, perubahan yang menghabiskan dana senilai 110 juta poundsterling itu diharapkan menjadi solusi dari permasalahan antrean tersebut. “Memungkinkan tim operasi mengelola jumlah penumpang yang lebih banyak,” tuturnya.
Neil Thompson selaku Direktur Operasional bandara Luton mengatakan pengadaan sistem baru ini menandai tonggak sejarah lain dalam perubahan bandara dewasa ini. “Penumpang akan mendapatkan keuntungan dari perjalanan yang lebih terintegrasi melalui area keamanan berkat sistem inovatif ini,” ungkap Neil kepada travelweekly.co.uk. Perlu diketahui, sistem ‘The Better Airport’ ini di sepenuhnya disediakan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perangkat lunak (software) asal Denmark, Copenhagen Optimization.
Senada dengan Neil, Kasper Hounsgaard selaku managing partner dari bandara Luton mengatakan ingin memberikan dampak positif terhadap bandara tersebut melalui kemajuan teknologi yang ada. “Sama halnya dengan meningkatkan pelayanan kepada penumpang yang hampir setiap hari melakukan perjalanan melalui bandara Luton,” pungkas Kasper. “Mampu mengakses semua ‘Better Airport’ di hampir semua gadget, dari mulai laptop, tablet, dan smartphone, akan membuat komunikasi dan pelacakan operasi bandara lebih intuitif dan bebas dari gangguan.” Tutupnya.
Kereta semakin lama semakin maju dengan bantuan teknologi masa kini, hal ini terlihat di beberapa negara sudah mulai menggunakan kereta tanpa masinis (unmanned subway line). Salah satunya Tiongkok yang menjalankan kereta bawah tanahnya tanpa masinis. Kereta yang mulai beroperasi pada 2017 ini akan berjalan dari jalur Yanfang, barat daya Beijing.
Nantinya dalam pengoperasiannya, kereta tanpa masinis ini akan dikendalikan secara otomatis baik keberangkatan hingga perhentian kereta di stasiun-stasiun tujuan, termasuk untuk buka tutup pintu hingga sistem kebersihannya. Kereta tanpa masinis di Tiongkok ini, diketahui memakai teknologi dalam negeri atau tanpa mengadopsi teknologi luar.
Kereta ini membentang sejauh 300 km dan Beijing diperkirakan mampu mengembangkan sistem kereta bawah tanah seluruhnya tahun 2020 mendatang. Tak hanya Beijing, Indonesia juga saat ini tengah membangun sistem transportasi massal seperti MRT (Mass Rapid Transit) Jakarta dan LRT (Light Rapid Transit) tanpa masinis.
Debut Kereta tanpa awak pertama akan dimulai dalam wujud Skytrain di Bandara Soekarno-hatta, kereta ini akan disebut Automated People Mover System (APMS) dan diperkirakan selesai pada Mei-Juni 2017. Head of Corporate Secretary & Legal PT Angkasa Pura II Agus Haryadi mengatakan, penyediaan kereta tanpa awak ini akan di kerjakan oleh PT Len Industri dengan perusahaan asal Korea Selatan Woojin dengan kontrak senilai Rp530 miliar. Pada kereta tanpa awak, kedua perusahaan yang saling bersinergi ini akan menggunakan teknologi sistem sinyal modern tanpa awak (communication based train control/ CBTC Driverless). Nantinya kereta tanpa awak ini akan melalui lintasan sepanjang 2,98 km dan melayani lima terminal di sisi barat bandara.
APMS akan menggunakan jenis kereta automated guide transport (AGT) dengan tipe side guided dan beroperasi dengan tiga trainset yang dikonfigurasi dua cars kapasistas 2.100 penumpang per jam per arah.
Sedangkan pada Mass Rapid Transit (MRT), memang masinis sudah tidak digunakan lagi untuk membawa lokomotif MRT ini. Seperti halnya Singapura, MRT di negara dengan lambang Merlion ini memiliki MRT tanpa awak. Mungkin bila ada masinis, justru akan merasa bosan karena perjalanan yang ditempuh hanya beberapa ratus meter dan mondar-mandir, sehingga bisa dikatakan pekerjaan masinis di MRT adalah hal yang tidak efisien sama sekali.
Hal ini yang akan dilakukan pada MRT di Indonesia tepatnya Jakarta dengan menggunakan tanpa awak atau masinis. Namun, tantangan terbesarnya untuk MRT atau kereta bandara tanpa awak adalah sistem persinyalan dan listrik yang digunakan. Sebab dengan kereta ataupun MRT tanpa awak, Indonesia harus benar-benar menggunakan sistem teknologi tinggi. “Sejatinya teknologi MRT kami sudah mendukung umanned atau driverless yang dikendalikan terpusat dari OCC (Operation Control Center) di Lebak Bulus , tapi nantinya saat beroperasi tetap akan digunakan masinis, peran masinis lebih ditekankan untuk mengatur buka tutup pintu dan antisipasi kondisi darurat,” ujar William Sabandar, Direktur Utama PT MRT Jakarta kepada KabarPenumpang.com.
Baca juga: Metro Kapsul, Harapan Pemkot Bandung Untuk Urai Kemacetan
Sementara untuk LRT yang sudah mengumandangkan bakal menerapkan driverless adalah Metro Kapsul di Bandung. Pada tahap awal, Metro Kapsul Bandung akan membentang dari Stasiun Kebon Kawung – Alun-alun – Tegalega, dalam setiap harinya Metro Kapsul dapat mengangkut 24 ribu penumpang.
Beberapa pekan ini, nama United Airlines menjadi sorotan sejumlah kalangan dari seluruh penjuru dunia setelah beberapa kru maskapai tersebut memperlakukan salah satu penumpangnya secara tidak manusiawi, yaitu dengan menyeretnya keluar dari pesawat. David Dao, yang merupakan korban dari tindakan tidak terpuji itu terpaksa menjalani rawat jalan setelah bagian kepalanya terbentur bangku pesawat hingga mengalami pendarahan.
Pihak United Airlines yang sempat menerima jutaan kecaman dari berbagai golongan ini kemudian meminta maaf secara langsung kepada pihak korban yang disinyalir merupakan seorang keturunan Vietnam yang berprofesi sebagai dokter. CEO maskapai United Airlines, Oscar Munoz mengatakan pikirannya terus menerus dihantui oleh kejadian yang direkam oleh salah satu penumpang pada maskapai tersebut. Dilansir dari laman bbc.com, ia menegaskan perusahaannya akan terus membenahi kekurangan yang ada sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
Sumber: Twitter
Sebelumnya, pihak United Airlines sempat melakukan pembelaan diri terhadap kasus yang menimpanya. Seperti yang dikutip dari kantor berita Associated Press, Oscar mengatakan, “Karyawan kami mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan untuk menangani situasi seperti itu.” Padahal, bulan lalu, Oscar ditetapkan sebagai Komunikator Terbaik Amerika Serikat tahun 2017 oleh majalah PRWeek, namun dengan mencuatnya kasus ini ke permukaan, nama Oscar justru menuai banyak kritikan karena tidak dapat menyelesaikan insiden memalukan tersebut.
Sumber: Twitter
Akibat kejadian tersebut, Oscar lalu meminta maaf atas kejadian tidak mengenakkan tersebut dalam sebuah rilis. Namun dilansir laman The Guardian, permohonan maaf Oscar tersebut dinilai sebagai tindakan penghinaan dan tidak layak karena menyebut pemaksaan para staf United Airlines untuk menurunkan David, sebagai “tindakan untuk memindahkan penumpang”. Oscar juga menyebut David tidak “kooperatif”. Pernyataan itulah yang akhirnya memaksa Oscar untuk melakukan permohonan maaf untuk yang kedua kalinya.
Sikap Oscar yang dinilai tidak serius dalam menyelesaikan insiden ini membuat nilai jual perusahaan tersebut anjlok. Bahkan, sejumlah investor tidak melanjutkan kerja samanya dengan pihak United Airlines setelah insiden penyeretan tersebut terjadi. Menyadari hal ini, Oscar lalu memutar otak untuk kembali mengharumkan nama United Airlines.
Dilansir dari laman Reuters, Jumat (28/4/2017) pihak United Airlines menyatakan telah memberikan kompensasi yang setimpal dengan apa yang menimpa Dao, walaupun tidak diberitahukan secara rinci jumlah dari kompensasi tersebut. Pernyataan tersebut diterima dari pengacara Dao dan menganggap kasus ini sudah selesai.
Sebelumnya, pada Minggu (9/4/2017) yang lalu, David Dao diseret paksa oleh sejumlah kru maskapai United Airlines setelah ia menolak untuk memberikan tempat duduknya. Pihak maskapai mengaku empat kru ini harus ikut dalam penerbangan menuju Louisville karena harus kembali bekerja pada esok harinya. Dao tetap menolak untuk memberikan bangkunya meskipun sudah diiming-imingi kompensasi sejumlah 800 Dollar Amerika. Akibatnya, Dao terpaksa diseret oleh kru tersebut dan mengalami retak tulang hidung, gegar otak, dan kehilangan dua gigi akibat benturan keras yang menghantam kepalanya.
Bahkan, seorang dari Pemerintahan Illinois sempat mengajukan rancangan undang-undang (RUU) yang disponsori anggota DPRD asal Partai Republik, Peter Breen. Adapun isi dari RUU itu sendiri meliputi penumpang tidak boleh dipindahkan dari pesawat kecuali penumpang tersebut membahayakan dirinya sendiri atau orang lain dan jika ada gangguan serius dari penumpang. “Maskapai komersial yang memindahkan pelanggan yang sudah sah menempati kursi pesawat tanpa sebab serius adalah melanggar perjanjian antara penumpang dan maskapai mereka,” demikian isi RUU tersebut.
Kesalahan kecil bisa mengakibatkan hal fatal bagi sebuah maskapai penerbangan apalagi yang sudah memiliki nama di dunia penerbangan internasional. Salah satunya adalah United Airlines, dimana belum lama ini seorang penumpang diturunkan secara paksa dari maskapai tersebut dengan kekerasan.
Perlakuan kepada penumpang ini terekam oleh beberapa penumpang yang berada didalam pesawat tersebut melalui kamera smartphone mereka. Lantas video ini menjadi viral di dunia dan di ulang-ulang selama seminggu. Dalam video ini, terlihat adanya para petugas yang menarik paksa seorang dokter bernama David Dao (69). Video ini menjadi paket berita ang paling sempurna dan membuat United Airlines menjadi bahan pembicaraan dunia internasional.
Sayangnya karena pemberitaan media yang berlebihan, membuat United Airlines dan Dao menjadi buruk di mata publik. Dilansir dari mediafiledc.com (17/4/2017), setelah pengulangan berita terkait United Airlines ini, CEO Unieted Oscar Munoz mengeluarkan pernyataan untuk meredakan berita ini.
“Ini adalah kejadian menjengkelkan bagi kita semua di United Airlines. Saya minta maaf karena harus mengakomodir ulang pelanggan ini. Tim kami bergerak dengan perasaan mendesak untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dan melakukan tinjauan rinci kami sendiri tentang apa yang terjadi. Kami juga menghubungi penumpang ini untuk berbicara langsung kepadanya dan menangani lebih lanjut dan mengatasi situasi ini.”
Namun, permintaan maaf bukanlah hal yang cukup untuk Dao dan publik. Kemudan Munoz memberikan surat kepada karyawannya agar melakukan pekerjaan lebih lagi dan tidak terlambat dalam mengatasi hal yang benar.
Munoz kemudian muncul di ABC’s “Good Morning America” untuk meminta maaf lagi dan kemudian berjanji untuk mengembalikan setiap penumpang dalam penerbangan tersebut dan pengacara Dr. Dao dan putrinya, Crystal Dao Pepper, mengadakan konferensi pers yang menguraikan luka Dr. Dao yang diderita selama insiden tersebut.
Atas kejadian ini, para pelanggan United Airlines mengancam akan memboikot sehingga saham maskapai ini terimbas turun drastis. Kemarahan dan berita ini pun sampai ke Tiongkok dan mengklaim Dao ditendang karena Ia orang Asia. Kemudian, media memanfaatkan potensi motivasi rasial walaupun maskapai penerbangan berhak melakukan proses seleksi secara acak untuk memindahkan penumpang. Tak lama setelah kejadian ini berlangsung, pengacara Dao mengatakan akan ada tuntutan hukum atas perbuatan ini dan akan berlanjut dalam beberapa minggu kedepan.
Dengan pertimbangan privasi Dao, masalah United Airlines harus diekspos dan dikritik atas tindakan ini. Sehingga masalah ini diperpanjang ke pelaporan pada bihak berwajib. Dengan adanya kejadian ini, diharapkan maskapai lain tidak mengikuti jejak United Airlines, dan bisa belajar dari masalah ini untuk tidak melakukan hal yang sama.
Ada yang bikin heboh dalam dunia penerbangan India, pada Kamis, 27 April kemarin, penerbangan maskapai Jet Airways dari Mumbai menuju Delhi dialihkan ke Jaipur. Penerbangan ini membawa 176 penumpang dan delapan orang awak kabin.
Karena pengalihan rute ini seorang penumpang membuat drama di Bandara Jaipur dengan berkicau di akun Twitternya yang ditujukan kepada Perdana Menteri Narendra Mobi bahwa pesawat Jet Airway telah di bajak. Padahal pengalihan ini bukanlah masalah pembajakan, melainkan cuaca buruk di ibu kota sehingga tidak memungkinkan pesawat bisa melanjutkan penerbangan dan beralih sementara ke Jaipur.
www.ndtv.com
Dilansir dari ndtv.com (28/4/2017), isi kicauan dari penumpang bernama Nitin ke Perdana Menteri yakni, “Sir kita telah di penerbangan Jet Airways selama tiga jam terakhir dan terlihat dibajak, please help 9W355.” Penumpang yang berkicau di akun Twitter ini akan bepergian dari Mumbai. Namun, kicauan tersebut kemudian di balas oleh pihak Jet Airways “Hai Nitin, pesawat terbang 9W355 mengalami penundaan karena masalah lalu lintas udara yang padat di Delhi.”
Sayangnya sang penumang tidak puas dengan jawaban pihak maskapai dan berkicau kembali, “Bisakan kami mendapat konfirmasi dengan pembenaran yang tepat, karena penerbangan lain yang terjadwal lainnya sudah punya izin dari Mumbai ke Delhi.”
Akibat ulahnya, penumpang tersebut kemudian diturunkan oleh petugas keaamanan bandara Jaipur untuk di interogasi. Sayangnya tidak ada informasi tentang tindakan apapun yang diberikan dikenakan pada penumpang tersebut, lapor Press Trust of India.
Dikutip dari Press Trust of India, setelah pemeriksaan menyeluruh tersebut oleh petugas keamanan Jaipur, protokol terkait keamanan juga nantinya perlu dilakukan setelah pesawat tiba di tempat asalnya, Delhi. Terkait dengan masalah ini, juru bicara Jet Airways mengatakan, seorang penumpang yang berkicau di Twitter dengan pesan yang berisikan ancaman keamanan harus menyertakan pernyataan untuk tidak mengulangi hal tersebut pada pihak keamanan.
“Informasi tersebut segera dibagi dengan pihak yang berwenang termasuk CISF, dan Biro Keamanan Penerbangan Sipil (BCAS) dan badan penegak hukum setempat sesuai dengan Standard Operating Procedures,” katanya. Direktur Bandara Internasional Jaipur MP Bansal mengatakan bahwa lima Jet Airways dan satu penerbangan Oman Air yang berasal dari lokasi berbeda yang seharusnya mendarat di New Delhi dialihkan ke bandara Jaipur karena kondisi cuaca buruk.
Di era kejayaan pesawat Concorde, penumpang pesawat dapat menikmati perjalanan supersonic dengan kecepatan melebihi 2.000 km per jam. Melintasi Samudera Atlantik menghububgkan antara kota Paris/London di Eropa dengan New York di Amerika Serikat. Tapi karena Concorde dianggap tak efisien dari aspek biaya operasional, ditambah kerap mengalami musibah, maka Concorde sudah tak lagi dioperasikan sejak 23 November 2003.
Setelah era Concorde, tak ada lagi moda transportasi yang menawarkan kecepatan supesonic kepada penumpang, pesawat udara reguler pun hanya beroperasi di kecepatan subsonic. Nah, bagi yang merindukan moda transportasi dengan kecepatan supersonic, kini ada solusinya berupa Hyperloop. Yang ini justru bukan moda transportasi udara, hyeperloop bergerak di ground dan menawarkan kecepatan supersonic hingga 1.000 km per jam.
Teknologi Hyperloop digagas pendiri perusahaan mobil listrik Tesla Motors dan SpaceX, Elon Musk memulai sebuah konsep visioner sistem transportasi masa depan tersebut. Jika di komparasi dengan moda transporsi kereta, waktu tempuh dari Jakarta – Yogyakarta yang biasanya menghabiskan waktu sekitar 10 jam, kini dapat ditempuh hanya dengan waktu 25 menit dengan Hyperloop.
Sistem Hyperloop menggunakan beberapa buah kapsul untuk mengangkut penumpang yang kemudian didorong oleh semacam magnet. Tidak main-main, Hyperloop dapat melaju hingga 1.300 km per jam pada kecepatan maksimum. Fokus mereka saat ini adalah mengoptimalkan sistem pada kapsul penumpang tersebut, terutama untuk pengembangan sistem passenger boarding dan capsule handling. Nantinya, penumpang dapat memesan dan menggunakan layanan mobil tanpa awak yang akan mengantar ke stasiun Hyperloop terdekat. Semua sistem dikembangkan dengan sangat efisien serta menggunakan sistem berbasis bahan bakar solar dan penggerak listrik demi tercapainya pengeluaran energi yang rendah. Diperkirakan, Hyperloop mampu membawa 6 juta penumpang Los Angeles dan San Fransisco setiap tahun.
Keberadaan rencana pengadaan Hyperloop ini tidak selamanya menuai dukungan, banyak yang mempertanyakan bagaimana sistem keamanan yang digunakan, hingga banyaknya golongan yang mencibir. CEO Hyperloop, Dirk Ahlborn dengan santai menjawab semua keraguan akan salah satu transportasi modern itu. “Kami mendesain sedemikian rupa sehingga penumpang merasa nyaman dan familiar dengan Hyperloop. Bahkan, hampir tidak ada bedanya ketika Anda menaiki pesawat atau bahkan mobil sekalipun. Tidak ada yang aneh, tidak ada yang futuristik,” tutur Dirk seperti yang dilansir dari laman mobgenic.com.
Jika pembangunan Hyperloop berhasil dibuat di Amerika, maka perusahaan tersebut akan melebarkan sayap dari mulai Afrika, Eropa, Timur Tengah, dan Asia. Tahukah Anda, beberapa waktu yang lalu, PT Hyperloop Transtek Indonesia (HTT) memprediksi moda futuristik ini akan hadir di Indonesia pada tahun 2020 kelak. Indonesia menjadi Negara pertama yang melakukan perjanjian JV Hyperloop di Asia Tenggara dengan fokus utama pembangunan di Jakarta. pihak Hyperloop juga berencana untuk mengeksplorasi sistem transportasi modern ini guna menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Hingga saat ini, HTI di bawah naungan Hyperloop Transportation Technology (HTT) masih melakukan studi kelayakan demi pengadaan Hyperloop di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Menurut Dwi Putranto Sulaksono, selaku salah satu pendiri HTI seperti yang dilansir dari VOA Indonesia, studi kelayakan pembangunan Hyperloop diperkirakan memakan waktu satu tahun dan akan diawali di Jakarta.
“Treknya atau rutenya sedang kita evaluasi atau pelajari, rute mana yang tidak terlalu sulit tapi sangat diperlukan oleh penduduk Jakarta, khususnya padat area yang mana nanti akan bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan waktu yang lama bagi seseorang untuk pergi dan pulang dari rumah ke tempat kerja dan kembali ke rumahnya,” ujar Dwi. Dwi berharap sistem Hyperloop ini bisa terwujud di Indonesia dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun. Jadi, semoga rencana pengadaan Hyperloop di Indonesia bukanlah sekedar isapan jempol belaka.
Circular pedestrian bridge atau jembatan lingkar pejalan kaki akan dibangun di Stasiun Dukuh Atas untuk mengatur arus penumpang dari lima moda transportasi yang bersinggungan. Pembuatan circular pedestrian bridge tak terlepas dari proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata mengatakan dari enam stasiun MRT yang ada, Stasiun Dukuh Atas lah yang terpilih untuk pembangunan circular pedestrian bridge, karena terhubung dengan stasiun Sudirman Baru yang terintegrasi dengan kereta Bandara Soekarno-Hatta, stasiun Sudirman (KRL), bus TransJakarta dan Light Rail Transit (LRT). Menurutnya, circular pedestrian bridge ini akan memudahkan para pengguna transportasi massal dari MRT ke yang lainnya atau sebaliknya.
Baca juga: Kereta Bandara Ditaksir Mampu Tampung 33 Ribu Penumpang
Selain untuk memudahkan pengguna moda transportasi terintegrasi satu dengan moda transportasi lainnya, adanya circular pedestrian bridge ini juga guna mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta karena kendaraan pribadi.
Google.com
“Kami memiliki tiga tugas pokok yaitu mengadakan prasarana, operasi dan pemeliharaan, serta pengelolaan bisnis. Terutama untuk pengembangan transit oriented development (TOD),” ujar William Sabandar yang dikutip dari Jakartamrt.co.id (29/3).
William menambahkan, dalam pembangunan MRT dan circular pedestrian bridge ini, belajar banyak dari world class operator Dehli Metro atau MRT Hongkong. Dia mengatakan, dalam semua pembangunan baik MRT hingga sarana dan prasarananya MRT menggunakan standar internasional yakni aman, nyaman dan dapat di andalkan.
Bila ditelusuri lebih lanjut, circular pedestrian bridge milik Indonesia hampir sama dengan milik negara Tiongkok tepatnya di Luijiazui Road. Di Tiongkok sendiri, pembuatan circular pedestrian bridge agar masyarakan pejalan kaki menghindari lalu lintas di bawahnya. Jalur ini mengakses The Oriental Pearl Tower dan bisa menghubungkan masyarakat modern Tiongkok dengan kafe, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran serta yang terpenting adalah stasiun transit.
Circular pedestrian bridge Luijiazui Road dibangun dengan tinggi hampir 20 meter di atas jalan, uniknya, teknologi sudah digunakan untuk jembatan penyeberangan ini seperti eskalator dan tangga untuk pintu masuk serta keluar dari jembatan. Dengan desain kontemporer, bentang panjang antara setiap kolom memungkinkan masyarakat memiliki sudut pandang berbeda saat berada di atas jembatan.
Sayangnya, di Indonesia, pembuatannya masih dalam pencanangan. Sebab, hingga kini, patok atau groundbreaking untuk pembuatan circular pedestrian yang direncanakan belum jelas kapan akan dilaksanakan. Sebab Jalur MRT diketahui akan selesai akhir tahun 2017 ini dan baru digunakan Maret 2019 mendatang dengan jalur koridor satu dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran Hotel Indonesia.
Meski bukan dalam wujud jembatan, circular pedestrian sejatinya sudah diterapkan di terminal TransJakarta di Kota, jalur jalan kaki yang melingkar underground ini mengarahkan calon penumpang dan wisawatan menuju stasiun Kota, halte TransJakarta dan obyek wisata di sekitarnya.
Sebagai salah satu moda transportasi darat yang keberadaannya sudah mulai tergeser oleh kehadiran transportasi online, angkot tetap menjadi primadona untuk sebagian kalangan. Namun dalam beberapa hari ke belakang, perhatian dari seluruh lapisan masyarakat tertuju pada kota Kembang, Bandung dimana seorang netizen memposting sebuah foto yang mengundang banyak kontrofersi. Bagaimana tidak, dalam foto yang diunggah oleh pengguna akun @dianmeindra ke dalam jejaring sosial Twitter pada Selasa (25/4/2017) lalu menunjukkan seorang bocah di bawah umur yang mengendarai sebuah angkot.
Dalam keterangan yang dicantumkan oleh pengguna tersebut, ia menulis “Pas naik angkot kaget pengemudinya anak kecil… usia belum 15 tahun.. trayek 09 nopol D 1933 AM.” Sontak, foto tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai kalangan. Tidak membutuhkan waktu lama, foto tersebut kemudian menjadi viral yang akhirnya tercium oleh pihak kepolisian. Aparat keamanan langsung berkoordinasi untuk menindak lanjut sopir angkot tersebut.
Setelah berhasil menggelandang bocah yang diketahui berinisial GMA ini, polisi kemudian melakukan interogasi untuk mengumpulkan sejumlah fakta. Dalam penuturannya seperti yang dihimpun dari laman detik.com, GMA mengaku menggantikan posisi Ronald (32), sopir angkot jurusan Cicaheum – Ciwastra yang mengalami sakit perut. “Sopirnya itu lagi sakit perut. Dia minta tolong ke saya untuk bawa mobil sampai ke Samsat nganterin penumpang,” ujar bocah tersebut.
Dalam keterangannya, GMA tengah berjalan di sekitaran Logam Buah Batu dan mengaku dicegat oleh Ronald yang mengaku tengah sakit perut dan meminta tolong untuk mengantarkan penumpang yang tersisa tiga orang di dalam angkot tersebut. Lalu ia menyetujui permintaan Ronald dan diberi imbalan sebesar Rp20.000. GMA lalu mengantarkan ketiga penumpang tersebut lalu mengembalikan angkot yang ia kendarai kepada Ronald. “Deket da, dari tugu Kordon sampai perempatan Samsat,” katanya di Mapolrestabes Bandung. “Baru dua minggu bisa mobil, enggak sering. Tiga kali (narik angkot) sama sekarang, tapi deket-dekat,” imbuhnya. Akibat kejadian tersebut, polisi terpaksa menyita angkot berwarna coklat itu dan masih mendalami motif dibalik kasus ini.
Tentu saja, tindakan yang dilakukan oleh pengguna Twitter tersebut terbilang cukup bijak dengan melaporkan pelanggaran yang terjadi di jalan. Karena, tanpa disadari, kejadian seperti ini bisa saja terus terulang apabila tidak ditindak lanjuti. Bukan hanya keselamatan para penumpangnya saja yang terancam, melainkan pengendara lainnya yang berada di dekat angkot tersebut. Tampilan fisik yang belum memadai, keputusan untuk menyalip kendaraan lain, hingga kecepatan yang bisa saja tidak stabil menjadi beberapa faktor pendukung terjadinya kecelakaan akibat adanya eksploitasi anak semacam ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi mengaku kaget ketika melihat foto yang tengah menjadi viral tersebut. Ia mengaku, ini menjadi pukulan berat bagi seluruh jajaran Dishub kota Bandung. “Ini pukulan berat buat Dishub dan stakeholder perhubungan yang sedang berusaha membangun citra baik transportasi publik,” tutur Didi, sebagaimana diliput dari laman detik.com, Rabu (26/4/2017).
Didi menambahkan, saat ini tiga koperasi angkutan di Bandung tengah berupaya untuk membentuk konsorsium dan memperbaiki pelayanannya kepada masyarakat. “Tapi justru ada anggotanya yang kontraproduktif menghancurkannya dengan cara terjun bebas seperti ini. Sanksinya dilakukan penilangan,” tambahnya.
Pada November 2016 silam, salah satu penyedia jasa layanan transportasi berbasis aplikasi asal San Francisco, California, Uber berencana untuk menghadirkan moda transportasi modern berupa mobil terbang atau yang lebih dikenal sebagai taksi udara. Pada waktu itu, Uber belum menentukan pilihan terhadap kendaraan apa yang nantinya akan digunakan untuk merealisasikan rencananya tersebut. Tapi seiring berjalannya waktu dan beberapa pertimbangan yang dilakukan, tepatnya pada hari Selasa (25/4/2017) kemarin, Uber telah menentukan pilihannya. Pertemuan pihak Uber dan partner barunya ini diadakan di Dallas, Texas.
Adalah Aurora Flight Sciences, sebuah perusahaan penyedia moda udara modern asal Virginia yang akan dipinang oleh pihak Uber untuk merealisasikan impiannya dalam penyediaan sarana transportasi modern. Dalam kerja samanya dengan Uber, Aurora Flight Sciences akan menggunakan sebuah moda udara yang menerapkan sistem electric Vertical TakeOff and Landing (eVTOL) dimana kendaraan tersebut akan mengudara dan mendarat dengan posisi vertikal, layaknya sebuah helikopter. Sebenarnya, moda udara yang satu ini merupakan pengaplikasian dari beberapa proyek yang bekerja sama dengan pihak penyedia.
Aurora Flight Sciences menggunakan baterai dengan sistem propulsi, sistem yang sama dengan XV-24A X-Plane Demonstrator milik Departemen Pertahanan Amerika. Untuk sistem keselamatannya, pesawat tanpa awak ini mengadopsi pesawat Centaur Optionally-Piloted. Sedangkan untuk masalah sistem penghindaran tabrakan, Aurora menggunakan sistem yang dikembangkan untuk Autonomous Aerial Cargo Utility System (AACUS) milik Angatan Laut Amerika.
John Langford, selaku CEO dari pihak Aurora menyebutkan Uber menginginkan kendaraan yang tidak bising dan handal. “Uber juga menginginkan kendaraan yang ekonomis,” tuturnya seperti yang dilansir dari laman prnewswire.com, Selasa (25/4/2017). Sebelumnya, pihak Uber melalui Direktur Tekniknya, Mark Moore mengatakan dengan adanya eVTOL akan membantu meningkatkan mobilitas perkotaan di seluruh dunia dan mengubah nuansa dari perjalanan para penumpangnya. “Ini merupakan sebuah langkah besar yang kami ambil dengan menggaet Aurora sebagai partner dalam proyek ini,” ucap Mark.
Dalam uji coba pertamanya yang dilakukan pada Kamis (20/4/2017) kemarin, pihak Uber merasa puas dengan performa dari eVTOL milik Aurora dan sepakat untuk mendatangkan sebanyak 50 buah dalam rangka uji coba pelayanan yang akan berlangsung hingga tahun 2020 mendatang. Pesawat yang dapat menampung dua penumpang ini menggunakan delapan buah baling-baling yang mengelilingi bagian kabin. Delapan baling-baling ini merupakan elemen pendukung eVTOL untuk melakukan take off dan landing secara vertikal. Sedangkan baling-baling yang ada pada bagian belakang akan memudahkan pesawat dalam mengudara.
Sama seperti pilihan moda lain pada aplikasi Uber, eVTOL ini juga nantinya dapat dengan mudah dijangkau oleh para penumpangnya dengan cara memesan melalui aplikasi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Uber belum menyebutkan secara rinci mengenai tarif yang dikenakan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan eVTOL. Kira-kira, kapan Indonesia dapat mulai menggunakan moda transportasi modern seperti ini, ya?
Menjelang liburan musim panas, pemerintah India mulai mengambil ancang-ancang untuk menghadapi lonjakan penumpang yang terjadi di salah satu sarana transportasinya, kereta api. Inisiasi untuk menyediakan kereta spesial dipilih dengan harapan dapat meredam peningkatan jumlah penumpang yang terjadi pada saat musim liburan di Negara penghasil film Bollywood tersebut. Selain bertujuan untuk meredam lonjakan penumpang, kehadiran kereta spesial ini juga dinilai dapat memberikan pengalaman tersendiri bagi para penumpangnya.
Dengan hadirnya kereta spesial ini, tidak akan ada lagi pelancong yang terpaksa menunggu akibat kehabisan kereta. Ditambah lagi dengan tidak adanya biaya tambahan untuk menggunakan jasa kereta spesial ini, dan di beberapa kereta menyediakan layanan kelas premium seperti yang biasa didapatkan di kereta Rajdhani hingga Shatabdi, tentunya para pendatang akan merasa terbantu dengan adanya kebijakan penambahan armada ini.
Salah seorang dari Kementerian Perkeretaapian India mengatakan penyediaan kereta alternatif dengan tujuan yang sama sudah bisa digunakan per tanggal 1 April kemarin. “Respon (masyarakat) yang kami terima sejak peluncuran amat bagus,” ujarnya seperti yang dilansir dari laman indianexpress.com, Minggu (23/4/2017) lalu. Kondisi penduduk India yang amat banyak memaksa pemerintah untuk menghadirkan skema Vikalp, alternatif penambahan kereta seperti yang sudah dijabarkan di atas.
Fasilitas e-ticketing yang tersedia untuk layanan kereta spesial tersebut sudah dapat dipesan per tanggal 1 April 2017, dan apabila Anda ingin membatalkan tiket tersebut, Anda bisa mengaksesnya melalui laman IRCTC atau menghubungi 139. “Hal ini dilakukan agar proses pembatalan tidak merepotkan,” tambah salah satu senior di Kementerian Perkereta Apian tersebut pada kesempatan yang sama. Beberapa kereta tambahan ini akan diluncurkan beberapa minggu ke depan. “Sementara beberapa kereta khusus sudah diluncurkan bulan ini, banyak lagi yang akan kami perhatikan untuk memastikan rencana perjalanan musim panas Anda tidak terganggu,” tutur senior yang tidak menyebutkan namanya tersebut. “Perkereta apian telah memastikan finalisasi tabel reservasi kloter pertama setidaknya 4 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.
Setelah tabel reservasi pemesanan tahap satu selesai, maka pihak kereta api harus mengatur jadwal penumpang yang membatalkan tiket dan kembali memjualnya di loket-loket penjualan tiket hingga di internet. Skema Vikalp yang diterapkan di sini berguna agar kereta api dapat mengakomodasi jumlah penumpang yang lebih banyak.
Ada beberapa keuntungan yang dapat dirasakan oleh penumpang yang memesan tiket via online. Bagi Anda yang sudah memesan tiket via online, perubahan jadwal dapat dilakukan minimal 24 jam sebelum jadwal keberangkatan pada tiket yang sebelumnya sudah dipesan. Selain itu, keuntungan lain yang didapatkan penumpang adalah bebas biaya tambahan untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Apabila Anda memesan tiket melalui situs IRCTC, keuntungan tambahan lainnya adalah penumpang dapat memesan bedrolls sekali pakai dan memilih menu makanan yang akan disajikan selama perjalanan.