Commuterline atau kereta listrik (KRL) menjadi salah satu transportasi massal yang banyak digunakan para pekerja ataupun mahasiswa baik dari dalam atau pinggir Jakarta. Anda yang biasa menggunakan KRL pastinya tahu kapan dan bagaimana kondisi kereta saat jam pergi dan pulang kerja. Paling jelas terlihat adalah desak-desakan antar penumpang yang akan naik ke KRL dan terkadang tidak mau menunggu kereta berikutnya takut terlambat berangkat atau malas sampai rumah malam saat pulang.
Biasanya, bila keadaan desak-desakan dan terhimpit Anda akan merasa bosan dan mengantuk, apalagi bila harus berdiri saat dikereta. Sekarang, untuk mengurangi kebosanan PT KAI Commuter Jakarta (KCJ) memasang perangkat Public Information Display (PID) pada setiap gerbong kereta. PID ini, bukan hanya menyuguhkan iklan-iklan berisi informasi layanan masyarakat saja tetapi menayangkan video klip hingga cuplikan-cuplikan film.
Musik yang dihadirkan pada PID biasanya musik keluaran baru yang bisa di unduh melalui beberapa aplikasi berbayar baru, selain menampilkan musik, PID juga menampilkan iklan barang-barang atau hal-hal baru yang ada di negara lain yang bukan untuk di beli alias sekedar informasi saja. Selain itu di PID juga menampilkan tujuan kereta dan menunjukkan jam.
Ada juga cuplikan atau film pendek baik komedi atau film lainnya. Terkadang dari penumpang yang sadar akan adanya PID ini akan terus memerhatikan apa yang di sajikan pada layar PID sembari menunggu untuk tiba di stasiun tujuannya. Bila saat yang diputar film komedi pendek, beberapa dari penumpang akan tertawa atau ikut menyanyi lagu yang diputar pada layar PID tersebut.
Dengan adanya PID membuat rasa kantuk dan bosan penumpang sedikit hilang dengan hiburan singkat ini. PID sudah dioperasikan di semua lintas KRL baik dari Jakarta menuju Bekasi, Bogor, Tangerang ataupun sebaliknya. Sayangnya PID ini hanya ada di dirangkaian kereta tertentu dengan seri 205, dan untuk nomor seri kereta lainnya untuk saat ini belum diadakan. Contoh seperti rangkaian dari Kota ke Kampung Bandana tau sebaliknya dan Tanjung Priok ke Kota dan sebaliknya.
Kabar baik untuk para pecinta commuterline yang tinggal di daerah Rangkasbitung, Banten, Jawa Barat. Pasalnya, commuterline membuka rute baru pada 1 April kemarin dengan rute Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Rangkasbitung. Dengan memperluas rutenya hingga ke Rangkasbitung, PT KAI Commuter Jakarta (KCJ) berharap melayani 1,2 juta penumpang tahun 2019 mendatang.
Sebelumnya, commuterline rute Tanah Abang hanya sampai stasiun Maja, setelah penambahan rute hingga Rangkasbitung, saat ini ada dua stasiun tambahan setelah Maja yakni Citeras dan Rangkasbitung.
“Kami telah menyiapkan semua infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung perluasan rute kedua stasiun baru seperti mesin ticketing, platform dan lainnya,” ujar Direktur Utama PT KCJ Muhammad Nurul Fadhila yang dikutip dari TheJakartaPost.com (30/3).
www.krl.co.id
Sebelum pembukaaan resmi pada 1 April lalu, pihak KCJ juga sudah menguji coba jalur tersebut. Dilansir dari krl.co.id, pada rute baru ini yang sebelumnya menuju Rangkasbitung menggunakan kereta lokal dan beroperasi hanya beberapa kali sehari, setelah adanya commuterline akan ada 35 layanan rute commuterline dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung.
Tarif yang akan dikenakan pada penumpang baik dari Rangkasbitung maupun Citeras adalah tarif progresif sehingga penumpang hanya perlu membayar Rp8 ribu untuk perjalanan sepanjang 72,2km dari Rangkasbitung menuju Tanah Abang.
Semua penumpang, akan mendapatkan fasilitas yang sama dan tersedia pada rute serta stasiun lainnya. Dengan adanya perpanjangan rute ini, saldo minimum Kartu Multi Trip (KMT) atau kartu pembayaran lainnya seperti E-money, Brizzi, TapCash dan Flash yang tadinya RP12 ribu naik menjadi Rp13 ribu.
Meskipun begitu, pengguna setia commuterline tak perlu khawatir kehabisan tiket, karena KRL tidak mengenal pembatasan tiket. Commuterline dengan 35 layanan perjalanan ini kereta pertama berangkat dari Rangkasbitung pukul 04.00 WIB sedangkan dari Tanah Abang pukul 05.00 WIB dan pemberangkatan terakhir dari Tanah Abang menuju Rangkas Bitung pukul 21.45 WIB. Waktu antar kereta atau headway di lintas Tanah Abang – Rangkasbitung sekitar 30-60 menit.
PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) pada 3 April 2017 lalu memulai kerjasama dengan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) atau angkot berwarna merah. Ada empat jurusan KWK yang sudah terintegrasi dengan TransJakarta yakni T07 (Cililitan – Condet), U05 (Tj. Priok – Bulak Turi), T24 (Klender – Rawamangun) dan B08 (Cengkareng – Indosiar). Untuk menikmati layanan ini, penumpang hanya cukup membayar Rp15 ribu dan kartu layanan KWK yang berstiker khusus layanan integrasi.
Kartu layanan integrasi bisa di beli di halte PGC 2 (PGD Dalam), Enggano, Veldrom, Pemuda Rawamangun, Indosiar dan Stasiun Klender. Kartu ini digunakan saat naik ke armada KWK dan digunakan dalam jangka waktu sebulan. Uniknya, bila kartu untuk naik TransJakarta Anda harus ment-tapnya pada gate masuk, kartu layanan integrasi, Anda hanya menunjukkannya pada pengemudi KWK dan barcode yang ada di kartu akan di scan oleh pengemudi.
Masa berlaku kartu layanan integrasi hanya satu bulan, jika Anda membeli bulan April maka habis masa berlakunya di akhir April dan seterusnya begitu setiap bulan. KWK yang terintegrasi bus TransJakarta beroperasi pada jam 05.00-09.00 pagi dan 16.00-20.00 malam.
Twitter @PT_TransJakarta
Tak hanya terintegrasi dengan KWK, TransJakarta juga menghadirkan bus maxi. Bus ini bukanlah bus gandeng, melainkan single bus yang mampu mengangkut penumpang hingga 100 orang dari bus sebelumnya yang hanya mampu mengangkut 80 penumpang. Bentuk yang ramping dan panjang membuat TransJakarta Maxi terlihat seperti bus TransJakarta gandeng. Bus Maxi TransJakarta sebenarnya sudah beroperasi sejak tiga bulan lalu dan sudah melayani koridor 2, 3, 4 dan 10.
“Bus maxi kami ini sebenarnya sudah jalan dari tiga bulan lalu. Tapi hari ini kita mau launching yang ke-100. Ini bus baru,” ujar Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono.
Dia mengatakan target untuk bus maxi adalah 300 unit dan sekarang sudah ada 100 bus. Sehingga TransJakarta membutuhkan 200 unit bus lagi dan akan dipenuhi pada akhir tahun 2017. Selain kerjasama dengan KWK, meluncurkan bus Maxi, TransJakarta punya tagline baru “Kini Lebih Baik” yang menggantikan tagline sebelumnya “Berani Berubah”.
Senin (10/4/2017) kemarin, dunia media sosial dihebohkan dengan video seorang penumpang pesawat yang mendapat perlakuan tidak patut oleh petugas bandara. Bagaimana tidak, pria tersebut diseret secara kasar oleh petugas keamanan bandara Internasional O’Hare, Chihago, Amerika Serikat. Setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata maskapai United Airlines tujuan Louisville tersebut sudah padat atau overbooked. Kejadian ini terjadi pada Ahad (9/4/2017) kemarin.
Menurut data yang dilansir dari berbagai sumber, salah satunya adalah laman usatoday.com, pria yang mendapat perlakuan di luar batas itu berprofesi sebagai dokter. Ia tengah dalam perjalanan menuju Louisville, Kentucky untuk bertemu dengan pasiennya. Namun, karena status maskapai sudah overbooked dan ada kru pesawat yang harus ikut dalam penerbangan itu, maka pihak maskapai meminta secara sukarela kepada para penumpangnya untuk memberikan empat kursi sekaligus untuk kru tersebut dan menggantinya dengan uang sejumlah $800 untuk biaya menginap di hotel dan penerbangan pada keesokan harinya.
Tidak ada satu orang pun yang ikhlas untuk memberikan bangkunya, dan pihak maskapai lalu menunjuk secara acak. Pilihan jatuh kepada sang dokter yang disinyalir berasal dari daerah Asia bernama David Dao, namun karena kepentingan tugas, ia menolak untuk memberikan kursinya kepada kru pesawat tersebut. Lalu, perdebatan kecil sempat terjadi sebelum akhirnya dokter tersebut teriak lalu diseret secara tidak manusiawi di lorong kabin. Lebih parahnya lagi, dokter ini sempat mengalami benturan di kepala saat diseret yang mengakibatkan kepalanya berdarah.
Sumber: kbknews.id
Selang 10 menit sejak kejadian penyeretan paksa itu, dokter malang tersebut kembali ke dalam pesawat sambil berlari kecil dengan tangannya yang menggenggam sepucuk surat dan berkata, “Saya harus pulang,” tuturnya dengan nada sedikit bergetar, seperti yang dilansir dari laman tribunnews.com, Selasa (11/4/2017). Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar luas di dunia maya itu, terdengar suara seorang penumpang wanita yang menanyakan mengapa pihak maskapai tidak menyediakan mobil saja untuk kru yang harus bertolak menuju Louisville itu, namun pertanyaan tersebut tidak dihiraukan oleh para petugas berperawakan tegap tersebut.
Pihak United Airlines lantas merilis pernyataan resmi terkait insiden yang mencoreng nama United Airlines tersebut. “Setelah tim kami mencari seorang sukarelawan, seorang penumpang menolak untuk meninggalkan pesawat secara sukarela. Kami meminta maaf atas situasi overbook tersebut,” ujar juru bicara United Airlines, Charlie Hobart, mengutip dari lamanReuters, Selasa (11/4/2017).
Adalah Jayse D Anspach, seorang penumpang yang mengunggah video tersebut ke facebook dan menuliskan, “#United kelebihan penumpang dan menginginkan empat penumpang secara sukarela memberikan kursi mereka kepada awak pesawat yang harus bekerja keesokan harinya. Tak seorang pun menyerahkan kursi atas kemauan sendiri, jadi United menentukan pilihan sendiri. Mereka memilih seorang dokter Asia dan istrinya. Dokter itu harus bekerja di rumah sakit keesokan harinya, jadi ia menolak memberikan kursinya,” tulisnya.
Tidak hanya di facebook, ia juga meluapkan kekesalannya di Twitter. “Tidak ada yang mau menjadi sukarelawan, jadi United Airlines memilih secara acak. Pilihan jatuh kepada dokter itu dan istrinya. Ketika diseret keluar, wajah pria itu terbentur sandaran tangan kursi pesawat hingga berdarah,” kicau Anspach melalui akun Twitternya. Hingga berita ini diturunkan, ada sekitar 470 ribu kicauan di Twitter yang menyertakan nama United Airlines di dalamnya.
Kejadian penyeretan ini terjadi setelah pada bulan lalu, pihak United Airlines juga mendapat kecaman karena melarang dua gadis masuk ke dalam maskapainya karena menggunakan celana legging, walaupun kedua remaja ini memiliki tiket resmi.
Untuk Anda yang sudah pernah menonton film Interstellar, mungkin Anda sedikit tidak percaya dengan lokasi syuting dari film sci-fi keluaran Warner bros. ini terletak di dataran Islandia. Anda ingat adegan ketika kapal yang ditumpangi Brand cs terdampar di sebuah perairan yang luas sebelum akhirnya tersapu oleh ombak raksasa? Adegan tersebut bukanlah murni hasil editan profesional atau pengambilan gambar dengan latar green screen, tetapi latar pengambilan adegan tersebut benar-benar ada, dan kami hendak mengunjungi destinasi spektakuler tersebut.
Baca juga: Islandia (1) – Menjejakkan Kaki di Negeri Surga Aurora
Svínafellsjökull, merupakan tempat tujuan wisata kami selanjutnya setelah puas menikmati pancaran cahaya Aurora yang melegenda di Siglufjörður. Perjalanan kami mulai pada pagi hari dengan melewati rute sebelah barat Islandia, karena pada perjalanan dari Reykjavik menuju Siglufjörður kemarin kami menyusuri bagian timur dari Islandia. Perjalanan menuju Svínafellsjökull hari ini sekaligus menjadi rangkaian akhir perjalanan kami di Islandia.
Hasil jepretan kamera di Svínafellsjökull.Baca juga: Islandia (2) – Finally! Perjumpaan Langsung dengan Sang Aurora
Dalam perjalanan menuju Svínafellsjökull, pemandangan yang tersaji bukan hanya padang savanna layaknya pada perjalanan dari Reykjavik menuju Siglufjörður, tapi lebih dominan birunya lautan di pesisir Barat Islandia, ditambah barisan gunung berapi menyerupai benteng kokoh. Svínafellsjökull merupakan sebuah tempat yang terkenal dengan wisata gletsernya. Lokasinya yang dipenuhi oleh bongkahan es membuat tempat ini tidak berpenghuni. Selain itu, alasan lain Svínafellsjökull tidak berpenghuni adalah musim dingin yang selalu melanda sepanjang tahun di tempat menakjubkan ini.
Perjalanan di Islandia tak selalu mulus, dalam rute menuju Svínafellsjökull kami sempat terhenti sejenak karena ban di mobil yang kami naiki mengalami bocor. Tidak seperti di Indonesia, penjual jasa tambal ban rasanya sulit dicari di Islandia, ditambah jalur jalan raya yang cenderung sepi sepanjang hari. Setelah kami upayakan mengganti ban yang bocor dengan ban cadangan, langkah selanjutnya mengecek bengkel terdekat dari lokasi, caranya cukup memanfaatkan aplikasi Google Maps di smartphone, dan memang akhirnya kami diarahkan ke bengkel terdekat yang lokasinya harus diakui cukup jauh.
Dalam perjalanan menuju bengkel yang terletak di kota Vik, mata kami seakan tertarik oleh salah satu danau yang ternyata menjadi tempat yang cukup sering digunakan oleh beberapa rumah produksi untuk dijadikan latar adegan film mereka. Jökulsárlón, sebuah danau yang berada di sebelah tenggara Islandia ini memiliki jalur tembus menuju Laut Norwegia. Kehadiran gletser di danau glacial ini merupakan daya tarik yang seolah memanggil para pelancong untuk menikmati keindahannya. Danau yang terletak di tepi Vatnajökull National Park ini dapat terlihat dari rute perjalanan antara Hofn dan Skfataffel.
Jökulsárlón.Salah satu scene di film James Bond: A View to Kill.
Sejenak kami memutuskan untuk mengabadikan beberapa gambar dan menikmati pemandangan di sini. Setelah kami mencari tahu, ternyata danau glacial ini juga kerap kali dijadikan lokasi syuting dari beberapa film Hollywood, seperti James Bond: A View to Kill, James Bond: Die Another Day, serta Lara Croft: Tomb Raider. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju bengkel di kota Vik.
Setibanya di Vik, kami segera mencari bengkel yang dimaksud oleh Google Maps dan langsung menambal ban yang bocor tersebut. Harga yang dibanderol oleh pihak bengkel jelas tidak murah, bagaimana tidak biaya yang harus kami bayar untuk menambal 1 buah ban berkisar antara Rp200.000, sangat mahal. Namun, harga tersebut tidak terlalu kami pikirkan karena masih ada satu tujuan terakhir sebelum kami pulang menuju London, yaitu Svínafellsjökull.
Sepanjang perjalanan menuju Svínafellsjökull, otak kami berempat seolah terdoktrin oleh adegan awal di film Batman Begins dimana Bruce Wayne (Christopher Bale) ditantang untuk melakukan latihan bela diri oleh musuhnya, Ra’s Al Ghul (Liam Neeson). Ternyata perjalanan terasa begitu cepat karena suguhan pemandangan indah sepanjang perjalanan. Benar saja, sesampainya di sana, mata kami seakan langsung memvisualkan adegan demi adegan yang ada di film Interstellar.
Dalam perjalanan di Svínafellsjökull kami didampingi tour guide.Berpose dengan latar Svínafellsjökull yang spektakuler.
Seperti penjelasan yang sudah disebutkan di atas, suhu di sini mengharuskan kita untuk mengenakan pakaian ekstra tebal, terutama sepatu khusus. Sepatu beralaskan paku akan disewakan di tempat ini, bertujuan agar pengunjung tidak terpeleset akibat licinnya permukaan es di Svínafellsjökull. Tour guide pribadi kami juga tidak lupa menunjukkan lokasi yang menjadi latar belakang film-film box office tersebut.
Di Svínafellsjökull, ada satu fakta unik yang identik dengan gletser ini. Ada cerita tentang seorang petani yang kehilangan dombanya karena tenggelam di es. Namun beberapa tahun kemudian, domba itu muncul kembali dari bongkahan es dalam bentuk ‘makanan beku’. Tidak ada yang mengetahui pasti tentang kebenaran cerita ini, namun kebanyakan orang menganggapnya hanya sebagai lelucon belaka.
Aktor Matthew McConaughey dalam film Interstellar.
Suhu udara yang bisa dibilang ekstrim membuat kami tidak kuat berlama-lama berada di sini. Akhirnya setelah kami rasa cukup berkeliling di Svínafellsjökull, kami memutuskan untuk kembali menuju Reykjavik sebelum terbang menuju London. Tidak lupa kami mengisi kembali bensin mobil yang kami sewa pada hari pertama, dan mengemasi sisa barang kami yang berada di camp site. Dengan menginjakkan kaki kembali di Bandara Keflavik, maka berakhir pula perjalanan panjang kami berempat mengitari pulau Islandia, pulau dengan sejuta keindahan alamnya. (Rheza Ariftha Gentha – Mahasiswa Pasca Sarjana di University of Birmingham)
Pernah dengar Batavia Air, Jatayu, Adam Air atau Sempati Air? Itu adalah maskapai legenda yang sudah tak berada di dunia penerbangan baik domestik, internasional maupun perintis. Tapi, apakah Anda tahu lebih dari sepuluh maskapai ternyata pernah ada dan terlupakan sama dunia penerbangan Indonesia? Penasaran siapa saja makapai itu dan bagaimana keberadaannya di dunia penerbangan?
Berikut ini ada 11 maskapai yang terlupakan di dunia penerbangan
1. Indonesian Airlines
Maskapai milik PT Indonesian Airlines Aviapatria didirikan tahun 1999 dan beroperasi Maret 2001. Awalnya memiliki 46 rute penerbangan setelah memperoleh izin tahun 1999. Kemudian tidak beroperasi 2 tahun kemudian tepatnya tahun 2003. Dulu maskapai ini mengoperasikan 1 Boeing 727-200, 2 Boeing 737-300 dan 2 Boeing 747.
Flyawaysimulation2. Linus Airways
Maskapai ini pernah melayani beberapa kota di Indonesia seperti Pekanbaru, Medan, Semarang, Palembang, Batam dan Bandung. Linus sendiri adalah kepanjangan dari Lintas Nusantara dan berdiri sejak 1 Juni 2004 dan mengantongi izin mengudara dari KemenHub pada 13 Februari 2008. Sayangnya Linus harus menghentikan pengoperasian maskapainya sejak 27 April 2009 karena kesulitan likuiditas.
3. Papua Airlines
Penerbangan dengan layanan penuh dan menawarkan kelas deluxe serta ekonomi ini akhirnya harus menyerah pada Februari 2007 lalu dan menjadi satu dari 11 maskapai yang lisensinya di cabut oleh Menteri Transportasi. Padahal pencabutan yang dilakukan agar maskapai bisa memperbaiki diri perusahaannya. Sayang setelah pencabutaan izin tersebut, PT Efata Papua Airlines tidak beroperasi lagi hingga kini.
Flyawaysimulation4. Bali Air
Memiliki warna ungu dan gambar burung di badan pesawatnya, maskapai yang berbasis di Jakarta ini terkena pencabutan lisensi pada Februari 2007. Sama seperti Papua Airlines, setelah izin di cabut tak pernah lagi terdengar gaungnya di dunia penerbangan.
5. Air Paradise
Memiliki nama resmi PT Air Paradise International, maskapai ini melayani penerbangan dari Australia ke Bali atau sebaliknya. Namun, maskapai yang mulai beroperasi 16 Februari 2003 ini terpaksa menghentikan operasinya pada 25 November 2005 akibat penurunan yang drastis pada penumpang sejak bom Bali di tahun yang sama.
6. Asia Avia Airline
Maskapai yang hanya beroperasi pada penerbangan domestik ini berbasis di Bandara Polonia, Medan. Hal yang sama terjadi pada maskapai ini, terkena pencabutan izin lisensi Februari 2007 dan keberadaannya belum jelas sampai saat ini.
7. Dirgantara Air Service
Maskapai ini mulai beroperasi pada 1971 lalu da memiliki 232 karyawan hingga Maret 2007. Pada bulan dan tahun yang sama, Menteri Perhubungan mengumumkan rating maskapai di kategori mengancam keselamatan Penerbangan. Dirgantara Service Air menjadi salah satunya, namun masih beroperas. Akhirnya, Dirgantara Service Air resmi berhenti beroperasi 2 tahun setelah pengumuman menjadi salah satu maskapai mengancam keselamatan penerbangan.
8. Pasific Royale Airways
Pasific Royale Airways baru menerima izin beroperasi terbang dari pemerintah November 2011 lalu dan mulai beroperasi 11 Juni 2012. Sayangnya, tanpa kepastian ada laporan izin beroperasi maskapai ini di cabut lima bulan setelah mulai beroperasi.
9. Megantara Air
Penerbangan kargo yang berbasis di Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi 2007 lalu. Maskapai ini mengoperasikan layanan angkutan barang sewaan dan penerbangan regular antara Indonesia dan Singapura. Sayangnya Mei 2009, pihak maskapai memutuskan untuk menghentikan semua operasinya dan pesawat-pesawat yang digunakan dikembalikan ke Transmile Air Service dari Malaysia. Oleh otoritas, maskapai ini dimasukkan dalam 2 kategori untuk kualitas keamanan maskapai.
10. Nusantara Buana Air
Nusantara Buana Air melayani rute penerbangan dari Medan menuju Aceh ini masuk dalam kategori 2 otoritas penerbangan sipil Indonesia untuk kualitas keselamatan penerbangan. Sempat bersaing dengan Sabang Merauke Raya Air Charter layanan bagi pemerintah ke kota-kota di Aceh. Tahun 2009, Nusantara Buana Air mengambil alih layanan rute milik SMAC dan Januari 2010 tidak ada lagi penerbangan oleh Nusantara Buana Air
11.Top Air
Maskapai penerbangan yang berpusat di Indonesia ini juga sama terkena pencabutan lisensi pada Februari 2007 oleh Kemenhub.
Microomat
Tak hanya ke 11 Maskapai ini, Merpati Airlines yang pernah kita kenal juga sudah hilang dari peredaran alias tak beroperasi sejak tahun 2014 lalu. Dari kabar yang tersiar, maskapai yang melayani rute perintis ini akan kembali melebarkan sayapnya tahun 2017 ini.
“Kita berharap 2017 sudah bisa terbang, dengan syarat dalam sisa waktu satu tahun ini sudah mendapat izin privatisasi dari Kementerian Keuangan dan mendapatkan investor yang bersedia masuk ke Merpati,” kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha, Kementerian BUMN Aloysius K. Ro yang dikutip dari BisnisIndonesia.com (6/9/2016).
Nantinya bila sudah mendapatkan izin beroperasi dari Kementerian Perhubungan, Merpati harus memiliki minimal 5 pesawat dan rute penerbangan juga sudah dibuat.
Dipercaya sebagai tuan rumah dari perhelatan akbar dunia olahraga se-Asia, ASIAN Games 2018, Ibu Kota Sumatera Selatan, Palembang tengah berbenah diri untuk menata kembali kotanya, termasuk bidang transportasinya. Light Rail Transit (LRT) dipilih menjadi salah satu moda transportasi darat guna mendukung terselenggaranya pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut. Selain itu, tujuan lain pengadaan LRT ini adalah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Palembang.
Baca juga: Kejar Asian Games 2018, Proyek Palembang LRT Telah Mencapai 40 Persen
Kini, PT Industri Kereta Api (PT INKA) tengah dikejar target dalam pembuatan 8 rangkaian LRT yang pada bulan Maret 2018 mendatang, kereta ringan tersebut harus sudah berada di Palembang. Sebenarnya, pengadaan LRT ini bak sebuah pelarian dimana sebelumnya Palembang berencana untuk membangun sebuah monorail yang menghubungkan Bandara Sultan Badaruddin II dan Kompleks Olahraga Jakabaring sebagai salah satu alternatif transportasi umum. Namun, rencana proyek tersebut terpaksa diurungkan karena kesulitan mencari investor yang dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu serta proyek ini dianggap kurang menguntungkan. Selain itu, alasan lain dibalik pengadaan LRT itu sendiri adalah dasar penelitian yang menyebutkan bahwa kota Palembang akan mengalami macet total pada tahun 2019 mendatang.
Baca juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya?
Menurut Senior Manager Secretary, Public Relation dan CSR PT Inka, Cholik Mochamad Zam-Zam, PT INKA tengah mengusahakan membuat LRT yang canggih dan modern dimana keamanan dan kenyamanan para penumpang menjadi prioritas utamanya. “Yang jelas futuristik, stainless steel, dan ringan,” papar Cholik, seperti yang dilansir dari laman kumparan.com, Senin (13/3/2017). Nantinya, akan ada 13 stasiun yang tersebar di proyek yang membentang sejauh 23,4 km ini, dan kereta ringan ini akan berjalan di atas sungai Musi, bersampingan dengan jembatan Ampera.
Pengamat Transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno memaparkan tentang pra sarana yang akan menunjang LRT Palembang ini. Seperti yang dikutip dari laman liputan6.com, Djoko mengatakan lebar jalan rel (gauge) dari LRT Palembang adalah 1.067 mm dengan axle load hingga 12 ton. Kecepatan direncanakan untuk kereta ringan ini adalah 100 km per jam, dengan kecepatan maksimum 85 km per jam. Konstruksi jalur berupa slab track, yaitu penggunaan pelat beton sebagai tiang penyangga dari jalur LRT, keuntungannya adalah jalur ini mampu menahan beban yang lebih berat layaknya tiang penyangga di jalan tol. Persinyalan adalah fixed block dengan cap signal (ETCS Level 1). Sistem electrical dengan third rail system 750 VDC.
Sumber: inka.co.id
Untuk bagian dalam dari kereta ringan ini sendiri, PT INKA menggunakan panel berbahan dasar tahan api, tidak beracun, dan tahan terhadap bahan kimia. Soal kelengkapan fasilitas di dalam gerbongpun tidak perlu diragukan lagi, persero yang bermarkas di Madiun, Jawa Timur ini juga melengkapi gerbong dengan sistem informasi digital, pegangan tangan, 3 pintu penumpang tiap sisi kereta, tempat duduk memanjang, hingga disiapkan 2 jendela darurat evakuasi dan 2 jendela yang bisa dibuka tiap gerbongnya. Beberapa alat keselamatanpun tidak lupa disisipkan di setiap gerbongnya, seperti alat pemadam kebakaran, 4 buah palu pemecah kaca, dan juga 4 buah stop blok.
Sumber: inka.co.id
Layaknya KRL Jabodetabek, LRT Palembang pun mengadopsi tampilan yang hampir mirip dengan tulang punggung transportasi Ibu Kota ini. Tampilan depan dari LRT Palembang akan dihiasi oleh papan informasi asal – tujuan, wiper elektrik, nozzle penyemprot air, fog lamp, automatic coupler, penghalang rintang, dan tentu saja sebuah kaca windshield. Sebelum ini muncul kabar bahwa kereta yang digunakan akan didatangkan adalah bekas pakai dari Malaysia yang diproduksi di Jepang.
Sebagai salah satu kota destinasi wisata favorit masyarakat Ibu Kota, Bandung dewasa ini mulai mengambil ancang-ancang untuk meredam kemacetan yang terjadi, terutama di kala akhir pekan dan libur-libur panjang lainnya. Selain weekend, masyarakat Kota Kembang ini juga mulai mengeluhkan soal kemacetan yang terjadi di hari-hari kerja. Pembangunan beberapa jalan layang yang diharapkan dapat menjadi salah satu solusi kemacetan di Bandung ternyata tidak terlalu berdampak signifikan terhadap masalah tersebut.
Baca juga: Peuyeum Dilarang Masuk Kabin Kereta?
Merujuk pada masalah kemacetan tersebut, Walikota Bandung Ridwan Kamil kini tengah menyiapkan salah satu moda transportasi darat yang diharapkan dapat menjadi jalan keluar untuk masalah kemacetan yang tengah melanda kota berjuluk Paris van Java tersebut. Pengadaan Light Rapid Transit (LRT) yang sudah masuk ke dalam agenda Pemerintah Kota (Pemkot) sejak lama ini seolah siap direalisasikan, terbukti dengan dihadirkannya sebuah prototipe LRT yang dipajang di Alun-Alun Bandung. Mengutip dari akun Instagram pria yang akrab disapa Kang Emil ini, pada 5 April 2017 kemarin. Ia memposting sebuah foto LRT dengan caption, “Warga Bandung tersayang, prototipe atau sampel LRT Bandung Metro Kapsul, warna biru persib sudah terpasang di alun-alun. Silakan lihat-lihat dan beri masukan. Hatur Nuhun.”
Sumber: merdeka.com
Meski baru prototipe saja, namun kehadiran moda tanpa awak ini seolah menjadi angin segar bagi warga kota Bandung yang sudah mulai jenuh dengan kemacetan yang terjadi. Namun siapa sangka, gerbong LRT Bandung Metro Kapsul ini merupakan karya anak bangsa. Seperti yang dikutip dari lama pikiran-rakyat.com, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi mengatakan desain dan rangka LRT Bandung Metro Kapsul ini merupakan karya dari para Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB), dan menggunakan mesin penggerak yang berasal dari Slovenia.
Senada dengan Didi, Direktur Teknik PT PP Infrastruktur, selaku pengembang dalam proyek ini, Tauhid Kurniawan mengatakan hampir semua komponen Metro Kapsul dibuat di dalam negeri, kecuali motor listrik dan baterai. Namun, Tauhid mengakui tidak jarang produk dalam negeri menuai persepsi negatif dari khalayak ramai. “Kita tidak membuat seperti standar kita sendiri, tetapi nanti akan diketemukan dengan standar yang ditentukan oleh regulator, dalam hal ini Kementerian Perhubungan,” Tutur Tauhid seperti yang dilansir dari laman bbc.com pada Kamis (6/4/2017). “Jadi sistemnya ini sudah meng-cover aspek safety operational. Itu sudah menjadi bagian dari teknologi yang dikembangkan,” tambahnya.
Langkah keamanan tersebut antara lain dengan memasang redundansi, yaitu setiap kapsul dilengkapi 4 unit motor listrik dan 4 rem. Dalam keadaan darurat, satu motor listrik cukup untuk membawa penumpang ke stasiun selanjutnya. Selain itu, baterai dengan kapasitas 20 kWH juga terpasang pada moda ini untuk mengantisipasi jika terjadi mati listrik. Walaupun pengoperasian moda ini diatur oleh operator, namun akan ditempatkan seorang petugas yang berperan sebagai pemandu penumpang dan pengemudi dadakan dalam situasi darurat.
Sumber: youtube.com
Untuk jalurnya sendiri, LRT Bandung Metro Kapsul tidak bergabung dengan kendaraan konfensional lainnya di Bandung, seperti kendaraan pribadi dan angkot. Metro Kapsul memiliki jalur sendiri yang dibangun di atas pilar beton. Selain itu, moda yang dapat mengangkut 50 penumpang ini juga berjalan menggunakan 8 ban karet dan desainnya memberikan fleksibilitas sehingga dapat belok dengan radius 15 meter. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kota yang memiliki banyak jalan berbelok. Pembangunan lintasan dari LRT sepanjang 6 km ini sendiri rencananya akan dibagi ke dalam 2 tahap, yaitu 3 km pertama akan menghubungkan Stasiun Bandung dan Dalem Kaum, sedangkan tahap kedua akan melanjutkan pembangunan tahap 1 hingga Tegallega dan kembali ke stasiun Bandung. Pembangunan jalur tersebut akan dibuat di atas jalan-jalan kota Bandung dengan ketinggian minimal 7 meter dan maksimal hingga 10 meter.
Kang Emil sendiri menargetkan total jarak dari proyek LRT ini adalah sekitar 40km yang menghubungkan beberapa wilayah penting di kota Bandung. ”Mungkin 40 kilometeran. Tapi suatu hari akan menghubungkan ke Jatinangor, Soreang, menghubungkan ke kereta cepat juga. Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Presiden juga, dan Presiden menyetujui teknologinya pakai yang ini,” ucap Kang Emil seperti yang dilansir dari laman kompas.com, Rabu (5/4/2017). Pria berkacamata ini juga berharap agar proses groundbreaking dari LRT Bandung Metro Kapsul ini bisa dilakukan dalam waktu dekat oleh PT PP Infrastruktur selaku pihak pengembang.
Transportasi makin hari makin canggih. Hal ini tak menutup kemungkinan untuk Anda berkreasi membuat suatu transportasi dengan teknologi tinggi yang baru dengan ultralight. Salah satunya membuat alat transportasi terbang sendiri yang bisa dikembangkan dari alat olahraga terbang yang ada saat ini.
Dilansir dari newatlas.com (2005), seorang ahli mesin bernama John Uptigrove mendesain helikopter untuk satu orang. Helikopter dengan tipe Mosquito ini bisa dibeli dengan harga US$20ribu untuk rangkanya saja. Saat mengudara helikopter ini akan seperti nyamuk. Namun bentuknya yang tidak memiliki penutup pada bodynya membuat pengendara rentan terhadap musibah yang menimpanya, tetapi untuk Anda yang menginginkan keamanan juga bisa membeli tipe XE atau XEL yang dibandrol US$23 ribu.
newatlas.com
Untuk membangun kit atau rangka helikopter ini, setidaknya dibutuhkan waktu 200-300 jam. Menurut Uprtigrove, ada helikopter lain yang mirip dengan buatannya, tetapi harga yang diberikan lebih mahal dari miliknya. Helikopter tipe Mosquito ini tidak membutuhkan biaya yang besar dalam pemeliharaan maupun saat pengoperasiannya. “Dengan menciptakan sebuah helikopter ultralight Ia menawarkan kemampuan dengan biaya yang minim dan tidak berurusan dengan hal rumit,” ujar Uptigrove.
Hingga kini helikopter Uptigrove dari Innovator Technologies telah dijual sebanyak 37 unit. Populasi “Nyamuk” ini sudah tersebar Helikopter ini terjual dua unit di Jepang, dua unit di Kanada, satu unit di Spanyol, satu unit di Perancis, satu unit di Belgia dan sisanya di Amerika Serikat. Tak hanya itu, Uptigrove juga telah membuat selusin model helikopter ini. Pembuatan helikopter hanya rangka tahun 2002 dan dan model XE tahun 2004.
The Ultralight Legal Mosquito dan Mosquito XEL hanya diperbolehkan membawa lima galon bahan bakar karena hanya mampu terbang sekitar 96 km. Sedangkan XE mampu membawa 12 galon bahan bakar dengan jangkauan 241 km.
newatlas.com
“Saya menjualnya dalam dolar AS karena itu adalah pasar utamanya. Tetapi saya tinggal di Kanada dan dolar Kanada terus meranjak naik dan membuat keuntungan saya semakin buruk. Jadi saya harus tetap menaikkan harga untuk mencocokkan,” Jelasnya.
Untuk bingkai modelnya, Uptigrove memberikan harga US$2995. Dia percaya keselamatan adalah hal terpenting dalam penerbangan dan setiap pembeli harus membuktikan kalau memiliki sertifikat pelatihan helikopter untuk setidaknya signoff atau minimal 10 jam instruksi saat pembelian terakhir dan Innovator akan memberikan diskon US$2 ribu untuk membatu membayar pelatihan Anda.
PT Angkasa Pura II (Persero), Jumat 7 April 2017 meresmikan pusat layanan pelanggan Contact Center Airport 138 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta tepatnya di gedung 628. Sebelumnya contact center 138 ini pada 2014 beroperasi di Bandung dan di Jakarta tahun 2015 lalu. Pemindahan rumah baru contact center 138 adalah keputusan AP II agar para personil atau agen contact center bisa beradaptasi dengan pelayanan di bandara khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pemindahan ini juga karena bandara Soetta merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia.
Dilansir dari Angkasapura2.co.id, Director of Airport Service & Facility AP II Ituk Herarindri mengatakan, pengoperasian Contact Center Airport 138 di kawasan bandara, agar memudahkan para agen contact center memahami proses bisnis di lapangan. Tak hanya itu dengan pemindahan ini juga turut menumbuhkan rasa memiliki bandara sehingga bisa lebih cepat dan tepat dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang di sampaikan oleh pelanggan melalui telepon.
Angkasapura2.co.id
“Bandara Internasional Soekarno-Hatta mewakili sekitar 60% lalu lintas penerbangan di Indonesia sehingga menjadi tempat yang baik untuk meningkatkan kinerja dari Contact Center Airport 138 dalam menangani pertanyaan, kebutuhan informasi, atau keluhan di seluruh bandara di bawah lingkungan AP II. Kami mengajak para calon penumpang atau penumpang pesawat udara untuk menekan no telepon 138 apabila membutuhkan asistensi atau bantuan selama di 13 bandara AP II atau hal-hal lain terkait penerbangan,” jelas Ituk Herarindri.
Contact Center Airport 138 yang berada di gedung 628 ini, pengoperasiannya dilakukan oleh 15 orang agen yang siap melayani telepon dari pelanggan selama 24 jam. AP II menargetkan kedepannya, Contact Centere Airport 138 sebagai acuan sukses bagi bandara kelas dunia yang lain untuk menyediakan layanan contact center terbaik di sektor bandar udara.
Selain melalui nomor telepon 138, Contact Center AAirport AP II bisa diakses juga melalui twitter @contactAP2, Facebook Angkasa Pura II, instagram @angkasapura2 dan email contact.center@angkasapura2.co.id.
Sebelumnya pada ajang The Best Contact Center – ICCA tingkat Nasional tahun 2016, mendapat 10 Medali dan Piala Runner Up 5, Sedangkan diajang International yaitu Contact Center World – 2016 Tingkat Asia Pacific mendapat Gold Medals & Silver Medals serta Runner Up. Ditingkat Dunia Contact Center World yang dilaksanakan di Las Vegas – 2016 mendapat Penghargaan Gold Medals Kategori