Tidak Pinjamkan Charger, Wanita Ini Ancam Pengemudi Uber

Sebagai salah satu moda darat berbasis aplikasi, Uber memang tidak mengetahui sifat penumpang yang akan menggunakan jasanya. Seperti yang terjadi di Kota New York baru-baru, dimana seorang penumpang wanita mengancam si sopir yang tidak bisa meminjamkan charger kepadanya. Kejadian ini terekam oleh kamera yang terpasang pada dashboard sebuah mobil Uber. Si wanita mengancam akan membuat laporan palsu tentang si sopir yang berusaha untuk memperkosanya. Seperti yang dilansir dari dailymail.co.uk, awal bulan ini seorang wanita yang menggunakan jasa Uber terlihat tengah memaki-maki sang driver dibarengi dengan umpatan kasar yang terlontar dari mulutnya. Dalam video berdurasi 8 menit yang tercantum di laman dailymail.co.uk ini, terlihat sang wanita tidak terima dengan perlakuan sang sopir Uber yang tidak bisa meminjamkannya charger. Sang wanita lalu mengancam akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, tentu saja berupa sebuah laporan palsu. Dalam sebuah percakapannya, wanita itu mengatakan akan memukul wajahnya dan mengaku bahwa itu dilakukan oleh sang sopir. Pengemudi berkulit hitam itupun mencoba untuk menyuruh wanita itu untuk keluar dari mobilnya, dan berhenti di sebuah stasiun kereta, namun si wanita menolak dan tiada hentinya menghujat si pengemudi. Walaupun penumpang tersebut terus mencecar dengan kata-kata kasar, tapi si pengemudi tetap sabar tanpa membalas umpatan wanita tersebut dengan satu patah kata kasarpun. Tidak ada kata-kata lain yang terlontar dari mulut si wanita selain akan melaporkan si pengemudi ke polisi.
Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk
Satu waktu, si pengemudi yang sudah mulai gerah dengan cacian di penumpang berkata, “Kalau Anda tidak punya charger, mintalah secara sopan, maka saya akan menjawabnya secara sopan pula,” ujarnya kepada sang wanita. “Maaf, saya tidak memiliki charger,” tambah si pengemudi. Mendengar pernyataan tersebut, si penumpang terus saja mengancam akan membuat laporan pemerkosaan palsu dan melaporkannya ke polisi. “Kamu akan dipenjara. Saya akan laporkan polisi sekarang juga, akan saya beritahu mereka bahwa Anda telah menahan apa yang saya kehendaki,” timbal wanita  berkulit sawo matang itu. Pengemudi yang diketahui sudah 2 tahun bekerja untuk Uber ini terus berkata agar wanita ini untuk turun dari mobil yang ia kendarai dn mencoba untuk meminjamkan smartphonenya agar si wanita dapat meminta pacaranya untuk menjemputnya. Namun tindakan itu tetap tidak membuahkan hasil. Setelah kurang lebih 8 menit penuh cacian, akhirnya si wanita turun dari mobil sembari terus mengumpat menggunakan bahasa campuran Inggris dan Spanyol. Juru bicara Uber langsung mengkonfirmasi terkait beredarnya video ini. “Tindakan ini benar-benar kasar dan tidak dapat diterima,” tuturnya kepada Dailymail.co.uk, Kamis (6/4/2017) waktu setempat. “Berdasarkan pedoman kami, di sini sudah sangat jelas, tidak ada toleransi terhadap siapapun yang menggunakan Uber. Akun pengguna tersebut sudah di blokir dan kami tengah memperdalam kejadian ini,” tambahnya. Terkait kejadian ini, Uber dan pesaingnya, Lyft, sebelumnya telah menghimbau kepada para pengemudinya untuk tetap menerapkan keselamatan dalam berkendara tapi tidak memeriksa para pengemudi tersebut layaknya yang diterapkan oleh layanan taksi berlisensi. Maka, kedua perusahaan ini ke depannya sepakat untuk membuat peraturan baru dimana setiap pengemudi harus bersih dari catatan pelanggar seks. Ini bertujuan agar penumpang tidak perlu resah ketika menaiki Uber maupun Lyft.

Serba Kecil dan Fasilitas Standar, Inilah Bandara-Bandara Terkecil di Dunia

Sebagai salah satu gerbang masuknya pelancong dari berbagai Negara di dunia, bandara seolah menjadi miniatur Negara yang bersangkutan. Tidak bisa dipungkiri, banyak Negara yang memperindah bandaranya agar menarik hati para pendatang. Kelengkapan di dalam sebuah bandara pun bisa dijadikan sebuah tolak ukur apakah bandara tersebut dapat memanjakan para tamu yang datang atau tidak, contohnya seperti banyaknya pilihan makanan yang tersedia, hingga tempat belanja yang menyediakan pernak-pernik dan buah tangan khas Negara tersebut. Ternyata, dibalik semua kemegahan bandara yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa bandara di belahan dunia yang jauh dari gambaran tersebut, mulai dari ukurannya yang relatif kecil hingga fasilitas penunjang yang tersedia di dalamnya. Berdasarkan data yang dihimpun dari beberapa laman, salah satunya adalah opodo.co.uk, rekor bandara terkecil yang ada di dunia dipegang oleh Saba Airport. Bandara yang memiliki nama resmi Juancho E. Yrausquin ini terletak di pulau Saba, Belanda Karibia dioperasikan oleh Winair, sebuah maskapai milik pemerintah yang bermarkas di Sint Marteen.
soaraviation.com.au
soaraviation.com.au
Selain predikatnya sebagai bandara terkecil di dunia, bandara Juancho E. Yrausquin ini juga merupakan bandara dengan runway terpendek di dunia, yaitu hanya 400 meter. Ada lagi keunikan dari bandara ini, yaitu ujung dari runway bandara ini berupa tebing yang langsung bersinggungan dengan Samudera Atlantik. Bila dilihat dari peta, lokasi bandara ini terletak tidak begitu jauh dengan Segitiga Bermuda, sebuah tempat yang terkenal dengan medan magnetnya yang amat kuat. Dikarenakan landas pacunya berukuran kecil, jadi pesawat jenis jet tidak dapat mendarat di sini, hanyalah pesawat kecil berkapasitas sedikit dengan jenis DHC-6, BN-2, dan helikopter, seperti maskapai Twin Otter dan BN-2 Islander yang biasa mendarat di bandara Juancho E. Yrausquin. Fisik bangunan dari bandara ini juga terbilang cukup minimalis, semua perangkat yang berhubungan dengan penerbangan di sini bisa Anda temui di dalam gedung yang tampak seperti rumah ini.
Sumber: mapio.net
Sumber: mapio.net
Anda tidak akan menemukan hingar bingar yang biasa dijumpai di bandara, hanyalah suara tiupan angin laut dan desir ombak yang akan menemani di sini, berhubungan lokasi bandara yang dikelilingi oleh laut. Untuk sampai ke bandara, Anda akan melewati sebuah jalan kecil dan berkelok menuruni bukit dengan pemandangan yang amat menakjubkan. Anda dapat melihat hamparan Samudera Atlantik dengan beberapa buah bukit sebagai unsur tambahannya. Bandara ini pertama kali dibangun oleh Remy de Haenen pada tahun 1946. De Haenen yang juga dikenal sebagai orang yang memperkenalkan Dewan Perekonomian di Saba melakukan observasi melalui udara di sekitaran lokasi bandara dan selang beberapa minggu, setelah melakukan beberapa pertimbangan, lahan kosong yang dinilai cocok untuk dijadikan landas pacu pun dibersihkan dan ditinggikan. Sebagai orang yang memprakarsai pembuatan bandara, De Haenen lantas melakukan uji coba dengan melakukan pendaratan pertama pada 9 Februari 1959. Pada tahun 1998, bandara Juancho E. Yrausquin pernah dibuat luluh lantak akibat sapuan dari  badai Georges, dan mengalami pembaharuan. 4 tahun berselang, sebuah gedung baru selesai dibangun dan didedikasikan pada De Haenen. Hingga kini, bandara tersebut masih aktif melayani penerbangan dari dan menuju bandara Juancho E. Yrausquin. Salah satu rute penerbangan dari sini adalah menuju Sint Marteen yang hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai di tujuan.

Ditargetkan Rampung di 2018, Presiden Jokowi Lakukan Ground Breaking Kereta Bandara di Solo

Setelah sebelumnya pada Januari 2017 melakukan ground breaking untuk pembangunan fasilitas airport railway di Bandara Internasional Kulon Progo atau New Yogyakarta International Airport (NYIA), Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini (8/4/2017) di Solo melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan jalur kereta api bandara yang akan menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo dan Stasiun Balapan Solo. Dengan nilai investasi hingga Rp1 triliun, proyek pembangunan jalur kereta bandara ketiga di Pulau Jawa ini direncanakan dapat selesai pada tahun 2018. Dalam perencanaan, jalur kereta bandara ini akan dibangun sepanjang 13,5 kilometer (km), persisnya jalur akan dibagi dua. 3,5 km pertama adalah merupakan jalur existing (Solo-Gundih). Sementara jalur kedua sepanjang 10 km adalah jalur baru. Jalur existing tak lain menggunakan fasilitas jalur yang saat ini dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Karena merupakan proyek lintas sektor, airport railway di Solo ini melibatkan tiga BUMN, yakni PT KAI, PT Angkasa Pura I dan PT Pembangunan Perumahan. Tiga perusahaan tersebut akan membuat sebuah konsorsium untuk melaksanakan proyek itu. Sementara untuk wahana keretanya nanti akan dipasok manufaktur kereta dalam negeri, PT INKA. Dikutip dari tempo.co (8/4/2017), Presiden Jokowi menjelaskan pentingnya kereta bandara yang kini tengah dibangun di beberapa kota. Fasilitas kereta bandara dianggap mampu mengintegrasikan sejumlah moda transportasi. Bahkan, hampir semua negara maju menggunakan fasilitas tersebut. Pengguna jasa bandara dianggap akan memiliki keleluasaan untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus, kereta, maupun taksi. “Negara-negara tetangga sudah meninggalkan kita. Singapura, Malaysia jauh meninggalkan kita. Bahkan Vietnam juga meninggalkan kita. Kita harus mengejar ketertinggalan. Kita butuh daya saing dan efisiensi di segala bidang, termasuk efisiensi di bidang transportasi,” jelas Jokowi. ‎ Dalam acara ground breaking tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Danang S. Baskoro.

Tunggu Investor, Kendaraan Berbentuk UFO Siap Mengudara

Penggunaan drone sebagai salah satu moda angkutan dewasa ini menjadi topik pembicaraan serius di berbagai Negara di seluruh dunia. Selain diusung-usung sebagai moda transportasi masa depan, keberadaan drone ini juga sudah mulai diuji coba di beberapa Negara, membuktikan bahwa pemerintah Negara yang bersangkutan serius dalam pengadaan salah satu sarana transportasi futuristiknya tersebut. Tidak hanya diperuntukkan sebagai pengangkut penumpang, seperti halnya di Swiss, drone ini juga digunakan untuk mengantarkan hasil sampel laboratorium dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Namun, dari sekian banyak Negara yang mengadopsi drone sebagai moda angkutan, IFO (Identified Flying Objects) menarik perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, drone yang nantinya akan digunakan untuk membawa penumpang itu berbentuk layaknya sebuah UFO (Unidentified Flying Objects). Adalah Pierpaolo Lazzarini, seorang berkebangsaan Italia yang merancang drone ini. Pria yang bekerja untuk Jet Capsule ini merancang sedemikian rupa sehingga keselamatan penumpang yang menaikinya dapat diutamakan.
Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk
Drone ini memiliki 8 baling-baling berdaya listrik yang mengitari kabin penumpang dan dapat melaju dengan kecepatan maksimum hingga 193 km per jam. Selain itu, IFO juga dapat terbang dengan ketinggian rata-rata dari sebuah helikopter. Ukuran drone berkapasitas 2 orang ini terbilang cukup besar, yaitu memiliki tinggi sekitar 3 meter dan diameter kokpit sekitar 2 meter. Layaknya gambaran sebuah UFO yang biasa Anda lihat di film-film, bagian kokpit dari drone ini sungguh futuristik dengan 2 buah tuas kemudi lengkap dengan 2 buah layar kemudi di depan tuas tersebut. Juga terdapat 2 buah bangku kemudi yang menghiasi bagian dalam dari drone tersebut.
Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk
Ketika mendarat, 6 kaki-kaki kokoh menopang badan drone dan bagian kokpit akan turun menggunkan mesin elevator sehingga penumpng tidak perlu kesusahan untuk menaiki atau turun kendaraan masa depan ini. Selain menggunakan elevator, penumpang juga dapat menggunakan sebuah tangga canggih yang terpisah dengan badan drone. Tangga tersebut akan mengeluarkan sebuah jalur khusus yang menghubungkan dengan kokpit, lalu pintu kokpit akan terbuka dan penumpang bisa turun melalui tangga itu. Fungsi dari jalur khusus tersebut adalah mencegah sayap drone patah karena diinjak oleh penumpang saat turun.
Sumber: dailymail.co.uk
Sumber: dailymail.co.uk
Dalam keadaan darurat, drone yang memiliki kapasitas baterai cadangan pada bagian kokpitnya ini secara otomatis akan melepaskan bagian baling-baling dan mengeluarkan parasut. IFO dapat menempuh perjalanan hingga sekitar 70 menit dan harus kembali diisi ulang ketika daya sudah habis. Berdasarkan pada data yang dihimpun dari dailymail.co.uk, Lazzarini mengaku tidak terlalu banyak merubah setelan dari drone tersebut. “Drone ini dikendalikan dari dalam (kokpit) sehingga dapat mencapai ketinggian yang sama dengan sebuah helikopter,” tuturnya kepada dailymail.co.uk, Senin (27/3/2017). “Saat ini saya tengah mencari investor untuk mewujudkannya. Teknologi ini akan segera dipasarkan,” tambahnya pada kesempatan yang sama. Hingga berita ini diturunkan, belum ada waktu pasti kapan drone dapat mulai mengudara.

Atapers, Para Penantang Maut dari Atas Gerbong

Naik di atas atap kereta menjadi sebuah cerita panjang di Indonesia. Padahal duduk di atap kereta sengat membahayakan keselamatan, risikonya fatal, pasalnya maut dengan mudah melepas nyawa dari raga bila berbuat kesalahan sedikit. Di Indonesia, para penumpang nekad ini disebut sebagai atapers, artinya penumpang yang naik kereta api atau kereta listrik dan berada di atap gerbongnya. Istilah ini sendiri sebenarnya hadir dan populer pada era 90-an hingga 2000-an ketika KRL (Kereta Rel Listrik) saat ini masih berstatus kereta ekonomi yang di kelola Divisi Angkutan Perkotaan Jabodetabek. Munculnya istilah atapers karena penumpang ingin naik kereta tanpa tiket alias gratis, tidak ada moda transportasi lain dan KRL penuh pada jam berangkat-pulang kerja, sekolah ataupun kuliah. Tidak sulit untuk melihat aksi nekad atapers, umumnya pada pagi dan sore hari, KRL Jabodetabek lumrah dipadati atapers. Panasnya kondisi di dalam gerbong, dan desak berdesakannnya penumpang pada jam sibuk menjadi motif dari aksi atapers.
SkyscraperCity
SkyscraperCity
Perilaku atapers ini sontak menuai kecaman dan menimbulkan bahaya yang besar bagi para atapers seperti jatuh dan tersetrum aliran listrik atas. Di tahap-tahap awal, PT Kereta Api Indonesia telah memasang bola-bola beton dengan berat 3 kg, alat sapu-sapu atap, alat penyemprot cat hingga anjing pelacak. Bahkan PT KAI sampai sempat mendatangkan Ustad untuk menasehati atapers. Namun masih saja banyak atapers yang naik di atap gerbong dan melempari alat-alat yang dipasang sehingga tidak berfungsi. Dikutip KabarPenumpang.com dari buku “The Untold Story of E-Ticketing – Kisah Di Balik Modernisasi KRL Jabodetabek,” disebutkan para atapers justru takut setelah pihak kemananan stasiun melibatkan pasukan Marinir dan Brimob sebagai tenaga bantuan pengamanan. Pada 28 Februari 2013, atapers sempat bentrok dengan Polisi dan petugas kereta hingga dari pihak petugas ada yang terluka. Sebenarnya, alasan yang mendasari bentrok adalah saat PT KCJ yang dibentuk KAI untuk mengoperasikan KRL membuat peraturan yang menegaskan jika masih ada penumpang yang naik di atap gerbong kereta, termasuk bergelantungan di pintu, lokomotif, masuk kabin masinis dan mengganjal pintu otomatis kereta, maka kereta tidak akan dijalankan. Beruntungnya setelah kejadian bentrok tersebut, tidak ada lagi atapers di KRL Jabodetabek maupun KRD (Kereta Rel Diesel), kereta jarak jauh dan lokal. Dengan adanya atapers membuat nama transportasi Indonesia menjadi tak baik di mata dunia. Kemudian, 25 Juli 2013, PT Kereta Commuter Jabodetabek resmi menghapus seluruh KRL ekonomi non AC dan menggantikan dengan kereta listrik yang saat ini di sebut CommuterLine. Trend atapers juga langsung memudar setelah PT KAI dan PT KCJ menetapkan sterilisasi pada stasiun, sterilisasi menjadi bagian dari implementasi e-ticketing PT KAI yang telah menuai sukses. 447456-kereta-india- Ternyata, tak hanya Indonesia yang memiliki atapers. India dan Bangladesh, dua negara yang berada di Asia Selatan ini memiliki atapers setia. Namun, setelah adanya kereta buatan PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) diharapkan tidak ada lagi atapers di kereta Bangladesh. Sayangnya saat diikutip dari detik.com, ada permintaan agar konstruksi kereta tahan untuk dinaiki para atapers dan permintaan ini sesuai dokumen tender. Bangladesh sebenarnya lebih mengutamakan kekokohan karena penumpang bisa naik dimana saja. Hingga kini, India pun masih punya atapers setia, baik perjalanan kereta dalam kota maupun luar kotanya. Selain itu, beberapa negara Afrika Selatan juga memiliki atapers yang memenuhi kereta dengan paenumpangnya.

BUMN Angkat Komisaris Baru PT Angkasa Pura I

Petinggi PT Angkasa Pura I (Persero) resmi berganti pada 4 April 2017, pemberhentian dan pengangkatan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK/-65/MBU/4/2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Dewan Komisaris PT Angkasa Pura I. Saat ini Komisaris Utama Airport adalah Andi Widjajanto menggantikan Andrinof Chaniago yang ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia sejak 15 Maret 2017 lalu. Tak hanya itu Agus Santoso yang sempat menjadi Komisaris Angkasa Pura Airports diberhentikan dengan hormat karena di angkat menjadi Dirjen Pehubungan Udara Kemenhub sejak 24 Februari 2017 dan digantikan oleh Suprasetyo yang sebelumnya menjabat Dirjen Perhubungan Udara. “Kami berterima kasih sebesar-besar kepada Bapak Andrinof Chaniago dan Bapak Agus Santoso atas sumbangsihnya dalam membina dan mengarahkan manajemen Angkasa Pura I untuk menjalankan operasional bisnisnya. Selamat datang kepada Bapak Andi Widjajanto sebagai Komisaris Utama dan Bapak Suprasetyo. Kami percaya hadirnya dua komisaris baru ini akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan yang tengah melakukan percepatan pembangunan bandara baru dan infrastruktur pendukung di dalamnya,” ujar Corporate Secretary Angkasa Pura Airports yang dilansir dari Ap1.co.id. Sebelumnya Andi Widjajanto sudah terkenal oleh publik sebagai Sekretaris Kabinet Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sejak 3 November 2014-15 Agustus 2015. Diketahui Andi memiliki latar belakang pendidikan tinggi yang beragam, bermula dari FISIP jurusan Hubungan Internasional UI dan lulus tahun 1996, kemudian mendapat gelar Sarjana School of Oriental dan African Studies University of London. Andi mendapatkan gelar Master of Sciences dari London School of Economics sekaligus juga mendapat gelar Master of Sciences dari Industrial Collage of Armed Forces, Washington DC, Amerika Serikat tahun 2003. Sedangkan Suprasetyo awalnya sebagai Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub dan menjabat sejak 12 Januari 2015. Sebelum menjadi Dirjen, Ia diketahui memiliki karir yang cukup panjang di Kemenhub sebagai Kasubdit Pengamanan Pelayanan Darurat tahun 2002, Atase Perhubungan KBRI di washington tahun 2007, Kasubdit Kendali Mutu Keamanan Penerbangan tahun 2011, Kasubdit Pelayanan Darurat Direktorat Keamanan Penerbangan tahun 2012, Kepala Bandara kelas Utama Hang Nadim, Batam tahun 2013 dan menjadi Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Kelas Utama Soekarno-Hatta tahun 2014. Berikut susunan Komisari baru PT Angkasa Pura I (Persero) per 4 April 2017: Komisaris Utama : Andi Widjajanto Komisaris Independen : Boy Syahril Qamar Komisaris : Selby Nugraha Rahman Komisaris : Dwi Ary Purnomo Komisaris : Anandy Wati Komisaris : Suprasetyo

Seabreg Tantangan Implementasi E-Ticketing Pada Transportasi Massal

Keberadaan tiket elektronik atau e-ticketing bukanlah hal baru lagi di dunia teknologi saat ini. Hampir semua moda transportasi massal seperti kereta, Transjakarta dan kapal ferry menggunakan tiket elektronik sebagai alat pembayarannya. Tiket elektronik ini menggantikan pembayaran yang tadinya dengan uang tunai menjadi dalam sebuah bentuk kartu yang berisikan nominal pembiayaan saat menggunakan transportasi massal. Memulai pembayaran dengan tiket elektronik bukanlah hal yang mudah. Karena banyak tantangan yang perlu dihadapi oleh perusahaan pengelola moda transportasi. Tantangan terbesar adalah mensosialisasikan masyarakat pada penggunaan tiket elektronik ini. Apalagi, masih banyak masyarakat Indonesia khususnya Jakarta yang masih tabu dengan dunia elektronik. Seperti halnya di pelabuhan baik Merak ataupun Bakauheni yang di kelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry, saat ini sudah menggunakan tiket elektronik untuk masuk ke dalam kapal ferry baik penumpang biasa maupun pengguna kendaraan umum dan angkutan lainnya. Sayangnya tiket elektronik yang digunakan PT ASDP berbeda dengan milik CommuterLine atau TransJakarta. Untuk PT ASDP kartu yang digunakan untuk masuk ke kapal dan dikembalikan ke petugas sesaat sebelum masuk ke kapal.
www.taptopay.com
www.taptopay.com
Tantangan yang dihadapi PT ASDP Indonesia Ferry pun hampir sama dengan PT KCJ ataupun TransJakarta untuk membentuk masyarakat tradisional menjadi masyarakat teknologi salah satunya lewat penggunaan tiket elektronik. Selain pembentukan karakter masyarakat dengan sosialisasi dan edukasi serta biaya pengembangan yang relatif mahal, tantangan lainnya adalah bentuk tiket yang belum optimal dan belum adanya standarisasi tiket elektronik yang sah. Ada satu hal lain yang paling tragis yakni hilangnya tiket elektronik tersebut dan belum jelas denda yang akan dikenakan. Banyaknya oknum yang bermain dengan tiket elektronik ini dengan menyalahkan sistem bila tiket tidak bisa di gunakan atau masalah lainnya menjadi satu tantangan lain yang harus diatasi. Padahal dengan adanya tiket elektronik, masyarakat dimudahkan tanpa harus memberikan uang tunai lagi saat akan menggunakan moda transportasi massal tersebut. Salah satu yang sudah sukses menggunakan tiket elektronik pada moda transaportasi massal adalah kereta listrik (KRL) atau CommuterLine yang dikelola PT KCJ. pada penggunaan tiket elektronik pada KRL ini dibagi menjadi dua macam yakni tiket harian berlangganan atau tiket berlangganan seperti e-money atau kartu lainnya sesuai bank yang bekerjasama dengan PT KCJ. Biasanya kartu tiket harian berlangganan hanya digunakan untuk sekali jalan atau PP. Tiket elektronik harian berlangganan milik KRL sudah di isi sesuai nominal tujuan akhir kereta atau saat mengisi pada mesin penjualan tiket Anda mengambil rute PP, sehingga bisa digunakan kembali menuju stasiun awal. Contohnya seperti Anda yang akan naik kereta tujuan Stasiun Bogor dari Stasiun Kota PP biasanya akan dikenakan pertiketnya Rp15 ribu dengan rincian, ongkos Rp5 ribu dan uang jaminan kartu Rp10 ribu. Sehingga bila PP, Anda akan membayar pada mesin tiket Rp20 ribu. Pada tiket elektronik milik KRL, uang kartu jaminan Rp10 ribu bisa Anda ambil kembali. Sedangkan dengan tiket berlangganan seperti e-money, sekali tap ke gate Anda sesuka hati turun dimana dan setelah sampai di stasiun tujuan baru terpotong ongkos sesuai tujuan Anda. Tak hanya KRL saja yang sukses dalam penggunaan tiket elektronik, TransJakarta juga bisa dikatakan cukup sukses mengembangkan pembayaran dengan tiket elektronik. Hanya saja cara penggunaannya berbeda dengan CommuterLine. Pemotongan biaya TransJakarta hampir sama dengan milik PT ASDP di kapal ferry, ongkos akan di potong dari awal Anda naik. Tetapi untuk TransJakarta, tiket tersebut digunakan untuk pintu keluar sama dengan CommuterLine, sedangkan untuk kapal ferry, tiket tidak digunakan saat keluar hanya masuk saja.

Mengenal Chip Memori di Dalam Tiket Elektronik

Teknologi dunia semakin hari semakin berkembang, tak ayal dengan tiket yang digunakan pada transportasi massal pun berubah dari kertas menjadi elektronik. Beberapa moda transportasi yang menggunakan tiket elektronik seperti kereta listrik, kereta api jarak jauh, TransJakarta, pesawat hingga kapal ferry. Sebagian besar tiket elektronik ini hanya berisi nominal uang untuk tarif yang akan dikenakan pada setiap perjalanan saat menggunakan transportasi massal. Seperti tiket elektronik milik KRL dan TransJakarta, hanya bentuk seperti kartu ATM biasa dan isinya berupa nominal sejumlah uang yang akan digunakan. Sedangkan tiket elektronik di pesawat pastinya berbeda dengan yang lainnya. Tiket elektronik pesawat berisikan data penumpang, nama maskapai, nomor pesawat, waktu keberangkatan dan tiba pesawat, serta kode booking serta barcode yang bisa di scan saat berada di bandara. Sama halnya dengan pesawat, kereta api yang juga mengeluarkan tiket elektronik yang berisi hampir sama. IMG-20170406-WA0020Saat ini PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan Merak dan Bakauheni juga mengeluarkan versi baru dari tiket elektronik. Dulu, tiket yang digunakan sama dengan milik KRL ataupun TransJakarta yang berisi nominal sejumlah uang untuk tarif saja. Untuk tiket baru, ASDP menambahkan sebuah chip berlisensi pada kartunya yang tidak terlihat karena sudah di tanam dalam kartu tersebut. Dari pantauan KabarPenumpang.com, chip tersebut berguna untuk menyimpan data penumpang seperti nama, usia, jenis kelamin, alamat dan data pribadi lainnya. Sedangkan untuk kendaraan baik untuk penumpang maupun kendaraan barang chip yang ada di kartu tersebut berguna untuk menyimpan foto kendaraan, kartu pengenal seperti KTP ataupun SIM. Kartu ini juga digunakan untuk menyipan manifestasi yakni tarif sekali jalan untuk penumpang atau kendaraan. Tak hanya berguna untuk menyimpan data, chip pada kartu ini juga tidak akan membuat kartu ganda sehingga tidak akan ada lagi kecurangan yang akan dilakukan oleh para oknum. Nantinya, setiap kembali ke loket pembelian kartu seakan-akan seperti baru lagi. Padahal bila di ricek di kantor, Anda bisa melihat sudah berapa banyak kartu tersebut digunakan oleh penumpang. Sebab sebenarnya data tersebut tidak hilang melainkan tersimpan di data base chip tersebut. Diketahui, chip dalam kartu ini mampu menyimpan data baik penumpang atau kendaraan kurang lebih 300 dan akan kembali menghilangkan data pertama bila sudah full 300 data. Sehingga secara otomatis data pertama akan hilang bila kartu sudah berisi 301 data, dan akan berlanjut seperti itu setiap lebih dari batas maksimal data yang tersimpan dalam chip kartu tersebut.

E-Ticket, Antara Mempermudah Atau Memperkeruh

Dewasa ini, semua bentuk pembayaran sudah mulai berevolusi menggunakan kartu, termasuk untuk membayar sebuah jasa transportasi. Sebut saja KRL, dan TransJakarta sudah mulai mengadopsi sistem pembayaran bersifat modern tersebut. Cukup dengan mengisi saldo pada kartu Anda di outlet-outlet penjualan, maka secara otomatis saldo tersebut akan bertambah sesuai dengan jumlah yang Anda beli. Sistem seperti ini tentu saja dapat meredam antrian pada moda-moda transportasi dan akan lebih efisien ketimbang menggunakan sistem loket. Tapi, bukan berarti dengan menggunakan program e-ticketing bebas dari yang namanya masalah, baik internal maupun eksternal. Permasalahan internal yang sering dijumpai dalam sistem e-ticketing adalah kesalahan pada data yang disebabkan oleh sistem komputer, namun permasalahan tersebut bukanlah menjadi suatu perkara serius karena dapat diselesaikan dengan cara menghubungi operator. Namun, permasalahan eksternal ini yang dapat memberikan kerugian, bukan hanya pada calon penumpang, tapi juga pada penyedia jasa transportasi tersebut. Tersedianya layanan e-ticketing memang tidak selalu berjalan mulus, contohnya PT KAI yang memberlakukan sistem ini terhadap salah satu transportasi andalannya di ibu kota, KRL. Membludaknya penumpang kala rush hour memang memberikan imbas sendiri terhadap sistem yang diterapkan oleh PT KAI pada tahun 2013 ini. Banyaknya penumpang yang antri di depan gate in membuat perjalanan penumpang sedikit terhambat. Ditambah lagi dengan banyaknya orang yang nyelonong, menjadi suasana di depan gate in semakin runyam. Belum lagi ada oknum yang mekalukan dorongan dari belakang hingga mengakibatkan palang besi gate in patah, dan ketidaksabaran penumpang yang terlambat dengan men-tap 2 kartu secara bersamaan dengan penumpang lainnya akan membuat mesin gate in error sehingga berdampak pada antrean yang semakin mengular. Lain halnya dengan PT ASDP Indonesia Ferry, dalam melayani penyebrangan Merak – Bakauheni, ASDP juga kerap kali mendapati oknum-oknum yang berusaha untuk bermain curang dengan sistem e-ticketing yang berlaku. Menurut data yang diperoleh dari salah satu mitra ASDP di lapangan, Ia menemukan beberapa kecurangan yang akhirnya berdampak pada masalah di kedua elemen, baik penumpang maupun pihak penyedia jasa itu sendiri. Masalah yang paling sering muncul adalah sistem tiket berputar. Sistem ini merupakan kecurangan yang dilakukan oleh oknum kru kapal ini marak dipraktikkan dalam kurun waktu 3 tahun ke belakang. Tiket resmi berupa kartu yang dibeli di loket berisikan data penumpang yang diambil dari kartu identitasnya. Tiket berupa kartu tersebut lalu mesti disetorkan calon penumpang kepada kru kapal yang nantinya akan memvalidasi tiket tersebut dengan cara memasukkan tiket ke dalam sebuah mesin yang biasa disebut dispenser. Namun, praktik kecurangan bermula ketika kru kapal tidak memvalidasi kartu tersebut, tapi malah menjualnya kembali kepada calon penumpang lain. Dengan kecurangan seperti ini, tentu saja penyebrangan dari Merak menuju Bakauheni menjadi tidak aman bagi keselamatan, bagaimana tidak, dengan adanya praktik ini, kapal ferry menjadi overload dan memungkinkan terjadinya kecelakaan. Sementara masalah pada sistem e-ticketing di TransJakarta sedikit berbeda dengan kedua kasus di atas. Masalah tersebut muncul ketika mengisi ulang kartu atau top up, ada beberapa kasus penumpang yang mengeluhkan hal tersebut dan diminta untuk membeli kartu baru oleh petugas di lapangan. Selain itu, pemberlakuan sistem e-ticketing di TransJakarta sejak tahun 2014 silam memberikan sedikit masalah bagi pendatang yang tidak memiliki tiket elektronik tersebut. Penumpang TransJakarta yang tidak memiliki e-ticket diwajibkan untuk membelinya terlebih dahulu di halte seharga Rp40.000 dengan saldo Rp20.000. Hal ini menjadi pertimbangan para pelancong yang datang ke ibu kota dalam waktu yang sebentar, niat menggunakan TransJakarta yang relatif murah terpaksa bayar mahal untuk membeli e-ticket, atau bahkan lebih memilih untuk mengunakan moda lain.

Dielukan dan Selalu Dicari, Inilah Serba Serbi Low Cost Carrier

Penerbangan bertarif rendah atau Low Cost Carrier (LCC) ini juga disebut sebagai Budget Airlines atau no frills flight atau Discounter Carrier. LCC merupakan maskapai penerbangan yang memberikan tarif rendah dan menghapus beberapa layanan penumpang yang biasa. Pada penerbangan LCC biasanya airlines akan menghilangkan penyediaan catering, koran atau majalah, hiburan dalam penerbangan dan hal-hal lainnya. Walaupun pelayanan yang diberikan minimal, tetapi keamanan dan keselamatan penumpang dalam penerbangan sampai ke tujuan tetap terjaga. Awalnya konsep ini diperkenalkan oleh Amerika Serikat tepatnya dirintis oleh maskapai Southwest yang didirikan Rollin King, Lamar Muse dan Herber Kelleher tahun 1967. Dilansir dari Wikipedia, adanya fenomena LCC dari Southwest menjadi sebuah kajian bisnis penerbangan yang sangat menarik di bahas di universitas Harvard dan berbagai sekolah bisnis diseluruh belahan dunia. Ini karena ada efisiensi yang dilakukan mulai dari harga murah, teknologi, struktur biaya, rute hingga berbagai peralatan operasional yang digunakan.
Apex.aero
Apex.aero
Kemudian keberhasilaan dari Southwest banyak ditiru beberapa maskapai lainnya yang berdiri tahun 1990 yakni Vanguard, America West, Kiwi Air dan Ryanair. Pada awal 1990-an konsep ini juga menyebar ke Eropa dan seluruh dunia.  Tahun 2000, langkah LCC diadopsi oleh Air Asia yang bermarkas di Malaysia, Virgin Blue di Australia dan Lion serta Wings Air di Indonesia. Sedangkan Arab Saudi dan Meksiko baru menerapkan LCC tahun 2006. Sebenarnya dengan maskapai bertarif rendah justru menjadi ancamaan berat bagi maskapai tanpa LCC atau memiliki layanan penuh. Hal ini menjadikan maskapai dengan layanan penuh mencegah untuk bersaing pada harga yang menjadi faktor penting di antara konsumen saat memilih maskapai. Ketika itu industri penerbangan dikejutkan dengan terorisme, perang dan SARS pada 2001 hingga 2003 sejak adanya LCC, sehingga maskpai besar mengalami penurunan yang drastis pada layanannya dibandingkan dengan maskapai dengan LCC justru mendapat keuntungan. Keuntungan paling terlihat dengan adanya LCC adalah wisatawan dengan budget yang minim bisa berpergian dengan nyaman dengan harga yang terjangkau. Sayangnya, model tarif rendah ini justru menjadi kritikan oleh pemerintah dan regulator, salah satunya di Inggris yang menjadi masalah dengan tarif rendah. Sebab adanya biaya tambahan yang tidak mengikat pada maskapai bertarif rendah lainnya seperti pembayaran pajak bandara dan pajak lainnya yang dipisah sebagai bagian dari harga iklan untuk terlihat lebih rendah tetapi menjadi aksi pemaksaan. Ada beberapa ciri maskapai dengan LCC yang dikutip dari kompasiana.com : 1. Menghilangkan kelas premium dan bisnis 2. Memperluas ruangan untuk penumpang sehingga maskapai pesawat bisa menampung lebih banyak penumpang 3. Pesawat yang digunakan adalah pesawat baru yang dianggap lebih hemat untuk urusan konsumsi avtur (bahan bakar pesawat) 4. Penumpang tidak mendapatkan minuman ataupun makanan (tetapi ada beberapa yang memberikan snack dan minuman) 5. Tidak ada nomor kursi 6. Waktu terbang saat dini hari atau tengah malam 7. Rute yang ditempuh sitem PP 8. Kru pesawat punya tugas ganda Untuk Indonesia, hingga kini masih banyak yang belum menerapkan pola bisnis LCC dengan jelas. Seperti Lion dan Wings Air, dianggap harga yang diberikan masih di atas rata-rata maskapai LCC pada umumnya. Lion Air grup ini dianggap oleh para analis keuangan masih menyatakan biaya per available seat mil masih berada diatas ambang standar operating biaya dari suatu biaya terendah sejati. Memang, struktur harganya sudah sesuai dengan konsep LCC, tetapi mungkin akan lebih tepat disebut dengan Low Far Carrier (LFC), karena hanya menawarkan harga murah dan belum mendukung prinsip LCC secara jelas.
Tiket Sriwijaya Air
Tiket Sriwijaya Air
Dengan konsep LFC yang ada di Indonesia, juga menguntungkan para konsumen, sebab transportasi udara dengan biaya murah dan cepat. Hal ini bisa dilihat dengan harga yang cukup berbeda jauh terkadang harga kereta dengan bus hampir sama atau lebih murah, misalnya Rp250 ribu sekali jalan menuju Jawa Tengah dengan menggunakan moda transportasi darat dengan waktu tempuh hampir 10 jam, tetapi dengan pesawat terbang harga bisa saja hanya Rp120 ribu hanya memakan waktu selama 1,5 jam. Fenomena ini membuat slogan Lion Air “Make People Can Fly” menyadarkan masyarakat sekarang ini bahwa semua orang bisa terbang dengan harga terjangkau. Namun, dengan perkembangan saat ini, bisnis perbangan dengan strategi LCC atau LFC menghadapi tantangan berat dimana harga avtur terus meningkat dan menjadi komponen biaya paling besar dibanding maintenance pesawat lainnya. Sehingga otomatis membuat biaya operasi pesawat semakin meningkat dan maskapai menaikkan tarif. Nantinya, dengan konsep LCC, diharpakan maskapai mampu membuat penghematan akan konsumsi avtur, mengingat para penumpang Indonesia saat ini sangat sensitif terhadap harga dan cenderung memilih maskpai yang menawarkan harga murah dan masih mendapatkan keuntungan dari bisnis ini. Berharap di masa depan, maskpai dengan bisnis LCC kemungkinan lebih mampu bertahan dibanding dengan maskapai pola layanan tradisonal.