Inilah 11 Anggapan yang Keliru Seputar Makanan di Pesawat

(insider.com)

Makanan pesawat baik kelas bisnis maupun kelas satu tidak selalu dijamin enak. Anda bisa mengingat bahwa semua makanan itu dipersiapkan jauh-jauh hari yang kemudian dipanaskan kembali sebelum lepas landas atau ketka dalam penerbangan.

Baca juga: Era 40 dan 50-an, Jadi Masa Keemasan Sajian Makanan di Kabin Pesawat

Tapi, sebagai penumpang, Anda tidak mungkin melewatkan makanan apalagi bila penerbangan yang dilalui dengan waktu tempuh lama dan jarak yang jauh. Nah, KabarPenumpang.com merangkum laman insider.com, ada sebelas kesalahan yang bisa saja Anda lakukan dengan makanan pesawat dan bisa merusak mood selama perjalanan. Berikut hal-hal yang bisa merusak makanan dalam penerbangan.

(insider.com)

#Menambahkan garam dalam makanan
Tekanan dan ketinggian dalam kabin pesawat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi selera penumpang. Ini membuat rasa makanan tidak seperti di darat. Seorang pramugari Hawaiian Airlines Mapuana Faulkner mengatakan pelancong enderung kekurangan rasa dan sebagai gantinya banyak yang meminta lebih banyak garam. Tapi Rachelle Lucas dari TheTravelBite mengatakan, jangan gunakan garam dan minta irisan lemon dan peras airnya agar asam dari lemon  menambah rasa pada makanan.

#Makan di meja
Meja yang ada di depan penumpang tidak pernah dibersihkan, bahkan orang tua yang membawa bayi menggantikan popoknya disitu. Mantan pramugari Booby Laurie mengatakan, meja adalah salah satu tempat yang kotor dalam penerbangan.

#Tidak memesan makanan sebelumnya
Sebagian besar penumpang tidak sadar bisa memesan makanan sebelum penerbangan berlangsung. Padahal dengan memesan makanan 24 jam sebelum keberangkatan, Anda bisa memilih sesuai selera seperti vegetarian, vegan, makanan anak, bebas gluten dan lainnya. Bonus yang didapat, Anda akan mendapat makanan lebih dulu daripada penumpang lainnya.

#Pesan teh atau kopi
Beberapa berita tidak enak bagi pecandu kafein karena kopinya mungkin tidak sebersih yang dikira. Apalagi air yang digunakan untuk menyeduh kopi berasal dari keran air di toilet dan jarang sekali tangkinya dibersihkan.

#Duduk di baris terakhir
Dibeberapa maskapai layanan penuh pemilihan kursi menentukan makanan yang disajikan awak kabin.

“Duduk di baris terakhir jangan berharap berbagai macam hidangan. Semua yang terbaik mungkin sudah diberikan kepada orang-orang di depan. Jadi jangan buat kesalahan jika ingin mendapat makanan lebih baik,” kata Lucas Paluch dari Lean TravelerGuide.

Mayoritas maskapai memulai pembagian makanan dari depan pesawat ke belakang. Bila ingin dapat camilan, minuman atau makanan yang lebih komplit duduklah didepan.

(insider.com)

#Tidak cukup air
Air di pesawat kemungkinan besar sangat kotor, tetapi Anda harus minum untuk menghindari dehidrasi.

“Selama penerbangan, Anda kehilangan banyak air dari tubuh Anda karena kering, udara ber-AC di pesawat. Kelembaban berada pada interval 10-20 persen, seperti gurun. Para peneliti menunjukkan bahwa selama 10 jam penerbangan Anda kehilangan 1,6 hingga 2 liter air atau sekitar empat persen air dalam tubuh Anda. Jika Anda melewatkan minum air yang cukup, segera Anda akan merasa lelah dan kepala Anda akan mulai sakit,” kata Paluch.

Jangan lupa beli air botolan ketika melewati keamanan dan bawa masuk ke dalam kabin.

#Minum alkohol
Sebenarnya meminum alkohol sebelum penerbangan dan ketika penerbangan tidak bisa dinikmati sebanyak saat di darat. Ini karena alkohol adalh salah satu penyebab dehidrasi.

#Vegetarian
Jika berpikir untuk menjadi vegetarian, sekaranglah saatnya, sebab seorang awak kabin mengatakan, dirinya menemukan daging dan ikan yang lebih kering di dalam kabin karena kelembaban rendah dan udara kering.

“Kami mendapatkan makanan vegan kami terlebih dahulu karena penumpang dengan pembatasan diet dilayani sebelum orang lain. Dengan cara ini, tidak hanya makanan kami yang lebih enak (karena tidak membutuhkan waktu 30-60 menit untuk mencapai kami di ujung pesawat) tetapi juga lebih aman untuk dimakan,” kata Cory Varga pendiri You Could Travel.

(insider.com)

#Pertimbangkan masalah hub
Terbang dari hub salah satu maskapai menjadi pilihan terbaik, karena makanan yang disajikan lebih segar dibandingkan dari tempat yang lain karena lebih sering dipanaskan.

“Sebagai contoh, kemungkinannya adalah bahwa makanan akan lebih baik pada penerbangan Alitalia dari Roma, daripada penerbangan ke Roma, karena mereka memiliki dapur katering besar di hub mereka,” kata Michael Holtz, pendiri dan CEO SmartFlyer.

Baca juga: Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari

#Makan sesuai jadwal
Bila memiliki masalah pada lambung, baiknya makan sebelum melakukan perjalanan. Sebab, makanan yang disajikan dalam penerbangan akan disajikan sesuai waktu yang sudah ditentukan pihak maskapai. Ini bisa membantu Anda menikmati perjalanan dengan baik selama di kabin pesawat.

#Mengambil makanan pesawat
Ternyata membawa makanan dari dalam kabin pesawat di negara asing yang tidak disegel pabrik bisa membawa penumpang dalam masalah besar dengan bea cukai. Jadi jika ragu, baiknya tinggalkan semua atau makan saat berada di pesawat.