Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari

Wordpress.com

Makanan di pesawat memang berbeda dengan makanan yang ada di darat, apalagi rasanya pun akan berbeda jauh dengan makanan di darat. Pasalnya indera perasa akan kehilangan 30 persen saat berada di ketinggian lebih dari 30 ribu kaki. Namun, tahukah Anda bagaimana dan kapan makanan yang ada di pesawat itu di masak?

Baca juga: Maskapai di India Wajib Hadirkan Tabel Gizi di Baki Makanan

KabarPenumpang.com melansir dari laman orlandosentinel.com (18/10/2018), seorang mantan pramugari mengatakan, sebaiknya penumpang BYOF (bring your own food) atau bawalah makanan Anda sendiri. Menurut akun pribadinya, makanan maskapai jauh lebih mahal harganya dibandingkan dengan apa yang terlihat di depan mata penumpang.

Shreyas P, mantan pramugari yang mengaku pernah bekerja di lima maskapai besar menyampaikan ketidakberuntungnya berada di balik layar terkait minuman pesawat di thread di Quora. Bahkan Shreyas mengaku, dirinya terbiasa membawa makanan sendiri dan menjadi praktik yang mungkin dilihat semua awak kabin pintar.

Dirinya mengaku, ada beberapa makanan pesawat yang tidak mereka sentuh. Sebab tak satupun makanan-makanan yang disajikan itu dekat dengan kata segar.

“Makanan yang ada untuk Anda tidak disiapkan di dapur pesawat tetapi di katering. Yang lebih seringnya makanan tersebut disediakan 12 jam bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan pesawat. Sekarang, berapa banyak industri seperti itu yang Anda tahu di mana panas atau makanan dingin dibuat beberapa hari sebelum Anda mengkonsumsinya?,” ujar Shreyas.

Dia menambahkan, buah potong yang disajikan pun tidaklah segar, melainkan dipotong beberapa jam sebelum keberangkatan pesawat. Shreyas mengatakan, penumpang penerbangan malam harus lebih waspada pada sarapan yang diberikan maskapai.

Baca juga: Sajian Makanan di Pesawat Wajib Ekstra Bumbu, Inilah Alasannya!

“Pilihan telur biasanya tidak terbuat dari telur asli dan diganti bahan lain agar terlihat seperti telur,” ujarnya.

Shreyas menambahkan, karena berada di ketinggian selera dan indera perasa serta penciuman akan berkurang. Sehingga makanan yang dilihat dan dirasakan menjadi super hambar. Tetapi beberapa tahun terakhir katering maskapai penerbangan menambahkan rempah-rempah, garam dan lemak untuk membuat mulut penumpang merasakan makanan mereka. Penambahan ini, bersama dengan pilihan makanan itu sendiri, membuat pilihan makanan “sangat tidak sehat”, bahkan jika Anda memilih makanan mentah, vegan, atau lainnya.