Waduh! Air Panas Dalam Penerbangan Ternyata Berasal dari Saluran yang Sama dengan Toilet

(flight-report.com)

Pernah memesan teh atau kopi panas dalam sebuah penerbangan? Tahukah Anda dari mana air panas untuk membuat teh dan kopi tersebut? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini kerap kali melintas di kepala penumpang pesawat. Pasalnya sumber air hanya ada di toilet pesawat tersebut, tetapi sebuah penelitian mengatakan, air tersebut mengandung bakteri yag membuat penumpang terkena diare atau disentri.

Baca juga: Teh dan Kopi Panas Tak Baik Dipesan Dalam Penerbangan? Ini Alasannya!

KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.ua, seorang pramugara telah mengungkapkan alasan agar penumpang tidak memesan teh atau kopi panas selama penerbangan atau menahan diri hingga tiba di tujuan. Awak kabin yang tak disebutkan namanya tersebut mengatakan air yang digunakan untuk minuman panas dalam penerbangan di dapatkan dari cairan portabel yang saluranya melewati sistem saluran toilet pesawat. Awak kabin itu juga mengatakan toilet pesawat sebagai salah satu tempat paling menjijikkan.

“Kami baru-baru ini menguji E.coli di air kami dan itu tidak lulus kebersihan dan kemudian petugas pemeliharaan datang dan menekan beberapa tombol dan pergi. Jadi hindari air panas atau teh. Minuman di botol dan es menjadi pilihan lebih baik,” ujar salah seorang wakil dari awak kabin.

Bahkan karena hal ini, maskapai penerbangan menawarkan tips cara bergabung dengan Mile High Club. Mereka mengatakan, tunggu layanan saat awak kabin berada di lorong. “Semua orang sibuk dan memiliki pekerjaan saat itu dan saya tidak peduli apa yang terjadi di belakang saya,” ujar awak kabin.

Dia mengatakan, mungkin ada sepuluh orang yang sedang mengantri toilet pesawat dan mereka tidak tahu akan hal itu.

“Di pesawat yang lebih kecil, untuk penerbangan yang lebih pendek, para petugas tidak memperhatikan Anda seperti Anda pikir kami. Kami menggunakan ponsel kami di belakang dengan yang lain atau melakukan pekerjaan kami. Kami tidak ingin berada di dekat kamar mandi itu kapan saja dan kami akan menghindarinya dengan segala cara,” kata mereka lagi.

Pada tahun lalu, diketahui Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan hasil dari penelitian air di toilet pesawat dan ditemukan banyak Coliform. Biasanya air yang digunakan untuk minuman panas pada penerbangan langsung dari keran bukan dari botol berisi air. EPA melakukan penelitiannya pada tahun 2004 dan menemukan 12,6 persen sampel yang diambil mengandung Coliform. Coliform sendiri merupakan indikator banyaknya kotoran yang ada sehingga menentukan kualitas sanitasi makanan dan air.

“Baik total coliform dan E coli adalah indikator bahwa organisme penyebab penyakit lain (patogen) dapat hadir di air dan berpotensi mempengaruhi kesehatan masyarakat,” diambil dari catatan EPA.

EPA juga menemukan dari 158 pesawat yang diuji, dua diantaranya positif E coli yang dapat menyebabkan diare dan kram perut. Tak hanya itu, satu dari delapan pesawat juga gagal memenuhi standar keamanan air yang mereka gunakan. Hal ini yang membuat para awak kabin tidak menyentuh air tersebut.

Baca juga: Sering Sakit Saat Turun Pesawat? Mungkin Ini Penyebabnya!

Tahun 2009, EPA kemudian mengubah standar yang mereka miliki dan memaksa maskapai-maskapai penerbangan menggunakan sumber air yang mengikuti panduan Food and Drug Administration (FDA). Maskapai-maksapai tersebut juga harus mendisinfeksi dan menguji air mereka setidaknya satu tahun sekali. Pada 2012 lalu, EPA melangsungkaan lebih banyak tes dan hasil yang didapat serupa dengan tahun 2004. Dimana hasilnya sekitar 12 persen hasil uji positif Coliform dan 0,5 persennya mengandung bakteri E. coli.

International Journal of Environmental Research and Public Health tahun 2015 menemukan bahwa ada banyak bakteri di truk yang mengantar air dibandingkan dari sumber air aslinya. Jika hingga kini Anda berpikir dengan memanaskan air bisa membunuh kuman dan bakteri, baiknya pikirkan ulang.