Nyaris Berusia 40 Tahun, Boeing 767 Tertua di Dunia Masih Gagah Beroperasi

0
Boeing 767 tertua di dunia, berusia nyaris 40 tahun, masih aktif beroperasi bersama ABX Air, maskapai kargo asal AS. Foto: Venkat Mangudi via Wikimedia Commons

Boeing 767 resmi terbang perdana pada September 1981. Setahun berikutnya, pesawat mulai memasuki tahun layanan atau beroperasi secara komersial bersama maskapai. Menariknya, setelah hampir 40 tahun mengudara, pesawat tersebut diketahui masih aktif dioperasikan maskapai. Amankah?

Baca juga: Miris, Ternyata Kehadiran 777 dan 787 Jadi Biang Kerok Boeing 767 Tak Laku Dipasaran

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman, dalam sebuah wawancara di program berita CNN Indonesia, pernah menyebut bahwa pesawat sejatinya adalah benda mati.

Begitu komponen yang ada sudah tak lagi berfungsi secara optimal, ia tinggal diganti saja dengan yang baru dan pesawat pun sehat kembali. Beda dengan manusia sebagai benda hidup yang meski digonta-ganti komponen atau organ tubuhnya, tetap saja, akan ada masalah. Sebab, faktor usia amat menentukan.

Dengan kata lain, setua apapun pesawatnya, selama komponen yang melekat di pesawat selalu diperbarui dan mendapat pengawasan ketat secara rutin, itu tetap aman digunakan; termasuk Boeing 767 yang sudah senja memasuki usia nyaris 40 tahun, itu tetap aman digunakan.

Kendati demikian, masing-masing negara punya batasan usia maksimum pesawat yang boleh beroperasi. Di Indonesia, misalnya, melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 7 Tahun 2016, operasional pesawat penumpang maksimum mencapai 30 tahun. Sedangkan untuk pesawat kargo, operasional pesawat maksimum mencapai 40 tahun.

Catatan ch-aviation.com yang dikutip Simple Flying, saat ini Boeing 767 tertua di dunia berusia 39,44 tahun dan diregistrasi sebagai N740AX. Satu dari 1.200 unit lebih Boeing 767 yang diproduksi tersebut diketahui mulai beroperasi pada Februari 1982.

Menurut Planespotters.net, Delta Airlines menjadi pemilik pertama pesawat widebody terkecil di dunia tersebut. Selama 23 tahun, pesawat yang terdaftar sebagai N101DA itu terus beroperasi bersama maskapai tanpa sekalipun mengalami insiden serius. Setelahnya, pesawat pindah kepemilikan ke tangan ABX Air pada Januari 2006 dan diregistrasi ulang sebagai N740AX.

Lima bulan berselang, pesawat dikonversi menjadi varian freighter atau kargo. Sejak saat itu, pesawat dengan kapasitas 200an penumpang tersebut menjalani kehidupan baru sebagai pesawat angkut. Pesawat terus beroperasi secara rutin sampai saat ini.

Dari data RadarBox.com, pesawat yang diketahui telah menyelesaikan 91.286 jam terbang di 43.388 siklus tersebut terakhir terbang pada 19 Juli 2021.

Saat ini, ada setidaknya 15 pesawat tua Boeing 767 -dengan rata-rata usia 38 tahun- yang masih aktif beroperasi bersama maskapai. ABX Air mengoperasikan total empat pesawat. Begitupun juga dengan Denmark Star Air.

Adapun sisanya dioperasikan oleh 21 Air (USA), Amerijet International (USA), Astral Aviation (Kenya), ATI/Air Transport International (USA), DHL International Aviation Middle East (Bahrain), Mas Air (USA), dan Raya Airways (Malaysia).

Baca juga: McDonnell Douglas Dakota DC-3 – Si Tua-Tua Keladi Setelah 81 Mengudara

Berbicara tua, sebetulnya ada yang jauh lebih tua dari sekedar Boeing 767 yang berusia nyaris genap 40 tahun. Januari lalu, Hawker Siddeley HS 748 C-FCSE andalan maskapai regional Kanada, Air North, resmi pensiun setelah 51 tahun beroperasi.

Bahkan, sekitar 2.000 unit pesawat Douglas DC-3 Dakota, yang produksinya sudah dihentikan sejak tahun 1950an lalu, pada 2017 lalu, masih aktif digunakan untuk kebutuhan komersial di seluruh dunia. Itu artinya, usia pesawat sudah sangat senja mencapai 70 tahunan dan masih aktif beroperasi. Luar biasa, bukan?