Otoritas Rusia Rilis Video Kecelakaan Sukhoi SSJ100 yang Tewaskan 41 Penumpang

0
Pesawat Sukhoi SSJ100 milik Aeroflot terbakar hebat pada 5 Mei 2019 usai mendarat darurat akibat kerusakan pada sistem komunikasi akibat tersambar petir. Foto: abc.net.au

Otoritas Rusia akhirnya merilis video rekaman CCTV detik-detik terjadinya kecelakaan fatal pesawat Sukhoi SSJ100 milik Aeroflot pada 5 Mei 2019 silam. Dalam rekaman tersebut, terlihat pesawat tersebut melakukan hard landing (rough landing) atau pendaratan keras, memantul dua kali, sebelum akhirnya terbakar.

Baca juga: Hard Landing Vs Soft Landing, Mana Lebih Baik?

Dilhat KabarPenumpang.com dari rekaman yang beredar, hard landing yang dilakukan pilot membuat pantulan layaknya ikan lumba-lumba yang timbul dan tenggelam di lautan. Pada saat pendaratan pantulan kedua itulah bagian belakang pesawat bersinggungan langsung dengan aspal akibat landing gear pesawat tak berfungsi. Gesekan antara lambung pesawat dengan aspal, ditambah pesawat masih dalam keadaan cukup cepat dan membawa muatan penuh bahan bakar, membuat percikan api tak terhindarkan hingga akhirnya melahap hampir separuh lebih pesawat.

Atas kejadian itu, setidaknya, ada 41 korban meninggal dari total 78 penumpang yang turut dalam penerbangan nahas ini. Proses yang begitu cepat, disinyalir membuat penumpang di bagian belakang pesawat tak memiliki cukup waktu untuk menyelamtkan diri. Terlebih, pesawat sudah mulai terbakar saat masih dalam proses pengereman (autobrake). Artinya, tak ada waktu dan ruang untuk penumpang di bagian belakang pesawat. Sebab, di bagian depan hingga tengah, otomatis sudah penuh sesak oleh penumpang lainnya yang panik.

Dikutip dari abc.net.au, pesawat dengan nomor penerbangan SU1492 awalnya mengudara dari Bandara Sheremetyevo sekira pukul 18.03 waktu setempat. Namun tak lama berselang – sekitar delapan menit mengudara, pilot pesawat tersebut melaporkan adanya kegagalan salah satu sistem (radio failure) akibat tersambar petir. Kondisi semakin parah ketika pada pukul 18.25 waktu setempat, sang pilot menyatakan kondisi darurat dan meminta akses untuk melakukan Return to Base. Tak lama berselang, ATC bandara mengaku loss contact dengan pesawat nahas tersebut.

Menteri Transportasi Rusia, Yevgeny Dietrich menyebutkan bahwa petugas darurat di lapangan yang membantu proses evakuasi menemukan 41 jenazah dari dalam tubuh pesawat – dimana kebanyakan dari jenazah ini berada dalam kondisi mengenaskan akibat terbakar. Di antara sejumlah jenazah yang ada, Yevgeny menyebutkan bahwa salah satunya adalah seorang awak kabin yang bernama Maxim Moiseev.

Maxim Moiseev sendiri ditemukan di bagian belakang pesawat dan tetap memilih berada di dalamnya bahkan ketika si jago merah melalap bagian belakang pesawat. Menurut salah satu narasumber yang menjadi saksi dari kejadian nahas ini mengatakan bahwa Maxim tampak berusaha untuk membuka pintu darurat ketika akses menuju bagian depan tersendat – guna mempercepat proses evakuasi.

Baca juga: Sukhoi SJ100 Aeroflot Jatuh di Moskow, Akankah Pengaruhi Rencana Akuisisi Merpati Airlines?

Dari hasil penyelidikan, tim penyidik menemukan, sang pilot, Denis Evdokimov, dinyatakan bersalah hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Pilot bersalah karena dianggap lalai yakni mendaratkan pesawat dengan sangat keras. Namun, tidak disebutkan berapa besaran hard landing saat itu. Seharusnya, tim penyidik dapat melihat hal tersebut di Flight Data Recorder (FDR) pesawat untuk memastikan besaran hard landing saat landing gear menghantam runway. Adapun untuk pesawat seukuran Sukhoi SSJ100, kemungkinan besar, batasan hard landing hanya dikisaran 2.0G.

Mendengar dirinya dituding menjadi pihak yang paling bertanggungjawab, Evdokimov pun buka suara. Ia mengaku telah mengikuti prosedur pendaratan dalam kondisi tangki bahan bakar penuh. Namun, ia tak mengelak bahwa tidak ada bahan bakar yang dibuang untuk meringankan pesawat sebelum benar-benar mendarat. Di sinilah letak kesalahan sang pilot. Dalam penerbangan, prosedur membuang bahan bakar sebelum landing sangat umum ditemui.

Leave a Reply