Pertama di Dunia, Cina Bakal Hadirkan Teknologi 5G di Penerbangan! Seperti Apa?

0
Ilustrasi teknologi 5G pada pesawat. Foto: Inside Telecom

Cina boleh saja keok dalam persaingan top speed jaringan 5G tercepat di dunia. Namun, soal terobosan, Negeri Tirai Bambu masih sanggup melawan. Terbaru, Cina bakal menjadi negara pertama di dunia yang menghadirkan teknologi 5G di penerbangan.

Baca juga: Studi Terbaru: Teknologi 5G Bahayakan Radar Altimeter Pesawat Sipil

Pada tahap awal, teknologi 5G Cina besutan China Telecom dan ZTE akan fokus pada in-flight connectivity terlebih dahulu. Jangkauannya juga belum terlalu luas, hanya pada tiga rute domestik keberangkatan Beijing saja. Bila tak karang menghadang, Juli tahun ini layanan 5G di penerbangan Cina mulai terealisasi.

Tak disebutkan dengan jelas maskapai mana yang akan menikmati teknologi 5G pada layanan penerbangannya. Hanya disebutkan layanan itu hadir di dua maskapai besar Negeri Panda.

Dilansir lightreading.com, teknologi 5G Cina di penerbangan hadir dengan mengandalkan metode platform komunikasi udara-ke-darat (ATG). 5G ATG diharapkan dapat menggantikan sistem komunikasi satelit untuk konektivitas dalam penerbangan melalui daratan, menjanjikan throughput yang jauh lebih besar dan latensi serta biaya yang lebih rendah. Ini diklaim sebagai solusi pertama di dunia.

5G ATG besutan China Telecom dan ZTE menggunakan jaringan menara terestrial khusus untuk menghubungkan ke antena udara yang dipasang di lambung pesawat. Nantinya, setiap menara 5G di darat memiliki jangkauan hingga 300 km. Itu berarti, butuh setidaknya hanya kurang dari 1.000 menara untuk menyediakan teknologi 5G dalam penerbangan secara nasional di seluruh Cina.

Tak hanya itu, in-flight connectivity berteknologi 5G tersebut juga mampu beroperasi di pesawat yang melesat di kecepatan maksimum hingga 1.200 km per jam. Bandwithnya juga tak main-main, mencapai 200Mbit per detik.

Selain menghadirkan teknologi 5G di penerbangan, Cina sudah terlebih dahulu mengadopsi teknologi 5G secara luas di industri penerbangan, seperti di bandara dan menara ATC. Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) juga sudah mengeluarkan roadmap untuk membuat itu menjadi mengcover wilayah yang lebih luas.

Gebrakan 5G Cina di penerbangan tentu selangkah lebih maju ketimbang AS, yang terkenal dengan inovasi teknologinya. AS dilaporkan baru akan mengadopsi teknologi 5G di penerbangan pada 2022 mendatang.

Hanya saja memang, dengan metode udara-ke-darat, sebetulnya internet yang didukung teknologi 5G Cina tidak lebih cepat dibanding teknologi in-flight connectivity Barat, dalam hal ini Airbus.

Baca juga: Keren, Tahun 2022 Pesawat Airbus Terhubung Internet Berbasis Satelit Berkecepatan 1,8 Gbps!

Pada pertengahan April lalu, Airbus berikrar bakal menyediakan internet berkecepatan 1,8 Gbps Hal itu dimungkinkan berkat sinyal internet yang dipancarkan satelit ke pesawat dari luar angkasa, berbeda dengan teknologi 5G Cina yang menggunakan metode ATG.

Metode ATG ini menggunakan dua antena yang dipasang di perut pesawat untuk menangkap sinyal dari menara seluler di daratan dan yang kedua adalah antena pemancar dari provider seluler di bumi. Ketika pesawat sudah berada dalam ketinggian tertentu dalam hal ini 10.000 kaki maka pesawat antenna di pesawat siap untuk menarik sinyal WiFi dari menara seluler yang ada di daratan.

Leave a Reply