Platform Didi Turunkan Usia Penumpang Taksinya Menjadi 16 Tahun

(China Daily)

Didi Chuxing merupakan koglomerat berbagai tumpangan yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan dan teknologi otonom Cina. Bermarkas di Beijing, Didi menyediakan jasa pemanggilan taksi, penyewaan mobil pribadi, berbagi tumpangan, sepeda dan pengantaran makanan di Cina melalui aplikasi perangkat lunak.

Baca juga: Tingkatkan Keselamatan Penumpang, Didi Chuxing Uji Coba Audio Recorder di Armadanya

Baru-baru ini, platform tersebut menurunkan usia minimum penumpang yang tadinya 18 menjadi 16 tahun. Hal tersebut memungkinkan anak di bawah umur untuk menggunakan layanan secara mandiri tanpa pengawasan orang tua.

Dilansir dari laman sixthtone.com (15/8/2019) oleh KabarPenumpang.com, pengumuman dari Didi ini setelah hampir setahun melarang penumpang dibawah usia 18 tahun menggunakan platform tersebut pada Oktober 2018. Dari aturan yang yang diusulkan, nantinya penumpang dengan usia 16 tahun ke atas bisa memesan kendaraan melalui aplikasi Didi setelah menetapkan kontak darurat sebelum perjalanan dimulai.

Didi mengakui adanya pembatasan ini membuat beberapa anak muda yang bekerja atau belajar jauh dari rumah kerap kali beralih ke layanan taksi ilegal.

“Kami tidak ingin mendorong anak di bawah umur yang sudah mandiri ke daerah abu-abu yang lebih berbahaya, karena kebijakan kami mengharuskan semua anak di bawah umur untuk bepergian dengan orang tua mereka,” perusahaan menjelaskan dalam sebuah pernyataan.

Perubahan penurunan usia penumpang ini didapatkan Didi melalui jajak pendapat yang diadakan Februari kemarin secara online melalui aplikasi WeChat. Hampir 80 persen responden mendukung kemungkinan anak dibawah umur untuk bepergian sendirian. Bahkan hukum di Cina mengizinkan anak di atas usia delapan tahun untuk naik taksi dan angkutan umum saja.

Adanya pembatasan ini karena dua penumpang wanita yang tewas karena dibunuh oleh pengemudi yang bekerja di layanan carpool Didi Hitch di provinsi Henan dan Zhejiang tahun lalu. Ini memicu kekhawatiran, karena hal tersebut Didi kemudian menangguhkan Hitch atas permintaan pemerintah dan pada Juli kemarin pihaknya bisa melanjutkan layanan dengan perlindungan tambahan untuk penumpang yang rentan.

Diketahui, Juni 2016, Didi bernilai kurang lebih US$28 miliar dan di tahun yang sama mengakuisisi Uber cabang Cina. Perusahaan ini kini melayani 30 juta pengantaran per hari dan Mei 2017, Didi mulai mengembangkan aplikasi versi bahasa Inggris.

Baca juga: Dubai Kian ‘Cerdas,’ Hadirkan Layanan WiFi Gratis di Taksi dengan Portal Khusus Penumpang

Tahun 2018, Didi berekspansi ke Meksiko dan Australia serta membuka layanan berbagi tumpangan di Jepang melalui kerja sama dengan SoftBank. Didi juga mulai mendalami mobil otonom dan kecerdasan buatan, mempekerjakan peneliti, dan menanamkan modal di sektor ini.