PT KAI Luncurkan Kereta Penolong Tebaru, Sudah Dilengkapi Instalasi Gawat Darurat

Kereta Penolong PT KAI (detik.com)

Kereta Penolong yang baru saja diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki dua gerbong yang berfungsi sebagai evakuasi sarana dan pertolongan korban. Kereta yang baru di luncurkan di Stasiun Bandung tersebut berwarna kuning, putih dan merah muda serta difungsikan saat terjadi gangguan atau peristiwa luar biasa hebat (PLH) di perjalanan atau perlintasan.

Baca juga: Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis

Pada versi lama, kereta penolong hanya berfungsi untuk melakukan evakuasi sarana kereta api seperti kereta, gerbong dan lokomotif ketika mengalami gangguan. Namun versi barunya kini dilengkapi dengan fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk penanganan penumpang dan petugas yang mengalami luka-luka.

“Dengan adanya Rangkaian Kereta Penolong terbaru ini memungkinkan proses evakuasi tidak hanya fokus pada penanganan gangguan perjalanan kereta api, akan tetapi perhatian juga diutamakan kepada korban kecelakaan KA atau PLH tersebut, meskipun itu tidak kita harapkan terjadi,” ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari kai.id.

Keunggulan kereta penolong ini adalah memiliki tenaga penggerak sendiri dimana pembuatannya menggunakan metode alih fungsi dari kereta rel diesel (KRD). Sebagai KRD yabg tak perlu ditarik lokomotif, maka kereta penolong dapat tiba lebih cepat di lokasi kejadian.

“Hal ini dimungkinkan karena persiapan armada untuk diberangkatkan menjadi lebih singkat. KAI memproduksi rangkaian Kereta Penolong ini di Balai Yasa Yogyakarta sejak bulan Juli 2018 dan telah menjalani uji statis dan dinamis hingga dinyatakan laik untuk dioperasikan pada November 2018,” jelas Edi.

Edi mengatakan, saat ini KAI sudah memiliki dua kereta penolong dan yang terbaru ini memiliki peralatan untuk mengevakuasi korban. Dia sendiri belum bisa memastikan adanya penambahan tetapi kereta penolong harus tersedia, minimal ada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kereta penolong ini memiliki nilai investasi Rp6 miliar dengan rincian di kereta penolong 1 berisi alat untuk evakuasi sarana kereta api jika terjadi PLH yakni tabung pemadam (APAR), tangga barang dan orang, alat pengelasan untuk memotong besi, fasilitas alat ungkit dan alat berat untuk kasus KA anjlok.

Sedangkan fasilitas di ruang Kereta Penolong 2 yang berfungsi untuk mengevakuasi korban di antaranya ruang obat, ruang kru medis, ruang tindakan yang berfungsi sebagai tempat melakukan tindakan medis seperti operasi ringan dan sebagainya, ruang resusitasi (berfungsi sebagai tempat untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas), ruang pasien, gudang alat kesehatan, dan toilet. Kereta Penolong ini dalam operasionalnya tidak dipisahkan, namun saat proses evakuasi antara Kereta Penolong 1 dan 2 bisa dipisahkan.

Baca juga: PT KAI Siap Kenakan Tarif Kelebihan Bagasi Pada Penumpang, Tapi Apakah Efektif?

“KAI mencoba untuk terus berinovasi terlebih di sisi keselamatan penumpang maupun kru KA. Hadirnya Kereta Penolong terbaru yang bisa difungsikan sebagai IGD ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi waktu selama proses evakuasi,” pungkas Edi.