Punya Tinggi Tak Wajar, Penumpang Bingung Saat Duduk di Kursi Halte Bus Ini

0
Kursi di halte bus Inggris punya tinggi tak wajar. Foto: The Sun

Halte bus yang wajar adalah memiliki atap dan tempat untuk duduk penumpang yang menunggu bus. Namun apa jadinya bila kursi di halte tingginya keterlaluan dan penumpang sulit untuk duduk? Yang jelas ini mustahil untuk diduduki karena tingginya yang tidak wajar yakni 30 inci atau sekitar 76,2 cm.

Baca juga: Karya Seni di Halte Bus Dongkrak Citra Keindahan Kota

Dilansir KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (23/9/2021), karena tingginya kursi di halte, membuat warga Feering, Essex di Inggris bingung dan marah. Bahkan mereka menggaruk-garuk kepala di kursi halte baru yang memaksa kaki mereka menjuntai di udara.

Mereka bahkan mengatakan, kursi itu dibuat untuk raksasa karena tinggi dan membuat masyarakat tidak bisa duduk dengan benar di halte saat menunggu bus. Para lansia pun kesulitan dengan tinggi kursi dan membuat mereka menyerah untuk tidak duduk. Penasihat Paul Thorogood, yang tingginya enam kaki atau sekitar 1,8, mengatakan kakinya bahkan tidak menyentuh lantai ketika dia duduk di salah satu bangku.

“Ketinggian kursi sangat tidak ramah pengguna kecuali jika Anda seorang raksasa! Saya enam kaki dan kaki saya menggantung di tepi. Untuk pensiunan setinggi lima kaki dua inci dengan lutut atau pinggul yang cerdik, itu sama sekali tidak dapat digunakan,” ujar Paul.

Dia mengatakan, kursi halte bus dimaksudkan setinggi 20 inci atau sekitar 50,8 cm. Tetapi tidak semua rata ada juga yang 30 inci dan yang lainnya bahkan memiliki tinggi 26 inci. Paul menyebutkan, harusnya kursi itu dipasang pada ketinggian yang benar sehingga bisa diduduki oleh penumpang yang akan menunggu bus di halte.

“Seorang warga lanjut usia mengatakan kepadanya bahwa kursi itu “hampir tidak mungkin” untuk digunakan. Pengembang perumahan Bloor Homes membayar halte bus di Feering, Essex sebagai bagian dari kesepakatan dengan dewan untuk membangun 165 rumah di desa tersebut,” Paul.

Namun dia menambahkan bahwa Dewan Kabupaten Essex bertanggung jawab atas pemeliharaannya yang berarti pembayar pajak mungkin harus membayar tagihan untuk mengganti tempat duduk.

“Ada yang tidak beres. Mereka belum memperbaikinya tetapi mudah-mudahan akan ada dalam pipa. Banyak orang lanjut usia atau penyandang disabilitas harus bisa duduk saat menunggu bus. Saat ini, mereka tidak bisa,” tambahnya.

Juru bicara Bloor Homes dan Dewan Kabupaten Essex mengatakan, halte bus dipasang sekitar delapan bulan lalu sebagai bagian dari pengembangan terdekat. Tetapi karena pembatasan perjalanan Covid-19, masalah ini baru saja terungkap.

Baca juga: Warsawa Hadirkan Halte Bus Ramah Lingkungan dengan Atap Berumput

“Tidak mungkin untuk menurunkan shelter karena banyaknya layanan yang berjalan di bawah shelter sehingga tim pemeliharaan Essex Highways akan mengatur agar kursi diturunkan di kedua shelter sesegera mungkin,” kata juru bicara itu.