Qantas Pinjamkan Replika First Class Lounge Boeing 747 Bekas Syuting ke Museum

0
Perbandingan ukuran antara Airbus A380 (depan) dengan Boeing 747 (belakang) milik Qantas. Sumber: Getty Images

Usai membuat Qantas Safety Video, terinspirasi dari 100 tahun maskapai berdiri, replika first class lounge Boeing 747-200 yang menjadi properti di salah satu scene video tersebut, sempat tak jelas keberadaannya.

Baca juga: Dear Boeing Lovers, Qantas Lakukan Penerbangan Penumpang Terakhir Boeing 747-400 Sebelum Pensiun! Catat Tanggalnya

Tetapi, belum lama ini Qantas akhirnya mengkonfirmasi bahwa replika first class lounge 747-nya akan dipinjamkan ke Qantas Founders Museum di Longreach, Queensland, Australia.

Maskapai nasional Australia itu diketahui telah menerbangkan Boeing 747 terakhir pada Juli 2020 lalu. Kendati demikian, sebagaimana maskapai lain yang memiliki Boeing 747, Qantas berusaha untuk mengabadikan pesawat ikonik tersebut agar terus eksis, sekalipun tanpa harus terbang, salah satunya melalui sebuah safety video yang akan diputar sebelum memulai penerbangan.

Karenanya, Qantas sengaja membuat replika lounge first class pesawat tersebut untuk menghadirkan suasana autentik tahun 1971, ketika maskapai mulai mengoperasikan pesawat itu untuk pertama kali pada bulan Oktober. Qantas bahkan sampai harus mendatangkan langsung panel dinding bekas Boeing 747-200 miliknya dari kuburan pesawat Gurun Mojave.

Agar lebih bermanfaat dan bisa memuaskan dahaga avgeek Australia terhadap Queen of the Skies, Qantas pun meminjamkan replika lounge first class Boeiong 747-200 tersebut ke Qantas Founders Museum. Replika lounge dengan skala 1: 1 yang menghadirkan seragam, menu, dan peralatan katering pun diletakkan di ruang pameran utama museum.

Di masanya, lounge first class Boeing 747-200 Qantas, yang biasa juga disebut Captain Cook Lounge, disebut mampu menampung 15 penumpang. Ini dapat diakses melalui tangga dari dek utama.

Captain Cook Lounge menampilkan bar koktail dengan kursi putar yang menampilkan gerakan 360 derajat penuh. Saat mengunjungi lounge, penumpang bisa minum, merokok, dan makan, sembari bersosialisasi dengan sesama penumpang.

Saat ini, lounge di dalam pesawat menjadi sesuatu yang langka. Namun, beberapa maskapai masih menghadirkan ini sebagai customer experience, salah satunya Emirates. Maskapai asal Timur Tengah itu memang terkenal dengan business and first lounge Airbus A380-nya di bagian belakang dek atas pesawat.

Baca juga: Sejarah Panjang, 50 Tahun Boeing 747 Bersama Qantas

Sementara itu, Airbus A350 Virgin Atlantic memiliki area lounge di pintu set kedua, yang ditawarkan untuk penumpang Upper Class.

Bahkan Qantas memberi penghormatan khusus lounge Boeing 747-200 di pesawat komersial terbesarnya, Airbus A380. Dengan begitu, maskapai ini memiliki dua area lounge di dalam pesawat, satu lounge Boeing 747-200 dan satu lainnya lounge A380. Kedunya terletak di dek atas pesawat.

Leave a Reply