Qantas Punya Komitmen Nol Emisi Karbon di 2050

0
Boeing 787-9 Dreamliner milik Qantas. Sumber: Skyscanner Australia

Tak hanya transportasi darat yang mulai mengurangi emisi karbon dengan mengubah penggunaan bahan bakar minyak menjadi bahan bakar listrik. Kali ini, Qantas Group akan mulai ekpansi besar-besaran untuk mencapai nol emisi karbon tahun 2050 mendatang.

Baca juga: Seperempat Awak Kabin Qantas Pernah Alami Pelecehan Seksual, Segelap Itukah Balik Layar The Flying Kangaroo?

Qantas Group yang terdiri dari Qantas, Jetstar, QantasLink dan Qantas Freight akan mengimbangi seluruh penambahan emisi dari operasi domestik dan internasional mulai 2020. Mereka akan mengimbangi semua emisi bersih dari Project Sunrise dan rencana untuk mengoperasikan penerbangan non stop dari pesisir timur Australia ke London dan New York bila proyek tersebut dilanjutkan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari keterangan yang tertulis yang diterima, komitmen itu juga mencakup penerbangan domestik sehingga penambahan rute penting seperti Melbourne-Sydney akan menjadi karbon netral. Untuk memulainnya, Qantas bahkan mengoperasikan program penimbangan karbon terbesar di industri penerbangan dengan sekitar sepuluh persen penumpang yang memesan di Qantas.com mengikuti program penimbangan karbon.

Dimana Qantas dan Jetstar akan menggandakan jumlah penerbangan pengimbang karbon dengan menyamai setiap dolar yang dibayarkan pelanggan dengan mencentang pilihan terbang karbon netral. Bentuk lainnya adalah Qantas menginvestasikan $50 juta selama sepuluh tahun untuk mengembangkan industri bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

Nantinya bahan bakar ini akan memangkas emisi karbon hingga 80 persen jika dibandingkan bahan bakar jet tradisional meski harganya dua kali lebih mahal. Dalam hal ini Qantas bekerja sama dengan pemerintah dan swasta untuk mendukung pengembangan bahan bakar tersebut di Australia maupun luar negeri agar dapat digunakan dan meningkatkan permintaan dalam industri ini.

CEO Qantas Group, Alan Joyce mengatakan, komitmen ini akan menjadikan Qantas yang terdepan dalam upaya industri penerbangan untuk mengurangi emisi karbon.

“Kami menyadari bahwa maskapai penerbangan bertanggung jawab untuk memangkas emisi dan memerangi perubahan iklim,” kata Alan.

Dia mengatakan, pihaknya akan berbuat lebih banyak dan lebih cepat, sehingga secara efektif mengadakan program penimbangan karbon dan mengakhiri emisi bersih mereka di Qantas dan Jetstar mulai tahun 2020. Ini agar semua penerbangan baru kelak menjadi karbon netral.

Baca juga: Ikuti Jejak Qantas, Singapore Airlines Optimalkan Pengurangan Limbah Penerbangan

Menurutnya, tindakan jangka pendek ini akan mendukung target jangka panjang untuk menjadi karbon netral sepenuhnya pada 2050 dan bisa dicapai.

Leave a Reply