Resmi Beroperasi 12 Maret 2019, PT MRT Jakarta Mulai Garap Pembangunan Fase 2

MRT Jakarta

Setelah menanti sekian lama, akhirnya PT MRT Jakarta telah membocorkan tanggal rilis dari moda yang akan menghubungkan Lebak Bulus dan Bundaran HI (Fase 1) ini. Menurut pihak perusahaan, MRT Jakarta akan secara resmi beroperasi pada tanggal 12 Maret 2019. Tentu saja, PT MRT Jakarta tidak ingin ada kendala ketika peluncuran dan pengoperasiannya kelak, maka kini perusahaan dikabarkan tengah melakukan sejumlah uji teknis hingga tanggal 11 Maret mendatang.

Baca Juga: Delapan Kereta MRT Jakarta Uji Coba Secara Penuh dengan Headway 10 Menit

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan serangkaian skema exercise emergency.

“Jadi 23 Februari sampai 11 Maret itu akan dilakukan rangkaian exercise emergency, jadi bagaimana kalau ada berbagai macam kondisi dimana dibutuhkan saat emergency itu bagaimana mengatasinya. Nah, siapa yang akan terlibat itu pihak-pihak yang terkait dengan emergency,” ujar William, dikutip dari laman okezone.com (13/2/2019).

Tidak hanya itu, William juga menuturkan bahwa warga Ibu Kota juga bisa ‘curi start’ untuk menjajal moda yang sudah lama dinantikan oleh warga Jakarta dan sekitarnya ini.

“Lewat website. Sedang kita siapkan. Dari masyarakat silahkan kunjungi web MRT disitu ada yang harus diisi, apakah pakai QR Code atau pakai cetak, itu nanti dibawa pada saat mau naik kereta MRT,” jelasnya.

Alih-alih khawatir jumlah pengunjung yang membludak karena ingin menjajal MRT Jakarta, William justru tidak memberlakukan sistem kuota alias tidak membatasi jumlah pengunjung yang datang.

“Enggak ada kuota, pokoknya mendaftar aja, target penumpang selama masa uji coba ini 28 ribu,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, William juga menyampaikan bahwa proses pembangunan MRT Jakarta Fase 2 sudah mulai bergulir, kendati pihaknya masih menunggu respon dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk pelaksanaan groundbreaking.

“Fase II kita jalan terus. Kita tetap jalan, tidak harus menunggu groundbreaking karena fase II itu kan ada beberapa paket,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Dia Rute MRT Jakarta Jika Diteruskan Hingga ke Tangerang Selatan

Mengutip dari laman sumber lain, proses pengerjaan Fase 2 ini sendiri terbagi ke dalam sejumlah paket pengerjaan. Nah, yang disinggung William di atas merupakan paket pembangunan CP200. Seiring menunggu respons balasan dari Kemensetneg, pihaknya pun memulai pembangunan fase II pada paket pembangunan selanjutnya, yaitu CP201. Paket itu meliputi wilayah Bundaran HI sampai dengan Harmoni, Jakarta Pusat.

Setelah rampung, pihak MRT Jakarta sendiri akan melanjutkan pekerjaannya di sektor CP202 dan CP203 yang meliputi pembangunan di wilayah Harmoni – Glodok dan Glodok – Kota. Menurut William, proses persiapan pembangunan Fase II memang telah berlangsung sejak lama. Pihaknya telah melakukan tahap-tahap persetujuan pendanaan, penetapan lokasi, dan saat ini sedang proses lelang.

“Itu kita lelangkan. Tahun ini kita juga bebasin lahan, utilitas. Jadi, pekerjaannya banyak.” kata William.