Ryanair Berterima Kasih Kepada Lufthansa, Ada Apa?

0
(corporate.ryanair.com)z

Senjata makan tuan, mungkin peribahasa ini tepat untuk menggambarkan situasi yang memanas antara dua maskapai asal Eropa, Lufthansa dan Ryanair. Ya, maskapai beda kasta ini terlibat ‘perang tak terlihat’ perihal harga tiket pesawat. CEO Lufthansa, Carsten Spohr mengatakan bahwa harga tiket yang dibanderol oleh pihak Ryanair sangatlah tidak logis dan bisa mematikan pasar penerbangan berbiaya rendah atau LCC.

Baca Juga: Ada yang Berbeda di Livery Ryanair, Benarkah Boeing “Rebrand” 737 MAX?

“Tidak bertanggung jawab secara ekonomi, ekologi, dan politik,” ujar Carsten, sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (19/7).

“Mereka (Ryanair yang bermain di pasar LCC) menjadikan industri kami sebagai target kritik dan membebat nafas kami karena harga yang kami tawarkan jauh di atas harga mereka,” tandasnya.

Namun karena memiliki anak perusahaan yang juga berkecimpung di pasar LCC, Eurowings, sudah sepantasnya apabila Carsten mencak-mencak ketika mengetahui harga yang ditawarkan oleh Ryanair bisa dibilang tidak masuk akal. Carsten berpendapat bahwa tidak ada maskapai yang akan menjual tiket dengan harga di bawah 10 Euro. Ya, harga tersebut merupakan salah satu harga tiket termurah yang ditawarkan oleh Ryanair.

Namun alih-alih membalas pernyataan Lufthansa tersebut dengan ‘urat’ juga, pihak Ryanair malah terkesan santai dan mengatakan, “terima kasih kepada pihak Lufthansa karena sudah memudahkan proses pemasaran kami,” tutur Chief Marketing Officer, Kenny Jacobs.

Pihak Lufthansa yang awalnya hendak menjatuhkan reputasi dari Ryanair dengan mengatakan bahwa harga tiket pesawat yang mereka tawarkan tidaklah masuk akal, ternyata malah terpaksa memakan tuah dari ujarannya sendiri.

Baca Juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Taktik serangan balik telak yang dilakukna oleh Ryanair ini memang terbukti ampuh guna mematikan langkah dari rival-rivalnya. Pada bulan Mei kemarin, pihak Lufthansa juga pernah mendapatkan skakmat dari Laudamotion, anak perusahaan dari Ryanair.

Kendati terlihat pintar dalam memenangkan peran tak terlihat dengan Lufthansa, namun Ryanair merupakan salah satu maskapai yang menyumbang emisi karbon terbesar di dunia.

Leave a Reply