Saat Bandara Kabul Chaos, Tim CCT AS Pegang Kendali Penuh untuk Layani Penerbangan Darurat

0
(foreverwingman.com)

Amerika Serikat (AS) melalui Tim Kontrol Tempur Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF CCT/Combat Control Team) mengambil alih operasi Bandara Kabul sejak Taliban mulai menduduki istana kepresidenan Afghanistan pada 15 Agustus lalu.

Baca juga: Taliban Kuasai Kabul, Kemenlu Pastikan 26 WNI Sudah Dievakuasi Pakai Pesawat TNI AU

Meski berstatus sebagai bandara internasional atau bandara sipil, dalam keadaan darurat, militer memang memiliki wewenang untuk itu.

Mereka juga didukung kesiapan mental dan pengetahuan dalam kontrol lalu lintas udara, seperti mengatur lalu lintas penerbangan, pemantauan cuaca, komunikasi darat-udara dan sebaliknya, petugas pemadam kebakaran, kesehatan, dan lain sebagainya.

Dihimpun dari berbagai sumber, CCT sendiri biasanya tak sendiri dalam mengontrol lalu lintas udara. Disebutkan, ia bahu-membahu bersama Special Tactics Squadrons dan Special Tactics Team, Special Operations Reconnaissance, dan Tactical Air Control Party (TACP) operators.

CCT juga bagian integral dari Komando Operasi Khusus Angkatan Udara (AFSOC) komponen Angkatan Udara Amerika Serikat Komando Operasi Khusus (USSOCOM), dan Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC).

Meski tugasnya berkenaan dengan kebandarudaraan dan kedirgantaraan, tetapi, CCT juga dibekali dengan kemampuan survival lainnya, seperti berenang untuk operasi maritim, terjun payung, terjun bebas, dan banyak lainnya.

Terkait kemampuan kontrol lalu lintas udaranya, kru dari CCT juga wajib mendapat sertifikat air traffic controller dari Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA).

Selain AS, militer negara lain juga memiliki tim serupa; termasuk Indonesia lewat Tim Pengendali Pangkalan (Dallan) yang tergabung di Korps Paskhas TNI AU.

Dikutip dari tni-au.mil.id, tim ini memiliki peran penting dalam mendukung operasi udara yaitu bertugas untuk mengoperasikan kembali pangkalan udara yang telah berhasil direbut dari tangan musuh untuk digunakan sebagai pangkalan udara depan di mandala operasi.

Lebih lanjut, Komandan Wing III Paskhas Koloenle Psk, Yudi Bustami, menjelaskan, memfungsikan kembali pangkalan udara depan yang berhasil direbut dari tangan musuh dan atau daerah lain untuk difungsikan menjadi pangkalan udara depan dalam dukungan operasi lanjutan.

Baca juga: Bandara Kabul ‘Dihantui’ Pesawat Mata-mata AS RC-135W Rivet Joint, Pertanda Apa?

Selain itu, tim Dallan juga harus mampu melaksanakan gelar fasilitas penerbangan dengan kemampuan awal dari alpal yang dibawa maupun pemanfaatan fasilitas dan instalasi dukungan operasi penerbangan yang ditinggalkan musuh.

Mengingat banyaknya kemampuan yang harus dimiliki prajurit Dallan, materi yang diberikan selama pelatihan pun juga cukup banyak, mencakup teori dan praktek Konsep Operasi 3U, Organisasi Operasi Dahlan, Konsep Dasar Operasi Dahlan, Penerapan Operas Dahlan. PLLU, Meteo, DAAU, Bamin, Komlek, Pemadam Kebakaran, Kesehatan Lapangan, serta GSE.