Sejumlah Kalangan Desak Penghapusan Gerbong Kelas Satu dari Layanan Metro Inggris

Sumber: londonrelocationservices.com

Padatnya pengguna layanan komuter merupakan masalah yang telah lama melanda industri ini, dan masalah tersebut masih belum terpecahkan. Ini pula yang akhirnya membawa penderitaan tersendiri bagi para penumpang, khususnya bagi mereka yang bepergian antarkota di Inggris. Dalam menanggapi kasus ini, sekretaris dari Departemen Transportasi Inggris, Chris Grayling mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan untuk mengentaskan masalah ini.

Baca Juga: Inggris Ambil Ancang-Ancang Untuk Redam Lonjakan Penumpang Kereta

Seperti yang disarikan KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (25/7/2017), Chris kini tengah berkomitmen untuk menghapuskan layanan gerbong kelas satu pada jalur tertentu, namun ia masih melihat respon penumpang terkait isu ini. Senada dengan Chris, Lianna Etikind, selaku juru kampanye program Campaign for Better Transport, mengatakan penghapusan gerbong kelas satu akan membawa pengaruh besar terhadap tingginya minat penumpang terhadap layanan Metro.

“Ini akan memberikan lebih banyak space dan dapat mengurai kepadatan. Sementara pengoperasian gerbong kelas satu akan lebih masuk akal jika dipasang di layanan jarak jauh. Sejujurnya, mengkategorikan penumpang di layanan Metro sangatlah tidak masuk akal,” ungkap Lianna. “Pemerintah dan industri kereta api harus merundingkan bagaimana caranya untuk mengurai kepadatan yang selama ini terjadi di layanan Metro. Tidak hanya merundingkan, tapi juga menindaklanjutinya,” tambahnya.

Baca Juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia

Lianna juga membeberkan beberapa opsi yang bisa ditempuh oleh pemerintah dalam menyiasati masalah kepadatan ini. “Jika memungkinkan, pihak yang berwenang bisa memperbanyak layanan, atau menambah jumlah gerbong dalam satu rangkaian,” terang Lianna. Walaupun tidak ada data set resmi yang merekam statistik penggunaan tipe gerbong ini, namun sebuah penelitian pada tahun 2013 silam menunjukkan bahwa hanya sekitar 50 persen kursi yang terisi di kelas satu.

Penelitian tersebut mengambil objek kereta antarkota yang tiba di stasiun Paddington, Waterloo, Livepool Street, dan Kings Cross antara pukul 8 hingga 9 pagi waktu setempat pada tiga hari kerja berturut-turut. Menurut data Office of Rail and Road (ORR), penghapusan gerbong kelas satu dari layanan Metro tidak berdampak buruk pada pendapatan, jika ditengok dari kacamata ekonomi.

Baca Juga: Contactless Payment Paling Cocok Untuk Mass Transportation

Pada tahun 2014, kontrak baru untuk layanan kereta api di West Coast Main Line mengubah 21 gerbong kelas satu menjadi kelas standar, yang menghasilkan 5.500 kursi tambahan untuk layanan harian di seluruh jaringan. Setahun berselang, First Great Western juga turut menginvestasikan  £ 13 juta untuk menghadirkan 3.000 kursi kelas standar untuk layanan hariannya, serta penambahan hampir 16 persen lebih kursi kelas standar untuk layanan menuju London di peak hours.