Uji Coba XP-1, Hyperloop: “Teknologi Kami Siap Dipasarkan”

Sumber: newatlas.com

Setelah minggu lalu Hyperloop One menampilkan sebuah prototipe moda yang akan digunakan untuk menunjang pelayanan bagi para penumpangnya, perkembangan terbaru dari sarana transportasi futuristik ini adalah mereka baru saja berhasil melakukan tes fase pertama dengan menjalankan moda tersebut di lintasannya hingga menyentuh kecepatan 300km per jam. Seperti yang diketahui sebelumnya, Hyperloop One merupakan salah satu kontingen startup yang mengembangkan konsep transportasi berbasis tabung.

Baca Juga: Demam Pengadaan Hyperloop Mulai Merambah Ke Negeri Ginseng

Dalam uji coba tahap 1 yang  dilakukan bulan lalu, tim lapangan menguji semua komponen sistem yang menunjang kelancaran moda tersebut, seperti suspensi kendaraan, teknologi levitasi magnetik, dan sistem pemompaan vakum. Bisa dibilang, dibanding kompetitornya, yaitu Hyperloop Transportation Technologies dan Arrivo, Hyperloop One lah yang menunjukkan perkembangan yang paling maju dan signifikan. Untuk moda dari Hyperloop One sendiri, masing-masing pod memiliki panjang 8,7 meter, lebar 2,7 meter, dan tinggi 2,4 meter. Moda tersebut juga dilengkapi dengan lapisan luar yang terbuat dari panel serat karbon.

Sasisnya terbuat dari alumunium struktural dan berisi sistem propulsi serta magnet untuk levitasi. Sebagaimana dilansir KabarPenumpang.com dari newatas.com (2/8/2017), pihak Hyperloop One mengatakan moda ini dirancang seperti  mobil Formula One. “Walaupun ringan, namun kuat,” terangnya.

Sumber: newatlas.com

Dalam uji coba tahap 2, para peneliti melihat sendiri bagaimana XP-1 (nama dari pod Hyperloop One) melaju di dalam sebuah tabung khusus sejauh 1.600 kaki atau setara dengan 500 meter, bertempat di Gurun Nevada. Uji coba ini berkaitan dengan depressurizing dalam tabung hingga setara dengan udara pada ketinggian 200.000 kaki (60km) di atas permukaan laut. Dimana dengan depressurizing di dalam tabung tersebut memungkinkan pod untuk menggunakan sistem levitasi magnetic agar bisa melayang di dalam lintasan dan melaju menggunakan sistem propulsi elektrik pada jarak 1.000 kaki atau setara dengan 300 meter.

Baca Juga: Uji Coba Perdana, Hyperloop One Sukses Meluncur 112 Km Per Jam

Salah satu pendiri Hyperloop One, Shervin Pishevar mengaku senang karena hasil jerih payahnya selama ini hampir terealisasikan sepenuhnya. “Kami juga sangat senang ketika melihat XP-1 dapat masuk ke dalam tabung (lintasan Hyperloop) dan dapat melaju hingga kecepatan 310km per jam,” jelas Shervin. “Ketika Anda mendengar suara Hyperloop, Anda seolah mendengar suara dari masa depan,” tambahnya kegirangan.

Dalam laporan terpisah, semua komponen sistem yang nantinya akan menyertai moda pun tidak luput dari perhatian para peneliti selama uji coba tahap 2 kemarin, seperti sistem motor listrik, kontrol, sistem levitasi dan panduan magnetis khusus, suspensi pod, dan sistem vakum. Walaupun kecepatannya masih jauh dari yang selama ini direncanakan, namun pihak Hyperloop One mengatakan bahwa mereka telah membuat sebuah perkembangan hebat dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Baca Juga: Dubai, Amerika Serikat, dan Slowakia Saling Mengantri Realisasi Hyperloop

“Kami telah membuktikan bahwa teknologi ini siap dipasarkan, dan sekarang kami siap untuk berdiskusi dengan mitra, pelanggan serta pemerintah di seluruh dunia tentang komersialisasi penuh dari teknologi Hyperloop kami,” ungkap CEO Hyperloop One, Rob Lloyd. “Kami gembira dengan prospek dan respon positif yang kami terima dari pemerintah di seluruh dunia dalam misi untuk mengatasi masalah transportasi dan infrastruktur massal mereka.” Tutupnya.