Serba-Serbi Soal Virgin Atlantic, Merek Dagang Milik Sir Richard Branson yang Mendunia!

Richard Brenson dan Awak Virgin. Sumber: sbs.com.au

Siapa sih yang tidak kenal maskapai Virgin Atlantic? Ya, merk dagang besotan Sir Richard Brenson ini namanya memang sudah melanglang buana di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di sektor aviasi saja. Besarnya nama Virgin Group yang merupakan induk perusahaan dari Virgin Atlantic, memaksa pihak maskapai untuk memberikan layanan prima di setiap penerbangannya. Salah satu yang menonjol adalah pembagian eskrim dan kopi bagi penumpang di kelas ekonomi rute tertentu. Ya, biasanya panganan gratis semacam ini hanya tersedia bagi penumpang kelas premium.

Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang

Wah, kira-kira fakta unik apalagi ya yang terselip di balik nama besar Virgin Atlantic? Berikut KabarPenumpang.com rangkumkan fakta-fakta tersebut, dikutip dari laman gotravelyourway.com.

Tidak Bergabung Pada Aliansi Penerbangan Manapun
Berbeda dengan Garuda Indonesia yang tergabung ke dalam aliansi penerbangan Skyteam, Cathay Pacific dengan Oneworld, atau Lufthansa dengan Star Alliance-nya, Virgin Atlantic lebih memilih untuk tidak bergabung dengan aliansi penerbangan mana pun. Pihak Virgin Atlantic lebih condong menggunakan metode individual codeshare agreements dengan pihak maskapai lain.

Mengoperasikan Penerbangan Transatlantik dari Lebih Banyak Kota di Inggris Daripada British Airways
Jika British Airways mengoperasikan penerbangan transatlantiknya dari hub Bandara Internasional Gatwick dan Bandara Internasional Heathrow, maka Virgin Atlantic memiliki hub tambahan yaitu di Bandara Internasional Manchester. Belum lagi pengoperasian berbagai rute point-to-point musiman dari kota-kota kecil di seluruh penjuru Australia. Tentu saja hal ini akan semakin mendongkrak pendapatan dari Virgin Atlantic.

Salah Satu Operator Terakhir dari Airbus A340-600
Kerap kali dideru masalah teknis, dan berkembangnya stigma tentang ukuran pesawat yang terlalu besar, beban pesawat yang terlalu berat ketika taxi, hingga penggunaan bahan bakar yang tidak efisien membuat sejumlah maskapai enggan menggunakan jasa A340-600 ini lagi. Sebenarnya, pihak Virgin pun merasakan hal yang sama, namun karena satu dua alasan, akhirnya pihak maskapai harus menunggu hingga bisa sepenuhnya ‘meremajakan’ armada Airbus A340-600.

Baca Juga: Ini Fakta yang Mungkin Belum Anda Ketahui dari Delta Airlines

Punya Cabang!
Ya, seperti yang sudah disebutkan di atas, merk dagang Virgin ini sudah mendunia. Wajar jika Anda menemukan nama Virgin di tempat lain. Sebut saja salah satu maskapai asal Australia dengan nama Virgin Australia, di Nigeria dengan nama Virgin Nigeria Airways (berganti nama menjadi Nigerian Eagle Airways pada tahun 2009), dan Virgin America di Negeri Paman Sam.