Sering Goda Orang Tak Dikenal di Jalanan? Hati-hati Anda Bisa Terjerat “Catcalling”

0
ilustrasi catcalling di jalanan (istimewa)

Anda sering dipanggil atau dipuji oleh orang yang tidak di kenal ketika tengah berada di stasiun, di halte atau di jalan? Biasanya ini terjadi lebih banyak kepada wanita dan dilakukan oleh para pria sebagai bentuk candaan atau keisengan belaka.

Baca juga: Duh! Pesan Berbau Pelecehan Seksual Diterima Penumpang Lewat In-Flight Entertainment

Para pria melakukannya kerap kali dengan cara spontan sembari tertawa dan segera melupakannya setelah melakukan hal tersebut. Padahal yang dilakukan ini bukanlah tindakan yang lucu dan godaan verbal di jalanan ini bisa disebut dengan catcalling yang merupakan perbuatan sangat mengganggu serta membuat wanita yang mengalaminya merasa tidak nyaman.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, catcalling secara harafiah diartikan sebagai siulan dan kenyataannya bisa terjadi dalam berbagai bentuk verbal atau ucapan. Contohnya seperti menggoda wanita ketika baru turun dari kendaraan umum, memanggil atau melontarkan ucapan yang bernada seksual.

Catcalling sendiri ternyata terjadi pada wanita yang menggunakan pakaian tertutup seperti menggunakan celana atau rok panjang, memakai baju dengan lengan panjang, seragam sekolah, bahkan yang menggunakan hijab. Jadi bisa dikatakan pelecehan terjadi bukan karena wanita menggunakan pakaian terbuka atau karena keluyuran pada malam hari.

Namun semua tindakan ini bisa termasuk catcalling atau tidak tergantung yang menanggapinya. Jika seseorang itu terganggu dengan siulan atau bernada seksual maka termasuk dengan catcalling tetapi jika tidak ini tak masalah.

Ternyata catcalling ini merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual dan termasuk dalam 15 bentuk kekerasan seksual menurut Komnas Perempuan di Indonesia. Di beberapa negara dunia, tindakan catcalling sendiri termasuk perbuatan melanggar hukum dan pelakunya dapat dijatuhi hukuman mulai dari denda yang cukup tinggi hingga ancaman penjara.

Sampai saat ini ada enam negara yang sudah memiliki undang-undang yang mengatur pelecehan jalanan yakni Belgia, Portugal, Argentina, Kanada, New Zealand dan Amerika Serikat. Pada 1 Januari 2018, Belanda mulai memberlakukan undang-undang yang menyatakan bahwa pelaku catcalling adalah perbuatan kriminal dan akan dikenakan denda maksimum 8200 euro (Rp143 juta) atau tiga bulan penjara.

Setelah undang-undang ini diberlakukan, para pelaku dapat dilacak untuk kemudian diperiksa dan dijatuhi hukuman. Beberapa wilayah di Belanda, seperti Amsterdam, Rotterdam dan Den Haag bahkan telah menambahkan pasal bahwa mengintimidasi perempuan dan kaum homoseksual merupakan tindak kejahatan.

Nah, apakah di Indonesia sudah ada jerat hukum untuk pelaku catcalling? Sayangnya sampai saat ini belum ada dasar hukum yang jelas untuk catcalling dan harus menggabungkan beberapa pasal untuk menyelesaikannya. Dalam Pasal 35 dalam UU No.4/2008 menjabarkan hukuman bagi mereka yang melanggar aturan yang tertulis dalam Pasal 9 UU No.4.

Baca juga: Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping

Mereka yang menjadikan orang lain sebagai objek pornografi dapat dikenakan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 12 tahun dan/atau pidana denda sebesar Rp500 juta sampai Rp6 miliar.

Leave a Reply