Stanley Robotics dan VINCI Airports Sepakat Perluas Layanan Robot Valet Parkir di Bandara Lyon

0
Robot valet parkir otomatis 'Stan' saat sedang memindahkan mobil ke slot parkir kosong. Foto: REUTERS/Emmanuel Foudrot

Setelah suskes dalam fase percobaan penerapan robot valet parkir otomatis yang melibatkan 500 titik di Bandara Lyon, baru-baru ini, Stanley Robotics dan VINCI Airports mengumumkan kesepakatan kerjasama lanjutan dalam memperluas layanan tersebut ke lebih dari 2.000 titik lainnya pada Maret mendatang. Belum jelas berapa nilai dan durasi kontraknya. Namun, sebuah sumber menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mungkin bernilai hingga miliaran Euro.

Baca juga: Ada Robot Parkir Valet di Bandara Lyon, Begini Cara Kerjanya!

“Perjanjian ini merupakan tahap pengembangan utama untuk proyek utama kami di Bandara Lyon. Pembukaan 2.000 ruang baru menandai seberapa jauh kami telah membawa banyak perubahan dengan produk yang semakin canggih. Ini merupakan lompatan besar ke depan dalam sejarah perusahaan, dan dorongan keyakinan pada rencana kami untuk menaklukkan pasar bandara dan membuat proyek-proyek lain segera berjalan,” kata Clement Boussard, CEO Stanley Robotics, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari roboticsbusinessreview.com, Senin, (10/2).

Mewakili VINCI Airports, CEO Bandara Lyon, Tanguy Bertolus mengatakan, kesepakatan baru tersebut dinilai sangat sejalan dengan visi perusahaan terkait pembangunan berkelanjutan bandara. Tak hanya itu, kesepakatan tersebut juga sejalan dengan visi perusahaan lainnya, yakni dalam memberikan pengalaman berbeda di setiap layanannya.

“Layanan robot valet parkir yang disediakan oleh Stanley Robotics dan dikembangkan di Lyon memenuhi tujuan strategis Bandara Lyon, yaitu, untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan bandara,” ujarnya.

Bila melihat kinerja dari robot valet parkir otomatis tersebut, berbagai keuntungan memang dapat dilihat, bahkan dengan kasat mata. Terkait masalah ruang maksimum di lahan parkir, robot bertenanga listrik tersebut mampu mencapai hingga 100 persen efisiensi, sehingga tidak ada ruang yang tersisa, berkat tata letak yang cukup rapat. Hal itu juga membuat lahan parkir yang jika dilakukan oleh manusia mencapai total sekitar 8.000, menjadi 12.000 saat ditangani oleh robot valet parkir otomatis tersebut.

Kemudian, perihal emisi gas buang (CO2), terhindarnya mobil dalam usaha untuk mencari-cari slot parkir kosong sampai selesai memarkirkannya, diperkirakan dapat menekan angka emisi CO2 tersebut hingga 100 ton dalam setahun untuk setiap 2.000 slot parkir.

Selain itu, dalam sebuah survey internal perusahaan, selama masa percobaan, robot tersebut juga memiliki daya jelajah tinggi, berkisar 2.000 kilometer sejak pertama kali dibuka. Di samping itu, robot valet parkir tersebut juga mendapatkan angka ketertarikan yang besar, yakni 90 persen pengguna mengatakan ingin memakai jasa robot tersebut setiap kali ke bandara, serta melayani hingga 8.000 pelanggan setiap tahunnya.

Layanan robot valet parkir sendiri adalah layanan inovatif yang sepenuhnya dikerjakan oleh robot otonom. Dalam menjalankan tugas untuk memaksimalkan ruang parkir yang tersedia, robot tersebut bekerja secara berkelompok, saling bahu-membahu, dengan total tujuh robot dalam melayani 28 loket khusus dimana mobil-mobil yang ditinggalkan pemiliknya, menunggu kedatangan robot bernama ‘Stan’ tersebut untuk diangkat ke ruang parkir yang masih tersedia.

Baca juga: YAPE, Robot Pengirim Barang Dengan Teknologi Pemindai Wajah

Pengembang robot layanan valet parkir otomatis tersebut mengatakan, proyek tersebut sudah dimulai sejak tahun 2017 silam, dengan menawarkan pengoperasian hingga 6.000 slot parkir pada awal kemunculanya.

“Layanan robot valet parkir membebaskan waktu bagi para penumpang yang mencari tempat-tempat kosong (untuk parkir) atau sebaliknya mencoba menemukan kendaraan mereka di tempat parkir. Setelah memesan slot parkir melalui situs web Bandara Lyon, penumpang dapat menaruh kendaraan mereka di salah satu loket khusus (semacam garasi), dan melanjutkan perjalanan ke bandara menggunakan shuttle bus. Robot valet parkir kemudian menjemput mobil dan memarkirnya di area parkir mobil yang aman. Ketika seorang penumpang kembali, mereka dapat mengambil kendaraan mereka di salah satu loket tadi,” kata Clement Boussard, CEO Stanley Robotics.

Leave a Reply