Stasiun Pyongyang, Titik Awal Perjalanan Kim Jong Un Saat Melawat ke Luar Negeri

Sumber: youtube.com

Jika pada serangkaian artikel sebelumnya telah dijabarkan tentang seluk beluk kunjungan Supreme Leader Korea Utara Kim Jong Un ke Vietnam guna menjalani pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Nah, kurang lengkap rasanya jika tidak membahas tentang titik awal perjalanan sang diktator yang diketahui memiliki phobia ketika mengudara ini ketika hendak menjalani kunjungan luar negeri. Ya, Stasiun Pyongyang.

Baca Juga: Ternyata, Kereta Kenegaraan Kim Jong Un Tidak Lepas dari Peran dan Dukungan Cina

Stasiun Pyongyang merupakan adalah stasiun kereta api pusat di Korea Utara yang terletak di Yŏkchŏn-dong, Chung-guyŏk. Stasiun ini sendiri dioperasikan oleh Korean State Railway yang juga merangkap sebagai pemiliknya. Stasiun Pyongyang ini merupakan awal dari jalur P’yŏngbu dan P’yŏngŭi, yang disesuaikan dari jalur Kyŏngbu dan Kyŏngŭi yang dulunya digunakan sebelum pembagian Korea untuk mengakomodasi perpindahan ibukota dari Seoul ke Pyongyang (perpecahan Korea Selatan dan Utara).

KabarPenumpang.com melansir dari berbagai laman sumber, konstruksi asli Stasiun Pyongyang ini dibangun pada tahun 1920-an. Namun sayang, ketika Perang Korea pecah, konstruksi asli dari stasiun ini dihancurkan dan baru dibangun kembali pada tahun 1958 dengan menggunakan gaya arsitektur sosialis. Stasiun yang sudah terelektrifikasi ini memiliki tiga lantai pada bagian upper ground, dan satu lantai basement.

Sumber: comtourist.com

Lantai dasar (basement) memiliki meja tiket khusus untuk pegawai pemerintah. Di lantai pertama ada ruang tunggu, toilet, meja tiket, dan akses menuju peron. Di lantai dua berisikan kantor untuk staf dan di lantai tiga merupakan kantor untuk kepala stasiun.

Terdapat lima peron dan enam jalur di Stasiun Pyongyang ini, dengan peron nomor 1 sebagai yang paling luas ukurannya. Dua dari lima peron ini merupakan peron jenis island (berada di tengah-tengah jalur).

Sebagai stasiun utama di Korea Utara, sudah seyogyanya jika Stasiun Pyongyang menjadi penghubung kota-kota yang ada di sini, seperti: Chŏngju, Sinŭiju, Namp’o, Sariwŏn, Kaesŏng, Wŏnsan, Hamhŭng, dan Rason.

Baca Juga: Mengapa Kim Jong Un ‘Lebih Senang’ Naik Kereta Ketimbang Pesawat? Ini Dia Spekulasi yang Beredar!

Tidak hanya melayani rute domestik saja, Stasiun Pyongyang juga melayani rute internasional seperti menuju Rusia dan Cina dengan menggunakan kereta malam. Malahan, ada layanan kereta penumpang harian menuju Dandong di perbatasan Cina.

Ada cerita unik yang bersemayam di balik Stasiun Pyongyang ini, dimana dalam dua kali sehari, stasiun ini mengumandangkan lagu “Where Are You, Dear General?” dengan menggunakan pengeras suara. Ini semacam alarm bagi keseluruhan kota Pyongyang. Unik, ya!