Sudah Tahu “Ancillary Revenue” Maskapai Penerbangan? Simak di Sini Jika Belum

0
Ilsutrasi layanan dari ancillary revenue atau pendapatan tambahan maskapai. Foto: ANA

Banyak dari maskapai, biasanya maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC), mendapat sebagian besar pendapatan dari ancillary revenue atau pendapatan lain-lain. Kendati hanya sekedar pendapat lain-lain, ancillary fee kadang kala menyumbang pendapatan cukup besar bagi banyak maskapai.

Baca juga: Genjot Pendapatan Tambahan, Lion Air Group dan Sabre Jalin Kemitraan Jangka Panjang

Maskapai LCC tergolong banyak mengambil ceruk ancillary revenue dikarenakan layanan mereka sangat standar sekali. Bisa dibilang, layanan yang diperoleh penumpang dari maskapai LCC hanya sekedar terbang, dengan bagasi terbatas, dan sampai tujuan.

Karenanya, bila penumpang ingin mendapat tambahan layanan, penumpang harus mengeluarkan biaya ekstra.

Kendati demikian, maskapai full service ataupun medium service, tentu juga putar otak agar juga bisa mendapat tambahan biaya atau ancillary revenue. Karena kebutuhan penumpang maskapai full service, medium service, dan LCC berbeda, layanan tambahan yang ditawarkan maskapai juga berbeda.

Dilansir Simple Flying, maskapai full service, semisal British Airways, mengambil sumber cuan dari ancillary revenue melalui berbagai lini, seperti perubahan tiket, bagasi, dan lainnya. Lebih lengkapnya sebagai berikut.

Perubahan tiket: Bagi penumpang yang ingin mengubah jadwal penerbangan, membatalkan penerbangan, atau membeli tiket baru, biasanya mereka dikenakan charge dan ini menjadi sumber pendapatan tambahan maskapai.

Bagasi: Jatah bagasi British Airways tergantung pada kelas layanan yang diambil penumpang. Jika penumpang terbang di kelas ekonomi dan ingin mengambil ekstra bagasi, penumpang dikenakan biaya US$90 untuk itu.

Overweight luggage: Jika bagasi penumpang melebihi berat yang diizinkan maskapai, penumpang wajib membayar biaya tambahan sebesar US$100.

In-Flight WiFi: British Airways menawarkan layanan internet atau WiFi dengan biaya US$8 untuk satu jam, US$18 untuk empat jam, dan US$24 untuk sepanjang penerbangan.

Selain empat itu, maskapai full service juga meraih ancillary revenue dari miles yang dibeli bank dan merchant dalam program frequent flyer. Jika dikalkulasi, persentase ancillary revenue dari penjualan poin frequent flyer maskapai full service bisa mencapai 55 persen.

Sedangkan untuk ancillary revenue dari maskapai LCC, semisal Ryanair, itu sebetulnya tak jauh berbeda dengan ancillary revenue maskapai full service. Perbedaan mencolok tentu dari biaya makanan dan minuman, bagasi, serta pemilihan kursi. Lebih lengkapnya sebagai berikut.

Baca juga: Peluang Pendapatan Baru, LCC Mulai Kenakan Biaya Untuk Bagasi Kabin

Pemilihan kursi: Semua pesawat Ryanair dikonfigurasikan dalam tata letak yang ekonomis, dengan harga kursi mulai dari US$8 hingga US$33.

Bagasi: Bagi penumpang yang membawa bagasi lebih dari yang sudah ditentukan, mereka wajib membayar sebesar US$19,10. Bagasi tambahan berupa alat musik, peralatan olahraga, dan stroller dikenakan biaya US$19.

Boarding prioritas: Penumpang dapat membayar US$7,16 untuk naik ke pesawat terlebih dahulu tanpa harus antre dan berdesakan masuk pesawat.

Makanan & Minuman: Ryanair membebankan biaya untuk semua makanan dan minuman dan menyediakan pre-ordered makanan ringan mulai harga US$11.
Asuransi perjalanan: Ryanair menjual asuransi perjalanan mulai dari US$23,77.