‘Sultan’ Inggris Ingin Terbangkan Mobil, Jadi Sebab Lahirnya Pesawat Aneh ATL-98 Carvair

0
ATL-98 Carvair "Car via Air". Foto: Courtesy of Iberia Photo Archive

ATL-98 Carvair mungkin terdengar aneh di telinga avgeek saat ini. Sepak terjangnya memang tak sebagus De Havilland Comet, Concorde, dan pesawat lainnya. Namun, bagaimana dengan DC-4? Pasti tidak asing bukan dengan pesawat turboprop legendaris ini. Padahal, ATL-98 Carvair kepanjangan dari “Car via Air” merupakan pesawat modifikasi dari DC-4, loh.

Baca juga: Hari Ini, 44 Tahun Lalu, Tabrakan Dua Boeing 747 Jadi Kecelakaan Pesawat Terburuk Sepanjang Masa

Sebagaimana namanya, pesawat ini memang khusus diperuntukkan kargo yang memuat mobil di bagian punuk atau punggu pesawat. Tak heran bila desainnya seperti itu dan nyaris serupa dengan Boeing 747. Bisa juga dibilang pesawat ini sebagai Boeing 747 turboprop bila melihat desainnya yang nyaris sama persis.

Dilansir CNN International, di masa lalu, tepatnya di dekade 50an, banyak ‘sultan’ Inggris berkeinginan untuk menyetir mobilnya sendiri di Eropa daratan tanpa menunggu waktu lama. Maklum, ketika itu, Terowongan Channel yang menghubungkan Inggris dengan Perancis, sebagai pintu gerbang ke Eropa daratan, belum ada dan baru hadir pada 6 Mei 1994. Pilihan moda transportasi satu-satunya ialah laut, dengan durasi yang cukup lama.

Tingginya demand tersebut pun dimanfaatkan oleh pengusaha penerbangan legendaris, Freddie Laker, untuk menciptakan pesawat aneh ATL-98 Carvair hasil modifikasi dari DC-4. Bak gayung bersambut, saat itu, tak lama setelah pesawat jet komersial pertama dunia, De Havilland Comet, terbang perdana pada 27 Juli 1949, minat maskapai terhadap pesawat turboprop memang jauh menurun. Alhasil, harga jual pesawat itu jatuh ke titik terendah.

Dengan harga rendah namun kualitas tinggi, DC-4 pun dipilih untuk dimodifikasi, sampai akhirnya dioperasikan Aviation Traders Limited untuk mengangkut mobil-mobil orang kaya Inggris ke daratan Eropa.

ATL-98 Carvair yang merupakan modifikasi dari DC-4. Foto: Alamy

Kemunculan ATL-98 Carvair tentu menjadi dahaga bagi para ‘sultan’ Inggris yang tak sabar ingin menggeber mobil kesayangan mereka di daratan Eropa. Dalam sekejap, bisnis kargo mobil terbang ini melesat tajam. Terlebih, teknisnya pun cukup mudah.

Layaknya naik kapal feri, para pemilik mobil meluncur langsung ke apron bandara dan memasukan mobilnya ke dalam Carvair’s characteristic elevated cockpit yang berada di punggu pesawat dengan bantuan scissors-type lift. Setelah itu, penumpang turun dan duduk di kursi nyaman di kursi penumpang.

Normalnya, pesawat ini bisa mengangkut lima mobil dan 22 penumpang, jauh lebih banyak dibanding pesawat serupa era Perang Dunia II, Bristol 170 Freighter. Konfigurasi ATL-98 Carvair juga mudah diubah menjadi hanya tiga mobil dan 55 penumpang, konfigurasi hanya kargo, ataupun hanya penumpang dengan kapasitas 85 kursi.

Di masa keemasannya, ATL-98 Carvair 24 penerbangan pulang pergi setiap hari dari bandara Southend, dekat London, ke Calais (Perancis), Ostend (Belgia), dan Rotterdam (Belanda).

Seiring berjalannya waktu, Strasbourg di perbatasan Perancis-Jerman dan kota Jenewa serta Basel di Swiss, menjadi negara selanjutnya yang didarati pesawat. Bahkan, pesawat sampai menjangkau seluruh dunia, mencapai Selandia Baru dan Australia hingga AS, sebagian besar Eropa, dan Afrika.

Baca juga: Mercedes Benz Pamerkan Desain Moda Futuristik yang Mampu Angkut Penumpang dan Kargo

Permintaan tinggi juga membuat kebutuhan pesawat bertambah. Tercatat, sejak 1961 sampai 1968, sebanyak 21 pesawat ATL-98 Carvair diproduksi dan dioperasikan Aviation Traders Limited.

Seiring berjalannya waktu, dimana sudah semakin banyak kompetitor dan beberapa kecelakaan fatal, membuat bisnis Aviation Traders Limited. Alhasil, pada 2007 lalu, ATL-98 Carvair mulai ditinggal pelanggan dan pada 2021 ini seluruh pesawat itu sudah tak lagi beroperasi.

Leave a Reply