Survei: 89 Persen Penumpang Turkish Airlines Tak Inginkan Adanya Panggilan Telepon Selama Penerbangan

Ilustrasi menerima panggilan telepon di pesawat (Awesome Babes)

Setiap maskapai berloma untuk menyajikan beragam kemudahan dan layanan ekstra bagi penumpangnya, sebut saja seperti in flight WiFi, yang menjadikan akses internet bisa disalurkan ke laptop dan smartphone Anda. Saat akses internet tersalurkan, maka dengan mudah Anda bisa melakukan panggilan dan terima telepon via VoIP (Voice over Internet Protocol) seperti yang ada di aplikasi WhatsApp.

Baca juga: Larangan Dilonggarkan, Maskapai Cina Kini Izinkan Penumpang Aktifkan Smartphone di Pesawat

Namun, apakah mendapat panggilan telepon menjadi bagian penting saat berada di udara? Apakah hal ini tidak mengganggu sinyal penerbangan? Atau bahkan hal ini bisa menimbulkan banyak lagi pertanyaan. Untuk itu, KabarPenumpang.com untuk mendapat penjelasannya telah melansir dari laman travelandleisure.com (25/7/2018), bahwa dari survei Nielsen yang dilakukan oleh Turkish Airlines, didapat 89 persen penumpang ingin penerbangan mereka terjaga dari layanan panggilan telepon.

Entah itu untuk menghindari panggilan terkait pekerjaan bahkan hal yang sebenarnya tidak perlu dibicarakan. Sebab, waktu perjalanan yang dihabiskan dalam penerbangan tanpa konektivitas bisa menjadi sesuatu yang berharga.

Ini juga untuk menghindari penumpang lain mendengar percakapan seseorang diseberang telepon yang berbicara dengan Anda. Hasil survei mendapatkan jawaban terbanyak atau mayoritas menyebutkan potensi gangguan adalah sebagai alasan utama untuk melarang adanya panggilan telepon dalam kabin pesawat.

Mungkin beberapa tahun lalu responden menginginkan adanya sambungan telepon seluler saat berada di pesawat. Namun karena hal ini, presentase orang yang menentang layanan panggilan telepon di pesawat meningkat sejak 2015 lalu.

Baca juga: Saat Bepergian Sendiri dengan Pesawat, Beberapa Hal ini Layak Disimak

Tetapi meskipun sambungan tidak penting bagi penumpang pesawat, mereka justru menginginkan hal lainnya untuk tetap terhubung dan juga menghibur salama penerbangan. Survei yang dilakukan ternyata mengungkapkan bahwa 90 persen penumpang mengandalkan hiburan dan 77 persen berharap memiliki layanan internet selama berada dalam penerbangan.

Tetapi di tempat lain di dunia bisa saja sikap terhadap ponsel saat berada dalam pesawat berbeda. Ada sekitar 51 persen dari penumpang global yang menentang penggunaan ponsel saat berada di pesawat. Sedangkan penumpang dari India, Cina dan Uni Emirat Arab akan lebih memilih untuk melakukan panggilan telepon saat dalam penerbangan.

Meski begitu bagi masyarakat Amerika bisa dikatakan beruntung sebab Federal Communications Commission (FCC) juga tidak menginginkan adanya panggilan telepon di dalam pesawat. Tahun lalu, ketua FCC memblokir proposal yang mengizinkan panggilan suara dilakukan saat dalam penerbangan.