Swiss Freitag Ciptakan Tas Travel yang Bisa Dilipat!

Sumber: wired.com

Walaupun sudah berkecimpung di dunia produksi tas selama kurang lebih 24 tahun dan menghasilkan banyak varian seperti tas laptop, hand bag, ransel, hingga dompet, namun dua orang dibalik nama Swiss Freitag, Daniel dan Markus Freitag masih memiliki satu jenis tas yang hingga kini masih belum bisa mereka produksi, yaitu tas travel dengan bobot yang ringan.

Baca Juga: Baca Ini Dulu Sebelum Anda Beli Koper

“Kami belum pernah berhasil membuat tas travel ringan,” ungkap Daniel sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wired.com (12/9/2017). Dalam memproduksi barang-barangnya, Swiss Freitag menggunakan bahan upcycled tarpaulin, bahan yang sama dengan penutup bagian atas sebuah truk. Bahan yang lebih dikenal sebagai terpal di Indonesia ini terkenal dengan bahannya yang anti air dan cukup kuat.

Sedangkan untuk menghasilkan daya tampung yang cukup banyak, perusahaan tersebut harus menggunakan bingkai logam dan roda agar tas travel tersebut bisa diseret layaknya koper, namun ide tersebut bertentangan dengan salah satu tujuan mereka, yaitu menciptakan tas travel yang ringan. Ide tersebut lalu dibiarkan mengendap selama bertahun-tahun, hingga pada musim semi 2016, salah satu perancang di Swiss Freitag menemukan solusinya, yaitu menggantikan peran bingkai logam dengan tabung sepeda yang notabene jauh lebih ringan daripada bingkai logam.

Sumber: wired.com

Adalah Nicola Staeubli, pemberi solusi pergantian bahan tersebut yang akhirnya berhasil menelurkan The Zippelin, sebuah koper berkapasitas 22 gallon yang terbuat dari bahan terpal, sama seperti kebanyakan tas produksi mereka. Kelebihannya adalah tas travel ini bisa digulung seukuran sebuah kotak sepatu, sehingga tidak menghabiskan ruang penyimpanan ketika tidak digunakan. Untuk menghasilkan kapasitas maksimal, Anda bisa memompanya dan tas tersebut akan mengembang hingga mencapai ukuran maksimal.

Nicola yang diketahui pernah belajar tentang dunia arsitektur mengemukakan bahwa prinsip yang ia aplikasikan pada tas travel ini hampir serupa dengan inflatables, sebuah struktur yang kerap kali digunakan untuk menunjang pembangunan sebuah jembatan dan bangunan. Tabung sepeda tersebut akan membentuk bagian belakang tas dan dapat mengembang hingga 30 psi, atau setara dengan tekanan sebuah ban mobil. Setelah dikembangkan, tabung tersebut akan berperan sebagai bingkai tas yang memungkinkan Anda memasukkan barang bawaan yang lebih banyak.

Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya

Tanpa kerangka pembentuk tas, bahan terpal tersebut tidak akan bisa berdiri. “Salah satu tantangan terbesarnya adalah merancang tas agar bisa tegak berdiri setelah diisi penuh,” ungkap Nicola. Masalahnya, tas tersebut bukan jenis tas kaku karena bisa digulung serta bagian alasnya yang tidak berbentuk persegi panjang layaknya kebanyakan tas atau koper.

Jika diperhatikan, bagian bawah Zippelin berbentuk sedikit diagonal dengan roda terpasang berada di bagian atasnya, sehingga memungkinkan tas dapat digulung, dan dapat diberdirikan dengan sempurna setelah dipompa. Untuk mendapatkan tas travel ini, Anda bisa membuka laman Kickstarter karena tas ini masih diproduksi berdasarkan pesanan dan masih membutuhkan dana besar untuk memasarkannya.