Swiss Uji Coba Aplikasi Pendeteksi Covid-19

0
Ilustrasi aplikasi SwissCovid

Aplikasi pelacakan pasien terinfeksi virus corona untuk suatu daerah yang termasuk dalam zona merah sudah dibuat berbagai negara. Kini Swiss juga mulai melakukan hal yang sama dan tengah dalam uji coba pelacakan pada kontak orang terinfeksi virus corona atau Covid-19 ini.

Baca juga: Gunakan Aplikasi di Ponsel, Warga Cina Hindari Lingkungan Terinfeksi Virus Corona

Dilansir KabarPenumpang.com dari engadget.com (26/5/2020), Swiss menguji coba aplikasi ini dengan menggunakan kerangka Apple-Google. Menurut EPFL Universitas Swiss, aplikasi yang bernama SwissCovid ini adalah yang pertama menggunakan kerangka Apple-Google.

Nantinya aplikasi ini akan bekerja menggunakan Bluetooth untuk bertukar data Covid-19. Jika pengguna ternyata positif Covid-19, aplikasi akan mengingatkan pengguna jika mereka berada dekat atau kurang dari dua meter dari orang terinfeksi tersebut dalam jangka waktu yang lama atau lebih dari 15 menit.

Aplikasi ini akan diuji coba pertama kali oleh karyawan di EPFL, ETH Zurich, Angkatan darat, rumah sakit terpilih dan lembaga pemerintahan. Fase uji coba ini diharapkan berlangsung beberapa minggu.

“Sampai hari ini, karyawan di @EPFL, @ETH_en, @vbs_ddps, dan beberapa rumah sakit dan administrasi canton dapat mengunduh aplikasi penelusuran kedekatan digital #SwissCovid. Proyek skala besar ini membuka jalan bagi ketersediaan publik pada pertengahan Juni,” tulis akun EPFL di laman Twitternya.

Selain itu parlemen Swiss harus merevisi undang-undang tentang pandemi untuk memungkinkan aplikasi di luncurkan di seleuruh Swiss pada pertengahan Juni ini. Diketahui, Apple dan Google membuat teknologi pelacakan kontak mereka dan sudah tersedia untuk lembaga kesehatan masyarakat minggu lalu.

Saat ini teknologi tersebut bisa digunakan pada iOS 13.5 dan perangkat Androi 6.0 ke atas. Model ini menggunakan pendekatan “desentralisasi”, di mana operasi utama dilakukan pada ponsel pengguna, bukan di server terpusat. Pendekatan itu dimaksudkan untuk melindungi privasi pengguna dengan lebih baik, dan menurut EPHL, protokol “DP3T” yang didesentralisasi dipimpin oleh dua Institut Teknologi Federal Swiss.

“Ini memberikan tanggung jawab besar kepada penguji Swiss, karena banyak negara lain berniat untuk mengadopsi protokol yang sama di kemudian hari. Kita tahu bahwa sebanyak 22 lembaga kesehatan masyarakat telah meminta API, tetapi tidak jelas berapa banyak dari mereka yang akan menggunakannya. Beberapa negara, seperti Australia, telah meluncurkan aplikasi mereka sendiri,” kata manajer proyek Alfredo Sanchez.

Tak hanya itu, Inggris mengatakan akan menggunakan pendekatan terpusat dan mulai menguji aplikasi sendiri, tetapi dilaporkan mempertimbangkan untuk beralih ke kerangka Apple-Google.

Baca juga: “PeduliLindungi,” Andalkan Bluetooth untuk Deteksi Penumpang Terinfeksi Covid-19

“Jejak digital ini tidak akan menggantikan langkah-langkah perlindungan, tetapi ini adalah cara terbaik untuk mengendalikan evolusi epidemi,” kata Alain Berset, Dewan Federal di Departemen Dalam Negeri Swiss.

Leave a Reply