Tak Kalah dengan Kokpit Pesawat, Kabin Masinis Juga Terapkan Standar Tinggi

0
Ilustrasi kabin masinis (YouTube)

Dunia pasti sudah tahu bahwa pesawat merupakan moda transportasi yang paling canggih dan melibatkan teknologi tinggi. Tak hanya itu, pesawat juga dikenal sebagai moda transportasi yang paling aman. Tak heran bila Direktur Utama PT TransJakarta, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, belum lama ini, berikrar untuk membawa perseroannya menerapkan standar keselamatan tinggi sebagaimana pesawat.

Baca juga: Masinis Kereta Peluru Mules, Kondektur Tak Memiliki ‘SIM’ Gantikan di Ruang Kemudi

Salah satu bukti tingginya standar keselamatan pada pesawat bisa dilihat seberapa ketat aturan di kokpit atau ruang kemudi pesawat.

Dilansir DW, pintu kokpit modern setidaknya memiliki lima komponen utama, mulai dari pintu anti peluru dengan tambahan electronic triple bolt, lubang intip (peephole), kamera di kabin untuk memantau aktivitas penumpang dan kru, panel kontrol pintu kokpit dengan tiga mode (normal, lock, dan unlock), serta panel keyboard di area kabin dan telepon untuk komunikasi kru dengan pilot.

Di luar itu, pilot dan kopilot juga dilengkapi dengan sensor tekanan yang bekerja saat kabin kehilangan tekanan.

Sebagai bagian dari standar keamanan terbang, setiap pramugari yang hendak masuk ke kokpit, diharuskan membunyikan bel terlebih dahulu. Kru kokpit kemudian dapat mengecek secara visual dengan fitur lubang intip. Bila benar pramugari, tentu akan dibukakan, bila tidak, jangan harap pilot akan membuka dengan tulus.

Lagi pula, bila kedapatan bukan pramugari yang mengetuk atau menggedor pintu, bisa dipastikan, pilot akan mengaktifkan pengamanan tambahan pintu kokpit dengan mode ‘lock’ dalam keadaan on. Otomatis, tiga baut tambahan akan memperkuat ketahanan pintu kokpit terhadap segala macam bentuk pembobolan.

Di darat, kereta juga dikenal sebagai moda transportasi berteknologi tinggi. Meski tak secanggih pesawat, tetapi standar keamanannya tetap tinggi.

Dikutip dari laman Twitter Kementerian Perhubungan RI, disebutkan, standar keamanan tinggi kabin masinis diatur dalam Peraturan Menteri Nomor PM 24 tahun 2015 tentang Standar Keselamatan Perkeretaapian pasal 29.

Selain adanya berbagai SOP dan teknologi kontrol agar masinis tetap fokus dan steril, kabin masinis setidaknya memiliki tiga syarat keamanan; kebisingan maksimum 85dBA, mampu melindungi masinis dan asisten masinis dari gas buang bagi sarana perkeretaapian yang menggunakan motor diesel, dan memiliki ruang bebas pandangan ke depan tanpa terhalang badan lokomotif.

Semua persyaratan itu juga didukung dengan aktivitas pra kerja masinis, dimana mereka diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan, assesment pradinas, pengecekan kondisi lokomotif dan mematuhi Standar Operasional Prosedur dalam pekerjaan.

Di samping itu, masinis diwajibkan mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 dengan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Suhu tubuh, tekanan darah sampai tes alkohol pun dilakukan oleh tim kesehatan. Tim kesehatan akan memberikan alat tiup yang bisa mengukur kadar alkohol dalam tubuh, presentasinya harus nol, kalau tidak masinis tak boleh dinas.

Baca juga: Tidur Ketika Mengoperasikan MRT, Masinis ini Langsung Kena PHK

Setelah dinyatakan aman, tim kesehatan akan memberikan surat keterangan sehat yang sudah dicap kepada masinis dan asisten masinis. Mereka harus kembali ke Penyelia Dinas untuk menunjukkannya. Sekali lagi, para masinis dan asisten masinis kereta api ataupun KRL harus menunjukkan tanda kecakapan dengan penilaian singkat. Tunjuk sebut semboyan dilakukan untuk melihat fokus para masinis.

Bila itu semua sudah, Penyelia Dinas kemudian memberikan perlengkapan kerja kepada masinis, berupa arloji, suling mulut, dan senter. Tanda tangan persiapan dinas dibubuhkan, masinis menerima surat perintah perjalanan dinas. Masih belum selesai, masinis menerima O.100 atau tabel kereta api dan melakukan pengecekan lokomotif sebelum mulai bekerja.

LEAVE A REPLY