Tarif LRT Jakarta Flat Rp5 Ribu, Lalu Kapan Beroperasinya?

(wartakota.tribunnews.com)

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sudah mulai mengular di ibukota dan bagaimana nasib saudaranya yakni Light Rail Transit (LRT) Jakarta sendiri? Ternyata sebagai salah satu moda transportasi massal yang akan menjadi unggulan ibukota, LRT belum memulai pengoperasiannya.

Baca juga: LRT Jakarta Siap Beroperasi, Inilah Kisaran Tarifnya!

Padahal tarif untuk perjalanan LRT Jakarta sendiri sudah ditetapkan yakni Rp5 ribu flat atau bisa dikatakan penumpang yang naik dari Stasiun Boulevard Utara hingga ke Velodrome akan sama dengan dari Boulevard Utara ke Boulevard Selatan. Tarif ini sama dengan tarif flat yang dikenakan TransJakarta kepada penumpangnya naik dan turun dimana saja hanya Rp3.500.

Lalu apalagi hambatan sehingga belum beroperasi? Direktur Proyek LRT Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin mengatakan, belum bisa beroperasi dikarenakan moda baru ini belum terintegrasi dengan TransJakarta. Padahal dia mengakui proyek pembangunan infrastruktur maupun kelengkapan LRT sudah mencapai 100 persen.

“Operasional hanya tinggal menunggu integrasi di Stasiun Velodrome dengan Halte bus Transjakarta Rawamangun. Penghubungnya skybridge (jembatan),” kata Iwan yang dikutip KabarPenumpang.com dari wartakota.tribunnews.com (3/4/2019).

Dia mengatakan bila pembangunan jembatan penghubung yang membelah Jalan Pemuda Raya selesai dibangun, pihaknya akan mulai uji coba publik pekan depan. Uji coba yang dilakukan akan menggunakan sistem pembayaran eketronik dengan gate tapping agar nantinya jika broperasi penuh tidak terjadi kendala seperti yang terjadi pada MRT Jakarta pada hari pertama operasio komersialnya.

“Uji coba sistem tapping langsung dilakukan karena kita tidak ingin seperti MRT yang bermasalah pada tapping mesin dan vending machine yang mengalami overload,” ujarnya.

Baca juga: Penasaran dengan Biaya Pembangunan LRT dan MRT Per Kilometernya? Simak Berikut Ini

LRT Jakarta sendiri ternyata sudah mendapat rekomendasi kelayakan sarana dan prasarana dari Kementerian Perhubungan dan diteruskan kepada Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai salah satu terbitnya sertifikat izin operasional. Memiliki jalur sepanjang hampir enam kilometer atau tepatnya 5,8 km untuk fase pertama.

Bila tidak ada kelanjutannya yakni fase II, maka bisa dikatakan LRT Jakarta hanya akan menjadi pajangan karena jalur pengoperasiannya yang cukup pendek. Apalagi LRT hanya memiliki enam stasiun yakni Stasiun Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian dan Velodrome. Selain itu LRT Jakarta juga dilengkapi dengan Fasilitas Depo perawatan sarana LRT di Jalan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.