Temukan Masalah Pada Mesin, Singapore Airlines ‘Kandangkan’ Dua Boeing 787-10

Boeing 787-10 milik Singapore Airlines. Sumber: FlightGlobal

Maskapai Singapore Airlines dikabarkan ‘mengandangkan’ dua armada Boeing 787-10 yang mereka miliki karena alasan teknis. Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh pihakmaskapai melalui pernyataan tertulis, dimana mereka menyebutkan ada kerusakan pada bagian bagian baling-baling di sejumlah mesin pesawat jenis tersebut. Adapun dampak dari dikandangkannya dua armada ini adalah pihak maskapai harus mengisi kekosongan rute yang dijalani operasikan oleh Boeing 787-10 ini dengan menggunakan armada lain. Tentu saja, ini bukan berita baik bagi flag carrier Singapura.

Baca Juga: Sah! Singapore Airlines Terima Boeing 787-10 Perdananya

“Penggantian mesin yang tertunda, dua pesawat SIA (Singapore Airlines) 787-10 telah dihapus dari layanan,” tulis pihak Singapore Airlines dalam sebuah keterangan tertulis.

“Kerusakan prematur baling-baling ditemukan pada beberapa mesin,” tandasnya.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (2/4/2019), kendati sejumlah penerbangan Singapore Airlines dikabarkan mengalami gangguan akibat dikandangkannya dua armada Boeing 787-10 ini, namun pihak maskapai enggan merinci rute mana saja yang terdampak. Adapun mesin yang digunakan pada armada Boeing 787-10 ini adalah mesin Rolls-Royce Trent 1000 TEN.

Mengutip dari laman sumber lain, mesin jenis ini memang memiliki sejumlah masalah yang bahkan terlihat sejak pertama kali diperkenalkan – termasuk kerusakan prematur pada baling-baling mesin.

Menyikapi hal ini, pihak Singapore Airlines telah berkonsultasi dengan pabrikan pembuat mesin, Rolls-Royce dan sejumlah otoritas terkait guna menentukan langkah selanjutnya yang harus ditempuh oleh maskapai – pun dengan tindakan pencegahan yang juga sebaiknya dilakukan oleh Singapore Airlines.

“Sejak masuknya layanan Trent 1000 TEN, Rolls-Royce telah berkomunikasi dengan para operator (maskapai) bahwa bilah turbin bertekanan tinggi dalam engine ini akan memiliki siklus hidup yang terbatas,” ujar pihak Rolls-Royce.

Baca Juga: Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

Sebagaimana yang diketahui bersama, Singapore Airlines merupakan maskapai pertama yang terbang dengan menggunakan armada Boeing 787-10, tepatnya pada awal tahun 2018 silam. Mundur ke tanggal 30 Mei 2013 silam, induk perusahaan dari Scoot dan SilkAir ini terdaftar sebagai launch customer dari armada Boeing 787-10 dan langsung melakukan pemesanan sebanyak 30 unit, dimana direncanakan akan dikirim pada rentang tahun 2018 hingga 2019.

Armada 787-10 ini sendiri mampu menampung hingga 337 penumpang yang terbagi ke dalam dua kelas: 301 seats untuk kelas ekonomi dan 36 sisanya untuk penerbangan kelas bisnis.