Teikiken, Tiket Komuter Hemat untuk Pekerja dan Pelajar di Jepang

Kartu uang elektronik (KUE) kini mulai digunakan pada semua moda transportasi di Indonesia. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai terintegrasi satu dengan yang lainnya. Seperti kartu yang dikeluarkan oleh bank, ini bisa di gunakan baik CommuterLine (KRL), TransJakarta, bus pengumpang TrnasJakarta hingga MRT yang baru saja menjadi bagian transportasi ibukota.

Baca juga: Ada Tujuh Tiket di Jaringan Perkeretaapian Jepang, Jangan Salah Pilih Ya!

Selain memudahkan kartu ini juga membuat penumpang tidak perlu mengantre saat membeli tiket. Nah, salah satu negara yang sudah menerapkan KUE adalah Jepang, bahkan menghadirkan Commuter Pass atau Teikiken untuk para pekerja dan pelajar.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sakura-house.com, Commuter Pass sendiri adalah sejenis paket biaya kereta api yang memiliki tujuan utama menghemat biaya perjalanan untuk rute yang sering digunakan orang dalam keseharian. Untuk mendapatkannya, pengguna hanya harus membeli kartu Suica atau Pasmo.

Kemudian menentukan stasiun keberangkatan dan kedatangan penumpang dan bisa menikmati perjalanan tanpa batas antar kedua stasiun. Kemudian tentukan validitas program kapan akan dimulai dan berapa lama valid. Pengguna bisa memilih periode kadaluarsa dari satu, tiga atau enam bulan. Bila semakin lama valid, maka semakin banyak reduksi yang bisa di dapatkan.

Penggunaan Commuter Pass ini juga bisa digunakan jika penumpang harus mentransfer dari Japan Railway ke kereta Metro di tengah jalan. Selain itu pun bila di total biaya, untuk berlaku selama sebuan bisa menghemat 33 persen dan bisa dikatakan semakin menghemat kantong penggunanya.

Tidak hanya rute harian yang akan mendapat manfaat dari Commuter Pass, ini dapat membantu Anda menghemat uang ketika Anda pergi pada rute lain juga. Saat Anda pergi ke stasiun lain, Commuter Pass akan mencoba menemukan bagian yang tumpang tindih antara rute itu dan rute yang ditentukan dalam kampanye. Kemudian, itu akan menerapkan biaya hanya untuk stasiun yang diperluas.

Misalnya, katakan Anda menerapkan Commuter Pass dengan Akabane sebagai titik awal dan Shibuya sebagai titik akhir. Bolak-balik di antara stasiun-stasiun ini dicakup oleh kampanye. Jika Anda memutuskan untuk turun di Ebisu yang berjarak satu stasiun dari Shibuya, Anda hanya perlu membayar biaya dari Shibuya ke Ebisu.

Dengan Commuter Pass yang sama, Anda ingin berangkat dari Akabane dan pergi ke Akihabara. Anda dapat melakukannya menggunakan garis Keihin Tohoku walaupun garis itu tidak tumpang tindih dengan garis Saikyo. Commuter Pass akan mencoba menemukan stasiun terjauh di sepanjang jalur Saikyo yang bisa Anda turunkan dan transfer ke kereta lain yang bisa mencapai Akihabara.

Dalam hal ini, itu akan mencakup stasiun Akabane ke stasiun Ikebukuro, dan akan mengurangi biaya yang sama dengan biaya dari stasiun Ikebukuro ke stasiun Akihabara (berdasarkan rute pada jalur Yamanote) dan ini sangat mengesankan. Sayangnya, Commuter Pass tidak banyak informasi dalam bahasa Inggris dan tidak ditujukan untuk pelancong.

Baca juga: Pindai Kartu EZ-Link, Anda Bisa Dapatkan Peta Virtual MRT Singapura

Jika Anda akan tinggal di Jepang dan menggunakan rute yang sama untuk periode bulan, Commuter Pass adalah salah satu kampanye kereta terbaik yang harus Anda pertimbangkan. Bahkan beberapa perusahaan di Jepang akan membayar Commuter Pass yang Anda gunakan.