Terkenal Angker, Stasiun Kaliwedi Meski Kecil Ternyata Peninggalan Belanda

0
Stasiun Kaliwedi (wikipedia)

Bangunan dan jalur kereta api di Indonesia kebanyakan masih berupa peninggalan masa Hindia Belanda. Salah satunya yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen adalah Stasiun Kaliwedi.

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

Stasiun ini tak lagi beroperasi dan ditutup sejak 18 tahun lalu atau tepatnya pada 6 Januari 2002 setelah diselesaikannya jalur ganda Cikampek – Cirebon. Bentuknya tak lagi seperti sebuah stasiun karena atapnya yang sudah dihancurkan.

Bangunan Stasiun Kaliwedi (kompasiana.com)

Stasiun Kaliwedi bahkan digosipkan angker oleh warga sekitar karena selain tak lagi beroperasi, banyak terjadi kecelakaan di perlintasan stasiun ini. Bahkan warga sekitar menyebut perlintasan Stasiun Kaliwedi sebagai ‘kentrung budeg’ karena orang yang melintas rel kereta api di sana tidak pernah mendengar ada suara peringatan dari menara stasiun apabila ada kereta yang lewat.

Stasiun yang terletak pada ketinggian +6 meter diatas permukaan laut ini termasuk dalam Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon dan menjadi stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Cirebon. Stasiun ini sendiri letaknya berada di desa Kaliwedi Lor, Kaliwedi, Cirebon.

Lokasinya sendiri jauh dari jalan utama desa, sehingga saat masih beroperasi, penumpang yang akan naik dari stasiun ini harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer. Dari sisa bangunannya, bila diukur Stasiun Kaliwedi memiliki panjang sekitar tujuh meter dan lebar empat meter. Stasiun Kaliwedi sendiri letaknya diantara Stasiun Arjawinangun dan Stasiun Kertasemaya. Stasiun ini tak lagi beroperasi karena kekurangan penumpang dibanding stasiun lainnya.

Untuk diketahui, Stasiun Kaliwedi sendiri dulunya digunakan untuk transit pasca kemerdekaan oleh kolonial Belanda hinggi terakhir aktif tahun 1998 pasca reformasi. Selain itu juga stasiun ini melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Namun sayangnya selain tak beroperasi, stastus Stasiun Kaliwedi sendiri sudah dihapus.

Baca juga: Stasiun Mayong, Beralih Fungsi Menjadi Lobi Hotel di Magelang

Berdasarkan Surat persetujuan Menteri BUMN No.S-305/MBU/05/2015 yang dibuat pada 29 Mei 2015 lalu, Stasiun Kaliwedi di Cirebon secara fungsi resmi dihapus sebagai stasiun. Dengan terbitnya surat ini, kategori stasiun heritage juga sudah terhapus meski bangunan asli dari zaman kolonial itu masih berdiri walaupun sudah banyak yang roboh dan tak lagi beratap.

Leave a Reply