Terlihat Cantik, Ternyata Awan-Awan Ini Berbahaya

Morning Glory Cloud

Menikmati terbang dengan pesawat menjadi satu hal ternyaman walaupun bila masuk ke dalam awan akan timbul rasa deg-degan, lantaran pesawat biasanya akan mengalami guncangan. Saat terguncang, awan yang Anda lihat sangat indah dengan bentuk seperti permen kapas dan tak terbayang awan itulah yang menyebabkan guncangan.

Sebenarnya, awan yang ada di angkasa boleh di lalui dan beberapa harus dihindari tergantung hasil dari alat pembaca awan atau weather radar di pesawat. Biasanya, awan-awan yang dihindari pesawat di alat pembaca awan akan muncul warna magenta dan ini merupakan awan berbahaya dan terindikasi bahwa awan tersebut adalah awan badai yang harus dihindari oleh sebuah pesawat jika tidak ingin terjadi turbulensi hebat.

Namun, bila alat pembaca awan menghasilkan warna hijau, kuning, atau pun merah awan masih bisa di laluioleh pesawat namun tetap berhati-hati. Penasaran awan apa saja yang bisa mengganggu penerbangan?

Awan Cumulonimbus

1. Awan Cumulonimbus
Awan ini memang terkenal berbahaya di dunia penerbangan. Bentuknya tebal vertikal yang menjulang tinggi, padat sehingga terlihat mirip dengan gunung atau sebuah menara. Puncak awan ini berserabut dengan berjalur-jalur dan hampir rata serta melebar mirip bentuk landasan yang disebut ancil head.

Cumulonimbus sudah dipastikan ambil bagian dari badai petir dan cuaca ekstrem lainnya. Awan Cumulonimbus atau biasa disebut Cb terbentuk dari ketidakstabilan atmosfer dan bisa terbentuk sendiri maupun kelompok.

Awan yang menciptakan petir ini bisa menjadi supersel yakni badai petir besar yang sangat ditakuti para penerbang. Sebab gesekan partikel awan di dalamnya dapat menghasilkan muatan listrik yang bisa membuta bencana. Cb sendiri terdiri dari tetes-tetes air pada bagian bawah awan dan kristal es pada bgian atas awan. Uniknya, awan ini terdapat updraft dan downdraft sehingga bisa terjadi sirkulasi.

Awan Pancake atau UFO

2. Awan Lenticular atau pancake atau UFO
Dinamakan lenticular karena bentuknya yang mirip dengan lensa dan disebut UFO sebab mudah dikenali seperti piring terbang. Awan ini bisa diamati di sekitar Gunung Salak, Bogor. Memang bentuknya indah, namun disekitar awan ini terjadi hembusan angin yang kuat dan kencang.

Hembusan angin inilah biasanya berbahaya bagi pesawat yang melintasi daerah tersebut karena bisa kehilangan kendali. Uniknya awan lenticular justru digemari oleh pecinta Glinder karena daya angkatnya yang kuat.

Mammatus Cloud

3. Awan Mammatus
Fenomena dimana awan berbentuk balon terbalik, bergelembung-gelembung, bergelombang dan terlihat sangat lembut yang membentuk formasi sehingga terlihat sangat inda dan menakjubkan. Walaupun indah, Mammatus cloud merupakan pertanda datangnya cuaca ekstrim atau badai.

Mammatus cloud ini terdiri dari air dan ais serta formasinya akan terlihat statik hingga 10- 15 menit.

4. Awan Morning Glory
Salah satu fenomena meteorologi yang sangat langka. Awan ini juga sering disebut roll cloud atau awan gulung. Gulungan awan ini memiliki kecepatan 60 km per jamnya dengan panjang mencapai 1000 km.

Morning Glory sering disertai dengan angin badai yang datang tiba-tiba, pergeseran angin yang sangat intens, dan perubahan tekanan yang tajam pada permukaan.