Terpecahkan! Misteri Platform No.3 di Stasiun Tokyo

0

Sebuah platform atau peron di salah satu Stasiun Jepang sepertinya berbeda dengan yang lainnya. Pasalnya banyak orang yang berkumpul disana untuk melakukan suatu hal. Platform No.3 di Stasiun JR Ryogoku di Sumida Ward, Tokyo belum lama ini diterangi dengan banyak lentera chochin merah untuk menerangi. Hal ini kemudian membuat platform tersebut dicurigai karena penumpang yang ada disitu terlihat santai tanpa melakukan gerakan yang terburu-buru.

Baca juga: Di Jepang, Bisa Makan Mie Gratis Asalkan Datang ke Stasiun Lebih Awal!

KabarPenumpang.com melansir laman the-japan-news.com (29/1/2020), mereka bukanlah penumpang yang akan kembali setelah pulang kerja untuk naik kereta. Orang-orang ini nyatanya hadir di peron untuk mengikuti acara musim dingin yang diselengggarakan oleh panitia penyelenggara kontes sake nasional untuk mempromosikan atsukan sake hangat.

Pabrik pembuat sake yang memenangkan kontes tersebut kemudian menyajikan sake di platform untuk para pengunjung itu. Mereka bahkan yang menggemari atsukan bisa merasakan minuman yang dihangatkan itu hingga suhu optimal.

Tak hanya itu pengunjung juga bisa mencicipi sepuluh macam sake, secangkir sake guinomi dan oden yang merupakan hidangan musim dingin tradisional yang terdiri dari berbagai bahan yang direbus dalam kaldu rasa kecap dengan membayar ¥2500 atau Rp312 ribu. Sedangkan yang membayar ¥12 ribu atau Rp1,5 juta bisa menikmatinya secara kelompok yakni empat orang dengan meja kotatsu yang dilengkapi pemanas.

Ternyata tiket untuk kelompok terbukti banyak diminati pengunjung dan habis terjual 20 hari sebelum acara. Pengunjung acara ini memiliki waktu sekitar 50 menit untuk menikmati makanan, minuman dan suasana tersebut sebelum diantar keluar untuk bergantian dengan yang lainnya.

“Saya memesan tiket begitu dijual pada Desember 2019. Minum sambil duduk di meja kotatsu pada platform dengan jejak-jejak Era Showa (1926-1989) adalah istimewa,” kata Naoko Akatsuka seorang pegawai negeri sipil.

Acara lainnya yang ada di platform No.3 stasiun ini termasuk adanya restoran pop-up gyoza pangsit.

“Kami ingin terus memikirkan cara-cara efektif untuk menggunakan (platform),” kata seorang pejabat East Japan Railway Company.

Diketahui, Stasiun Ryogoku merupakan satu dari empat stasiun kereta utama di Tokyo bersama Stasiun Tokyo dan Stasiun Ueno. Stasiun ini memiliki enam platform untuk kereta penumpang dan beberapa untuk pengangkutan.

“Ada sekitar 320 karyawan pada sekitar tahun 1950, tetapi sekarang hanya ada sekitar 20 karena stasiun tidak lagi menjadi terminal dan tidak lagi menangani pengiriman,” kata kepala stasiun Kazuhiro Nishiyama.

Baca juga: Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makanan

Platform No.3 stasiun tersebut memang sebagian besar tidak digunakan dan hanya kereta yang tidak mengangkut penumpang atau kereta khusus saja yang berhenti di situ.

“Kami berharap platform bersejarah ini, yang dikatakan telah selesai pada sekitar tahun 1929, akan menarik lebih banyak orang dan membantu meningkatkan komunitas lokal,” kata Nishiyama.

Leave a Reply