Tersandung Masalah Diplomatik, Pria Rusia Ini ‘Terjebak’ di Bandara Soetta Selama 3 Minggu!

Denis Saltanov. Sumber: ladbible.com

Bandar udara utama di Indonesia, Soekarno Hatta mendapat sorotan dari publik dunia setelah petugas di sana menahan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia selama kurang lebih tiga minggu. Penahanan WNA bernama Denis Saltanov ini sendiri dilatarbelakangi oleh urusan diplomasi yang tercampur-aduk. Kondisi yang dialami Denis semakin parah ketika otoritas bandara tertangkap mata kamera tidak memperlakukan Denis sebagaimana mestinya.

Baca Juga: Agar Proses Imigrasi Lebih Cepat, Yuk Manfaatkan Autogate di Bandara Soekarno-Hatta

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ladbible.com (26/6/2018), Denis sendiri sebenarnya telah menikah dengan Warga Negara Indonesia (WNI). Sebelum terjebak di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Denis sempat pergi ke Malaysia. Namun setibanya di Malaysia, ia malah disuruh kembali ke Indonesia karena peraturan di sana menegaskan bahwa dana yang ia bawa tidak cukup untuknya tinggal di Malaysia.

Alhasil, ia kembali lagi ke domisili sang Istri, Indonesia. Sayangnya, pabean Indonesia mengatakan bahwa sebagai akibat dari deportasinya dari Malaysia, Denis dilarang pula untuk masuk ke Indonesia. Sebuah laporan menyebutkan bahwa larangan tersebut merupakan prosedur hukum yang harus dijalani.

Terlepas dari itu semua, Denis yang malang kini terombang-ambing tidak bisa masuk negara manapun. Ia terpaksa tinggal di Bandara Soekarno-Hatta hingga waktu yang tidak ditentukan – setidaknya hingga permasalahan kompleks ini selesai. Diketahui, Istri Denis yang turut pergi bersama sang Suami diperbolehkan pergi karena ia memegang paspor, namun tidak dengan Denis. Paspornya telah disita, yang pada akhirnya berbuntut pada dirinya yang tidak bisa masuk ke negara manapun, termasuk Tanah Airnya, Rusia.

Salah satu pihak yang berdiri di samping Denis adalah organisasi non-pemerintahan, CST Commands. Organisasi ini memperjuangkan Denis untuk bisa menyelesaikan masalahnya dan kembali menuju kampung halamannya. Namun apa yang didapati oleh organisasi tersebut? Mereka mendapati Denis diperlakukan secara tidak layak oleh otoritas bandara. Selain tidur beralaskan kardus, CST Commands juga mengatakan bahwa Denis sempat dipukuli dan dipermalukan oleh otoritas bandara.

Baca Juga: Dalam Jumlah Pergerakan Penumpang, Bandara Soekarno-Hatta Unggul Tipis dari Changi

“Dia (Denis) akan senang dideportasi, tetapi baik pihak berwenang Indonesia maupun Konsulat Rusia tidak mau mewajibkan dia dengan cara ini,” ungkap salah seorang juru bicara dari CST Commands. “Istrinya tidak bisa mengunjunginya. Setidaknya, dia masih mendapatkan makanan,” tandasnya.

Kasus yang menimpa Denis ini bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya sudah banyak WNA yang ‘terperangkap’ di bandara karena masalah diplomatik atau masalah dokumen (paspor). Tidak banyak informasi lain yang dapat digali mengenai kelanjutan kasus Denis ini, namun satu yang pasti, tindakan intimidasi berlebih yang dilakukan oleh otoritas bandara sewaktu-waktu bisa menjadi bumerang bagi otoritas bandara.