Trump Sebut Qatar Lakukan “Transaksi Besar” Terkait Produk Boeing

Donald Trump dan Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani. Sumber: ABC

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutkan bahwa maskapai asal Timur Tengah, Qatar Airways telah mengeksekusi rencananya untuk membeli pesawat dari Boeing. Presiden yang terkenal dengan keputusannya yang kontroversial ini menggambarkan bahwa rencana tersebut sebagai sebuah “transaksi besar” yang telah ditandatangani Selasa (9/7) kemarin. Alih-alih hanya membeli pesawat saja, ternyata pihak Qatar juga melengkapi sistem persenjataan dan kemiliteran mereka pada kunjungannya ke Gedung Putih.

Baca Juga: Qatar Airways Umumkan Jadi Maskapai Pertama yang Operasikan Boeing 777X

Jika melihat dari pembelian yang dilakukan oleh Qatar terhadap Boeing, maka wajar saja jika Trump mengisyaratkannya sebagai “transaksi besar”. Kendati begitu, Presiden Trump tidak menyebutkan apakah pembelian pesawat ini dilakukan Qatar di atas perjanjian baru atau merupakan tindak lanjut dari perjanjian yang sebelumnya sudah ditangatangani – termasuk kesepakatan senilai US$1,8 miliar yang diumumkan bulan lalu pada pagelaran Paris AirShow 2019 untuk lima unit pesawat Boeing 777.

“Ini merupakan transaksi yang akan menghabiskan banyak uang di negara kami, dan itu menandakan bahwa ada pekerjaan besar yang menanti kami semua di sini,” ujar Presiden Trump di Gedung Putih, dikutip KabarPenumpang.com dari laman bloomberg.com (9/7).

Kesepakatan ini terjadi di tengah boikot ekonomi selama dua tahun yang dilakukan Qatar yang dipimpin oleh sekutu Amerika, Arab Saudi dan didukung oleh negara-negara termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab. Trump awalnya mendukung langkah Saudi meskipun menempatkan Negeri Paman Sam dalam posisi yang agak aneh karena memiliki pangkalan militer utama di Qatar.

Baca Juga: Geser Singapore Airlines, Qatar Airways Kini Jadi Maskapai Terbaik Dunia

Pada kesempatan yang sama, emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al Thani mengatakan bahwa mereka berupaya untuk meningkatkan hubungan dengan Amerika dan menggandakan kemitraan ekonomi antara dua negara tersebut. Mansoor bin Ebrahim Al Mahmoud, yang memimpin Qatar Investment Authority, mengatakan bahwa awal tahun 2019 ini dana kekayaan Qatar akan meningkatkan portofolio investasi Amerika dari sekitar US$30 miliar menjadi sekitar US$45 miliar selama dua tahun ke depan.