Tukar Botol Bekas, Dapat Tiket Bus Suroboyo Gratis!

0
Sumber: istimewa

Belakangan ini, aksi pengurangan sedotan plastik di Indonesia memang benar-benar tengah digalakkan. Sebut saja ketika Anda membeli kopi di kedai-kedai kopi kekinian tertentu, Anda tak akan mendapatkan lagi sedotan plastik dan mau tidak mau, Anda harus meminumnya langsung. Ini dikarenakan tingkat polusi sampah plastik di laut Indonesia sudah masuk ke level yang sangat mengkhawatirkan.

Baca Juga: Redbus dan Bosbis, Dua Apikasi Pembelian Tiket Bus AKAP Online

Ya, Indonesia merupakan pencemar laut kedua terbesar di dunia, menyusul Cina yang berada di puncak klasemen. Mengingat kondisinya yang sudah tidak bisa ditolerir lagi, wajar adanya jika sejumlah orang kreatif di luar sana berupaya untuk mengurangi jumlah polusi sampah plastik di lautan. Satu yang belakangan ini tengah hangat diperbincangkan oleh banyak pihak adalah kebijakan Suroboyo Bus untuk menggratiskan bea menggunakan bus low deck tersebut. Tapi, ada syaratnya!

Foto: Tribunnews.com

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, para penumpang bisa membawa sampah plastik dan mengkonversinya menjadi tiket perjalanan dengan menggunakan Suroboyo Bus. Adapun jumlah sampah plastik yang harus dibawa untuk ditukarkan menjadi tiket adalah: 3 botol minum sekali pakai berukuran besar, atau 6 botol berukuran sedang, dan atau 10 gelas plastik yang sudah di bersihkan.

“Ini adalah solusi yang sangat cerdas. Biasanya kalau minum dengan botol sekali pakai langsung dibuang, sekarang jadi di simpen buat di kumpulin,” kata salah satu warga Surabaya, Fransiska Nugrahepi, dikutip dari laman netz.id (13/8).

Sejak diberlakukannya ‘promosi’ semacam ini, petugas transportasu Surabaya, Franki Yuanus mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 16 ribu orang datang ke terminal untuk menukarkan sampah plastik dengan tiket bus.

“Masyarakat meresponnya dengan baik,” ujar Franki.

Baca Juga: Bus AKAP Rambah Aplikasi Online

Namun jika ditelaah lebih jauh lagi, hadirnya program semacam ini bukan hanya akan menurunkan tingkat pencemaran lingkungan di Kota Pahlawan saja, melainkan juga dapat mengurangi kemacetan.

Ya, semakin banyak warga yang datang menukarkan sampah plastik, maka semakin banyak juga warga yang berkendara dengan menggunakan bus atau moda transportasi umum. Semakin banyak warga yang naik bus, maka semakin lengang juga jalanan di kota yang lekat dengan sejarah buaya dan ikan hiu ini.

Wah, inovatif sekali ya! Apa jadinya jika regulasi serupa diterapkan juga oleh TransJakarta?

 

Leave a Reply