Tuntas Direaktivasi, Stasiun Garut Diharapkan Beroperasi Sebelum 17 Agustus 2021

0

Sejak 2019 lalu, Stasiun Garut mulai direaktivasi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan dikatakan akan selesai pada tahun lalu. Namun perkiraan tersebut sedikit meleset dan selesai pada 2021. Kini Stasiun Garut sudah siap beroperasi seratus persen untuk melayani penumpang maupun barang.

Baca juga: Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi

Dikutip KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, direktur niaga PT KAI Dadan Rudiansyah mengatakan, semua prasarana sudah jalan dan gedung Stasiun Garut sudah bisa dioperasikan. Saat ini, dikatakan Dadan, PT KAI dan pemerintah daerah Garut sudah melakukan pembahasan untuk berbagai persiapan jalur Stasiun Garut ke Cibatu agar segera beroperasi.

“Sebetulnya kami lagi upayakan, Pak Bupati juga langsung sudah menghadap ke Kementerian Perhubungan melalui Pak Dirjen Perkeretaapian, insya Allah kami upayakan secepatnya, kami juga sebetulnya ingin segera dioperasikan,” kata Dadan.

Dalam reaktivasi Stasiun Garut ini, pihak PT KAI berharap selain bisa menjadi transportasi penumpang dan barang, juga meningkatkan taraf perekonomian di Kabupaten Garut. Dadan menambahkan, PT KAI juga memfasilitasi tempat untuk pelaku usaha kecil menengah agar bisa ikut serta melayani masyarakat di stasiun.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Stasiun Garut dibangun megah untuk memberikan layanan transportasi yang nyaman, cepat, mudah dan aman bagi masyarakat. Ini juga untuk memperlancar arus barang yang nantinya meningkatkan perekonomian masyarakat.

“PT KAI memberikan komitmen kepada masyarakat Garut untuk memperlancar arus barang, arus orang, terutama perekonomian dengan mempersiapkan sarana prasarana menyangkut perjalanan kereta api dari Stasiun Garut menuju Stasiun Bandung, Jakarta atau ke mana pun dengan konektivitas,” katanya.

Ia berharap Stasiun Garut sudah bisa melayani jasa transportasi kereta api sebelum hari perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2021. Selain itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk ikut serta menjaga sarana dan prasarana terutama sepanjang jalur reaktivasi kereta api agar program pemerintah itu bisa berjalan sukses.

“Untuk warga Garut kami minta untuk sepanjang jalur ini dijaga untuk bisa suksesnya kereta api Garut ke Bandung, Jakarta ke Yogya dengan konektivitas dan sebagainya,” kata Rudy.

Untuk diketahui, Stasiun Garut dibuka secara resmi tahun 1930 dan punya bangunan yang mirip dengan Stasiun Karawang dan Rambipuji. Bangunan ini didirikan setelah adanya pembangunan Jalan Rel Cilacap-Cicalengka via Cibatu yang dibangun tahun 1889 dan lintasan atau jalan Sampingan Garut-Cikajang tahun 1926 silam.

Menjadi stasiun kereta api nonaktif kelas II, Stasiun Garut terletak di Pakuon, Garut Kota yang tepatnya di persinggungan Ujung Bank dan Jalan Veteran. Stasiun ini letaknya tertinggi di pulau jawa yakni 1200 meter di atas permukaan laut. Hal ini membuat lokomotif yang melewati jalur ini pada masa jayanya merupakan lokomotif kuat seperti CC50.

Dahulu, saat masih aktif hingga tahun 1980-an, stasiun ini selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api. Sayangnya Stasiun Garut tutup tahun 1983 silam dikarenakan sarana yang sudah tua dan kalah saing dengan mobil pribadi maupun transportasi umum lainnya.

Baca juga: Lokomotif Mulai Uji Coba Mengular di Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut

Selain itu PJKA juga mengalami kerugian karena penumpang yang coba-coba naik kereta secara gratis. Stasiun Garut pada masa penjajahan pernah diserang oleh Belanda tahun 1947 dan membuat infrastruktur jaur menjadi rusak dan harus direnovasi.