Undang-undang Emisi di India, Singkirkan Taksi Ikonik “Premier Padmini”

0
Penampang Taksi Padmini yang tak lama lagi akan pensiun. Foto: Instagram MumbaiTaxiCompany

Di akhir 2019, aktivis lingkungan berusia 16 tahun membuat isu lingkungan kembali hangat diperbincangkan. Lewat pidato kerasnya di markas PBB dalam sidang KTT Perubahan Iklim, Greta Thunberg mengecam para pebisnis dan pemerintah yang gagal bertindak lebih atas perubahan iklim. Aksi tersebut pun menuai pujian dari warga internasional. Salah satunya artis Hollywood yang juga aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio.

Baca juga: Di India, Suzuki Ertiga Hadir Dalam ‘Setelan’ Taksi Lho!

Terlepas dari pidato viral Greta Thunberg, beberapa tahun belakangan berbagai negara memang sedang berlomba-lomba untuk menerapkan energi hijau (red: ramah lingkungan) terbarukan. Langkah tersebut kemudian juga didukung dengan diterapkannya undang-undang emisi guna menciptakan udara bersih dan sehat. Salah satunya di India.

Sebagai bagian dari langkah sadar lingkungan untuk memerangi polusi, pada tahun 2008, pemerintah di Mumbai, Maharashtra, India, melarang semua taksi berusia 25 tahun ke atas. Pada 2013, peraturan tersebut diubah menjadi 20 tahun. Dalam setiap putusannya, ribuan taksi Premier Padmini, sebuah mobil ikonik yang mengangkut orang-orang Mumbai selama beberapa dekade, telah menghilang dari sudut-sudut jalan.

Pada akhir tahun 2019, diperkirakan sekitar 50 Padminis masih bisa beroperasi, dan pada Juni 2020, taksi ikonik India yang telah menghiasi jalan-jalan selama beberapa dekade dipastikan akan berakhir.

“Aku rindu Padmini. Dia mobil yang tangguh,” kata Maurya, supir taksi Ram Vilas, seperti dilansir npr.org, Senin (13/01). Ia pun kemudian membandingkan, bahwa mobil modern yang dia kendarai saat ini mengalami penyok bahkan pada tabrakan sekecil apa pun. Menurutnya, Padmini tidak seperti itu.

Asal-usul Premier Padmini sendiri dimulai pada tahun 60-an dalam bentuk Fiat 1100D, yang juga dikenal sebagai Delight 1100. Model Fiat mulanya berfungsi sebagai ikon dari Premier Automobiles. Kemudian berganti nama menjadi Premier Padmini setelah mobil asal Italia tersebut dibuat di India.

Baca juga: Tingkatkan Keselamatan, Otoritas Transportasi India Siap Sodorkan QR Code untuk Penumpang

Mobil menjadi sangat populer dan penjualan melonjak karena menjadi taksi pilihan. Otoritas setempat memperkirakan sekitar 60.000 Padminis berada di Mumbai pada puncak keemasannya. Sayangnya, pasar terbuka dan masuknya mobil modern di tahun 90-an menghancurkan taksi dengan warna khas hitam dan kuning tersebut hingga akhirnya produksi dihentikan pada tahun 2000.

Leave a Reply