Uni Emirat Arab Tangguhkan Penerbangan dari Pakistan, Buntut 262 Pilot Berlisensi Palsu?

0
Emirates tercatat memiliki frekuensi penerbangan terbanyak dari dan ke Pakistan. Sumber: aircraftspotting.de

Otoritas Penerbangan Sipil Uni Emirat Arab (GCCA) kemarin mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan untuk sementara waktu penerbangan dari Pakistan. Penangguhan penerbangan tersebut sudah mulai efektif pada Senin hari ini dan akan terus berlaku sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Baca juga: Gawat, 1 dari 3 Pilot di Pakistan Pakai Lisensi Palsu!

Atas keputusan tersebut, GCCA menghimbau kepada seluruh calon penumpang agar sesegera mungkin menghubungi pihak maskapai atau agen travel untuk mencari alternatif terbaik. Termasuk juga bagi calon para penumpang yang transit di Uni Emirat Arab (UEA).

Hanya saja, hasil penelusuran Simple Flying melalui Flight Radar, hingga hari ini dan besok, penerbangan dari berbagai kota besar di Pakistan, Lahore, Karachi, dan Islamabad, masih aktif dan belum dibatalkan. Lahore, misalnya, masih akan menerbangkan beberapa maskapai dalam dan luar negeri, mulai dari flyDubai, Emirates, AirBlue, hingga Air Arabia.

Anehnya, satu-satunya maskapai yang telah membatalkan seluruh penerbangan dari dan ke Pakistan justru datang dari Qatar Airways, yang jelas-jelas sama sekali tak memiliki penerbangan langsung maupun transit ke UEA.

Menanggapi keputusan tersebut, berbagai pihak berspekulasi bahwa UEA mengambil langkah preventif untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang melibatkannya, mengingat belum lama ini, sebanyak 262 dari 860 pilot aktif di Pakistan kedapatan memakai lisensi palsu. Dari jumlah tersebut (262), 150 pilot di antaranya tercatat sebagai pilot maskapai Pakistan International Airlines (PIA), yang belum lama ini mengalami crash di permukiman Model Colony, 3,2 kilometer dari Bandara Internasional Jinnah, Pakistan.

Namun, dari laporan Gulf News, GCCA menangguhkan penerbangan langsung dan transit dari Pakistan bukan karena skandal pilot Pakistan berlisensi palsu, melainkan karena wabah Covid-19. Saat ini, perkembangan terakhir pandemi corona di negara tersebut memang dianggap semakin mengkhawatirkan dengan lebih dari 200.000 kasus positif dan merenggut 4.100 jiwa.

Tetapi, tetap saja, bila wabah Covid-19 menjadi dasar penangguhan penerbangan dari Pakistan, seharusnya negara lain seperti Amerika Serikat (AS), Rusia, dan berbagai negara lainnya di Asia harusnya juga dilakukan tindakan serupa. Faktanya, jelang pembukaan kembali penerbangan internasional pada 7 Juli mendatang, UEA belum mengeluarkan keputusan penangguhan lain kecuali penerbangan dari Pakistan.

Baca juga: Sterile Cockpit Rule, Inilah Aturan yang Melarang Pilot dan Kopilot ‘Ngobrol’ Selama Penerbangan

Alih-alih menangguhkan penerbangan dari berbagai negara dengan perkembangan kasus Covid-19 terbaru, seperti Pakistan, UEA cenderung melakukan tindakan preventif lainnya dengan berbagai cara.

Mulai dari mengunduh aplikasi COVID-19 DXB (yang memungkinkan penumpang berkomunikasi langsung dengan Tim Gugus Tugas Covid-19 UEA bila mengalami gejala-gejala mirip Covid-19), mengisi surat keterangan sehat, memiliki asuransi kesehatan yang masih berlaku, hingga mewajibkan ke seluruh penumpang menunjukkan hasil test PCR dengan validitas maksimum empat hari sebelum tanggal keberangkatan.

Leave a Reply