Universitas di Singapura Kembangkan Masker Antimikroba Nanoteknologi dengan Filtrasi 99,9 Persen

0
NTU Singapura mengembangkan masker antimikroba nanoteknologi dengan filtrasi 99,9 persen

Ilmuwan material dari Nanyang Technological University, Singapura (NTU Singapura) telah mengembangkan “masker nanoteknologi” yang dapat digunakan kembali serta mampu menyaring 99,9 persen bakteri, virus, partikel (PM) dan membunuh bakteri. Lapisan antimikroba dalam masker itu disebut dapat membunuh bakteri dalam waktu 45 detik dan efektif setidaknya selama 144 jam (enam hari).

Baca juga: Canggih! Masker Ini Dilengkapi Filter HEPA dan Sensor Udara, Anti Covid-19 Kah?

Efisiensi penyaringannya dapat melampaui kemampuan masker N95 dan makser ini dapat dicuci dan digunakan kembali lebih dari sepuluh kali. Pada pertengahan Mei, Singapura memperketat langkah-langkah Covid-19 karena negara itu menghadapi peningkatan jumlah infeksi, dan penduduk disarankan untuk menggunakan masker wajah dengan kemampuan penyaringan tinggi.

Masker buatan NTU terdiri dari dua komponen utama, yakni lapisan antimikroba yang terbuat dari nanopartikel tembaga yang dikembangkan serta dipatenkan oleh Profesor Lam Yeng Ming. Kemudian lapisan kain yang ditemukan oleh Associate Professor Liu Zheng, yang memiliki sifat dielektrik unik yang menarik semua partikel nano dan kuman.

Prof Lam, yang juga Ketua Fakultas Ilmu dan Teknik Material NTU mengatakan, bahwa prototipe masker mereka menggabungkan dua sifat yang paling diinginkan untuk melawan Covid-19, menjadi satu kesatuan filter.

“Dalam percobaan, lapisan nanopartikel tembaga kami memiliki aktivitas antibakteri yang sangat cepat dan berkelanjutan, dengan efisiensi membunuh hingga 99,9 persen ketika bertemu dengan bakteri. Lapisan ini akan membantu mengurangi penyebaran bakteri karena membunuh mikroba dalam tetesan yang terperangkap oleh serat masker. Itu akan memberi pengguna lapisan perlindungan ganda dibandingkan dengan masker bedah konvensional,” jelas Prof Lam yang dikutip KabarPenumpang.com dari eurekalert.org (9/6/2021).

Eksperimen tentang efektivitas antibakteri masker dilakukan bekerja sama dengan para ilmuwan dari National University of Singapore (NUS). Mereka mensimulasikan kondisi kehidupan nyata dengan memperkenalkan bakteri resisten dalam bentuk tetesan pada permukaan kain dan mengamati bahwa hampir semua bakteri mati dalam 45 detik.

Alasan efektivitas lapisan antimikroba ada dua, yang pertama adalah ukuran nanopartikel yang sangat kecil, yaitu sekitar 1.000 kali lebih kecil dari lebar rambut manusia. Secara kolektif, jutaan nanopartikel menyediakan area permukaan yang sangat besar bagi virus dan bakteri untuk dihubungi, dibandingkan dengan partikel yang lebih besar.

Yang kedua adalah tingginya tingkat kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh bahan oksida tembaga. Membunuh virus dan bakteri hanya akan berhasil jika masker mampu menjebak dan mencegahnya lewat. Di sinilah terobosan Assoc Prof Liu berguna.

Baca juga: Masker F5 Serbaguna Bisa Jadi Hadiah Natal Pada Masa Pandemi

Tahun lalu, timnya mengembangkan cara untuk mengintegrasikan bahan dielektrik ke serat plastik selama proses pembuatan filter kain tidak ditenun yang terbuat dari Polypropylene.

LEAVE A REPLY