[Video] Airbus Kembangkan “AlbatrossOne,” Desain Sayap yang Terinspirasi dari Burung Albatros

Sumber: aeronewstv.com

Anda pernah mendengar nama burung Albatros? Ya, siapa sangka burung yang identik dengan area perairan ini menjadi inspirasi para insinyur di sektor aviasi dalam menciptakan sebuah pesawat yang kompatibel dengan kebutuhan penerbangan di masa yang akan datang. Alih-alih menciptakan sebuah pesawat yang memiliki kontur body seperti burung Albatros yang terkenal bisa mengarungi angkasa tanpa harus mengepakkan sayapnya, namun para insinyur dari Airbus menduplikasi bagian sayap dari burung Albatros. Perkenalkan, AlbatrossOne!

Baca Juga: Tak Kunjung Balik Modal, Tepatkah Airbus Hentikan Program A380?

Tentu saja nantinya sayap dari AlbatrossOne tidak akan bisa mengepak, melainkan bagian ujung sayapnya (wingtip) saja yang sengaja didesain untuk dapat bergerak mengikuti hembusan angin. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (18/6/2019), nantinya pihak Airbus akan menambahkan engsel khusus pada bagian wingtip – sama seperti varian Boeing 777X yang dapat melipat bagian ujung sayapnya ketika bentang sayap terlalu lebar untuk masuk ke ‘parkiran’ pesawat.

Untuk bagian wingtip sendiri, Airbus menggunakan bahan semi-aeroelastik yang akan bergerak bebas ketika tertiup oleh angin. Penggunaan desain sayap seperti ini dipercaya oleh pihak Airbus akan memberikan perubahan yang cukup signifikan ketika pesawat menghadapi turbulensi. Selain itu, para insinyur juga percaya bahwa penggunaan wingtip berengsel ini dapat mengurangi berat sayap secara keseluruhan.

Dalam upayanya untuk mewujudkan model ini, pihak Airbus telah menciptakan versi remote control yang telah sukses diuji coba di Filton, Inggris. Ya, Filton diketahui sebagai rumah bagi Concorde, pesawat berkecepatan super yang sudah memasuki masa pensiunnya sejak puluhan tahun lalu.

“Panjang dari wingtip di AlbatrossOne diperkirakan akan memakan space sepertiga bentang sayap. Nantinya wingtip ini akan beroperasi secara mandiri selama turbulensi dan mengurangi beban sayap pada bagian pangkal – yang dimana ini akan berimplikasi pada pengurangan beban pada pesawat secara keseluruhan,” ujar salah satu insinyur di Airbus, Tom Wilson.

“Ketika ada hembusan angin atau turbulensi, sayap pesawat konvensional mentransmisikan muatan besar ke badan pesawat, sehingga pangkal sayap harus sangat diperkuat, dan secara otomatis akan menambah bobot pada pesawat,” tandasnya.

Baca Juga: Tidak Ada Varian Airbus A370, Netizen Sampai Bikin Ilustrasi Sendiri!

Tom Wilson percaya bahwa dengan mengaplikasikan wingtip yang mampu bereaksi mandiri sesuai dengan hembusan angin akan mengurangi beban pesawat secara keseluruhan. Pihak Airbus sendiri belum bisa menentukan kapan pesawat kembangannya ini dapat melakukan first maiden, namun uji coba penerbangan dengan menggunakan remote control sudah rampung dilakukan terhitung sejak bulan Februari 2019 kemarin.

Berikut adalah video yang menunjukkan hasil uji coba penerbangan dengan menggunakan remote control yang dilakukan oleh Airbus pada bulan Februari lalu.