Wajib Selfie, Jadi Syarat Naik Grab di Malaysia

Ilustrasi (Istimewa)

Naik Grab harus selfie? Sepertinya ini akan cukup dinimati para penguna ride hailing. Apalagi pecinta selfie yang kerap kali berfoto dirinya sendiri dimana pun mereka berada, dan kehadiran permintaan saat naik Grab mungkin tidak akan disia-siakan begitu saja.

Baca juga: Lawan Opik, Grab Indonesia Luncurkan “Grab Defense”

Namun, kenapa ya Grab mewajibkan penumpangnya untuk selfie ketika naik angkutan mereka di Malaysia? KabarPenumpang.com melansir dari laman sea.mashable.com (13/4/2019), ternyata penumpang harus selfie untuk mengurangi tindak kejahatan yang terjadi. Grab menghadirkan fitur verifikasi penumpang dengan selfie ini sejak awal tahun 2019 ini. Bahkan tercatat kejahatan yang dilakukan penumpang menurun hingga 30 persen sejak fitur ini diluncurkan di aplikasi milik Grab.

Penumpang diminta untuk melakukan selfie saat menggunakan Grab sebagai syarat verifikasi pesanan. Teknologi pengenalan wajah atau facial recognition di aplikasi Grab akan memverifikasi foto. Bahkan fitur ini akan menolak foto yang tidak sesuai dengan data penumpang. Grab Malaysia menghadirkan fitur ini untuk memastkan foto selfie penumpang hanya akan digunakan untuk keperluan verifikasi hanya satu kali.

Meski begitu pastinya banyak pertanyaan apakah hal ini aman? Grab mengatakan, dalam proses verifikasi pihaknya melindungi sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Malaysia. Mereka juga menjamin bila foto penumpang tidak akan di publikasi ke pihak luar termasuk pengemudi. Kehadiran fitur tersebut adalah hasil kerja sama Grab dengan kementerian Transportasi Malaysia.

“Ini penting karena sektor publik dan swasta bekerja sama untuk memanfaatkan teknologi baru untuk kebaikan sosial,” ujar Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke.

Country Head Grab Malaysia Sean Goh mengkonfirmasi bahwa fitur ini hanya untuk alasan keamanan dan tidak ada informasi apapun tentang penumpang yang akan dikumpulkan. Menurutnya kehadiran fitur pengenalan wajah juga akan mengurangi kejahatan penumpang yang akan menjadi perhatian pengemudi.

“Selfie mereka hanya akan digunakan untuk keperluan verifikasi satu kali dan tidak akan ditunjukkan kepada pengemudi. Pengalaman kami adalah mereka yang ingin terlibat dalam kegiatan kriminal akan melakukannya dalam empat kali pertama mereka menggunakan aplikasi Grab begitu mereka mendaftar,” kata Goh.

Pada Juli 2018 lalu, Grab di Indonesia juga menerapkan fitur serupa. Namun, fitur tersebut berlaku untuk mitra pengemudi, bukan penumpang. Saat menerima pesanan, mitra pengemudi akan diminta untuk melakukan verifikasi identitas lewat selfie. Selain itu, Grab merilis fitur penyamaran nomor telepon (number masking), berbagi lokasi secara real time (Share My Ride), dan tombol darurat (panic button) di Indonesia.

Baca juga: Grab Hadirkan Beberapa Fitur Baru di Aplikasi, Termasuk Raih Poin Bila Order Dibatalkan Pengemudi

Meskipun ini mungkin merupakan langkah maju dalam melindungi pengemudi mereka, Grab telah dikecam atas biaya pembatalan yang mereka perkenalkan kembali pada 19 Maret. Penumpang akan dikenakan penalti hingga RM5 jika mereka membatalkan pemesanan mereka dalam jangka waktu 5 menit.