Wujudkan Kota Pintar, Penang Kini Punya Smart Bus Shelter yang Serba Canggih

0
Sumber: EDOTCO

Jika di Indonesia keberadaan halte (shelter) bus seolah tersingkirkan dan banyak diantaranya yang sudah terbengkalai dan dibiarkan rusak begitu saja, maka lain halnya dengan yang ada di Malaysia – dimana salah satu perusahaan yang menekuni konektivitas berkelanjutan masa depan, EDOTCO Malaysia Sdn Bhd pada Mei 2019 kemarin meluncurkan Smart Bus Shelter. Dari namanya saja, tentu Anda sudah bisa mengira kelebihan dari halte bus ini, persisnya halte ini dilengkapi dengan solusi telekomunikasi – sejalan dengan tujuan digitalisasi yang tengah dikembangkan oleh Malaysia.

Baca Juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman digitalnewsasia.com (14/5), adapun Smart Bus Shelter ini sendiri terletak di Lengkok Tenggiri, Seberang Perai, dimana di dalamnya Anda bisa menemukan fasilitas untuk mengisi ulang daya gadget, kamera CCTV, hingga panic button untuk lebih meningkatkan keamanan para penggunanya. Seperti yang sudah disebutkan di atas, solusi telekomunikasi yang ada di Smart Bus Shelter ini juga merupakan testbed untuk Penang yang terhubung dalam persiapan untuk implementasi konektivitas 5G.

Proyek ini sendiri merupakan dukungan nyata bagi Penang Vision 2030, yang antara lain menguraikan investasi untuk memperkuat mobilitas, konektivitas dan infrastruktur digital, dan mengintegrasikan layanan kota dengan teknologi pintar. Energi yang ada di Smart Bus Shelter ini dihasilkan oleh panel surya yang berada di atap halte. Penggunaan energi terbarukan ini juga merupakan bagian dari Penang Vision 2030 yang bertumpu pada penggunaan energi terbarukan.

“Proyek percontohan Smart Bus Shelter ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mengubah Penang menjadi kota pintar, yang menjadi fokus kami di tahun 2019,” tutur Ketua komite Pemerintah Daerah, Perumahan, dan Perencanaan Kota Penang, Jagdeep Singh Deo.

“Keberhasilan pembuktian konsep ini membuka jalan bagi Penang untuk menjadi salah satu negara terkemuka yang siap untuk mengadopsi konektivitas 5G,” tandasnya.

Baca Juga: 10 Halte Bus Ini Jelas Tidak Biasa

Tingkat akses terhadap jaringan internet via smartphone di Malaysia sana sudah mengalami pertumbuhan nilai yang cukup signifikan. Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC) mencatat, pengguna internet via smartphone pada tahun 2014 silam masih berada di angka 74,3 persen – sedangkan di tahun 2018 kemarin angkanya sudah meningkat drastis ke level 93,1 persen. MCMC memproyeksikan bahwa di tahun 2022 mendatang, konsumsi data per pengguna mencapai angka 1GB per hari.

Leave a Reply