Xpressair Terbang Kembali 16 Desember, Maskapai Kelas Dua Sukses Hadapi Pandemi Corona?

0
Penerbangan perdana Xpressair Yogyakarta - Samarinda pada 2018 lalu. Foto: Youtube

Pandemi virus Corona membuat industri penerbangan kalang kabut. Jangankan kecil, maskapai besar dengan modal segunung saja, seperti Garuda Indonesia dan Lion Group, sampai kewalahan untuk mempertahankan kinjerja keuangan. Bila maskapai besar saja kewalahan, bagaimana dengan maskapai perintis (jika tak ingin disebut maskapai kelas dua)?

Baca juga: Tuntas Mengabdi di Timur Indonesia, Xpressair Fokus Hubungkan Jawa-Sumatera dan Kalimantan

September lalu, maskapai TransNusa dikabarkan stop operasi mulai awal September lalu. Meskipun sempat menyebut bakal terbang kembali pada akhir September, nyatanya sampai saat ini, maskapai yang melayani daerah Indonesia timur serta memiliki basis di Bandara El Tari, Kupang itu masih belum menerbangkan pesawat.

Dirunut ke belakang, sebetulnya bukan hanya TransNusa yang stop operasi secara temporer. Berbagai maskapai kecil lainnya, seperti Susi Air, Trigana Air, dan Xpressair juga sempat bernasib serupa di awal pandemi pada Maret-Mei lalu. Bahkan, salah satunya sempat terancam bangkrut bila tak ada perubahan signifikan.

“Dua sampai enam bulan, tergantung kita lihat situasi belakangan. Tapi, dengan catatan enggak bayar kewajiban, bisa bertahan sampai sana,” ujar Susi Pudjiastuti, pendiri maskapai Susi Air, dalam sebuah wawancara eksklusif di Indonesia Lawyers Club (ILC) Tv One besutan Karni Ilyas, sekitar akhir April lalu.

“Karyawan sebagian ada yang kita rumahkan, kita kurangi salary. Tutup beberapa cabang. Ada (PHK), harus, mau tidak mau,” tambahnya.

Demikian juga dengan Trigana Air. Sekalipun tak ada laporan maskapai kesulitan keuangan, namun, pandemi Covid-19 sempat membuat bisnis mereka suram. Kondisi serupa juga dialami oleh Xpress Air. Maksud hati ingin menghiasi langit Indonesia pada akhir Maret lalu, namum, siapa nyana, di saat yang nyaris bersamaan virus Corona dipastikan sudah masuk ke Indonesia. Akibatnya, langkah-langkah pengetatan pun dilakukan di seantero negeri dan comeback maskapai tersebut pun sempat tersendat.

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, bisnis ketiganya berangsung pulih. Susi Air perlahan tapi pasti mulai mengisi rute-rute kecil di Sumatera, seperti penerbangan dari dan ke Bandara Atung Bungsu, Kota Pagaralam, ditambah penerbangan charter ke seluruh Indonesia. Demikian laporan media lokal.

Xpressair, seperti dilansir Banjarmasin Post, juga mulai menggeliat. Setelah sebelumnya Semarang-Sampit pada Juli lalu, maskapai yang mulai beroperasi secara komersial pada 23 Juni 2003 ini pun kembali membuka rute baru Banjarmasin-Pangkalanbun. Rute tersebut akan dimulai pada 16 Desember 2020 mendatang.

Baca juga: Xpressair Gebrak Rute Semarang-Sampit Lewat Program “Murah Meriah Untung Melimpah”

“Pada 16 Desember nanti penerbangan dijadwalkan pukul 11.50 – 11.55 Wita. Adanya penambahan rute diharapkan mampu menumbuhkan kembali perekonomian yang lesu imbas pandemi,” jelas Irwan Rosyidi.

Selain itu, Xpressair, yang sebelumnya mengaku kepada KabarPenumpang.com banyak mendapat pesanan tiket secara offline, saat ini, mengaku lebih memanfaatkan paltform online sebagai andalan. “Karena sekarang era digital kami juga ingin fokus pemasaran selain koran ke platform digital bersama Banjarmasin Post, misalnya melalui digital activity dan berita website,” kata Irwan.

Leave a Reply